
"Apa yang sebenarnya kamu lawan sampai-sampai durability senjata ini begitu buruk hanya dalam satu hari?" Pria kerdil Mitsukawa, bertanya dengan heran ketika dia melihat senjata Feyn dan Alice yang sudah hampir hancur.
Feyn tersenyum pahit dan menggaruk pipinya. "Itu, tentu saja musuh yang sangat sulit."
Mitsukawa mengerutkan keningnya. Musuh apa yang bisa membuat senjata dengan durability seperti ini menjadi tidak memiliki bentuk?
Mitsukawa membuang pikiran itu. Dia kembali berbicara pada Feyn. "Jadi, apa yang kamu inginkan? Aku bisa memperbaikinya. Namun, membuat yang baru lebih masuk akal."
Feyn tahu itu juga. Jadi, dia mengeluarkan taring milik Wraith Wolf. Taring hitam legam sepanjang 21 cm yang terlihat sangat tajam.
Mitsukawa melompat karena terkejut dengan ukuran taring yang tidak masuk akal. Dia memandang Feyn dengan ketakutan di matanya. "K-Kamu. Darimana kamu mendapatkan taring sebesar ini!?" tanyanya dengan suara gemetar.
Mitsukawa tidak bisa memikirkan monster seperti apa yang bisa memiliki ukuran sebesar ini. Sabre tooth tiger bahkan tidak memiliki taring sebesar ini.
Feyn tidak menjawab pertanyaan Mitsukawa. Feyn hanya fokus pada urusannya. "Aku ingin kamu membuat Gladius dengan ini. Selain itu, aku juga ingin membeli sabit black steel dengan ukuran yang sama seperti sebelumnya. Berapa total semuanya?"
Menyadari sikapnya yang memalukan, Mitsukawa berdehem kecil. "Ehem. Untuk saat ini, aku tidak mungkin memproses taring itu. Selain level skill yang masih rendah. Peralatan yang aku gunakan hanya rank common." Mitsukawa berbicara dengan nada yang disesalkan.
Feyn bisa paham tentang itu. Sebagai pengrajin, sudah pasti keinginannya membuat sesuatu dari barang terbaik. Namun, ini game. Ada sistem yang membatasi player. Karena itu, player tidak bisa melakukan sesuatu sesuka mereka.
"Aku mengerti. Jadi, berapa lama kira-kira waktu yang dibutuhkan?"
Mitsukawa berpikir sejenak. "Hm, mungkin sekitar dua minggu. Aku akan segera mengubah class-ku. Jadi, saat itu, aku akan mulai mengerjakan taring ini."
Feyn sedikit terkejut dengan waktu yang lebih lama dari perkiraan. Namun, Feyn juga paham jika Class produksi sedikit lebih sulit naik level daripada class pertarungan. Karena itu, Feyn tidak mengatakan apapun.
"Aku mengerti. Aku akan kembali lagi setelah dua minggu."
Setelah itu, Feyn menyerahkan taring Wraith Wolf. Dia juga membeli sabit black steel untuk Alice. Black steel adalah bahan terbaik untuk saat ini. Jadi, Alice harus berpuas diri dengan itu dulu.
***
Feyn dan Alice memutuskan untuk kembali ke Dungeon Anthem. Mereka akan melakukan leveling di sana. Niat awal, Alice akan melakukan Game Boost untuk Feyn yang masih di level 1. Namun, rencananya berubah.
"."
__ADS_1
Magic power hitam pekat menyelimuti Sword of Greed yang sekarang mengambil bentuk Gladius. Pedang Feyn dengan sempurna menebas leher Nail Wolf dan membunuhnya dalam satu kali serang. Attack dari pedang Feyn tidak normal. Karena itu, dia bisa membunuh Nail Sword yang memiliki 19 level jauh di atasnya dengan mudah.
Alice yang memperhatikan dari jauh, hanya bisa menghela nafas kecil. "Bukankah aku benar-benar tidak diperlukan di sini?" gumam Alice melihat bagaimana Feyn membantai musuh.
Feyn berlari ke tengah-tengah musuh. Meletakkan Gladius di sisi luar tangan, Feyn melakukan penghindaran dari setiap serangan Nail Wolf. Bersamaan dengan menghindar, Feyn menyerang balik ketika Nail Wolf membuka celah.
Hewan berkaki empat memiliki arah serangan yang monoton meskipun gerakannya cukup cepat. Entah itu gigitan atau cakar, semuanya bisa terlihat hanya dengan menambah sedikit fokus pada gerakan pembuka yang mereka miliki. Sisanya, tergantung pada refleks seseorang untuk menghindar. Untuk hal itu, Feyn sudah tidak diragukan lagi. Dia bahkan mampu menghindari serangan dari titik buta.
Dalam 2 menit, 10 Nail Wolf berubah menjadi cahaya meninggalkan item drop. Feyn hanya menggunakan skillnya satu kali. Benar-benar tidak masuk akal.
[Anda mendapatkan title: Giant Killer.]
[Giant Killer
Rank: Rare
Membunuh musuh yang 5x lebih kuat dari Anda. Sangat tidak masuk akal! Anda adalah Jenius!
Efek:
Ketika melawan musuh yang lebih kuat, status strength +2%
]
__ADS_1
Selain naik level, Feyn kembali mendapatkan judul baru. Feyn cukup terkejut dengan hal itu mengingat dia tidak mendapat judul tersebut ketika melawan Arc Gorul di tutorial.
Alice, mendekati Feyn. "Hey, berapa levelmu saat ini?"
"Aku sudah naik ke level 10," Feyn menjawab masih melihat statusnya.
Melihat kecepatan naik level Feyn, Alice tidak terkejut sama sekali. Perbedaan level Feyn dan musuhnya sangat jauh. Kecepatannya saat ini wajar. Meskipun, masih tidak masuk akal jika orang lain mendengarnya.
"Jadi, apakah kita akan melawan Boss sekarang?" tanya Alice yang sudah bosan melihat sekumpulan Serigala.
Feyn mengangguk. Meskipun levelnya masih rendah. Namun, statusnya masih lebih tinggi dari Player level 20. Jadi, Feyn bisa yakin melawan Monster Boss di sini.
"Ayo kita pergi."
Dengan itu, mereka menerobos barisan serigala dan langsung menuju ke ruangan Boss.
***
Ketika sampai di sebuah tanah lapang, Feyn dan Alice bisa melihat seekor serigala besar dengan bulu abu-abu panjang menyerupai surai singa. Ukurannya sedikit lebih kecil dari Wraith Wolf. Selain itu, tekanan yang dihasilkan juga kurang jika dibandingkan Wraith Wolf.
Boss Wolf yang merasakan kehadiran Feyn dan Alice membuka satu matanya. Dia kemudian bangun dari tidurnya. Sekarang, Feyn dan Alice bisa melihat serigala setinggi 2 meter. Intimidasi yang kuat bisa dirasakan hanya dengan melihatnya.
Serigala itu kemudian melolong keras. "Awoooo!" Lolongan yang begitu keras menyebar ke seluruh penjuru Dungeon.
Feyn dan Alice menjadi waspada. Terakhir kali Monster berteriak, tubuh mereka menjadi membeku karena efek ketakutan.
Namun, efek dari lolongan Boss Wolf bukan efek debuff. Melainkan sesuatu yang jauh lebih buruk. Feyn dan Alice berbalik ketika mereka merasakan puluhan tanda mendekat. Suara langkah kaki yang begitu keras juga bisa terdengar.
"Gila. Game ini benar-benar …." Feyn bergumam begitu ketika dia melihat puluhan Nail Wolf datang mengapit mereka.
Feyn dan Alice saling melindungi punggung satu sama lain. Feyn juga mengubah senjatanya menjadi Jian Sword. Merepotkan jika harus bertarung menggunakan Gladius melawan sekelompok musuh seperti sekarang.
"Feyn, bisakah kita menang?" Alice bertanya. Tidak ada kepanikan dalam suaranya bahkan di situasi ini.
Feyn tersenyum lebar. Pertanyaan Alice sangat bodoh. Jawabannya sudah jelas. "Tentu saja. Aku sudah membunuh jutaan serigala. Jadi, kenapa aku tidak bisa membunuh mereka sekarang?" Feyn menjawab dengan begitu percaya diri.
__ADS_1
Mendengar jawaban Feyn, Alice hanya tersenyum. Alice bisa tenang karena yang menjaga punggungnya adalah, Feyn. Jika itu orang lain, Alice hanya akan lari dari Ruang Boss sekarang.
"Awoo!" Lolongan Monster Boss adalah, awal dari pertarungan yang akan menjadi topik panas di Internet kemudian hari.