Lebih Baik Denganmu

Lebih Baik Denganmu
bab17


__ADS_3

Hari semakin sore Dani dan danu masih dikantor,Dani menyerahkan beberapa map,meminta Danu untuk mpelajarinya.


"pelajari ini",Dani meletakan map diatas meja.


"kak sebenarnya aku tidak tertarik menjadi pembisnis,danu mengungkapkan keinginannya.


"ayah sudah memutuskan kalau bulan depan kamu harus bekerja.


"tapi kak aku belum siap,,,!kak bantu aku untuk bicara dengan papa,,!!


Danu aku tidak bisa berbuat apa-apa, kakak juga sedang berada diujung tanduk,,,!Dani menceritakan semuanya kepada adiknya,bahwa dirinya juga mendapat ancaman dari papanya.


"ya wajar kak,kalau papa sampai mengancam kaka",Dani cengegesan.


"apa maksudmu ngomong gitu", Dani tidak mengerti dengan perkataan sang adik.


"kakak masak gak tau",itu karna kakak belum menikah sampai sekarang,apa lagi,,!!Dani mengejek sang kakak.


baiklah aku akan bekerja dikantor,dan aku akan membuat aturan kalau kariawan yang sudah ber umur diatas 30tahun harus sudah menikah,ucap Danu dengan santainya.


"jangan membuat peraturan konyol Danu",itu namanya kamu memaksakan kehendak mereka,memangnya pencari pasangan hidup itu mudah,kamu bahkan tidak memiliki pacar,


Dani terkekeh.


"bukan aku tidak punya pacar,tapi aku tidak ingin punya pacar,,!aku ingin langsung menikah saja,makanya aku sedang mencari perempuan yang baik.danu menyindir sang kakak.


"kamu menyindirku,aku tau Danu,,,!


"peka juga ternyata",Danu membuka map-nya dan mulai mempelajari dokumen yang ada didepanya.


mereka terus mengobrol,tanpa Dani sadari di luar sudah gelap dan hujan deras.


Dani melupakan Arumi yang ia sekap di gudang kosong.


******


seorang wanita sedang mondar-mandir di kamarnya sambil terus mengecek telfonya.

__ADS_1


ibu Desi terus menelfon Arumi,tetapi tidak dijawab,bahkan sekarang henfon Arumi tidak bisa dihubungi.


"Arumi kenapa ku susah di telfon bahkan henfonmu sekarang tidak aktif,ibu Desi menjadi cemas dengan keadaan anak sulungnya itu.


"apa ada sesuatu yang terjadi padamu nak",kenapa perasaan ibu tidak tenang begini,ibu Desi kembali menghubungi putrinya itu tetapi masih saja tidak bisa.


****


Arumi membuka matanya,tetepi tidak bisa melihat apapun karena gelap,tidak ada lpu diruangan itu mbuat arumi ketakutan.


hembusan angin menusuk sampai ketulang,mebuat rasa dingin menjalar ke seluruh tubuh Arumi,atumiemeluk lututnya dan membenamkan wajahnya.


rasa takut dan dingin yang ia rasakan saat ini.


"Yaallah siapa yang melakukan semua ini padaku,apa salahku,,,!apa yang mereka inginkan,aku bukan orang yang berharta,,!


Arumi semakin mengeratkan pelukannya,tubuhnya bergetar saat mendengar bunyi petir yang menggelegar.


Arumi meminta tolong berharap ada orang yang bisa mendengar dan menolongnya.


"tolong......!!!tolong......!!


tetapi tidak ada yang menyahut, mungkin karna tidak ada orang ditempat itu.


Dani dan Danu sudah berada dirumah, mereka sedang mengobrol diruang keluarga.


danu sedang membujuk sang papa untuk memberinya waktu lagi,Danu masih ingin kuliah dengan tenang tanpa harusikirkan urusan kantor.


sementara ibu Dewi dan putra sulungnya itu sedang berdebat masalah wanita,ibu Dewi terus mendesak agar Dani cepat menikah,karna ibunya ingin segera bisa menimang cucu.


"pah danu masih belum mengerti masalah bisnis",nanti malah merepotkan kakak,Danu mencari alasan.


"tidak akan ada yang merasa direpotkan ya olehmu,kau sudah harus terjun langsung,dan mengurus kantor,biar kakakmu bisa fokus mencari pendamping hidupnya,tegas papa Deni kepada anaknya.


"kami dengerin apa kata papa",sekarang Danu akan membantumu mengurus kantor jadi kamu bisa mecari pendamping,mama menimpali perkataan suaminya.


"kenapa mama sama papa kompak sekali",biasanya tidak sekompak ini...!!

__ADS_1


itu karna kalian susah diatur,mama papa dan mama cuman ingin yang terbaik buat kalian,,


usia kakakmu susah matang dan sudah sepantasnya menikah.


dan kamu Danu sudah bias mbantu kakakmu,biar kakakmu mpunyai waktu untuk mencari pendamping hidup.


"mereka berdua diam dan saling pandang.


mereka menghembuskan nafas berat.


gemercik air tersengar,tetesan demi tetesan membasahi bumi.


Dani sedang melamun dikamarnya malam semakin larut dan dirinya masih terjaga.


Dani mengambil henfonya mengecek pekerjaanya.


Dani melihat ada beberapa pesan yang belum sempat ia baca,Dani terkejut ketika membaca isi pesan dari salah satu anak buahnya.


"astaga aku melupakannya,,,,.


Dani melihat jam dikamarnya,ini sudah sangat larut,Dani menyambar konci mobilnya lalau pergi.


hujan masih turun dengan derasnya,Dani memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi,jalan yang licin membuat Dani mengurangi kecepatannya.


dani merutuki kebodohanya sendiri.


Dani membelokan mobilnya kesebuah gedung kosong,gedung nampak sangat gelap tidak ada cahaya sedikitpun disana.


Dani memarkirkan mobilnya lalu berlari masuk kedalam,Dani tidak bisa melihat apapun karna sangat gelap.


Dani mengeluarkan ponselnya dan menyalakan senter untuk meneranginya.


Dani membika satu persatu ruangan yang ada ditempat itu,Dani melihat seorang gadis tergeletak dilantai,badanya dingin seperti es.


Dani sangat panik,lalu menggendong Arumi membawanya kedalam mobilnya.


Dani melajukan mobilnya,pikiranya kacau.

__ADS_1


ini sungguh keterlaluan,gadis ini bisa mati,pikirnya.


Dani bergegas membawanya kerumah sakit.


__ADS_2