
Pagi ini Dani berniat membawa sisi untuk bertemu dengan mamanya, Dani menjemput sisi di sebuah cafe, Dani melihat sisi yang sudah menunggu di sana, sisi memakai dres yang Dani belikan kemarin, Dani sengaja membelikan baju sisi karena Dani tidak mau kalau sisi memakai baju sembarangan.
Dani mengirim pesan kepada sisi memintanya agar menemuinya di parkiran cafe, sisi membaca pesan dari Dani lalau
keluar untuk menemuinya.
Dani meminta sisi untuk masuk kedalam mobil, setelah sisi masuk Dani langsung melajukan mobilnya tanpa menunggu lama lagi.
"Si,,kamu tidak lupa dengan yang aku bicarakan kemarin kan,,?"
"Tidak perlu khawatir pak aku mengingatnya, aku tidak akan membuat bapak kecewa.
"Bagus kalau begitu.
kalau sampai mama tau bisa kambuh lagi jantungnya.
mobil terus melaju, beberapa menit kemudian mobil berhenti disebuah rumah yang besar dan mewah, sisi melihatnya kagum rumah yang ada di depannya itu.
merekapun turun, Dani membuka pintu dan menyuruh sisi masuk dan duduk.
"Sisi kamu tunggu di sini sebentar, aku mau panggil mamaku sebentar.
"oke pak,
"Panggil kakak, dan ingat pakai nama Arumi jangan sampai salah.
"Maaf kak, saya akan mengingatnya,"
Dani meninggalkan sisi diruang tamu, Dani pergi kekamar mamanya untuk memberi tahunya mamanya kalau Dani sudah membawa Arumi kerumah.
Sisi melihat sekeliling, rumahnya sangat mewah,tapi sayangnya aku hanya pacar bayaran, andai saja pak Dani jatuh cinta denganku sungguhan aku pasti sangat bahagia.
beruntung sekali gadis yang bernama Arumi.
Dani sudah berada di depan pintu kamar, Dani mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum mengetuk pintu kamar mamanya.
__ADS_1
tok
tokk..
Mama Dewi membuka pintu dan melihat putra sulungnya sudah berdiri di depan pintu.
"Dani, ada apa sayang," kamu belum ke kantor?
"Tidak banyak pekerjaan hari ini di kantor mah, hanya meeting nanati siang,
Ma dani membawa seseorang untuk bertemu mama..!
"Siapa Dani, apa Arumi yang kamu bawa ke sini?"
"Mama lihat saja sendiri, orangnya ada di bawah.
"Mama sudah tidak sabar untuk bertemu calon mantu mama."
Mama Dewi langsung turun dan menemui wanita yang sedang duduk di sofa.
Sisi melihat seorang wanita paruh baya yang nampak cantik, sisi kemudian berdiri dan memberi salam kepada wanita yang ada di depanya itu.
"Hallo Tante apa kabar,?"
"Baik nak, Oh ya siapa namamu?"
"Arumi Tante,"
"Kamu sudah lama kenal sama anak Tante,?"
"Belum Tante baru beberapa bulan yang lalu,"
Mama Dewi melihat wanita di depanya itu, ya memang wanita itu baik, tutur bahasanya juga sopan, tetepi mama Dewi tetap ingin Arumi yang ada di henfonya itu.
Dani datang membawa minuman untuk mereka, Dani melihat raut wajah mamanya yang biasa saja, tidak seperti tadi.
__ADS_1
mereka bertiga mengobrol panjang lebar.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Danu, Reno dan duduk di depan tenda, Arumi dan Sani memilih masuk kedalam tenda dan beristirahat, hari ini mereka melakukan jelajah alam, Sani memijit kakinya yang terasa pegal karena berjalan seharian.
"Arumi aku mau tidur sebentar ya nanti jangan lupa bangunin aku.
"oke tidurlah, aku akan membereskan ini dulu," Arumi menunjukan ranselnya yang acak-acakan.
Sani terlelap di dalam tenda, Arumi mulai membereskan tasnya.
Sani mendengar bunyi telfonya,tetapi iya mengabaikannya, henfonya kembali berbunyi merasa terganggu sani pun menutup telinganya dengan bantal, namun henfonya kembali berdering.
Dengan malas Sani mengangkat telfonya, Sani sudah tau siapa yang menelfonya
"Hallo om ada apa,,?"
"Kamu bisa tidak pulang terlebih dahulu, om akan menjemputmu,,?"
"Memangnya kenapa om,,?"
"Ada sesuatu yang penting yang harus om bicarakan."
"Tidak bisa om,, tunggu saja sampai aku pulang,"
"Tapi ini sangat penting, dan menyangkut masalah pekerjaan om.
"Om Sani janji setelah kembali pasti langsung menemui om, aku tau om pasti sudah kangen sama aku kan,,?"
"Kamu benar memang itu salah satunya,
kalau begitu om akan tunggu kamu sampai pulang.
Sani masih terus mengobrol dengan om Bimo, Arumi memutuskan untuk pergi kedapur dan memasak, karena hari sudah sore, Danu dan Reno ikut membantu Arumi di dapur, merekapun masak bersama-bersama.
__ADS_1