Lebih Baik Denganmu

Lebih Baik Denganmu
bab31.


__ADS_3

Dani sampai dirumah dani melihat mamanya sedang melamun,, Dani menghampiri mamanya.


"Ma,,, kenapa mama melamun,,?"


"Mama kangen sama Arumi sayang,,,! kapan kamu bawa dia kesini?"


Mama Dewi ingin bertemu Arumi, mama Dewi juga merasa cocok dengan Arumi.


"Mungkin besok ma,, aku akan bawa Arumi kesini,,,,!


"Benaran sayang,, kamu gak bohong..?"


"Iya ma,, aku janji sama mama,, sekarang mama istirahat tidak baik melamun.


Dani mengantarkan mamanya untuk beristirahat di kamar. setelah melihat manya berbaring dani pun menyelimutinya lalu keluar dari kamar mamanya.


Dani duduk diruang keluarga, ia membuka henfonya dan mencari satu aplikasi, Dani membukanya dan menemukan banyak wanita yang bisa menjadi pacar onlen.


Dani mencari dan memilih, ada banyak pilihan disana dari yang muda sampai yang sudah berumur juga ada, Dani memilih satu wanita yang masih muda, Dani mulai chat dengan wanita itu, Dani mengungkapkan keinginannya dan wanita itu langsung menyetujuinya dan langsung deal dengan uang bayaran 5juta yang di tawarkan oleh Dani.


Wanita yang bernama Sisi seorang mahasiswa ekonomi yang bekerja sebagai pacar onlen, menurut sisi pacaran onlen lebih menyenangkan dari pada real yang membuat pusing, karena sisi berfikir jika iya bosan tinggal putus saja, tidak perlu bertemu yang hanya akan membuang waktunya.


Dani meminta bertemu sisi itu di kafe Ross,,, Dani juga sudah memberitahu apa yang harus ia lakukan nanti.

__ADS_1


sisi hanya menurut lagian juga cuman beberapa jam saja untuk bertemu kepada seseorang, dan berakting seperti sepasang kekasih pada umumnya.


Dani merasa lega karena iya sudah menemukan jalan keluar untuk masalah yang satu itu,,semoga saja mama bisa menerimanya, dan mama tidak mengenalinya. Dani kembali kekamarnya dan ber istirahat karena besok pagi ada meeting yang harus iya pimpin di kantor.


.


********


Mereka sudah sampai, mereka berbaris dan mengikuti instruksi dari dosen pembimbing, setelah selesai mereka mulai mendirikan tenda satu tenda hanya dihuni dua orang,


Sani memilih tempat di tengah, karna Sani yang penakut melihat tempat yang terbuka pikiranya sudah langsung horor..


Mereka mulai mendirikan tenda, Sani dan Arumi mulai menyusun dan memasukan barang mereka.


setelah selesai mereka beristirahat sebentar,


Arumi hanya membawa beberapa makanan instan karena dirinya tidak ingin ribet.


Sani membawa banyak bahan makanan, tetapi ia bingung karena iya tidak bisa memasak.


sedangkan Reno membawa banyak buah dan cemilan, karena Reno berfikir akan makan banyak buah setiap hari tidak perlu memasak.


danu membawa makana instan ataupun bahan mentah yang bisa di olah, Danu juga membawa susu dan buah..

__ADS_1


Sani merasa lapar tetapi iya hanya membawa bahan mentah, tidak ada yang bisa iya makan, Sani mengajak Arumi untuk memasak, tetapi tidak ada kayu untuk membuat api.


"Bagaimana caranya makan kalo kaya gini, aku tidak bisa memasak," apa lagi harus memakai kayu bakar..! Sani menjadi frustasi melihat bahan makanan yang iya bawa..


"Aku hanya bisa memasak di kompor,,,,!"


Arumi memang bisa memasak tetapi tidak dengan kayu bakar.


"Inilah yang aku tidak suka,, makanya aku membawa banyak buah," aku tidak ingin makan makana yang bisa membuatku keracunan.


Reno masih ingat pada saat camping yang dulu, iya pernah memakan makanan yang sangat asin,, hingga membuat tenggorokanya sakit dan lidahnya mati rasa.


"Kenapa rata-rata perempuan sekarang tidak bisa memasak, terus apa gunanya membawa ini semua," danu jadi bingung.


"Kak coba tanya sama yang lain mungkin mereka ada yang bisa masak,,,!!


Arumi memberi solusi.


"Benar tuh Danu mungkin ada yang bisa memasak, ayo kita beri pengumpan.


merekapun mengumpulkan semua temanya, mereka menanyakan apakah ada yang bisa memasak..tetapi sama saja tidak ada yang bisa memasak.


"Baiklah kalau begitu,"

__ADS_1


danu meminta mahasiswa laki-laki mencari kayu bakar dan yang perempuan memasak, mereka harus bekerjasama tidak ada yang boleh menolak.. dan merekapun mengerjakan apa yang di perintahkan ketua mereka masing-masing.


Sani dan Arumi menunggu sambil memakan buah dan cemilan untuk mengganjal perut mereka, sampai kayu bakar datang, mereka juga tidak tau mau masak apa,, mereka duduk sambil mengobrol dengan teman yang lain. sambil menunggu para pemuda mengumpulkan kayu bakar.


__ADS_2