
Danu sudah mulai bekerja hari ini, Danu mencari kakaknya tetepi tidak ada diruanganya Danu menemui asisten Tio untuk menanyakanya.
"pak Tio dimana kak Dani ?aku belum melihatnya dari pagi," Danu bertanya sopan.
"Sepertinya belum kembali dari meeting di hotel melati, tadi pagi mas," Tio juga heran kenapa sampai sesiang ini tuan Dani belum juga kembali, dan tidak memberinya kabar sama sekali pada kantor.
"yasudah pak, aku akan menelfonya saja," Danu meninggalkan ruangan pak Tio dan masuk kembali keruangannya.
banyak pekerjaan yang ingin danu tanyakan pada kakaknya itu.
Danu kembali bekerja karna hari pertamanya kerja sudah sangat menguras energinya, Danu sudah dihadapkan dengan berbagai tumpukan map warna warni diatas mejanya.
"hari yang melelahkan, kalau ngurusin kayak gini kapan bisa punya pacar," bener juga kata Reno .
aku bisa cepet tua kayak kak Dani karna urusan beginian.
Dani membolak-balikan file di atas mejanya,
Danu menjadi lupa kalau dirinya ingin menelfon kakanya.
*********
Arumi menepikan motornya di pinggir jalan ia mengbil ponselnya dan mengirim pesan kepada Sani, Arumi membeli air mineral untuk membasahi tenggorokanya yang kering, Arumi meneguknya hingga tandas dan membuang botolnya lalau kembali melajukan motornya.
Dani kembali melihat arumi iapun mengikutiny, agar Arumi tidak curiga Dani sedikit memberi jarak antara dirinya dengan Arumi.
__ADS_1
Arumi memasuki jalan menuju kota Bandung jalanan yang tidak terlalu padat karna masih jam kantor membuat Arumi sedikit mengencangkan laju motornya.
Dani masih membuntutinya tanpa sadar ia sudah berada dikota bandung.
"kenapa dia kebandung,ternyata customernya ada juga yang dari Bandung.
Dani sibuk dengan urusan pribadinya hingga ia melupakan kantornya membuat orang
kantor kebingungan karna henfonya juga mati
Arumi sudah sampai di parkiran rumah sakit ia langsung masuk dan menuju meja informasi menanyakan tentang kecelakaan tadi pagi,Iko melihat kakaknya lalu meng
hampirinya.
"mbak Arumi, jelek banget..!! aku bahkan tidak mengenali mu mbak.
"Sembarangan kamu bilang mbakmu jelek, Arumi mengacak rambut adiknya," lihat mbak lebih cantik dari kemaren Arumi melepaskan kaca matanya dan menggerai rambutnya sangat jauh berbea . "gimana cantik kan..!??
Arumi menaik turunkan kedua alisnya menggoda adik laki -lakinya itu.
"iya mbak, mbakkan emang cantik," cuman sayang masih jomblo.!Iko bicara asal.
"kenapa kamu bicara tanpa menyaringnya terlebih dahulu,membuat moodku ilang saja.
ya walaupun yang kamu bicarakan benar,,,,he,,he,,,he.
__ADS_1
ayo masuk aku ingin melihat keadaan bapak.
mereka masuk kedalam untuk melihat keadaan orang tuanya.
Dani mematung menatap tak percaya dengan perempuan yang ia lihat tadi, berkali -kali Dani mengerejapkan matanya dan menepuk jidatnya berharap dirinya bermimpi.
"awww,,,,!sakit aku tidak mimpi ternyata itu benar Arumi.
Dani mengikutinya masuk kedalam setelah berada didepan pintu Dani kebingungan mencari sosok Arumi yang meng hilang entah kemana, Dani kembali berfikir negatif tentang Arumi ,mungkin dia hanya mengelabuiku dan besama seseorang disini.
melihat Arumi yang seperti itu membuat Dani semakin terdorong oleh rasa penasarannya.
karna bapak Arumi dirawat dikelas ekonomi membuat Dani harus meperiksanya satu persatu, Dani membuka tirai yang digunakan sebagai pembatas diruangan itu.
setelah memeriksa semua ruangan di rumah sakit itu Dani menemukan Arumi disalah satu ruangan itu,Arumi nampak sedang memeluk peria patuh baya dihadapanya.
Dani langsung masuk kedalam tanpa permisi.
semua orang terkejut melihat laki-laki yang tidak punya sopan itu tiba-tiba masuk.
"Aku menemukanmu, kamu tidak bisa lari sekarang," Dani berbicara tanpa melihat situasi didepannya.
Arumi yang mengenal suara itu langsung melepaskan pelukany dan menoleh mencari sumber suara yang didengarnya.
"hah,,,! anda mengikutiku ternyata.
__ADS_1
-bersambung..