
Pagi ini Danu sesudah bersiap untuk berangkat camping, Danu memasukan semua perlangkapannya ke dalam mobil, danu di antar sopir karna mereka akan naik bus pariwisata.
Danu meminta sopirnya untuk mengantar kerumah sakit sebentar, Danu ingin menjenguk mamanya sekslian berpamitan.
"Pagi ma,,! gimana keadaan mama?"
"Mama sudah tidak apa-apa sayang, dokter sudah mengizinkan mama pulang hati ini."
"Serius mah..? danu sangat senang ahirnya mama sudah boleh pulang," Danu merasa lega.
"Kakakmu tidak kesini,,?"
"Mungkin nanti siang ma, soalnya ada meeting pagi ini.
"Tumben kakakmu mau meeting pagi, biasanya selalu minta di undur kalau punya jadwal pagi," mama Dewi sudah tau kalau Dani menghindar karna mama selalu minta Dani segera membawa calon mantu untuknya.
"Papa mana ma? Danu tidak melihat papa disini,"
"Papa cari sarapan di kantin, mungkin sebentar lagi kembali," berangkatlah sayang tidak usah menunggu papamu nanti biar mama yang pamit sama papa.
"Ya sudah ma Danu pergi dulu, takut telat.
assalamualaikum.
Danu berangkat menuju kampusnya.
sesampainya di kampus teman-temanya sudah berkumpul, tinggal menunggu dosen pembimbingnya.
Arumi duduk di bus sambil memainkan henfonya, Arumi mengirim pesan kepada menejernya untuk meminta izin selama tiga hari tidak bekerja karna akan mengikuti acara camping di kampusnya.
pak ivan memberi izin tetapi setelah selesai Arumi harus bekerja, Arumi sudah tidak punya jadwal cuti lagi bulan ini.
karna Arumi sudah 4 kali cuti.
__ADS_1
Reno mencari danu untuk membahas sesuatu, mereka ngobrol sebentar sebelum berangkat ketempat tujuan mereka.
"Ada apa ren, kenapa mukamu terlihat serius,"
"Aku melihat Sani di antar oleh pak Bimo, apa mereka punya hubungan saudara?"
"Aku tidak tau,,, kenapa kamu tidak tanya sama Sani langsung?"
"Tadinya mau nanya tapi Sani seperti menghindar, aku jadi bingung.
Danu bukanya di kantor kamu punya data karyawan bisa bantu aku cari informasinya?
"Tidak bisa kak dani pasti tidak mengizinkannya, lagian itu privacy mereka Reno..!
"Sepertinya aku harus menjadi detektif, untuk memecahkan kasus ini,"
"Apa sekarang kamu sudah berhenti menjadi Playboy,,? kenapa kamu terlihat seperti itu.
"Tidak...! aku hanya berfikir apa sekarang aku yang dihianati.
"Oke....aku akan cari tau nanti, aku juga mau melihat man perempuan yang baik untukku," aku akan memutuskan mereka semua.
"Apa Sani juga akan kamu putuskan,,?"
"Aku belum tau tapi akan aku coba untuk memilih salah satu diantara Tara merek, atau mencari yang baru....hehehe
Danu hanya menggelengkan kepalanya, lalu mereka kembali bergabung dengan rombongan untuk memulai absen dan masuk kedalam bus pariwisata.
bus mulai melaju mereka memutuskan untuk bernyanyi dan bermain tebak-tebakan untuk menghilangkan rasa bosan mereka.
******
Setelah makan siang Dani meminta kepada sarah untuk mengosongkan jadwal nya, Dani ingin menjemput mamanya dirumah sakit.
__ADS_1
Dani melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Mama dan papa sedang mengemasi barang-barang bawaan mereka.
Dani masuk dan membawa barang-barang ke dalam mobil karna Dani tidak membawa sopir.
merekapun pulang kerumah, didalam perjalanan mama Dewi terus merengek kepada anak sulungnya itu untuk membawa Arumi kerumah, mama juga mengancam akan sakit lagi kalau sampai Dani tidak mengajak Arumi untuk main kerumah.
Dani menghembuskan nafas perlahan, Dani masih memikirkan cara bagaimana Dani bisa membawa Arumi, pasti harus berantem dulu karna Arumi dan sirinya sama-sama keras kepala dan tidak akan ada yang mau mengalah.
"Sayang kapan kamu bawa Arumi kerumah, mama kangen sama dia," Mama pengen ngobrol supaya lebih dekat.
"Ma, arumi masih kerja," lagian juga henfon Dani rusak, Dani menunjukan henfonya yang sudah amburadul.
"Kenapa henfonmu bisa begitu? kenapa kamu tidak membeli henfon baru?"
"Belum sempat ma,,,!
"Ya sudah kalau begitu berikan nomernya, mama yang akan menelfonya," Arumi pasti tidak akan menolak kalau mama yang memintanya datang kerumah.
"Aku tidak mengingat nomornya ma.
Bagaimana akan ingat, aku bahkan tidak mempunyai nomornya.
"Kenapa kamu payah sekali, menghafal nomor saja tidak bisa,,,! mama Dewi merajuk seperti anak kecil.
Sedangkan papa Deni hanya tersenyum sambil melirik putra sulungnya.
Dani menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dani melihat mamanya merajuk, Dani mencari cara agar mamanya sabar menunggu sampai Dani bisa membawa Arumi kerumahnya.
"Ma jangan marah dong,,,,Dani usahain bawa Arumi kerumah," Dani janji.
Ada sedikit senyum di bibir mama Dewi, ia yakin Dani pasti akan luluh kalau mamanya ngambek, aktingnya berhasil kali ini pikir mama Dewi.
__ADS_1
mereka sampai dirumah dani menyuruh mamanya untuk beristirahat.
dani melamun di kamarnya sambil memikirkan cara untuk menepati janjinya kepada mamanya, kalau sampai aku tidak bisa membawanya mama pasti ngambek lagi.