Lebih Baik Denganmu

Lebih Baik Denganmu
bab36


__ADS_3

Mobil sudah memasuki halaman rumah, sementara Arumi yang masih nyaman bersandar di pundaknya, Dani melihat Adi yang seperti menahan sesuatu hingga membuat Adi tidak nyaman.


"Turunlah terlebih dahulu Adi, aku akan menunggu Arumi sampai dia bangun.


"Terimakasih pak Dani.


Adi langsung turun dan masuk ke rumah belakang, dan langsung masuk kedalam kamar mandi.


Setelah selesai Adi pergi ke dapur untuk membuat kopi karena dari tadi pagi dirinya belum meminum cairan hitam itu.


Mama Dewi melihat Adi yang sedang membuat kopi di dapur mama Dewi menghampirinya dan menanyakan keberadaan Dani.


"Adi di mana Dani, kok kamu cuman datang sendiri,,?"


"Pak Dani masih di mobil bu, Pak Dani masih nunggu mbak Arumi, soalnya mbak Arumi masih tertidur di mobil.


"Dani sama Arumi,,, kamu yakin,,!


"Yakin Bu,, soalnya pak Dani beberapa kali menyebut nama Arumi.


Mama Dewi merasa penasaran lalau keluar untuk melihat wanita yang bernama Arumi itu.


Arumi yang mana lagi yang Dani bawa sekarang.


Mama Dewi sudah tidak sabar untuk melihat Arumi kali ini.


Arumi menggeliat dan perlahan membuka matanya, Arumi membulatkan matanya melihat wajah Dani yang berada sangat dekat denganya.


Dengan segera Arumi menjauh kan kepalanya dari pundak Dani.

__ADS_1


Arumi melihat mobil yang sudah berhenti di depan sebuah rumah yang mewah.


"Kenapa tidak membangunkan saya jika sudah sampai,,!


Arumi berkata ketus, sebenarnya Arumi merasa malu karena dirinya yang hanya berdua di dalam mobil, apa lagi dirinya tidur di pundak Dani.


Kenapa tidurku sangat pulas sihh... sampai aku tidak sadar jika kepalaku jatuh di pundaknya,, memalukan sekali Arumi...!


Arumi terus menggerutu dalam hatinya.


"Aku tidak tega untuk membangunkan mu, karena sepertinya tidurmu sangat nyenyak.


"Itu hanya alasan anda saja, saya tau Anda hanya modus kan,,?"


"Apa kamu tidak sadar kalau kamu tidur tadi..!


"Kamu kan tadi tidur mana kamu tau yang sebenarnya, kamu sendiri yang menjatuhkan kepalamu di pundakku...!


"Walaupun saya tidur saya tau, anda mencari kesempatan dalam kesempitan.


"Kalau begitu kamu sengaja menjatuhkan kepalamu di pundakku, dan kamu ingin menggodaku ya,,?"


Dani malah menggoda Arumi, Arumi terdiam karena merasa dirinya salah berbicara kepada Dani.


Kenap aku bisa salah bicara, pasti sekarang dia ke GRan.


Kenapa malah menuduhku, dimana-mana itu wanita yang selalu di rugikan, Arumi keluar dari dalam mobil dan menutup pintunya dengan keras karena merasa kesal.


Arumi tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang menatapnya sambil tersenyum, sementara di dalam mobil Dani malah tertawa melihat kekesalan Arumi, karena rasa kesalnya kepada Dani mbuat Arumi melupakan kaca matanya.

__ADS_1


Arumi yang menyadari bahwa dirinya tidak memakai kacamatanya, Arumi kembali mbuka pintu mobil untuk mencari kacamatanya, Dani melihat Arumi yang kembali masuk di dalam mobil lalau bertanya.


"Kenap, apa kamu masih merindukanku hmm,,,!


Dani menaik turunkan alisnya sambil memainkan henfonya.


"Saya mencari kacamata saya, sepertinya tertinggal di dalam.


Arumi mencari kaca matanya tetapi Arumi tidak menemukannya di manapun.


"Pak bisakah anda keluar sebentar, mungkin kacamata saya terjatuh disana.


"Tidak ada Arumi, aku tidak melihat kamu memakai kacamata, " lagian matamu baik-baik saja kenapa harus memakai kacamata,,?"


"Iya memang mataku baik-baik saja memangnya kenapa, itu cuman fashion.


"Fashion untuk apa,,? supaya orang tidak melihat wajahmu yang sebenarnya.


Ayo turun...


Dani mengajak Arumi untuk turun, tetapi sebelum turun Dani merasa penampilan Arumi kurang pas di matanya, Dani mendekat dan membuka ikat rambutnya lalu keluar dari mobil, Arumi yang sudah memegang pintu mobil terbengong melihat Dani yang membuka ikat rambutnya tanpa permisi.


Arumi ingin marah tetapi Dani sudah lebih dulu kelur dari mobil, Arumi pun ikut keluar dan hendak mengomel dengan Dani.


Tetapi Arumi mengurungkannya karena melihat seorang yang berjalan mendekati mereka.


Mama Dewi mendekati mereka karena melihat Arumi yang keluar dari mobil dengan rambut yang kurang rapih.


Sebenarnya mama Dewi sudah menunggu dan sudah tidak sabar untuk menemui mereka, tetapi mama Dewi menahanya sampai ahirnya mama tidak bisa menahan rasa penasarannya.

__ADS_1


__ADS_2