
Dani berpamitan kepada mamanya untuk mengantar sisi pulang, Dani dan sisi keluar dari rumah dan menuju mobil.
Dani mencari kunci mobilnya disakunya tetapi tidak ada Dani baru ingat kalau kunci mobilnya di atas meja.
"Kamu tunggu di sini sebentar aku akan mengambil kunci mobil sebentar.
"baik kak Dani.
Sisi berjalan menuju mobil sementara Dani kembali masuk kedalam rumah untuk mengambil kunci yang tertinggal.
Dani melihat mamanya yang masih duduk disofa sambil melamun.
Dani berjalan mendekati mamanya.
"Ma kenapa mama melamun,?"
"Dani mama ingin bertemu Arumi, kenapa kamu malah bawa Arumi yang lain,,!
"Maksud mama,,?"
"Mama tau Dani, itu bukan Arumi yang mama inginkan.
"Ma,, tapi itu Arumi mama mau Arumi yang bagaiman,,?
Mama Dewi berdiri dan menjewer telinga dani.
"Mama mau Arumi calon mantu mama...!
Mama tau kamu cuman beralasan, tapi mama tau kamu sengaja mengajak Arumi yang lain.
Bagaimana mama bisa bilang Arumi yang lain, itu bahkan bukan Arumi.
Aku pikir semua akan selesai dengan mudah ternyata tidak mama tau itu bukan Arumi.
Dani semakin pusing memikirkannya.
"Yasudah Dani akan bawa Arumi yang mama maksud, tapi mama janji mama akan segera sembuh.
__ADS_1
"Mama pasti sembuh Dani, kecuali jika kamu bawa Arumi yang lain lagi.
Mama Dewi kembali kekamarnya meninggalkan Dani yang masih bingung dengan perkataanya.
Dani mengambil kunci mobilnya dan langsung menemui sisi.
"Maaf sudah membuatmu menunggu.
"Tidak apa-apa pak.
Merekapun masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumah.
Dani mengantarkan sisi terlebih dahulu sebelum kembali kekantor.
sepertinya tidak ada pilihan lain, bagaimanapun caranya aku harus bisa membawa Arumi bertemu mama.
Dani menurunkan sisi di sebuah kafe, karena sisi bekerja di cafe itu.
Dani memberikan uang yang di janjikan ya kepada sisi.
"Terimakasih pak, jika bapak butuh bantuan bapak bisa hubungi saya saja," saya akan siap membantu bapak.
lalau sisi turun dari mobil, dan mobil kembali melaju, sisi langsung masuk kedalam cafe dan mulai memakai seragamnya dan bekerja seperti yang lainya, ya sisi hanya ijin beberapa jam saja kepada menejer kafe, jadi setelah urusanya selesai sisi kembali bekerja.
Dani memanggil Sarah untuk meminta nomor Arumi, Sarah pun memberikanya Sarah juga bilang kalau Arumi sedang camping dan tidak bekerja.
Dani baru ingat kalau Arumi dan Danu satu kampus, dan pasti mereka di tempat yang sama, Dani kemudian menelfon adiknya untuk mencari tau dimana tempat kemping itu.
kringggg..
kringggg......
henfon Danu berbunyi Danu melihat nama kakanya di layar, Dani berpamitan kepada teman-temannya untuk mengangkat telfon.
"hallo kak ada apa,,?"
"Tidak ada apa-apa, Kakak hanya ingin tau apakah di tempat camping mu ada sinyal atau tidak dan ternyata ada.
__ADS_1
"Tumben, kakak menanyakan hal begituan,,!
"Emang salah kalau kakak bertanya, apa kamu tidak senang kalau kakak perhatian sama kamu..?"
"Tidak hanya aneh saja kakak, tumben banget apa Kakak gak sibuk,,?"
"Sibuk tapi aku menyempatkan untuk menelfon dan menanyakan keadaanmu..!
"Terimakasih kakak, sudah peduli padaku.
"Ya sudah, kakak akan bekerja lagi ingat jaga kesehatanmu Danu, makanlah dengan baik.
"Pasti kakak.
Dani memutuskan sambungan telfonya, Dani memutuskan untuk mendatangi tempat camping itu, dengan menggunakan GPS yang ada di henfon Danu.
untung sinyalnya bagus jadi aku bisa lebih mudah untuk melacak tempat itu, semoga saja aku berhasil membawa Arumi untuk bertemu dengan mama.
Dani mulai menyusun rencana, Dani memutuskan untuk segera kesana, kali ini Dani pergi membawa sopir, dan rencananya Dani akan berangkat sore ini setelah jam pulang kantor, semakin cepat semakin bagus.
agar aku tidak terlalu memikirkan masalah Arumi.
Danu kembali bergabung dengan teman-temannya untuk menyiapkan makan malam, Danu tidak melihat Arumi disana Danu pun bertanya kepada Reno.
"Ren dimana Arumi,,?
"Arumi pergi ke tendanya untuk membangunkan sani..!
Kenapa kamu bertanya begitu,, apa kamu sudah kangen sama arumi,,?
"Apaansih ren, emang salah kalau aku tanya, kan tadi Arumi ada disini bersama kita, dan sekarang aku tidak melihatnya bukanya itu wajar..!
"Iya terserah padamu saja.
Reno kembali mengambil kayu bakar dan meletakanya diatas bara api.
Hari semakin sore, semua masakan sudah tertata di atas meja dan mereka makan malam bersama.
__ADS_1