Lebih Baik Denganmu

Lebih Baik Denganmu
bab 24


__ADS_3

Dani berada dirumah Arumi, Dani mengobrol dengan keluarga dan tetangga Arumi.


"Arumi bantu ibu menyiapkan maka malam, tidak enak dengan pak Dani sudah repot-repot mengantarkan kita sampai kerumah,"


"iya ibu, Arumi pergi kedapur dan membantu ibunya menyiapkan makan malam," Arumi menyiapkan bahan untuk di masak oleh ibunya.


Arumi dan ibu asik memasak di dapur, mereka sesekali mengobrol dan saling melempar pertanyaan.


beberapa jam kemudian masakan mereka telah siap, Arumi menyusun makan malam diatas meja, kemudian memanggil ayah dan Dani yang asik mengobrol di teras rumah.


"Ayah makan malam sudah siap, kita makan sama-sama," Arumi menuntun ayahnya untuk sampai ke meja makan, Dani mengikutinya dari belakang.


mereka makan bersama, tidak ada suara hanya denting sendok dan piring yang terdengar.


Dani menikmati makananya, Dani merasa makanan yang ia makan sangat cocok dengan lidahnya, membuatnya menambah lagi.


"Tambah lagi nak Dani tidak usah sungkan, ibu menyodorkan nasi dan lauk pauk kepada Dani," Dani mengambilnya dan melahap kembali makananya.


setelah selesai Dani bermain dengan Iko karna ayah Arumi harus beristirahat.


Entah apa yang dipikirkan oleh Dani saat ini, ia terlalu semangat berada di kota Bandung.


Arumi mendekati Iko dan Dani yang sedang sibuk menggambar, Dani juga menemani Iko mengerjakan PR nya.


mereka terlihat akrab sesekali mereka mengobrol dan tertawa bersama.


Arumi menyuruh Iko membereskan buku-bukunya dan tidur, karna sudah malam Iko menurut mengemasi perlengkapan sekolahnya, setelah berpamitan kepada kakaknya Iko masuk kekamarnya dan tidur karna besok ia harus sekolah.


Dani kembali duduk di teras rumah, Arumi keluar membawa secangkir teh hangat dan cemilan, kebetulan malam ini di kota Bandung sedang dilanda hujan, Arumi bertanya apakah Dani akan pulang atau menginap di hotel. karna hujan yang mengguyur kota Bandung membuat jalanan pasti licin pikir Arumi.


"Kak terimakasih atas semua bantuan yang Kaka berikan, aku janji akan mengganti semuanya walaupun mencicilnya," Arumi mengaskan kepada Dani dan ia kekeh ingin membayarnya

__ADS_1


"Kakak ini sudah malam diluar hujan pula, apa kakak akan pulang? atau nginep di hotel yang tak jauh dari rumahnya.


"Aku masih belum mengerti, Dani baru ingat kalau dirinya belum mengabari orang kantor maupun rumahnya," Dani buru-buru mengambil dan menyalakan telfonya ada puluhan telfon dari kantor,asisten bahkan mama dan papanya juga Danu menelfonya.


batu aktif henfonya mama Dani kembali menelfon dani, Dani mengangkat dan mama Dewi langsung marah-marah dan menyerang ank sulungnya itu dengan bermacam-macam pertanyaan, membuat Dani gelagapan.


mama Dewi mengubah panggilannya menjadi Vidio, karna masih kurang percaya kepada Dani.


mama Dewi melihat sekeliling aman pikirnya karna Dani terlihat sendiri, tidak ada wanita atau apapun yang mencurigakan menurutnya.


Ketika mama akan mematikan telfonya mama desi melihat perempuan yang muncul dari balik pintu membawa selimut untuk Dani.


mama Desi kembali menatap putranya itu dan meminta Dani memberikan telfonya kepada gadis disamping Dani.


Dani menolaknya dan memberi penjelasan kepada mamany, tetapi mamanya kekeh ingin bicara dengan Arumi.


"Mah ini sudah malam biarkan Arumi tidur, besok saja bicaranya," Dani memberikan saran kepada mamanya.


Dani mendekati Arumi dan memberikan telfonya, Arumi merasa tidak enak.


ia juga bingung harus bicara apa kepada mamanya dani.


Arumi menerima telfon dan mulai berbicara.


mungkin basa basi dulu aja pikir Arumi.


"Halo Tante apa kabar?"


"Baik sayang, kamu sendiri apa kabar?"kapan mau main kerumah? mama Dewi ingin segera bertemu calon mantunya itu.


"Untuk itu saya belum tau Tante, karna saya masih sibuk akhir-akhir ini," saya juga tidak bisa berjanji takut mengecewakan Tante.

__ADS_1


Arumi sebenarnya tidak tau kemana arah pembicaraan mereka sebenarnya, ia hanya mengimbanginya saja.


"Tante ini sudah malam kenapa belum tidur?"


"Tante masih kangen sama kamu sayang, ya sudah kamu istirahat good night sayang," mama Dewi memutuskan telfonya.


"good night Tante,"


Arumi memberikan henfonya kepada Dani ,


"Kak sudah malam kak Dani nginep disini saja kata ibu, dan ini selimut untuk Kakak," kakak bisa tidur dikamar ku.


Arumi menunjuk pintu kamar bercat merah muda di spring ruang tamu.


"Terus kamu tidur dimana Arumi ?"


"Aku bisa tidur dengan Iko, tidak masalah," aku tidur dulu sudah malam, selamat malam kak Dani.


Arumi masuk kekamar Iko dan merebahkan tubuhnya disamping adiknya.


Dani masuk kekamar arumi, ia melihat sekeliling kamar," kamar yang dipenuhi dengan cat berwarna pink menunjukan bahwa penghuninya adalah wanita yang gerly.


Dani memandangi foto Arumi dikamarnya.dani mengeluarkan henfonya dan mencuri satu foto Arumi di henfonya.


-


-


-


segitu dulu ya ceritanya besok kita sambung lagiπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ‘πŸ‘πŸ‘

__ADS_1


__ADS_2