
Arumi sampai di cafe ia melihat Sani sudah menunggu diparkiran,
"kenapa lama sekali,"Sani langsung naik keatas motor ayo berangkat aku sudah telat.
merekapun berangkat menuju hotel melati,
karna letaknya tidak terlalu jauh dari cafe mereka sampai dalam beberapa menit.
Sani turun dan merapikan penampilannya,memakai kembali bedak dan lipstic,Sani ingin menyisir rambutnya tetapi ia tidak menemukan sisir didalam tasnya.
"Arumi apakamu membawa sisir,aku pinjam dang,"sepertinya aku lupa membawanya.
"cari saja didalam tasku,Arumi masih
memeriksa henfonya dan membuka aplikasinya."
Sani telah selesai berdandan dan memasukan kembali alat make-upnya kedalam tasnya.
"Arumi,temanin aku masuk ya,"please..!!Sani memohon membuat Arumi tidak tega.
mereka masuk kedalam hotel menemui resepsionis bertanya kamar atas nama pak Bimo,setelah mendapat alamat kamar yang ia tuju Sani berpamitan kepada Arumi dan masuk kedalam.
tidak menyangka ada sepasang mata yang memperhatikan mereka,Dani sedang meeting di hotel itu ia melihat dua wanita yang tidak asing baginya.dan benar saja itu Sani dan Arumi,sedang apa mereka lalu Dani membuntutinya.
Dani melihat Arumi kembali keparkiran sedangkan Sani masuk kedalam hotel.
Arumi kembali ke parkiran tiba-tiba henfonya berdering.
__ADS_1
kriiiiiinggg...
kriiiiiinggg.....
Arumi langsung mengangkat telfonya.
"hallo ma,,,!! tumben mama nelfon jam segini,"ada apa?
"ini aku kak,aku cuman mau kasih tau kakak"kalo bapak kecelakaan tadi pagi.
dan sekarang ada di rumah sakit,Iko menangis membayangkan kejadian tadi pagi yang menimpa bapaknya.
"sudah jangan menangis,bapak pasti baik-baik saja jangan takut." Arumi menenangkan adiknya padahal ia sendiri menangis.
"Kakak akan pulang siang ini,tolong kamu kirim alamatnya kakak akan langsung ke rumah sakit.
Arumi mendengar suara dari salah satu kamar,,suara apa itu?Arumi mendekati pintu
dan mendengar suara yang sangat asing dipendengatanya membuat bulukuduk meremang.
Arumi mengurungkan niatnya untuk mengembalikan dompet Sani.
Dani melihat Arumi berdiri di depan pintu salah satu kamar hotel,Dani mendekat melangkahkan kakinya diam diam
Arumi yang sedang melamun tikdak menyadarinya bahwa ada seseorang di belakangnya,Arumi membalikan tubuhnya berniat pergi dari tempat itu,Arumi menabrak seseorang yang berdiri tepat di belakangnya .
"KA...kak dani...!kok ada disini?arumi terbata karna kaget melihat Dani didepannya.
__ADS_1
suara dari dalam kamar itu kembali terdengar membuat Arumi merinding ia juga tidak nyaman mendengarnya.
Arumi mendekati Dani dan menutup telinga dani dengan kedua tanganya sambil memejamkan tanganya.
Dani memandang aneh wanita yang ada di depannya itu,ia melihat ada sisa air mata di pipinya,Dani menutunkan tangan Arumi yang menutup telinganya itu.
"jelaskan padaku tentang semua ini Arumi,,,,!kenapa kamu menutupi kebusukan temanmu itu hmm?
Arumi tidak tau harus bagai mana lagi, arumi tidak punya banyak waktu lagi ia harus segera pergi dari sini.
"kakak kenapa tidak menanyakan langsung kepada Sani,aku tidak terlalu tau banyak tentang ini semua..!"
"Aku terlalu muak melihatnya,aku juga tidak ingin berbicara denganya"aku yakin kamu tau banyak tentangnya sehingga kalian kompak mrmbohongiku.
Dani menarik tangan Arumi dan membawanya masuk kedalam mobilnya.
Arumi membrontak dan ingin melepaskan cengkraman tangan dani,tetapi tidak bisa karna terlalu kuat.
Arumi memikirkan cara lain untuk bisa kabur dari dani,mereka sudah ada diparkiran Dani mengambil konci mobil dari dalam saku celananya,memnut sedikit mengendurkan cengkraman ya.
Arumi mengambil kesempatan untuk kabur,
Arumi berlari dan langsung ngacir dengan motornya..
-
-bersambung.
__ADS_1