Lebih Baik Denganmu

Lebih Baik Denganmu
bab26.


__ADS_3

Arumi mendatangi kantor tempatnya bekerja siang itu, pak ivan marah karna Arumi tidak meminta izin terlebih terlebih dahulu.


"Pak ivan saya minta maaf, saya tau saya salah karna tidak meminta izin terlebih dahulu kepada bapak," Arumi menyesali perbuatanya itu.


"Baiklah kali ini saya masih mentoleransi, tapi kalau kamu bolos Tanpa izin bapak tidak bisa memberimu pekerjaan ini lagi," karna kamu sudah punya pelanggan tetap jadi jangan buat mereka menunggu.


"Terimakasih pak, saya janji tidak akan mengecewakan bapak,"


Arumi keluar dari kantor ia merasa lega sekarang karna dirinya masih memiliki pekerjaan untuk saat ini.


Arumi kembali ke kosan, Arumi melihat sekeliling tampak sepi seperti tak berpenghuni, Arumi langsung masuk kekamarnya dan beristirahat sebentar karna nanti sore ia harus menjemput mbak Sarah dikantor.


******


Danu dan Reno sudah keluar dari kelasnya, Reno ingin menemui pacarnya hari ini sedangkan Danu langsung kekantor, Danu juga ingin bertanya kepada kakaknya kenapa semalam tidak pulang bahkan tidak memberi kabar membuat semua kebingungan kerja henfonya mati.


Reno dan Danu berpisah di parkiran mereka membawa mobilnya masing-masing menuju arah yang berbeda.


di perjalanan Reno melihat Sani bersama seseorang pria, Reno ingin memanggilnya tetapi Sani sudah masuk kedalam mobil dan mobil melaju dengan cepat.


Reno tidak curiga sama sekali, ia mengira itu ayah sani yang berkunjung.


Reno ket untuk mbali memacu kendaraanya menuju tempat yang sudah ia janjikan kepada kekasihnya.


Dani kembali keruang kerjanya, ia meletakan tumpukan map warna warni diatas meja.


Dani membereskan tas kerjanya lalu memasukan semua keperluan meeting hari ini, Dani menyambar henfonya dan langsung menuju mobil untuk kekantor.


melihat anaknya sudah pergi Bu Dewi membuka henfonya melihat foto yang berhasil ia curi tadi.


"Cantik sama seperti yang ia lihat semalam, semoga saja mereka berjodoh," Bu Dewi tidak menyangka kalau Arumi yang anaknya kenal itu wanita yang sama, ia hanya mengira namanya saja yang sama pikirnya.


Dani telah sampai dikantor ia langsung masuk keruangannya dan meminta Tio untuk keruangannya.


tok...

__ADS_1


tok...


tokkk....


"Masuk..


Tio masuk kedalam dan melihat Dani sedang memeriksa file yang menumpuk dihadapanya.


"Tio hari ini meeting jam berapa?"


"jam satu siang, setelah makan siang tuan,"


"Suruh Sarah menyiapkan semuanya kita akan meeting siang ini."


"Baik tuan, saya permisi," Tio keluar dari ruangan bosnya dan langsung menuju ruangan Sarah dan memberi tahunya.


"Sarah kita jadi meeting siang ini, pak Dani akan memimpin meeting siang ini," jangan sampai terlambat.


"Tumben banget pak Dani meminta meeting, biasanya kita berkali-kali minta tidak pernah mau memimpin meeting."


"Mana aku tau, sepertinya pak Dani masih dalam mood yang baik hari ini,"


Sarah malah semakin penasaran melihat tingkah pak Dani sekarang.


ketika mereka sedang asik memikirkan bos nya itu Danu masuk dan bertanya kepada Tio.


"pak Tio apa kak Dani sudah datang?"


"Sudah mas, beliau ada di ruanganya,"


"Baik terimakasih," Danu langsung menuju ruangan kakaknya.


Danu mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan kakaknya.


Danu duduk disofa ruangan itu, kemudian mulai menanyakanya kenapa kakaknya tidak pulang dan tidak memberi kabar tadi malam.

__ADS_1


"Kak..! kenapa akhir-akhir ini kakak sering tidak pulang kerumah, apa kakak masih memikirkannya," Danu merasa kasihan melihat kakaknya itu.


"Apa yang kamu bicarakan, kakak tidak apa-apa jangan cemas," kakak pergi karna ada urusan dan tidak ada sangkut paut denganya.


Danu meng hembuskan nafas lega karna kakaknya tidak frustasi seperti yang ia kira.


"Nanti setelah makan siang kita akan meeting, ini meeting pertamamu jangan terlambat,"Dani meminta Danu ikut meeting siang ini. dani memberi beberapa dokumen perusahaan untuk ia pelajari.


Danu menerima dan kembali keruangannya.


"Oke aku akan datang nanti, aku permisi dulu," Danu keluar sambil membawa map ditanganya, dan masuk keruangannya.


setelah makan siang semua staf sudah berkumpul diruang meeting, Danu juga sudah disana menunggu kakaknya yang belum datang, beberapa menit kemudian Dani masuk keruangan meeting dan langsung memimpin meeting.


mereka menyajikan gagasannya masing-masing, Danu memberikan pernyataan yang mengejutkan diruangan meeting.


ia meminta agar karyawan yang sudah diatas 30thn di wajibkan untuk mempunyai pasangan hidup, awalnya terlihat aneh tetapi Danu menjelaskan maksud dari peraturannya itu dan ahirnya mereka menyetujuinya.


Dani menggelengkan kepalanya, melihat tingkah adiknya itu.


ternyata kamu beneran menyampaikan hal itu dan mereka menyetujuinya.


sebenarnya itu sangat tidak masuk akal menurut Dani, apa lagi akan ada acara ulang tahun perusahaan.


ahhh....ini sangat merepotkan saja...gumam Dani pelan..


setelah selesai meeting Dani kembali keruangannya dan kembali menatap dokumen di depannya itu, Dani mengambil henfonya dan membuka galerinya.


Dani mencari-cari foto Arumi tetapi ia tidak menemukan di galerinya. Dani sudah mengeceknya berkali-kali tetapi tetap tidak ada, apa aku menghapusnya, tidak mungkin aku bahkan belum melihatnya lagi setelah mengecas henfon tadi..


-


-


-

__ADS_1


-


bersambung.


__ADS_2