
Semua orang terbengong melihat laki-laki yang masuk ke ruangan itu.
"Maaf anda siapa,? sepertinya anda salah kamar," ibu Arumi berdiri dan menghampiri Dani.
"emm,,, saya...!!Dani tergagap dan kebingungan harus menjawab apa, Dani memberi isarat kepada Arumi untuk membantunya menjawab pertanyaan wanita yang ada dihadapannya.
Arumi mengangkat bahu acuh, ia tidak peduli karna hatinya sangat jengkel karna di buntuti.
"saya bosnya Arumi Bu,,! Dani meminta waktu untuk berbicara sebentar dengan arumi,"
"Arumi kenapa tidak bilang kalau kamu kesini dengan bosmu,,? ibukan jadi malu karna tidak sopan kepadanya.
"tidak perlu begitu ibu, bosku ini orang yang sangat baik," Arumi menekankan kata-kata bosku membuat Dani sedikit tidak nyaman.
mereka berdua keluar dan duduk dikursi tunggu rumah sakit.
mereka saling diam tidak ada yang mengeluarkan sedikitpun membuat suasana menjadi canggung.
Dani berdehem dan menarik nafas panjang untuk menghilangkan kecanggungan, sebelum membuka suara untuk memulai pembicaraan.
"Siapa yang sakit,? dan kenapa kamu datang kesini?"
Arumi melirikya sebelum menjawab perkataan dani.
"bapak yang sakit, karna kecelakaan tadi pagi," makanya saya kesini.
bapak sendiri kenapa datang kesini, ahhhh saya lupa kalau bapak membuntutiku tadi...!ternyata anda keras kepala juga, Arumi sedikit mengejeknya karna kesal dengan orang yang berada dihadapanya itu.
"jangan panggil aku bapak, sudah aku bilang aku bukan bapakmu," apa kamu mengerti ,,?dan kenapa tidak bilang kalau ayahmu kecelakaan?" aku jadi malu karna sudah menerobos masuk.
__ADS_1
"bukanya tadi anda bilang bosku, sangat tidak sopan kalau saya memanggil anda kakak,"
arumi mengalihlan pandanganya dan melihat kearah lain, untuk menghindari tatapan mata Dani.
Dani merasa bersalah sudah mengikuti Arumi.
aku tidak perduli Kaka , apapun alasaumi yang jelas kakak mengikutiku.
Ibu keluar menyusul Arumi, dan memberi tau Arumi kalau bapak sudah boleh pulang sore ini, tapi...'' ibu menjeda perkatanya karna ibu tidak mau membebani anaknya itu.
"tapi apa Bu,,?"
Arumi merasa was-was takut ada sesuatu yang terjadi kepada bapaknyan.
"anu Arumi,,,itu, ibu merasa malu untuk mengucapkannya.
Arumi sudah tau pasti masalah biaya yang menjadi kendalanya, Arumi dan ibunya diam mereka berfikir bagaimana bisa mencari uang untuk biaya rumah sakit.
"maaf Bu,kalau boleh tau berapa biaya yang harus ibu bayar untuk pengobatan bapak?"
ibu Desi memberikan rincian biaya rumah sakit, Dani menerimanya.
setelah melihat Dani memutuskan untuk membayarnya.
"saya yang akan membayarnya, ibu jangan khawatir masalah biaya bapak," yang penting bapak sehat.
Dani melangkahkan kakinya untuk membayar semua biaya rumah sakit, tetapi Arumi menghentikan dan menolak jika Dani yang membayar pengobatan bapaknya.
"tidak usah repot-repot pak, saya masih mempunyai sedikit tabungan untuk membayar biyaya rumah sakit,,!" Arumi tidak mau menerima bantuan Dani.
__ADS_1
"tidak apa-apa,kamu bisa mencicilnya nanati," ini juga tidak geratis kok.
Dani membayar semuanya dan mengantar mereka pulang kerumahnya.
*********
Di dalam kantor Tio terus menghubungi bosnya karna masih belum kembali, sedangkan ini sudah masuk jam pulang kantor dan sebagian kariawanya sudah banyak yang pulang.
Tio menekan nekan keningnya merasa pusing,karna bosnya tidak kembali ke kantor lagi dan membuat Tio mengerjakan semua urusan kantor dan membatalkan semua meeting untuk hari ini.
Dani juga merasa aneh,karna tidak biasanya kakaknya seperti ini.
meninggalkan kantor tanpa alasan dan mematikan henfonya membut Danu khawatir
"apa telah terjadi sesuatu dengan KK,,,!"monolog Danu.
-
-
-
happy reading ❤️❤️❤️
semoga suka dengan ceritaku😘😘😘😘
terimakasih 🙏🙏🙏🙏
buat yang sudah mampir..🤗🤗🤗
__ADS_1