
Dani masih memikirkan sesuatu, di sisi lain Dani juga menghawatirkan keadaan mamanya, kepalanya semakin berdenyut memikirkannya, Dani keluar bermaksud untuk pergi ke galeri untuk membeli henfon baru.
Sani melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil menikmati udara sore ini.
Dani sampai di galeri, galeri cukup rami sore ini banyak pengunjung yang datang kesan.
Dani melihat-lihat henfon disana, Dani tidak sengaja menabrak seseorang dan membuatnya jatuh.
"Maaf aku saya tidak sengaja,,"
Dani menolong wanita itu untuk kembali berdiri.
"Tidak apa-apa pak,,!
wanita itu buru-buru memeriksa henfonya.
untung saja henfonmu tidak rusak.
"Apakah henfonmu rusak,? dan apa aku perlu menggantinya,?"
"Tidak perlu pak,, henfon saya juga tidak rusak, yang paling penting ini tidak hilang.
wanita itu menunjukan satu aplikasi pacar sewaan dan ia sedang ada janji dengan keliennya untuk bertemu di galeri.
Dani menjadi penasaran dan ahirnya bertanya tentang pacar sewaan, mereka pun mengobrol hingga seorang laki-laki datang dan membawa wanita itu.
Dani kembali memilih dan membeli henfon, setelah membayar Dani langsung pulang, Dani teringat dengan wanita yang ia tabrak tadi, dani mengambil henfonya dan mencari situs onlen yang menawarkan pacar bayaran, Dani seperti menemukan jalan keluar dari masalahnya Dani melajukan mobilnya menuju rumah.
*********
__ADS_1
Bus pariwisata berhenti di sebuah desa kecil pinggir kota, guru pembimbing meminta para siswanya turun.
Mereka semua turun dan berbaris mengikuti dosen pembimbingnya, setelah sudah siap mereka semua mulai berjalan.
jika melihat kondisi jalan yang kecil dan sempit tidak memungkinkan untuk mobil melintasi jalan itu.
Arumi dan Sani berjalan bersama mereka menikmati pemandangan pedesaan yang terlihat asri dan sejuk, mereka berjalan menuju bukit.
Arumi dan Sani sangat menikmati perjalanan mereka sesekali mereka mengambil foto.
mereka melewati jalanan berbatu, karena kurang hati-hati kaki Arumi tersandung batu, ia pun terjatuh dan lututnya berdarah.
Sani membantu Arumi untuk kembali berdiri, mereka berhenti di bawah pohon ditepi jalan, Reno dan Danu melihat Arumi dan Sani duduk di tepi jalan, merekapun menghampiri dan bertanya.
"Kenapa kalian berhenti disini,,?"
"Arumi jatuh kak,"
"Kenapa bisa jatuh sayang,?
Reno bertanya kepada kekasihnya.
"Arumi tersandung batu disitu tadi sayang.
Sani menunjuk batu di sisi jalan.
"Kenapa kamu bisa jatuh Arumi,?"
"Aku tidak memperhatikan jalan tadi, mungkin karna terlalu menikmati pemandangan ," jawab Arumi sambil nyengir kuda.
__ADS_1
Danu berjongkok untuk membersihkan dan mengobati luka arumi.
Arumi merasa perih dibagian lututnya karna Danu mengoleskan obat merah di lututnya.
"Perih ya,,?
"Sedikit.
"Tahan sebentar, dan selesai..!
Dani sudah memberi plester di lututna, Danu memasukan kotak obat kedalam tasnya, Danu memang selalu membawa kotak obat jika camping karena ia tau pasti akan di butuhkan.
"Terimakasih kak, sudah mengobati lukaku..!
Ayo kita lanjut lagi,"
Arumi berdiri dan berjalan lebih dulu.
"Apa kamu yakin untuk berjalan, apa sudah tidak sakit,,?
"Tidak kakak, ini tidak sakit lihatlah, Arumi menghentak-hentakan kalinya.
"Berikan tasmu,,,?
"Tasku untuk apa,,?
"Sudah jangan banyak bicara berikan saja.
Arumi masih bingung tetapi Danu malah mengambil tasnya dengan paksa, dan berjalan meninggalkan Arumi yang masih terbengong.
__ADS_1
sementara Reno dan Sani sudah tak terlihat lagi karena berduaan mereka tidak mengingat temanya yang terluka.
Arumi menengok ke belakang, iya tidak melihat siapapun di belakangnya lalu Arumi berlari mengejar Danu yang semakin menjauh..