Legenda Pendekar Langit

Legenda Pendekar Langit
Ch 15 : Serangan Assassin


__ADS_3

Ya kini akhirnya Penatua Jing dan Penatua Wei berdiri berhadapan dengan ekspresi menyeringai. nampak Penatua Jing sedikit berwajah masam dan Penatua Wei menyeringai.


"Murid Penatua Jing tidak buruk, saya membuka mata hari ini dan akan mengajarkan beberapa teknik kepada murid saya" Penatua Wei terkekeh dan mengepalkan tinjunya untuk penghormatan.


"Penatua Wei cukup rendah hati, bagaimana mungkin saya berani sombong didepan anda, murid Penatua Wei sangat berbakat dan memiliki masa depan yang tidak terbatas" Terlihat Penatua Jing sedikit mengerutkan keningnya.


Ketua Sekte Iblis kemudian berdiri dengan senyuman di wajahnya "Murid kalian semuanya bagus dan sangat berpotensi untuk menjadi yang terkuat di masa depan"


"Terima kasih atas pujiannya Master Sekte" Penatua Jing dan Penatua Wei berkata serempak dan tersenyum kecil.


"Baiklah kalau begitu mulai dari sekarang ketiga murid Penatua Wei akan diberikan 2 Pill Penguat Qi Kelas Tiga setiap bulan dan murid Penatua Jing akan diberikan 1 Pill Penguat Qi Kelas Tiga setiap bulan" Pantua Wei dan Penatua Jing mengepalkan tinjunya "Terima kasih atas kemurahan hati Master Sekte"


"Baiklah kalau begitu aku akan menunggu mereka tampil di kompetisi beberapa bulan lagi, semoga memiliki pertempuran yang bagus dan menghibur" Seketika suara itu jatuh Master Sekte telah menghilang.


Penatua Wei dan Penatua Jing juga pergi untuk menjenguk muridnya yang masih diobati. semua orang pergi dan menyisahkan Nian Zong seorang.


"Hantu"


Seketika lima bayangan berpakaian hitam muncul di hadapan Nian Zong dan berlutut satu kaki "Perintah anda?"


"Bunuh keenam bocah yang akan mengancam kita dimasa depan" Perintah Nian Zong dengan tatapan dingin.


"Baik" Seketika lima bayangan trlah menghilang dari hadapan Nian Zong dan Nian Zong sendiri akan pergi.


'Aku ingin lihat empat Alam Bumi Mendalam Tahap Dua dan Alam Bumi Mendalam Tahap Tiga. apakah bisa membunuh enam bocah yang memiliki seorang Pendekar Kelas Raja Bawah yang melindunginya'


'Meski aku hanya seorang Pendekar Kelas Raja Tengah, aku tidak memiliki keyakinan untuk melawan Tua Wei dan Tua Jing' Batin Nian Zong sedikit geram.


Ia kemudian menghilang dengan cepat dan ya diarena sekarang tidak ada seorangpun yang ada disana.

__ADS_1


Kini terlihat sebuah ruangan tertutup dengan beberapa orang di dalamnya yang tidak lain adalah Xiao Feng, Cheng Ning, De Shing dan Penatua Wei Tangshi yang ada didalam ruangan.


"Bagaimana dengan kabarmu Feng'er, Ning'er, Shing'er?" Tanya Penatua Wei Tangashi dengan sedikit wajah kawathir.


"Tenang saja Penatua, kami bertiga baik-baik saja lihat apa yang bisa kulakukan" Xiao Feng kemudian berdiri dengan tenang dan memukul-mukul angin.


"Baiklah-baiklah kalau begitu besok aku akan datang kesini dan memberi kalian beberapa teknik bela diri kelas satu oke" Ketiga murid Wei Tangshi tersenyum kecil dan bersemangat.


"Terima kasih Penatua" Jawab serempak ketiga murid Penatua Wei Tangshi.


"Sudahlah kalian tidak perlu sebegitunya, kita adalah keluarga kecil" Penatua Wei Tangshi terkekeh dan menepuk bahu Xiao Feng dengan tersenyum.


"Beristirahat dengan nyaman, aku akan pergi terlebih dahulu dan mendapatkan beberapa hadiah yang bagus" Penatua Wei Tangshi kemudian pergi dengan tenang dan perlahan-lahan menjauh dari hadapan Xiao Feng beserta yang lain.


"Yah keadaan kalian berdua cukup buruk, hanya aku saja yang masih memiliki kekuatan puncak sekarang" Xiao Feng terkekeh dan tersenyum lembut kepada Chen Ning dan De Shing.


"Saudara Feng selalu saja nampak kuat dan gagah" Puji Cheng Ning sambil tersenyum.


Seketika eskpresi Xiao Feng sedikit jelek karena ada sesuatu yang tidak beres di ruangan medis ini dan Xiao Feng dengan cepat melihat Cheng Ning beserta De Shing.


Mereka berdua telah tidur dengan cepat, beberapa waktu lalu mereka masih mengobrol dengan Xiao Feng dan sekarang trlah tertidur?.


'Tidak ada sesuatu yang tidak beres'


Seketika sebuah aroma harum menyengat yang membuat Xiao Feng langsung menutup indra hidungnya berekspresi jelek dan menatap tajam lima orang berpakaian hitam yang masuk keruangan.


Ruangan ini cukup besar karena tempat medis dan tentu saja bila ada sesuatu hal yang tak terjadi yang membuat banyak orang sakit. maka tempat medis ini bisa menampung lebih dari ratusan orang.


"Jadi dia ini adalah bocah ajaib yang sangat berbakat, bisa dengan cepat bereaksi saat ada bahaya dan juga sangat waspada" Kata seoarang! berpakaian hitam yang memimpin.

__ADS_1


"Empat Ranah Earth Profund Tingkat Kedua dan Satu Ranah Earth Profound Tingkat Ketiga ingin bersaing denganku" Cibir Xiao Feng dengan sedikit ejekan.


"Bagus bocah yang menarik, hanya saja sangat disayangkan bahwa sangat arogan" Pemimpin berpakaian hitam itu langsung melesat kearah Xiao Feng dengan cepat.


Xiao Feng langsung memiliki ekspresi dingin diwajahnya, ia juga langsung melesat dengan cepat dan memukul orang berpakaian hitam itu namun dicegat oleh orang berpakaian hitam lainnya.


Thor sebutin aja no 1 pemimpin dan no 2 - 5 orang berpakaian hitam saja.


No 2 beserta no 3 melesat dengan cepat kearah Xiao Feng dari kanan dan kiri. Xiao Feng cukup kesulitan namun ia juga sedikir waspada karena no 1 menyerang dari depan.


Sementara no 4 dan no 5 masih mengawasi pertarungan dengan cermat. Xiao Feng sedikit berekspresi jelek namun ia langsung memakai Tujuh Langkah Pedang Bayangan/Tujuh Langkah Pedang Langit bagian pertama.


Seketika sebuah pedang berbentuk pedang panjang dengan warna gelap keputihan dan sangat halus pergerakannya. Xiao Feng langsung melesat ke no 2 terlebih dahulu karena no 2 sedikit lebih lemah dari yang lainnya.


"No 4,no 5 bantu no 2" Perintah no 1 dan no 4 beserta no 5 langsung melesat kearah Xiao Feng.


"Cih" Xiao Feng langsung menembakan energi Qi yang cukup kuat kearah no 4 dan no 5 dengan cepat. no 4 dan no 5 langsung menghindarinya.


"Mati" Pedang Xiao Feng langsung menebad no 2 dengan cepat namun no 2 berhasil menghindar meski lengannya tertebas sedikit.


"Hampir saja" No 2 sedikit menghela nafas kecil dan segera waspada.


"Kalian berempat tetap waspada, bocah ini sangat abnormal" Perintah no 1 dan yang lainnya juga langsung mewaspadi Xiao Feng.


"Huh" Dengus dingin Xiao Feng dan menatap tajam no 1.


"Kalian berlima cukup kuat namun bukan tandinganku sama sekali" Seketika suara itu jatuh aura Xiao Feng melonjak dan tatapannya sangat ganas.


To Be Contined

__ADS_1


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2