Legenda Pendekar Langit

Legenda Pendekar Langit
Ch 19 : Ranah Earth Profound


__ADS_3

"BOMM!!".


Ledakan yang terjadi benar-benar membuat kebisingan dan terlihat bahwa Xiao Feng beserta Wei Tangshi sama-sama kelelahan.


Mereka berdua terengah-engah, energi Qi Xiao Feng telah habis dan energi Qi batasan milik Wei Tangshi juga sama habisnya. mereka tersenyum dan duduk ketanah.


Mereka berdua bermeditasi sebentar lalu berdiri lagi dan bersiap dengan kuda-kudanya "Bersiaplah Penatua".


"Majulah nak".


Xiao Feng mengeluarkan Pedang Naga "Naga Hitam Ruang Kosong!!".


Menyadari bahwa Xiao Feng telah memakai kartu asnya, Wei Tangshi menyeringai "Tebasan Pedang Petir!!".


Pedang hitam milik Xiao Feng melesat dengan cepat kearah Wei Tangshi, begitu juga dengan pedang milik Wei Tangshi, pedang mereka bertabrakan dan langsung meledak.


"DUAR!!".


Setelah itu debu berterbangan, Wei Tangshi tersenyum "Wah siapa sangka gurumu ini akan kalah".


Xiao Feng terkekeh pelan "Guru hanya menggunakan beberapa kekuatan dan tidak terlalu serius untuk melawanku".


"Juga Guru tidak terlalu serius, guru hanya memakai kekuatan yang setara Ahli Ranah Earth Profound Tingkat Enam".


Wei Tangshi tertawa kecil, ia merasa malu karena ketahuan hanya memakai kekuatan yang setara dengan Ahli Ranah Earth Profound Tingkat Enam.


"Meski begitu setidaknya kalian sudah mampu untuk menahan Ahli Ranah Earth oke" Wei Tangshi terkekeh pelan dan menepuk bahu Xiao Feng.


Cheng Ning tertawa "Haha!!, bahkan guru tidak bisa melawan saudara Feng, saudara Feng memang yang terkuat".


Cheng Ning memeluk Xiao Feng dengan wajah senang, De Shing bahkan menepuk bahu Xiao Feng dan terus memuji. Xiao Feng yang umurnya sudah berabad-abad merasakan kehangatan dalam keluarga.


"Baiklah berhenti menganggu Feng'er, dalam empat bulan kalian sudah harus mencapai Ranah Earth Profound atau setidaknya Ahli Ranah Spirit Profound Tingkat Delapan".


Mereka bertiga mengangguk, setelah itu mereka mulai berlatih lagi dan lagi.

__ADS_1


**


Disebuah ruangan yang terlihat cukup mewah, cukup banyak orang yang setidaknya berjumlah sepuluh dan satu orang duduk diatas yang lainnya.


Pria yang duduk diatas membuka mulutnya "Jadi bagaimana dengan perkembangan Sekte Iblis?".


Salah satu pria paruh baya yang duduk dibaris kanan berdiri "Menurut informasi, perkembangan mereka masih sama dan tidak ada hal yang terjadi lagi selain kejadian beberapa minggu lalu"


"Juga kompetisi yang akan diadakan di Sekte Iblis akan digelar beberapa bulan lagi, sekian Patriak" Paruh baya laki-laki itu duduk kembali.


Setelah merenungkan apa yang harus dilakukan, salah satu paruh baya berdiri dari baris kiri "Patriak bagaimana jika saya kesana dan mengacau kompetisi?".


Patriak itu merenung sejenak lalu menjawab "Apa kau yakin Penatua Kedua?, disana ada ribuan Ahli dan ratusan Ahli yang kuat".


Penatua Kedua tertawa "Apa yang ditakutkan?, Nian Zong berada disana, jika kondisi mendesak saya akan berlindung pada Nian Zong"


"Lagi pula cukup bagus bukan untuk ikut merayakan kompetisi yang digelar didalam Sekte Iblis" Para Penatua lainnya mengangguk dan setuju dengan hal ini.


Patriak hanya tetap tenang "Baiklah kalau begitu, Penatua Kedua bawa lima Ahli Ranah Sky Profound bersamamu".


Penatua itu terlihat sangat bahagia "Terima kasih atas kebaikan anda Patriak".


Ahli Ranah Sky Profound sudah sangat kuat didalam Klan seperti Klan Nian, ngomong-ngomong diruangan itu semuanya merupakan Penatua dari Klan Nian dan Patriaknya.


Nian Zong sendiri adalah saudara dari Patriak yang termasuk adik dari Penatua Kedua dan yah mereka berhubungan.


**


Empat bulan berlalu dengan sangat cepat, Xiao Feng kini masih berlatih dan merasakan bahwa akan ada terobosan dalam kultivasinya.


Ia terus menerus berusaha menerobos namun masih saja kesulitan dan ini membuat dirinya merasa berkecil hati. Xiao Feng tidak menyerah dan menelan Pil Pengumpul Qi.


Setelah beberapa hari lagi, Xiao Feng merasakan getaran didalam dantiannya dan juga energi Qi yang seperti arus hangat dengan cepat masuk kedalam tubuhnya.


Rasa digigit oleh semut membuat dirinya semakin merasakan bahwa dia akan menerobos, tidak lama kemudian dantian Xiao Feng meledak dan arus hangat langsung menyebar keseluruh tubuhnya.

__ADS_1


Xiao Feng menyeringai "Akhirnya naik ke Ranah Earth Profound".


Tidak ada hukum alam karena masih berada di Ranah Earth Profound, jika berada di Ranah Sky Profound baru akan ada hukum alam.


Dalam dua bulan terakhir, Xiao Feng telah mencapai Ranah Spirit Profound Tingkat Sembilan dan ini membuat dirinya sangat senang.


Namun hal buruk menimpanya karena sangat susah baginya untuk naik ke Ranah Earth Profound dan ini membuat dirinya merasa tidak terlalu berbakat.


Xiao Feng tetap percaya diri, dengan latihan dan berkultivasi dengan rajin. tidak butuh waktu lama bagi Xiao Feng untuk naik ke Ranah Earth Profound meski memakan waktu dua bulan lebih.


"Semua kotoran didalam tubuhku telah keluar, mungkin aku harus mandi sebentar" Gumam Xiao Feng lalu ia kekamar mandi dan langsung membuka pintu.


Siapa sangka ia melihat Cheng Ning yang masih telanjang, Cheng Ning langsung malu dan melemparkan gumpalan energi Qi "KELUAR!!".


Xiao Feng langsung keluar dari sana, ia masih membayangkan tubuh Cheng Ning yang telanjang dan ini membuat nafsu birahi miliknya bangkit.


"Astaga, apa-apaan itu, bukannya Cheng Ning sekarang baru berusia 11 tahun?, mengapa dia memiliki gunung yang cukup besar" Gumam Xiao Feng sambil berjalan menuju sungai yang dekat dengan mansionnya.


Ia mulai membersihkan dirinya dengan cepat, tubuh Xiao Feng sangat sempurna, tingginya seperti anak berusia 16 tahunan dan badannya berotot.


Rambutnya cukup panjang, ia menguncir rambutnya agar tidak menganggunya dan kini ia kembali ke mansion. Xiao Feng melihat Cheng Ning yang sudah berpakaian.


Xiao Feng duduk dikursi didekat Cheng Ning, suasana sangat canggung, Xiao Feng menghela nafas panjang dan berkata dengan tulis "Maafkan saya saudari Ning".


Cheng Ning yang tadinya cukup terlihat marah kini melembut lagi dan tersenyum "Tidak apa-apa saudara Feng, aku juga minta maaf karena telah menyerangmu".


Xiao Feng tertawa "Tidak apa-apa saudari Ning, terima kasih karena sudah mau memaafkanku".


Mereka berdua kemudian mengobrol santai, Xiao Feng bahkan masih tidak bisa melupakan tubuh telanjang Cheng Ning dan ini membuat dirinya semakin stress.


Setelah berbicara dengan Cheng Ning, Xiao Feng masuk kekamar dan bermeditasi untuk menstabilkan energi Qinya.


Hanya bermeditasi sebentar, Xiao Feng bahkan masih membayang-bayangi tubuh telanjang Cheng Ning dan ini membuat dirinya geram.


"Apa yang kau pikirkan saudara Feng?" Tanya De Shing yang tiba-tiba saja sudah berada didepan Xiao Feng.

__ADS_1


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁


__ADS_2