
"Xiao Feng!!, aku sudah memanggilmu senior tapi kau tidak menghormatiku, saudara sekalian kita serang bersama" Teriaknya paruh baya itu dengan cepat melesat kearah Xiao Feng.
"Meski aku telah kehilangan banyak darah dan kehabisan energi Qi. aku masih bisa menghabisi kali semua" Xiao Feng dengan cepat melambaikan pedangnya.
Pertempuran tidak terjadi begitu lama ketika Xiao Feng tertusuk pedang hingga akhirnya mengeluarkan banyak darah, meski begitu Xiao Feng dengan cepat menebas kepala orang itu dan mundur beberapa langkah.
Dari ratusan Kultivator Xiao Feng bisa membunuh lebih dari setengah jumlah mereka, meski dalam keadaan terluka parah dan hampir mati.
"Kalian hanya Kultivator Raja dan Kultivator Suci ingin melawanku yang seorang Kultivator Kaisar ha!!" Teriak Xiao Feng sambil bersiap melawan lagi dan terlihat kini ia akan tumbang.
Para Kultivator lainnya tidak ada yang berani menyerang duluan karena kebanyakan orang yang menyerang akan mati, meski begitu untuk mendapatkan Kitab Dewa Langit akan mereka lakukan dengan cara apapun dan cara yang paling kejam.
"Jika mereka tidak mampu, bukan berarti aku tidak bisa membunuhmu" Kata seorang yang tiba-tiba datang dengan dua orang lainnya, orang itu seperti seorang kakek-kakek yang sudah hampir mati dan memiliki jangkut yang panjang.
"Bagus-bagus, aku tidak menyangka seorang sepertimu yang tidak tertarik dengan fana akan tertarik dengan Kitab Dewa Langit" Ledek Xiao Feng dengan tatapan tajam.
Xiao Feng kini sudah berumur 255 tahun, Xiao Feng sendiri dikejar selama ratusan tahun oleh Kultivator Aliran Putih dan akhirnya ia kini harus melawan para Kultivator Aliran Putih.
Xiao Feng sendiri bukan seorang yang berbakat, namun sejak mendapatkan Kitab Dewa Langit, ia langsung meningkat secara signifikan dan menjadi seorang yang berada di Ranah Kaisar.
Kini Xiao Feng berada di Ranah Kaisar Lebih Besar dan hanya beberapa orang yang bisa melawannya di benua ini. namun Xiao Feng tahu bahwa dibenua ini hanyalah benua yang kecil dan Ranah Kaisar adalah awal dari perjalanan.
"Xiao Feng serahkan Kitab Dewa Langit, atau akan kubunuh kau" Paruh baya itu dengan cepat melesat kearah Xiao Feng.
"Ingin Kitab Dewa Langit?, ambillah" Xiao Feng melemparkan sebuah Kitab Dewa Langit.
__ADS_1
"Ambil itu!!".
Xiao Feng dengan cepat menebas Kitab Dewa Langit itu dan Kitab Dewa Langit itu hancur seketika hingga mengeluarkan guncangan.
"XIAO FENG!!!, KUBUNUH KAU!!" Teriak Paruh baya itu dengan cepat melemparkan gumpalan energi Qi yang sangat kuat dan menekan.
Apakah ini akhirku?, ya selama beberapa tahun terakhir aku bukan orang baik juga sih, inilah akhir yang terbaik untukku karena banyak orang yang mati untukku.
Xiao Feng menutup matanya karena lelah, namun pedang panjangnya tidak pernah dilepaskan dan masih dalam keadaan berdiri tegak.
Sebelum gumpalan energi Qi yang sangat kuat itu menghantam Xiao Feng, sebuah serangan berbentuk sabit dengan cepat membelah gumpalan energi Qi dan dengan cepat meledakkan paruh baya itu.
Xiao Feng yang hampir kehilangan kesadarannya melihat seorang pemuda yang tidak lain adalah orang yang berada di Ranah lebih tinggi dari Ranah Kaisar Lebih Besar dan Xiao Feng sedikit tersenyum.
"Ada apa anda datang kesini Saudara Ho?, jika anda ingin Kitab Dewa Langit sudah telat, karena telah ku hancurkan" Xiao Feng tersenyum namun ia tahu, ia akan mati sebentar lagi.
Saudara Ho hanya tersenyum masam melihat keadaan Xiao Feng yang kehilangan lengan dan masih memegang pedang dilengan kirinya.
Ho pernah mendengar bahwa orang yang mati dengan memegang pedang beserta masih berdiri, ia seorang Pendekar Pedang sejati dan memiliki pemahaman pedang yang sangat mendalam.
Xiao Feng telah meninggal dengan keadaan yang sangat terhormat dengan pedang yang dugenggam erat dilengan kiri dan berdiri tegak layaknya seorang yang sangat berwibawa.
Xiao Feng kini berada disebuah ruangan yang nampak sangat gelap, Xiao Feng merasa apakah ini alam baka?, ia tidak bisa menahan keinginan tahuannya dan muncul sebuah pintu.
Ketua Sekte, Feifei aku datang, Xiao Feng kemudian membuka pintu dan ia tidak menyangka ia berada disebuau gua. diamana ini?, bukannya seharusnya aku mati.
__ADS_1
"Oi bocah jangan malas-malasan dan berlatihlah" Kata seorang yang nampak sangat menyeramkan dan memiliki sebuah luka di dekat matanya.
"Pelatih Tangsi?, kenapa anda berada di alam baka?" Tanya Xiao Feng yang terkejut melihat pelatih yang ia dulu kenal dan orang yang juga mengorbankan nyawanya untuk Xiao Feng.
"Bajingan kecil, aku masih belum mati kau mau kupukul ha" Tangsi memukul kepala Xiao Feng dan tertawa kecil.
Meski Tangsi memiliki perawakan yang menakutkan, ia sebenarnya sangat baik dan orang yang berhati lembut. buktinya ia hanya memukul pelan kepala Xiao Feng dan tertawa kecil saat bocah didepannya tidak takut padanya.
Tangsi biasanya ditakuti oleh orang lain karena wajahnya yang menakutkan dan memiliki kekuatan yang kuat. kekuatan Tangsi setara dengan Tetua Sekte Aliran Hitam dan menurut rumor Tangsi memiliki pemahaman Pedang yang sangat Mendalam.
Xiao Feng kemudian melihat sekitar, ia melihat banyak pemuda yang berlatih, Xiao Feng melihat tubuhnya dan kaget. ini aku saat berumur tubuh tahun dan ini waktu aku dibawa oleh Sekte Aliran Hitam.
Xiao Feng akhirnya memahami arti ini, ia telah kembali ke ratusan tahun sebelumnya namun ia masih tidak mengerti bagaimana ia kembali?, tapi ia bersyukur bisa kembali dan akan membalas dendam terhadap musuh-musuhnya yang dahulu.
"Maaf Pelatih, saya akan berlatih sekarang" Xiao Feng kemudian mulai memindahkan batu-batu yang beratnya sekutar empat kilo gram dan nampak sangat kesusahan.
"Bocah jangan terlalu memaksakan dirimu, tulangmu hanya tulang biasa dan tidak terlalu kuat. tapi jika kau berusaha kau akan menjadi orang besar nanti" Tangsi mencoba untuk memotivasi Xiao Feng.
Xiao Feng tersenyum dan mengangguk ringan. Xiao Feng kemudian mulai memindahkan bebatuan lainnya dan sekali-kali mencoba mencari tahu orang yang ia kenal.
Tulang umumnya dibagi menjadi Tulang Biasa, Tulang Besi, Tulang Kuat, Tulang Serigala Putih, Tulang Serigala Hitam, Tulang Serigala Perak, Tulang Harimau, Tulang Harimau Kuat.
Yang terendah hanya Tulang Biasa dan terkuat adalah Tulang Harimau Kuat namun menurut rumor ada yang lebih kuat. Xiao Feng belum pernah menemukan orang yang memiliki Tulang diatas Tulang Harimau Kuat.
Xiao Feng sendiri waktu menjadi seorang Kaisar Pedang memiliki Tulang Serigala Perak dan membuatnya cukup senang. meski tahu bahwa itu hanyalah tulang yang tidak begitu bagus dan diatasnya masih banyak lagi.
__ADS_1
To Be Continued
Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen ya Readers makasih 😁😁