Legenda Pendekar Langit

Legenda Pendekar Langit
Ch 3 : Cheng Ning


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama akhirnya Xiao Feng telah memindahkan semua batu dan nampak keringat yang sangat deras. Xiao Feng kemudian melihat-lihat sekeliling dan melihat Tangsi yang menuju kearahnya.


"Tidak buruk bocah kau bisa memindahkan semua batu itu lebih cepat daripada yang lainnya, ini ambillah" Tangsi melemparkan sebuah botol kecil.


"Terima kasih pelatih" Balas Xiao Feng sambil menunduk hormat. Tangsi kemudian pergi untuk memberikan ke anak seumuran Xiao Feng lainnya.


Xiao Feng melihat isi dari botol yang diberikan oleh Tangsi dan tersenyum. seperti biasa dua pil pemulih Qi dan kualitas bagus.


Xiao Feng merasakan energi Qinya cukup habis saat memindahkan bebatuan, ia sekarang hanya berada di Ranah Star Profound tingkat Satu dan hanya memiliki sedikit energi Qi didalam tubuhnya.


Dibenua ini bocah berumur tujuh tahun sudah bisa memulai berkultivasi dan mulai menjadi seniman bela diri. namun Xiao Feng cukup beruntung karena baru berumur tujuh tahun sudah mencapai tingkat satu.


Umumnya seseorang akan mengumpulkan energi Qi tdrlebih dahulu, menyerap energi langit dan bumi. namun Xiao Feng sendiri hanya perlu beberapa jam dan langsung berada di tingkat satu.


Namun itu hanya kebetulan saja untuk kedepannya Kultivasinya akan sulit meningkat dan semakin susah untuk meningkat disetiap kenaikan.


Xiao Feng dulu berada di Ranah Emperor Profound yang cukup kuat namun Emperor Profound dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu Emperor Profound/Kaisar Mendalam, Kaisar Agung dan Kaisar Yang Lebih Besar.


Xiao Feng sendiri berada di tahap Kaisar Yang Lebih Besar dan berkesempatan untuk naik ke Ranah selanjutnya. Ranah Emperor Profound yang dibagi menjadi tiga dan lainnya dibagi menjadi 1 - 9 tingkat.


Tidak butuh waktu lama akhirnya Tangsi mengumumkan bahwa pelatihan telah selesai dan semua orang diwajibkan untuk istirahat dikamarnya.


Xiao Feng kemudian menuju kekamar yang dulu ada diingatkannya dan melihat bahwa masih sama seperti dulu. tanah liat sebagai kasur, bantal dari tanah liat dan beberapa tempat untuk menaruh barang.


"Ya.., tidur ditempat seperti ini cukup membuatku kesulitan dan bukankah seharusnya ada teman sekamarku?" Gumam Xiao Feng melihat sekeliling dan tidak melihat siapapun.


Kemudian suara kaki terdengar saat Xiao Feng ingin tidur dan ia tidak jadi tidur. Xiao Feng memperhatikan langkah kaki itu dan terkejut melihat seorang anak berumur 7 tahun.

__ADS_1


Xiao Feng terkejut karena anak berumur 7 tahun didepannya adalah temannya yang dulu menjadi seorang Tetua yang sama dengannya dan terbunuh disaat penyergapan Aliran Putih.


"Hmmm.., aku Xiao Feng dan kau?" Tanya Xiao Feng sambil berdiri dari tempat tidurnya.


"Aku Cheng Ning salam dan bisakah kamu menjelaskan apa yang terjadi disini" Balas Cheng Ning seorang bocah berumur 7 tahun tapi memiliki IQ yang diatas rata-rata.


Biasanya kebanyakan bocah yang berada disini menangis dan beberapa menjadi gila. namun Cheng Ning ini bukan hanya tenang tapi nampak dimatanya ada sedikit keinginan untuk mencari tahu apa uang yang terjadi.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi juga, namun sepertinya kita menjadi bagian dari Sekte Aliran Hitam mungkin" Kata Xiao Feng sambil duduk ditempat tidurnya.


"Jadi begitu ya tidak apa-apa, lagian aku tidak memiliki keluarga lagi didunia ini, mereka membuangku rumah bordil dan yah aku berakhir begini" Balas Cheng Ning nampak sedikit malu.


Cheng Ning seorang perempuan yang cantik saat besar nanti, namun disaat ini dia hanya seorang perempuan yang kumuh dan tidak memiliki paras yang cantik.


Cheng Ning sangat cantik diwaktu dewasanya, bahkan menjadi pujaan banyak anggota Sekte Aliran Hitam dan termasuk Xiao Feng juga menganguminya.


Itu diwaktu Xiao Feng masih belum menemukan Kitab Dewa Pedang dan diwaktu ia menemukan Kitab Dewa Langit. kecepatakecepatan Kultivasinya sangat cepat dan bahkan bisa menerobos dua tingkatan sekaligus.


Xiao Feng juga pernah mendengar bahwa Cheng Ning hampir kehilangan kesuciannya saat berada di rumah bordil dan berhasil diselamatkan oleh orang misterius. Cheng Ning kemudian dibawa ketempat ini dan yaa seperti yang terlihat.


Xiao Feng kemudian mengobrol dengan Cheng Ning cukup lama, tidak dibutuhkan waktu lama mereka akhirnya menjadi orang yang akrab dan Cheng Ning nampak sangat ngantuk.


"Saudari Ning kamu bisa tidur terlebih dahulu" Kata Xiao Feng sambil duduk bersila ditempat tidurnya.


"Apa yang ingin kamu lakukan Saudara Feng?" Tanya Cheng Ning yang penasaran dengan apa yang ingin dilakukan oleh Xiao Feng.


"Tentu aku ingin berkultivasi dan menyerap pil ini" Balas Xiao Feng sambil melihatkan botol kecil.

__ADS_1


Cheng Ning kemudian faham apa yang dilakukan Xiao Feng dan mengeluarkan botol kecilnya juga. Cheng Ning melihat botol kecilnya dan mengeluarkan satu Pil.


"Saudara Feng ini kuberikan padamu" Kata Cheng Ning memberikan pil kecil ketangan Feng.


"Tidak perlu Saudari Ning, aku sudah punya dua" Balas Xiao Feng sedikit terkejut karena Cheng Ning memberikan satu pil kepada Xiao Feng.


Dulu Xiao Feng yang diberikan sebuah pil tidak tahu harus apa dan hanya didiamkan hingga berkumpul sekitar puluhan.


"Tidak apa-apa Saudara Feng, aku melihat bahwa kamu membutuhkan pil ini dan bisa dihitung sebagai investasi dimasa depan" Kata Cheng Ning sambil menaruh Pil itu ditangan Xiao Feng dan kembali ke kasurnya.


Kasur Xiao Feng dan Kasur Cheng Ning berada tidak jauh. kasur mereka hanya berjarak sekitar dua meter dan perlu beberapa langkah untuk menuju kasur ini kekasur itu.


Xiao Feng menundukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih karena Cheng Ning bisa melihat bahwa Xiao Feng membutuhkan lebih banyak Pil.


Xiao Feng ingin segera mempelajari halaman pertama dari Kitab Dewa Langit dan juga segera menjadi kuat karena dalam beberapa tahun kedepan ada kejadian yang menarik.


Xiao Feng ingin segera menjadi Kultivator yang kuat dan segera mendapatkan misi agar bisa keluar dari gua ini.


Halam pertama dari Kitab Dewa Langit adalah Ilmu Langkah Awan yang berguna untuk meringankan gerakan dan menjadikan gerakan itu sendiri menjadi lebih halus.


Langkah Awan dibagi menjadi tiga bagian disetiap bagian ada 3 langkah, bagian pertama awal mula untuk meringankan tubuh, bagian kedua penguasaan untuk mempercepat langkah dan bagian ketiga kesempurnaan untuk berlari secepat angin.


Xiao Feng dulu telah memplajari sampai ketingkat tiga dan kecepatan larinya bisa dibandingkan dengan Kultivator ternama.


To Be Continued


Makasih Readers yang sudah membaca Novel saya jangan lupa Like sama Komen dan Favorit ya Readers makasih 😁😁

__ADS_1


__ADS_2