
Andra selalu mendatangkan kesialan untuk ku. lihat saja dia baru memukul ku.
padahal kalau dia tanya wujud apa aku ini? ya aku juga tidak tau. Kenapa bisa berubah wujud secara mendadak, dan seharusnya dia bersyukur karena dengan wujud ini, aku bisa membantu mu kembali tersadar bodoh
tepat ketika dia membuka mata nya, andra melayangkan pukulan ke arah ku. benar-benar beberapa detik setelah dia membuka matanya.
Dia memukul ku ya tepat di wajah dengan tinju nya dan sekuat tenaga. Akibat nya? hidung ku mimisan.
“ LIA.” Teriak ku dan memegang hidung ku.
“ ngaco,lia itu kucing.” Selidik andra.
ayolah andai kamu tau andra!
“ silahkan cari kucing itu.” ucap ku dan mempersilahkan andra mencari ‘lia’ kucing nya.
Andra menelusuri setiap sudut ruang kamar bahkan berjalan meunuju ruang tamu dan dapur masih tetap berusaha mencari.
“ tidak ada kan?”
“ apa yang kau lakukan pada lia?”
“ lia memang mahal dan bagus, tapi dia akan merepotkan mu sungguh.” Andra mengajukan pertanyaan.
“ aku lia.” Ucap ku dengan nada tegas.
Andra memperhatikan ku dari atas hingga bawah dan.
“ oke aku percaya.”
“ apa? Bukan nya tadi?”
“ menurutmu apa ada kucing yang bisa bicara seperti lia?”
“ yah kalau kamu memang lia yang sebenarnya, maaf aku tidak bisa menampung manusia.” Andra meletakkan gagang sapu yang di gunakan nya untuk berjaga sedari tadi.
" dan maaf soal hidung mu." permintaan maaf Andra yang sangat terlambat kalau boleh jujur .
“ kalau aku sudah kembali jadi manusia,aku juga tidak mau satu rumah dengan mu.” Ucap ku menegaskan sambil menatap tajam ke arah kedua mata andra.
" sudahlah lupakan hidung ku." ucap ku sembari menarik sebuah tisu keluar dari tempat nya.
Lalu andra membalas tatapan ku dengan membuang muka nya dan melanjutkan langkah kaki nya menuju dapur. Dia bahkan tidak membawakan es untuk mimisan karena tinju sekuat tenaganya.
Andra terlihat mengambil dua buah gelas, dan mengambil sebuah kotak susu. Lalu menyeduh air panas.
“ duduk lah.” Tawar nya membawa dua gelas susu.
“ selagi menunggu perubahan wujud atau apalah itu, duduk dan minum susu yang ku beli untuk lia kucing ku.”
“kenapa?”
“ apa nya? mempersilahkan kamu masuk dan duduk?”
“ lalu kalau aku mengusir mu apa pantas?”
__ADS_1
“ bohong atau tidak itu urusan mu,yang jelas aku hanya menerima lia dalam wujud kucing.” Andra lanjut menyeruput susu nya.
“ sebentar lagi juga matahari terbit.” Andra melanjutkan.
Aku menggangguk dan meminum susu itu. namun setelah aku meminum susu itu dan meletakkan gelas itu di meja, kepala ku terasa pusing dan pandangan ku sedikit kabur.
“ hey?” terlihat andra melambaikan tangan nya walau tidak begitu jelas.
Pluk
Ku buka kedua mata ku, saat ku sadari aku berada di pangkuan andra? kenapa aku bisa di pangku?
“ kamu benar lia kucing ku.” andra menatapku
“ ku..ci..ng?”
“ ah tadi itu mendadak wujud mu berubah menjadi kucing.”
“ wosh lalu wesh dan bom tiba-tiba saja pandangan ku tertutupi lalu jadilah begini” jelas andra. aku mendengarkan penjelasan andra dan cukup terkejut dengan cara andra menjelaskan itu.
Ping
Sebuah notif terdengar dari handphone yang berada tak jauh dari tempat kami.
Andra mengambil handphone itu lalu membaca notifikasi yang tertera di layar.
‘andra kemarin habis dari rumah ayah?’
‘ iya,bi ‘
Lalu percakapan berakhir.
Andra meletakkan handphone itu dan nampak seperti kebingungan. Andra bahkan berdiri dan berjalan kesana-kemari sambil memegangi kepala nya.
“ kenapa sih?”
“ bukan nya kamu seneng kalau bibi kamu dateng?”
“ dari kemarin bilang bibi…bibi… kayak orang kesetanan.”
“ sekarang di datengin malah kayak gini??” ucap ku kebingungan.
“ duh kamu itu gak paham lia. Kalo bibi dateng liat kamu gimana?” andra berbicara sambil menatap ku panik.
“ bibi itu ya, gak tau aku punya kucing. Terus nanti kalau bibi tau aku di pukul ayah kan jadi panjang urusan nya.”
“ terus kenapa an?” aku tetap tidak paham dimana letak masalah nya.
Andra diam lalu menggangguk kan kepala.
Panjang umur, kami baru membicarakan bibi andra. dan terdengar ketukan di pintu rumah. Andra langsung melesat menuju pintu.
Mencari kunci dan membuka pintu itu. aku mengekori andra dari belakang dan melihat wanita yang andra panggil bibi itu.
Bibi andra, sekilas mirip mama andra. bibi itu terlihat membawa sebuah tas jinjing hitam dan beberapa sayuran. Kemudian bibi melangkah masuk.
__ADS_1
Bibi itu diam, dan menatap ku keheranan. Pasti pertanyaan yang terlintas itu ‘ kucing siapa ini?’ atau ‘ apa sekarang andra punya kucing?’ aku membalas tatapan bibi. Berjalan mendekati bibi, dengan maksud menjelaskan bahwa aku ramah dan jinak juga sangat baik kepada andra.
“ ah itu peliharaan andra baru-baru ini.”
“ bersih,jinak,anti rontok.dan mandiri bi.” Tutur andra.
“ oh yasudahlah.”
“ betul jadi bibi tidak perlu takut.” Celetuk ku.
“ ANDRA, DIA BUKAN KU-CIN-G ITU
BICARA????” suara teriakan keluar dair mulut bibi.
Andra menepuk pelan jidat nya dan menatap ku tajam. Aku membalas tatapan itu dengan tatapan keheranan.harusnya aku yang bertanya, bagaimana bisa bibi itu mengerti yang ku katakan.
“ ee bi, ini kucing memang sedikit berbeda bi. Lia ini datang nya tiba-tiba saat andra masih sekolah dan ikut andra pulang ke rumah. Karena gak tega akhirnya andra pelihara.”
“ terus bi,lia ini juga gak bisa makan-makanan kucing, jadi lia harus makan makanan manusia.”
“ tapi bibi gak perlu khawatir,karena meski makan makanan manusia lia gak akan sakit.” Andra berbicara panjang kali lebar.
“ intinya, lia kucing kamu itu ajaib andra?” bibi membuat sebuah kesimpulan.
“ betul bi.” Ucap andra sambil di barengi anggukan kepala ku dan andra.
“ mana ada kucing ajaib andra?”
“ ada.” jawab ku dan andra berbarengan.
“ haish, sudahlah suka-suka kamu.”
“ bibi berangkat pagi sekali kesini.”
“ yang penting ayah jangan sampai tau soal ini.” bibi memperingatkan.
Kemudian bibi kembali berjalan masuk. aku dan andra berjalan mengikuti di belakang nya.
“ kamu pake keceplosan.” Andra berbisik.
“ ya keceplosan siapa yang tau an.”
“ haduh lia,kamu itu tau bibi kan sudah tua,kalau bingung gimana?” andra tetap menyalahkan lia.
Hingga kami sampai ke dapur, dan perbedatan itu masih berlanjut. Hingga bibi mulai memasuki wilayah dapur dan memutuskan untuk memasak sarapan untuk kita.
“kalian daripada bertengkar dan bisik-bisik gitu, bantu bibi.”
“ dan kamu andra, kenapa ini gelas bekas susu gak di taruh kotoran?”
“ jorok sekali, ini juga kenapa ada dua gelas?”
“ kamu minum dua gelas susu?”
“ ada-ada saja.” Bibi terus mengomel dan andra hanya bisa diam terpaku.
__ADS_1
Yah itu memang bayaran ku untuk melakukan pekerjaan ini bukan?