
Pagi-pagi sekali andra sudah mulai merusuh.
Lia terlihat menyipitkan kedua mata nya,mencoba kembali tertidur. Namun seperti nya usaha nya tersebut gagal total, karena andra masih tetap sibuk membuka lemari dan mengambil barang-barang nya.
“ aku bilang siapin dari jauh-jauh hari.” Lia akhirnya terbangun,lebih tepat nya gagal memejamkan mata.
Hening tak ada jawaban dari andra. lia berjalan mendekati salah satu kaos kaki yang di lempar itu dan memungut menggunakan mulut nya. lia letakkan benda itu di hadapan andra. lalu melengos pergi.
“ oh, ya terimakasih.” Ucap andra sambil menoleh sedikit ke arah lia, dan melanjutkan persiapan yanag sangat terlambat.
Lia berjalan menuju meja belajar dan melirik jam digital di atas meja itu. waktu menunjukkan pukul 3.00 pagi. Dan seharus nya lia masih tidur dan bangun saat mereka akan berangkat.
Tapi ini, lia cukup yakin tidak sempat sarapan. Padahal sudah lia ingatkan untuk menyiapkan surat izin,barang-barang,baju dan camilan beberapa hari sebelum nya, 4 hari malah.
Tapi andra baru kemarin pagi berangkat membawa surat izin nya, berharap di tanda tangani ayah nya. alhasil ya pagi-pagi saat hari baru berganti, lampu rumah sudah menyala dengan segala keributan di dalam nya.
Lia melirik andra terlihat gupuh membawa handuk di pundak nya dengan baju di kedua tangan nya langkah andra terlihat sangat buru-buru hingga ia meloncati tas ransel besar yang akan ia bawa,alih-alih menaruh nya di pinggir.
Lia melihat itu menyingkirkan tas yang ternyata lumayan berat namun sangat berat bagi seekor kucing.
"saat seperti ini aku butuh wujud manusia ku, tapi lihatlah lia malah bersusah payah mendorong tas ini." keluh Lia.
berapa sih upah lia perhari saat tinggal dengan manusia ini?
Ya begitulah kejadian pagi ini. padahal sudah di ingat untuk menyiapkan barang bawaan saat mereka berdua membeli camilan tapi kuping baja dan kepala batu. Sudah kuping nya baja, kepala nya batu pula, double protection? Tidak heran andra kuat mental. Ah tidak,tarik lagi ucapan kata-kata barusan.
...
..
.
“susu an.” Seru lia menatap susu kotak kecil yang ada di etalase.
Andra membalas menggeleng dan memilih mengambil mie instans cup seduh.
“ ini lebih praktis saat kemah kau tau?’ andra mengambil mi itu dan memasukkan dalam keranjang belanja yang di pegang nya.
Siapa sangka,ayah andra cukup loyal, saat mendengar anak nya akan menghadiri kemah sekolah, ayah langsung memberi tanda tangan dan memberi andra sebuah amplop yang bisa di tebak sendiri apa isi nya.
Andra melihat itu menatap ragu uang itu tetap mengambil nya. tapi tetap tidak di gunakan.hanya di ambil saja,seperti formalitas?
“ kok di taruh?” lia bertanya pada andra.
__ADS_1
“ haram.” Andra membalas singkat dan berjalan ke arah pintu keluar rumah menuju supermarket terdekat.
Lia terdiam melihat itu.
“ ada banyak, mau? Cuman haram.” Andra membalas arti tatapan lia dan mengunci pintu rumah lalu Bersiap menaiki sepeda menuju supermarket.
Sesampainya di sana andra merogoh saku nya mengluarkan amplop dari bibi lin yang berisi sejumlah uang. Remaja memang tidak berpenghasilan kan.
Andra terlihat memilah-milih makanan yang akan dia beli, berbeda dengan lia yang menatap kulkas es krim dan tempat susu dengan mata berbinar.
“ es atau susu.” Ucap andra cepat menatap lia.
“ 2in1?” lia menawarkan.
“ bukan 2in1 tapi 2ini2.” Andra menolak dan lanjut berjalanan.
Andra berhenti di depan tempat mi instan dan memilih mana yang akan ia bawa nanti.
Di tangan nya terdapat dua rasa mi kuah. Ayam bawang dan kari ayam.
“ ayam bawang kapan hari enak.” Lia memberi saran tanpa di minta.
Andra menggangguk lalu memasuk kan mi rasa ayam bawang itu, dan lanjut mi kari ayam.
“ lah kenapa tadi bingung?” lia terlihat kesal melihat sikap andra.
Lalu melanjutkan langkah mereka menuju tempat sabun dan shampo.
“ 2in1 an” baru sampai lia sudah menunjuk label 2in1 atau sampo dan sabun.
“ diskon ya?” celetuk andra yang tanpa pikir panjang mengambil produk itu, terlihat menyedihkan bukan?
Andra membawa keranjang itu menuju kasir.
“ hari ini ramai ya?” andra bertanya ketika melihat kondisi kasir yang ramai di hari kerja.
“ lumayan, pindah kasir bagian kanan aja an.” Lia menunjuk bagian kasir yang baru di buka untuk mengurangi antrean.
Andra menggangguk dan menuruti saran lia.
Padahal sedari tadi banyak orang memberi pandangan aneh. Siapa yang akan berbicara degan kucing.
“ mereka kenapa?” lia bertanys saat diri nya menyadari banyak pasang mata yang menatap mereka.
__ADS_1
Andra menaik kan bahu sebagai balasan.
Saat nya membayar.
Andra memindahkan keranjang itu ke atas kasir dan mengeluar kan satu persatu produk di dalam nya. andra menyadari, ia lupa mengambil susu untuk lia. Dan seperti nya lia menyadari hal itu juga, akhirnya tatapan mereka bertemu. Dan lia menatap andra tajam dengan mata yang memicing.
“ nah ambil” andra melihat sebuah susu yang berada di dekat kasir dan menyuruh lia mengambil susu itu.
“ kucing nya kak?” hal itu membuat andra menoleh ke sumber suara yang tak lain adalah penjaga kasir.
Andra hanya menggangguk-angguk sebagai balasan.
“ kucing nya bisa ngomong ya?"tanya penjaga kasir itu tiba-tiba.
“ tips punya ikatan batin kak, kucing saya susah sekali di ajak bicara, bermain saja jarang.”
“ apa nya yang ikatan bain.” Lia datang sambil meletakkan sekotak susu di kasir.”
“ hstt” andra meletakkan jari di bibir dan menyuruh lia diam.
Penjaga kasir itu hanya tertawa melihat
tingkah mereka. Kedepan nya ingatkan andra untuk bertingkah sewajar nya.
Di pintu keluar,andra menenteng tas kresek berisi belanjaan tadi.
“ kita berjalan jauh untuk mendapatkan supermarket ramah hewan.” Mendadak andra mengungkit hal itu.
“ kiti birjilin jiih intik mindipitkin sipirmirkit rimih manusia.” Lia menekan kan kata manusia.
“ kamu gak liat itu mbak-mbak dan pengunjung lain ngeliat kamu kayak pasien odgj kabur?” sindir lia.
Andra tidak membalas dan memutuskan berjalan menuju tempat ia memarkir motor nya.
“ dan jangan lupa apa yang bibi katakan.” Ancam lia. Karena jauh Andra memutuskan naik motor,sebetulnya mau naik sepeda dan memilih supermarket yang dekat, tapi tidak boleh membawa hewan ke dalam.
“ berisik.” Andra mengelak dan melanjutkan langkah nya.
...
..
.
__ADS_1
Kini lia berjalan menuju meja makan dan melihat andra sedang memakaikan kancing baju nya serta menyisir rambut nya. lia menatap andra dan berharap segera selesai dan menuangkan segelas susu untuk nya. karena lia di bangunkan secara paksa dan itu tidak adil, seharus nya lia masih tidur. Dan lagi lia yakin tidak akan ada makanan subuh-subuh begini, matahari saja baru terbit sebentar.
Seperti nya andra masih harus mengantar lia menuju rumah bibi lin dan seperti nya lia akan lemas pagi ini karena kurang tidur dan kurang makan.