Lia The Cat

Lia The Cat
chp-20


__ADS_3

sebuah pulau, di Indonesia.


Terdapat ladang penuh dengan jagung. Jagung itu besar, tinggi dan banyak. Cahaya pagi matahari membuat suasana yang cocok untuk bermain.


Seorang gadis kecil mengenakan kaos dan rok tutu. Gadis itu bermain di ladang itu, bermain menelusuri lebat nya jagung.


“ kakakk diimanaa.” Nampak nya gadis itu memanggil kakak nya.


Langkah gadis itu semakin cepat,hingga erlihat seperti setengah berlari. Seiringan dengan langkah kaki nya,gadis kecil itu menolehkan pandangan melihat sekeliling. Di antara lebat nya jagung. Gadis kecil itu berhenti, mata nya membulat dan senyum terukir di wajah nya.


“ kak EL!” seru gadis itu lantang.


Kaki mungil nya mempercepat langkah agar bisa menghampiri seorang anak Perempuan yang berdiri di antara lebat nya jagung.


Anak Perempuan itu terlihat terkejut, si gadis berhasil menemukan nya. sebuah senyum usil terlihat di wajah nya. saat gadis kecil sedikit lagi tiba dan menghampiri anak Perempuan itu.


Dengan cepat anak Perempuan itu membelokkan langkah nya dan kembali memasuki lebat nya semak jagung. Gadis kecil itu berhenti dan menghela nafas. Wajah nya terlihat sebal.


“ woaa curang kak El!!” teriak gadis kecil itu dari tempat nya berhenti.


Terdengar balasn tertawa lantang dari kejauhan. Suara tawa milik anak Perempuan itu. gadis kecil itu menegakkan tubuh nya dan Bersiap mengejar anak Perempuan itu.


Sang gadis tidak mau lagi berjalan, ia lebih suka berlari. Gadis itu berlari berusaha menyamai langkah kaki nya dengan anak Perempuan.


Mereka kembali bertemu. Anak Perempuan di depan dan si gadis kecil masih berusaha mengejar anak perempuan itu.


Mereka masih mengejar satu sama lain. Hingga anak Perempuan itu tidak sadar seberapa jauh mereka berlari? Anak itu menengok kan kepala nya menatap sekeliling. Terdengar suara air mengalir dengan samar.


“ kakkk kejauhan ini.” gadis kecil itu berteriak dari belakang.


Si anak tidak membalas dan masih fokus berlari, justru langkah nya semkain cepat. Gadis kecil melihat itu semakin kesal dan ikut mempercepat langkah nya.

__ADS_1


Mereka masih berlari, namun bukan ladang jagung yang mengelilingi mereka. Tapi sebuah hutan dengan pohon-pohon yang memayungi nya pohon itu menutup sinar mentari yang masuk,membuat Cahaya masuk melalui sela-sela padat nya pohon.


Anak Perempuan menghentikan langkah nya. di susul gadis kecil. Anak itu berjalan mendekati Sungai. Gadis kecil itu mengikuti dengan satu alis yang di naik kan.tanda kebingungan.lalu si anak mencari sebuah akar pohon. Anak Perempuan itu duduk di salah satu akar pohon. Ia melepas kedua alas kaki nya.


Mencelupkan kaki nya, berendam masuk ke dalam air. Menggerak-gerak kan kedua kaki kecil nya itu ke sana kemari, membuat arus kecil.


gadis kecil itu mendekati si anak. Meski dengan raut kebingugan, gadis itu menyingkap rok nya, dan duduk tepat di samping anak Perempuan.


Gadis itu melakukan persis apa yang di lakukan si anak. Di lepas nya alas kaki, mencoba mencelupkan kaki ke dalam air, yang ternyata dingin. Gadis itu buru-buru menarik kedua kaki nya keluar dari air.


“ dingin ya? hahahah maaf maaf.” Anak Perempuan itu menatap si gadis.


Gadis itu memasang raut wajah kesal dan mengerucutkan bibir nya. gadis kecil sedng kesal. Sejak tadi kakak nya mengerjai nya.


“ maaf deh, ngambekan ih kamu.” Anak Perempuan itu menarik pipi si gadis kecil layak nya mochi.


Kemudian tangan anak itu mencari sesuatu. Tangan nya meraba-raba tanah yang ada di sekeliling nya. karena tak menemukan apa yang ia cari, anak ini mengeluarkan kaki dari air dan beranjak berdiri.


Anak Perempuan itu menyusuri sekitar Sungai, berjalan perlahan hingga sang anak menemukan apa yang ia cari. Anak itu berjongkok dan mengambil sebuah bunga. Bunga berwarna pink, ukuran nya kecil.


Anak itu berbalik dan menghampiri gadis kecil yang sedari tadi memperhatikan nya. kemudian duduk di dekat gadis itu. anak Perempuan memutar hadap nya menyamping.


Anak ini menatap gadis kecil itu. gadis itu memberi wajah keheranan


Bunga pink yang berada di tangan nya tadi, ia pasangkan di telinga gadis kecil. Gadis itu terdiam terkejut. Kemudian, anak itu memberi beberapa tangkai bunga pink kepada si gadis. Lalu merendahkan kan tubuh nya sedikit, menatap gadis itu dan memberi isyarat agar bunga itu terpasang di salah satu daun telinga nya.


Gadis itu mendekatkan tubuh nya dan memasang kan bunga pink itu.


“ sudah hihi.” Suara tawa terdengar dari mulut gadis kecil.


Anak Perempuan itu,menyibakkan pelan rambut panjang nya. dan membetulkan postur tubuh nya kembali ke posisi semula. Menatap mata gadis kecil itu dan tersenyum lembut.

__ADS_1


“ sudah gak ngambek lagi lin?” anak itu bertanya dan mendekatkan wajah mereka.


Anak itu mengikis jarak antar kedua nya , menyentuh hidung gadis kecil itu dan mempertemukan hidung mereka. Menggesek pelan hidung nya dengan milik sang gadis. Anak itu memejamkan mata nya, di susul dengan tawa kencang milik gadis kecil.


Gadis itu pun bangun dan berjalan memasuki Sungai. Menjinjing sedikit rok nya dan melempar air Sungai ke arah anak itu. anak Perempuan yang terduduk diam adi, menoleh dan menatap tajam adik nya. kali ini ia menggulung celana yang di kenakan nya. masuk ke dalam sungai menyusul gadis kecil.


Prat.


Suara cipratan air.


anak itu membalas cipratan gadis kecil dan mengejar nya. gadis itu membalas cipratan dengan cipratan. Mereka berdiri berjauhan, takut pulang-pulang baju nya basah. Padahal sudah pasti basah. Anak Perempuan itu menyiprati gadis kecil dengan air, si gadis malah membuat benteng pertahanan dengan berlari menuju pohon di tepi Sungai. Seolah tidak kapok, anak itu mengikuti kemana gadis itu akan bersembunyi. Memercik kan air dari arah samping. Membuat gadis itu mau tidak mau harus keluar dari persembunyian nya.


Langit sore mulai terlihat. anak Perempuan itu berjalan menuju gadis kecil dan membari isyarat untuk segera naik dan pulang. Gadis itu mengangguk lalu segera naik ke pinggir Sungai.


Gadis itu melepas ikatan di rok yang ia kenakan, begitu juga anak perempuan ikut melepas gulungan celana nya.


“ pulang lin.” Sebuah ajakan terdengar dari si anak.


Gadis itu berjalan menuju anak Perempuan, lalu menarik tangan nya. gadis itu bergandeng tangan dengan anak Perempuan. Gadis kecil dan anak itu, berjalan kembali melewati hutan. Cahaya ke-emasan terlihat terpancar melalui sela-sela pohon.


Gadis itu meyandarkan tubuh nya.


“ berat lin!” tegur si anak.


Sang pelaku hanya bercekikikan.


Gadis kecil dan anak Perempuan itu akhirnya sampai di ladang jagung, dan berjalan di dalam nya. merasa gadis ini berniat melepaskan gandengan tangan mereka, anak ini mengeratkan genggaman tangan nya.


“ gak lin.“ ucap anak itu dengan tegas.


gadis itu hanya menatap sinis kakak nya dan membalas perkataan barusan.

__ADS_1


“ ck gak asik kak El,huuuu.” Ungkap gadis itu kecewa.


__ADS_2