
Pagi itu andra terbangun dan terlihat seperti melupakan sesuatu.
“ haduh apalagi ini kamu libur hey santai.” Lia berucap sambil berusaha memejamkan mata nya kembali.
Andra mengabaikan itu dan tetap berjalan ke kanan kiri dengan langkah tak karuan dan terus mengomel. Karena kesal lia bangun dan menghampiri andra. berhenti tepat di depan andra dan menghadang andra dengan tubuh kecil nya.
“ apa ?” ucap lia kesal.
“ ngunjungi makam mama bodoh.” Andra membalas dan berlalu meinggalkan lia.
Lia terpaku dan berhenti sejenak,seperti berpikir. Lalu menoleh melihat andra, dan ikut panik bersama andra.
“ LOH KOK GAK BILANG?” lia berteriak dan mengejar andra.
Andra berhenti dan melempar.
“ kamu gak perlu mandi.” Andra menjawab dan memasuki kamar mandi.
Lia diam dan mengangguk kan kepala nya,lalu mulai berjalan menuju meja makan. Melompat dan menduduki salah satu kursi. Lia mengetuk kan jari nya ke meja menunggu kehadiran andra.
Kalau di pikir-pikir baru kali ini lia mengunjungi pemakaman ibu andra.
Lamunan lia buyar saat melihat andra berdandan dengan baju penuh warna, sweater oren,celana putih. Lagi pun siapa yang akan memakai sweater berwarna saat mengunjungi makam?
“ he baju itu tidak salah?” lia mengatakan itu sambil menoleh dan menatap lekat andra dari atas sampai bawah seperti pemeriksaan atribut.
“ asal niat ku benar,tidak ada salah nya.” andra membalas dan mulai memasak.
“ mama lebih suka aku bahagia.” Sambung andra
Lalu andra mengeluarkan sebuah cereal dan sekotak susu putih, lalu mendongak untuk mengambil mangkok.
“ siapa bilang kucing bisa makan cereal?” lia menatap andra heran, mungkin di benak nya lia berkata ‘ manusia gila’.
“ nah.” Andra menuangkan susu dan mendorong mangkok itu menuju lia. Hanya semangkok susu tanpa tambahan apapun hanya susu.
Lia tersenyum lebar sangat lebar kemudian meminum susu itu, masih dengan senyum nya yang sangat lebar. Sangking lebar nya kita pasti tau kalau itu senyum paksaan.
“ sama-sama” andra tersenyum lembut. Entahlah dia sadar atau tidak.
Mereka menyelesaikan sarapan ala kadar nya yang penting makan itu. lalu beranjak menuju pintu depan rumah.
“ aku ikut kah?” lia bertanya sambil berdiri di hadapan andra yang sedang memasang tali sepatu.
“ menurut mu?” andra membalas.
Lalu sebuah mobil merah berhenti di depan mereka dan meng-klakson mereka beberapa kali. Dari mobil itu terlihat sebuah wanita. Ah! Itu bi lin! . dengan kacamata hitam dan baju khas setelan kantor bi lin melambaikan tangan nya keluar jendela,andra membalas lambaian itu lalu membawa lia di tangan nya.
__ADS_1
“ halo lia.” Sapa bi lin.
“ halo bi, kenapa bibi di sini?”
“ bukan nya kita naik motor an?” lia mulai kebingungan.
“ andra mana boleh naik motor kalau sim nya belum ada.” bi lin tersenyum dan menatap tajam andra,seperti nya motor di rumah kembali menganggur. Beberapa kali andra menggunakan motor meski sudah di larang lia.
Bibi melajukan mobil di jalanan dan meninggalkan kompleks perumahan itu.
“ bunga andra ambil semua ya bi.” Andra bertanya sambil celingukan mencari bunga yang ia titipkan sebelum bibi nya menjemput.
“ jok belakang.” Bibi mengangguk.
Andra membawa keranjang bung aitu kehadapan lia dan mengeluarkan bunga di dalam nya,hanya untuk melihat.
“ kalian suka sekali warna-warni.” Lia terheran saat melihat bunga yang warna nya banyak jenis nya. tidak seperti bunga pemakaman yang umum nya Melati.
Lalu andra merogoh keranjang bunga itu lebih dalam dan melihat bunga berwarna anyelir berwarna merah dan Melati.
“ kenapa anyelir an?” lia menanyakan anyelir karena,mungkin Melati adalah bunga kesukaan ibu andra dan bisa saja untuk mengharumkan bukan?
“ rhs.” Balas andra dan meletakkan satu jari nya di mulut.
Mobil berhenti dan bibi lin membuka kunci mobil nya.
“ kabari kalau sudah pulang .”
Andra membawa keranjang bunga itu dan lia berjalan di bawah mengikuti nya.
Cit
Langkah andra terhenti,begitu pun kaki nya menghentikan langkah lia.
“ ada ayah.” Andra terlihat terkejut.
“ terus?”
“ kemarin ayah tau aku punya kucing,entah darimana.”
“ ayah marah sekali,jadi kalau ketemu kamu bisa jadi kucing panggang.” Andra menjelaskan.
Tepat saat andra menjelaskan tatapan mata mereka saling bertemu.
Andra menatap lia dan memberi tanda dengan jari nya untuk segera pergi. Ayah berjalan mendekat.
“ kau tidak menghormati ibu mu?” ayah andra sampai dan kini berdiri di hadapan andra yang sedang memegang bunga.
__ADS_1
“ ayah kenapa disini?” andra tidak menjawab dan kembali bertanya.
“ ini makam istri ku juga.” Balas nya cepat.
“ oh soal baju itu terserah andra.”
“ hahahaha kaku sekali nak.” Ayah andra menepuk pelan pundak andra. pelan? Seperti nya tidak,andra terlihat mengernyitkan dahi.
“ sudahlah kita akan mengunjungi ibu mu,dia pasti tidak suka melihat kita bertengkar begini.”
Lalu ayah andra melangkah lebih dulu. Andra diam tak mau membalas.
“ benar mama pasti tidak suka,begitulah mama.”
Andra ikut berjalan di belakang ayah nya,saat di kejauhan mata nya menangkap seekor kucing yang tertangkap basah sedang mengintip ke arah mereka berdua.
Langkah ayah terhenti,membuat andra menghentikan juga langkah nya.
“ kucing ini hitam sekali.” ucap ayah andra dan berjalan mendekati kucing itu.
Andra melihat itu membulatkan mata nya menatap lia.
“ayah,nanti bunga nya layu.” Andra menepuk punggung ayah nya yang hendak berjongkok itu.
Ayah menggangguk dan berjalan lagi.
“ yah kau benar.”
Andra berjongkok di hadapan makam itu lalu mencabuti rumput nya, di lirik nya sang ayah yang berdoa sejenak dan mengelus nisan makam istri nya. kemudian beranjak dan menepuk pundak andra dua kali,berjalan pergi. padahal kuburan itu banyak rumput nya dan terlihat mulai kotor,dan tidak segar.
Andra tetap fokus mencabuti rerumputan yang mulai tumbuh di makam itu,berdoa,dan menabur bunga dan mengeluarkan bunga anyelir merah dari keranjang bunga.
“oh apa itu bunga kesukaan mama mu?” lia mendadak muncul saat andra tengah merogoh keranjang mencari bunga itu.
Andra meletak kan bunga anyelir merah, lalu mengecup sekali nisan makam itu kemudian bangun dan membersihkan celana putih yang sedikit kotor terkena tanah.
“ anyelir merah itu punya arti,tentu kamu tidak tau.” Andra menjawab.
“ arti nya itu arti nya aku tidak akan melupakan mu dan lagi bunga ini sedikit pucat.”
“ jadi itu juga berarti aku menyayangi mu.”
“ karena menurut mama, meski tidak ada raga tapi ada jiwa.” Andra melanjukan.
"kah mungkin juga harus menemukan bunga kesukaan mu." Andra sedikit bercanda.
“ romantis kan aku?” lal andra bertanya sambil terkekeh.
__ADS_1
Kemudian andra berhenti sejenak dan menatap penjual kaki lima yang seperti nya menjual es krim di seberang. Kemudian di lirik nya lia, sesuai dugaan lia juga sadar penjual es krim itu. bahkan andra ragu apa lia tadi mendengar nya?
“ lets grab some ice.” Andra tiba-tiba menganggkat lia dan memasukkan lia ke dalam keranjang bunga kosong itu.