
Aku melihat ke sana kemari, dan menangkap andra yang sedang bermain handphone ya, sudah satu minggu lama nya sejak insiden terakhir itu.
Libur alias izin yang di berikan pada andra malah membuat andra diam dan hanya berguling-guling. Lebih tepat nya tidak ada kegiatan sama sekali dan hanya makan,tidur,main game, setidak nya andra masih belajar.
Ku lihat andra bangun dan berjalan melihat kalender. Membuka lembaran kalender itu dan meniti setiap tanggal yang ada di sana.
“ ngapain?” tanya ku penasaran melihat kegiatan andra.
“ ngecek kalender.” Balas nya singkat.
“ bukan itu, maksud nya ngecek buat apa?” aku kembali bertanya.
“ mingdep ada kemah nih.” Ucap nya terdengar bersemangat.
“ lia bobok di rumah bi lin dulu ya.” andra sengaja atau tidak membuat imut suara nya.
“ biasa aja kali kalo ngomong.” Sindir ku pada nya.
Andra tidak membalas dan kini fokus nya beralih menuju handphone di tangan nya. andra membuka grup chat kelas nya dan melihat lampiran berbentuk pdf yang di kirim wali kelas nya.
Aku memajukan kepala ku memasuki sela-sela pergelangan tangan andra. mengintip apa yang ada di lampiran itu. omong-omong aku jadi berpikir, apa semua kucing bisa membaca huruf latin? Apakah selama ini mereka juga ikut membaca saat kita membaca? Ah sudahlah.
Terdapat surat persetujuan orang tua, bisa ku lihat perubahan ekspresi andra.
“ pake bi lin aja.” Saran ku pada andra.
Andra menatap ku kemudian beberapa detik dan menggeleng lalu menatap ku tajam.
“ mana bisa, di kartu keluarga gak ada keterangan wali. Lagian orang tua ku masih ada satu.” Andra berucap sambil mematikan handphone nya.
Kemudian berjalan menuju kamar mandi. Hari itu akhir nya andra mau mandi. Aku tidak habis pikir, apa dia mandi kalau merasa perlu saja?
__ADS_1
Siang ini jujur saja aku belum makan apapun. bahkan aku juga belum minum. Sedikit mengesalkan saat kamu harus mengeong hanya karena minum air,jadi jangan lupa sediakan minum untuk anabul mu.
Aku menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup dan memutuskan mengalihkan pandangan menuju kasur. Aku berjalan mendekati kasur itu dan merebahkan diri ku di atas nya. menunggu manusia itu lama sekali.
Pandangan ku tertuju pada langit-langit atap kamar ini. aku baru memperhatikan langit-langit kamar ini juga bersih. Maksud ku tidak ada debu,sarang laba-laba dan kawan-kawan nya.
Kamar mama andra juga bersih, aku juga baru tau andra punya asma. Apa informasi yang di berikan pada ku waktu itu kurang lengkap nya? beberapa informasi baru ku ketahui.
Contoh nya saja penyakit asma andra, lalu soal bibi andra itu,dan ayah andra yang ternyata benar-benar bisa memukuli anak nya sendiri. Kupikir itu sudah tidak terjadi karena andra tinggal terpisah dengan ayah nya.
Dan satu lagi,gadis yang ada di foto saat andra masih kecil. Siapa gadis itu? apa itu teman andra? di foto itu andra tersenyum,entah perasaaan ku saja atau memang hanya di foto itu dan foto berdua bersama mama nya. hanya kedua foto itu andra tampak tersenyum. Bukankah kalau gadis itu bisa membuat andra tersenyum aku harus mencari nya? lalu kenapa mereka berpisah? Mereka terlihat dekat di foto itu. ingin sekali ku baca buku yang waktu it uku temukan di dalam laci kamar mama andra. aku yakin itu buku harian mama nya. tapi nasib, andra sendiri melarang.
Agak lama aku menunggu dan andra akhirnya keluar dari kamar mandi. Andra berjalan menuju kaca lalu mengambil sisir. Aku tau apa yang terjadi selanjut nya. aku tidak ingat andra sepercaya diri ini, ini sudah termasuk terlalu percaya diri.
Andra melihat kaca dan menyunggingkan senyum percaya diri nya sambil menyisir rambut nya. manusia ini huft.
“ oke,sarapan kita.” Andra berucap sambil meletakkan sisir itu kembali lalu berjalan menuju dapur.
Andra melanjutkan mengambil beberapa suing bawang, garam, penyedap rasa, minyak,gula. Kemudian andra berjalan menuju tas hijau pemberian bibi lin. Penuh dengan bahan makanan.
Setidak nya satu minggu terakhir makanan ku terjamin, terimakasih bibi lin.
Andra mengambil sosis dari dalam tas itu. kemudian mengambil kangkung yang tadi ia cuci. Andra berjalan mendekati ku dan mulai duduk di hadapan ku dengan sebuah mangkok besar.
Kemudian ia mulai memeik kangkung itu satu persatu, aku melihat andra melakukan satu persatu membuat ku bersimpati dan ingin membantu.
“ stop there.” Beberapa langkah sebelum tangan atau kaki ku, menyentuh kangkung itu.
“ lia kalau kamu mau makan, diam dan amati saja.” Andra melanjutkan perkataan nya.
Aku menatap heran,tujuan ku baik kan?
__ADS_1
“ kalau kamu bantu, aku tidak bisa ikut makan, kamu itu kucing. “ andra masih tetap dengan memetik kangkung.
Beberapa saat menunggu, andra bangun dari duduk nya dan berjalan menuju talenan.
Terdengar suara tak,tak,tak yang berasal dari talenan yang di gunakan untuk memotong sosis.
Andra melanjutkan dengan memotong bawang, kemudian terdengar bunyi kompor di hidupkan. Andra terlihat memasukkan minyak dan menunggu minyak itu memanas, dan masuklah bawang ke dalan kompor itu.
Cukup lama menumis, harum bawang itu keluar, lalu andra memasukkan sedikit air dan melanjutkan dengan memasukkan kangkung.
Andra mengaduk hingga kangkung itu lemas dan layu, memasukkan sosis dan lanjut garam dan penyedap rasa.
Ketika masakan itu sudah matang mengambil piring yang biasa ku gunakan untuk makan,menuang sayur itu dan memotong sosis itu menjadi lebih kecil.
Jangan salah aku sudah mempelajari cara memakan berbagai masakan. Ada untung nya menjadi kucing .
Andra meletakkan piring ku dan piring milik nya lalu kami mulai memakan hidangan itu.
“ mungkin nanti saat aku kemah,kamu di rumah bibi lin.” Suara kecapan terdengr bersamaan saat andra berbicara.
Aku berhenti dan menatap andra tanpa mengatakan apapun, andra juga menatap ku. mungkin ini yang nama nya bahasa kalbu atau batin?
“ aku kemah, siapa yang memberi mu makan?”
“ sudah lah di rumah bibi lin, daripada hanya ku sediakan makanan kucing untuk dua hari.”
Aku berhenti mengunyah dan memberi tatapan tajam pada andra. apa maksud nya makanan kucing? Dia pikir aku ini kucing? Ya benar aku kucing,tapi itu hanya bentuk luar nya, cover,badan nya. tapi jiwa ku ini masih manusia.
“ aku hanya berandai-andai.” Andra melanjutkan ucapan nya masih dengan fokus nya mengunyah.
“ ah nanti kita harus membeli camilan.”
__ADS_1