Lia The Cat

Lia The Cat
chp-19


__ADS_3

Bibi lin melanjutkan mengurus ayam yang di rendam air tadi.


Bibi lin membuang air di panci dan mengeringkan ayam itu. membawa potongan ayam itu dan meletakkan di talenan. Sebuah pisau di tarik keluar dari tempat nya. bibi lin memtong ayam itu menjadi bagian kecil-kecil, kemudian menga,bil satu wadah untuk membuat bumbu marinasi.


Bibi lin mengelap tangan nya dengan lap dapur, dan berjalan menuju rak yang penuh dengan bumbu dan rempah. Terlihat tangan itu memilih beberapa bumbu dan kembali ke tempat ayam berada. Sebuah bawang putih, garam. Lia menetap kegiatan yang bibi lin lakukan,bumbu nya terlalu sedikit.


Bibi lin lalu mengambil wajah dan menuang kan mentega di sana. Melelahkan mentega itu hingga cair dan memasukkan potongan kecil ayam tadi. Bibi lin melakukan itu sampai daging ayam berubah warna menjadi coklat.


Lalu menambahkan minyak wijen dan mengaduk rata dengan ayam. Bibi lin masih tidak melanjutkan kalimat yang tadi dia ucapkan.. bibi lin kini malah fokus membuat susu. Di ambil nya mangkok dan mulai dia menuangkan susu. Lalu lanjut membuat kopi.


Membawa apa-apa saja yang bibilin buat menuju meja makan. Menghidangkan potongan ayam tanpa nasi dan semangkuk susu di hadapan lia. lalu menarik kursi dan duduk berhadapan dengan kucing itu.


Bibi memakan satu suapan. Menelan suapan itu dan dia agak lama. Lia yang awal nya ingin memakan potongan ayam itu, merasa tidak enak dan ikut diam bersama bibi lin.


“ makan aja lia, kok berhenti?” bibi lin bertanya.


Lia mengangguk dan menyambung makan yang sempat tertunda.


“ menurut bibi , kak El itu Perempuan paling yang saya temui setelah ibu saya.” bibi lin melanjutkan perkataannya yang belum sempat ia lanjutkan.


“ kak El?” lia bertanya dengan mulut penuh ayam yang belum sempurna tercerna.


“ kunyah dulu.” Bibi lin mengingatkan.


Lia tertawa canggung.


“ Ellie, nama ibu andra, kakak ku.”


“ kak El, paling tua karena kami dua bersaudara.”


“ keluarga kami dulu berbeda dengan keluarga andra.”


Lia terlihat masih asyik mengunyah, namun terlihat jelas kalau dia juga penasaran.


“ keluarga kami dulu begitu sederhana, bisa bibi bilang tidak berlimpah harta tidak juga kekurangan.”


“ bibi rasa,kecerdasan andra itu dari kak El.”


“ dari dulu juara kelas, bibi saja iri.”


“ kalau ada sesuatu yang membuat kak El tertarik, bisa tidak tidur kakak hanya untuk menyelesaikan itu. mirip andra juga.”

__ADS_1


‘ setidak nya itu lebih baik daripada mirip ayah nya.’ lia membatin.


“ kak El usil dan nakal.”


“ jangan bilang andra ya,kalau bibi cerita ini.” bibi lanjut menyuap sesendok nasi.


“ andra itu dulu waktu kecil, karena emang usil orang nya. kalau bibi tidak salah ingat umur nya mungkin masih 3 tahun. Andra main di sekitar rumah, waktu itu got nya masih ada besar dan belum di tutup. Andra main sama kak El di situ, bibi baru saja datang kesana, niat bibi itu ngingetin kalau udah siang dan panas.”


“ pas bibi sampai sana lah kok andra badan nya udah item item, kak El baju juga item item sampai lengan, bibi kaget lah. Bibi pikir di dorong atau di jahatin. Bibi baru mau nanya mereka malah ketawa.”


“ apalagi andra, kenceng banget ketawa nya, ngetawain mama nya sendiri.”


“ kayak monste,andra bilang gitu. Padahal andra sendiri itu udah ketutup basah kuyup kena air got.”


“ bibi juga heran itu mereka ngapain disana.”


“ tapi meski begitu ya, saya lihat dengan jelas kalau kak El dan andra itu bahagia, hanya karena anak nya masuk got.” Bibi lin meneguk kopi di atas meja.


“ saya tau se-bahagia apa kakak saya ketika andra lahir.”


“kakak saya, orang baik.”


“ jadi saya sendiri ke sana, saya lihat kondisi kakak saya lemas bibir nya itu pucat. Bahkan kakak saya yang kuat itu baru kali ini saya lihat meminta segelas air putih.”


“ tapi sebelum itu, kakak saya menanyakan anak nya.”


“ saya tau, raut bahagia wajah mereka. Andra kalau tersenyum pipi nya menutupi mata nya.”


“lalu kak El juga menjalankan peran kakak dengan baik.”


“ kalau bukan rendra, kak El bisa bertemu dengan kamu sekarang.” bibi lin


mengarahkan pandangan mata nya menatap lia.


Lia yang di tatap bibi lin, jadi Salang tingkah sendiri.


“ tante Ellie itu suka nulis ya bi?” lia bertanya saat diri nya teringat buku harian di kamar ibu andra.


Bibi lin mengangguk, lalu berdiri dan mengambil handphone. Bibi lin menunjukkan sebuah video yang kamera nya tidak di pegang dengan benar.


Di video itu terdapat suara andra dan terlihat mama nya sedang duduk di kursi. Lampu meja belajar itu menyala dan terlihat sebuah buku dan pulpen.

__ADS_1


Di video itu andra lah yang membawa kamera.


“ mama lagi apaa?” andra berucap dengan nada girang, meski video di kamera itu terlihat di rekam terbalik.


“ little boy kamera nya terbalik loo.” Sebuah suara wanita terdengar dari video itu.


Kemudian kamera berganti menampilkan wajah andra kecil yang sangat dekat dengan layar. Andra kecil nampak kebingungan dengan posisi kamera.


“ kamu lihat itu pipi nya penuh kan.” Bibi lin tertawa dan menunjukkan wajah andra yang penuh dengan pipi.


Kemudian kamera berganti dan tertuju pada wajah seorang wanita. Rambut nya di kuncir dan wajah nya terlihat teduh meski sedikit pucat.


Lalu bibi lin mengehntikan video itu. bibi lin menunjuk wanita berwajah teduh dengan rambut yang di urai itu.


“ ini kak El.”


“ ini pas kak El sakit, tapi wajah nya masih terlihat cantik dan meneduhkan.”


Lia mengangguk.


Video itu berlanjut menunjukkan ibu andra yang memutar kamera itu lalu kembali menyerahkan kepada andra. andra menerima kamera itu dan mengarahkan layar menuju ibu nya.


Andra mendekati ibu nya, lalu menyorot tulisan di buku yang belum rampung.


“ mama ini apa?” andra dengan polos dan tak beraturan mengarahkan kamera itu sangat dekat dengan buku, hingga membuat hasil video yang di ambil blur.


“ buku untuk little boy.” Suara lembut menjawab pertanyaan andra.


“ tapi aku belum baca.”


“ belum bisa baca.” Wanita itu mengoreksi ucapan anak nya.


“ biar nanti, andra bisa lihat perjuangan andra waktu belajar jalan.”


“ waktu andra pertama kali ngomong dan bicara ke mama.”


“ supaya saat andra lihat nanti, andra tau kalau andra itu keren. Seperti superman nya mama.”


“ jadi andra nanti inget kalau dulu superman pernah jadi little boy ehehm.” Wanita itu berkata dan mengelus rambut annak laki-laki di belakang nya. terdengar tawa di akhir video itu.


“ bibi juga ingin andra seperti ini lagi.”

__ADS_1


__ADS_2