Lia The Cat

Lia The Cat
chp-14


__ADS_3

Bibi Andra mulai memasak sarapan.


“ bi, ini sup biasanya ya?” andra bertanya sambil mengendus-endus bau yang menguar dari masakan itu.


“ betul,sup telur yang biasa.” Bibi menjawab sambil mengangguk kepala nya.


Tangan nya mengambil bawang bombai,bawng putih,micin,telur, dan tomat. Kemudian mencincang bawang itu menumis nya. lalu memasukkan air ke dalam bekas tumisan itu. memasukkan penyedap rasa dan mengocok telur hingga rata. Perlahan bibi memasukan telur kocok itu kedalam kuah bening. Menambahkan kaldu rebusan ayam beserta ayam nya.


“ bau nya jadi wangi ya.” ujar lia.


“ itu bau dari tumisan bawang.”


“ andra dulu makan nya cuman kuah saja.” Bibi menjelaskan sambil menggelengkan kepala.


“ ya ini sup kolaborasi mama nya sama bibi.” Bibi menengok ke arah andra.


“ dulu itu andra suka lupa makan,lah kok sekarang malah seneng masak.” Bibi andra terdengar keheranan.


“ bi lin!” andra terdengar menghentikan ucapan bibi nya.


“ lin?” lia bingung.


“ oh iya lupa kenalan bibi.”


“ bibi boline.”


“ panggil aja bibi lin.”


“ kok jadi bibi lin?” lia kembali bertanya.


“ itu soal nya dulu andra awalnya panggil bibi itu boline,terus gak tau darimana dia belajar nyingkat-nyingkat nama orang kayak gitu. Akhirnya di panggil lin.” Bibi lin menjelaskan dengan nada sedikit tidak terima,mungkin lebih suka di panggil boline?


“ waktu itu anak-anak panggil andra cuman an aja, a-n.” andra mengeja huruf tersebut.


“ loh an? Kok mirip.”


“ ya kayak panggilan mu.” Andra memotong ucapan lia.


“ jadi terbiasa sampai sekarang. panggil nya yang singkat aja.”


“ lia,omong-omong kok bisa kepikiran panggil an daripada andra.” andra bertanya sambil menatap pupil lia. Mungkin dari awal ia sudah ingin tahu,hanya saja di pendam sendiri.


“ biar praktis.” Jawab lia cepat yang sahut suara tawa dari bibi lin.


“ hah lia ini memang kucing aneh ya.” bibi lin berceletuk.


“ jadi sebetul nya kamu itu apa?” bibi lin bertanya sambil menghidangkan semangkok sup di hadapan lia.

__ADS_1


“ manusia.”


Bibi lin tersentak dan berhenti sejenak.


“ manusia?!?” bibi lin berteriak. Andra dengan cekatan mengamankan dua mangkok sup yang baru bibi lin ambil sebelum jatuh dan tumpah.


“ haduh bi,tadi sudah andra jelaskan kan? Andra meletakkan mangkok sup itu di meja,dan membantu bibi nya agar kembali normal.


“ orang tua mu mana?” bibi lin bertanya sambil menggeser kursi agar ia bisa duduk.


“ hmmm ya, aku tidak tau mungkin seperti bertukar nyawa?” lia menjelaskan dan mulai menyuapi mulut nya dengan sup itu.


“ artinya dari awal kamu itu manusia?” andra ikut bertanya. Lia menggangguk.


“ kenapa bisa menjadi kucing?” bibi lin kut penasaran.


“ bentar kalian percaya aku manusia?” lia menyela topik pembicaraan.


Bibi lin dan andra hanya menggangguk-angguk kan kepala nya dan menatap lia.


“ kenapa?” kin ilia yang keheranan.


“ karena kamu bisa bicara dan andra bilang kamu kucing ajaib.” Bibi lin menjelaskan pendapatnya.


“ kalau aku karena lia bisa bicara dan sejak awal mendekatiku.” Andra juga memaparkan alasan nya.


“ hah.” Lia menghela nafas agak lama,lalu mulai bercerita.


“ waktu itu saat saya mengalami masa terberat dalam hidup saya. Karena saya tidak bisa mengingat apapun. aku ingat waktu itu sore hari dan saya sedang control rutin. Ada seekor kucing berjalan mendekati saya dan berdiri tepat di bawah kaki saya. Lalu kucing itu mengeong sambil menatap saya,disitu pandangan kami bertemu.”


“ karena kasihan,saya membari kucing itu ayam yang saya bawa dari rumah,dan kucing itu memakan nya.”


“ saya pikir hanya sehari kucing itu di situ,rupa nya saat saya kembali besok untuk ambil hasil tes,kucing nya masih ada di situ dan sekarang duduk di kursi tempat duduk ku kemarin.”


“ aku ngasih kucing itu makan lagi, dan aku juga tanya mbak-mbak perawat kata nya ini kucing barusan ada disini.”


“ terus aku lupa alasan kenapa aku bawa kucing nya pulang.”


“ nama nya housie.”


“ housie?” andra berhenti mengunyah.


lia memikirkan beberapa detik sebelum akhir nya menjawab.


“ hmm karena nemu di rumah sakit.”


“ setelah itu kami berteman dan tiba-tiba kucing itu bicara lalu dia mengatakan tentang bertukartempat dan seperti ini akhir nya.” lia mengakhiri cerita nya dan melanjutkan menjilat sup itu.

__ADS_1


“ kamu andra, bagaimana bertemu lia?” bibi lin bertanya.


“ lia mendekati ku pertama kali,kasihan, ku bawa pulang.”


“ saat itu dia hampir ku usir.” Andra menjelaskan dengan nada sedikit sombong? Apa yang dia sombongkan!


“ pada akhirnya juga kamu membawa ku pulang, kamu pikir aku tidak tau kamu mengelus ku malam itu.”


“ padahal sebelum nya kau bilang aku merepotkan.” Lia berucap.


“ haduh sudahlah.” Bibi lin menengahi dan bangkit membawa mangkok kosong, di susul andra yang juga membantu mengambil mangkok lia


“ apa tujuan mu disini?” bibi lin bertanya dan mengeluarkan es krim. Duduk kemudian menawarkan es krim untuk lia.


Lia terdiam sejenak melihat tawaran es krim itu.


“ ku potong dulu.” Andra menghampiri bibi lin dan mengambil es krim itu dari tangan nya.


Bibi lin memicingkan mata menatap andra,kemudian menepuk pelan dahinya. Mungkin bibi lin lupa kalau lia itu kucing.


“ karena kucing itu bilang aku harus menemukan dan menemani andra jika ingin segera menjadi manusia.” Tutur lia. Bibi lin hanya mengangguk paham.


“ andra,kemarin habis di pukul rendra?” bibi lin mengganti topik pembicaraan. Rendra adalah ayah andra.sosok yang selalu Andra panggil 'dia'.


“ sudahlah bi.” Ucap andra membawakan es krim yang sudah terpotong kecil-kecil dan menyajikan untuk lia.


“ itu sudah kemarin,lagipula dia belum meminta nilai semester kemarin.” andra lanjut menjilat es krim nya.


“ luka mu sudah di obati?”


“ sudah.” Andra membelakangi bibi lin dan menunjukkan perban di area pinggang nya.


“ jangan lupa berkunjung ke makam ibu mu akhir pekan.” bibi lin menambahkan.


“ andra mana mungkin lupa mama.” Andra terkekeh pelan.


Kemudian bibi berjalan mengambil tas berwarna hijau yang terlihat besar dan penuh. Bibi mengambil tas itu dan membawa nya. andra melihat bibi lin menggotong tas besar itu bangun dan menghampiri bibi nya dengan rasa penasaran.


“ untuk apa bi?” andra bertanya seraya membantu bibi lin menggotong tas hijau itu.


“ bahan makanan, camilan,vitamin,dan buku resep.” Kata bi lin setelah meletakkan tas itu di dapur.


“ uang juga."


“ uang nya untuk apa?’’ andra bertanya setelah menerima sebungkus amplop coklat.


“ obat asma mu.”ucap bi lin dan mengelus rambut andra.

__ADS_1


“ sudah seminggu ini izin sakit, surat dokter bibi yang urus.”


Bibi lin bergegas membuka pintu dan menyalakan mobil nya.


__ADS_2