
Aku terlahir dari rahim seorang wanita mulia yang bernama Aini, Mamaku terpaksa menikah muda karna kurangnya tanggung jawab seorang bapak atas dirinya
Dari kecil, Aku sudah terbiasa melihat kekerasan didepan mataku, ya.. siapa lagi kalau bukan orang tuaku.
Mamaku sering disiksa dikesaksianku... Papaku tidak peduli apakah aku akan berteriak atau menangis melihat kejadian tragis yang sering terjadi ini.
"Mama! Ma! aku mau sekolaaah, pokoknya besok aku mau sekolaaaah...." rengekku waktu itu ketika baru pulang bermain dengan teman teman sekomplek, mama diam saja, Aku memanggil lagi, "Mamaaaaaa! Maa! aku mau sekolaaaah"
mamapun menanggapiku "Kenapa nak? kenapa tiba tiba kamu ingin sekolah? "
Aku menjelaskannya "tadi dirumah kak indah , dia melihatkan baju baju sekolahnya, bagus bagus maa, ada warna ping juga, kak Salma juga besok mau mendaftar sekolah. Aku juga mau sekolah maaa"
"Kan umur kamu masih 4 tahun, belum boleh sekolah,nanti kalau umurmu sudah 6tahun, kalau sekolah umur 4 tahun, bisa diusir sama pak satpam disekolahnya" timpal mama menahan keinginanku untuk bersekolah.
Tapi aku tetap memaksa, akupun menangis minta minta sekolah.
Malam harinya, aku mendengar suara mama menangis didalam kamar, hmmm aku sudah paham apa yang terjadi, akupun memutuskan jongkok didepan kamar mama (mau nguping)
"Tersarah kau lah, tapi aku tidak akan mengeluarkan uang sepeserpun untuk hal tidak berguna" suara papa terdengar lantang didalam, dan tiba tiba pintu terbuka, aku pun terkejut, papa yang menemukanku sedang berjongkok dan berlinangan air mata didepan pintu bertanya,
"ngapain kamu disini? ngapain kamu nangis?"
"emm, perutku sakit banget, dari tadi... "
aku mengada ngada karna gk mungkin aku bilang lagi nguping.. hmzzz
"sudah makan? " tanya papa lagi,
"udah pa, kayaknya kebanyakan, jadi perutku sakit" balasku, 'aku berpikir kalau aku bilang belum makan, papa pasti marahin mama',
"Kenapa makan banyak banyak? makan secukupnya saja! kau tau nggak, nyari uang buat beli beras tu susah! "
__ADS_1
huhuhu... ternyata aku salah ngomong, harusnya tadi aku nggak ngomong gitu, kan jadi aku yang dimarahin... ๐ญ๐ญ
mama yang terduduk dilantai sudut ruangan hanya melihat aku yang dimarahin papa
Papa lalu pergi dengan mobilnya ditengah malam meninggalkan kami dirumah yang hampir roboh itu, ya! papaku punya mobil, tapi kami jarang dinafkahi dan tinggalpun ditempat yang tak layak, sampai sekarangpun aku tidak tau apa usaha, kerja, atau status papa, kalau aku bertanya papa mau kemana? jawabnya hanya pergi kerja
Keesokan paginya, mama sudah rapih dan memandikanku, lalu mendandaniku...
hehe... aku gk bisa mandi sendiri,,
"kita mau jalan jalan ya ma.? "
tanyaku karna biasanya berpakaian serapi ini hanya ketika mau jalan jalan,
"kita mau daftarkan kamu sekolah, katanya kamu mau sekolah, apa nggak jadi?"
"yey...! jadi lah ma... yeeey, aku sekolah.....! kita cari sekolah yang ada ayunannya ya maa" ucapku kegirangan
"iyaaa"
tapi jangan sembarangan, wanita lembut ini bisa horor kalau aku gak sopan, ngebantah, ngelawan,dll... sebagai bentuk ketegasan disamping kelembutannya.
Kami berjalan kaki jauuuh sekali, beberapa kali aku minta gendong karna merasa lelah akan perjalanan yang seperti tak berujung, mama kuat menggendongku walaupun badannya sangat kurus, dan aku yang gemuk.
perjalanan kami berhenti disebuah sekolah sederhana, muridnya tidak banyak.
"aku mau sekolah disini ma? "
"iya.. kamu mau? "
idiiih... tidak seperti yang kubayangkan, sekolah itu jelek, nggak ada mainannya, lapangannya sempit, gurunya juga nggak cantik ๐๐
__ADS_1
"aku nggak mau... aku mau sekolah yang bagus, yang banyak mainannya"
"Zakia! jangan banyak minta, kalau kamu mau sekolah, ini sekolah yang mama sanggup membayarnya, kalau kamu mau sekolah yang bagus, carilah sendiri..
Yah... akupun akhirnya menurut, apa yang bisa kulakukan kalau malaikat ini marah...
dan aku juga bisa mengerti mama, aku sudah berpikir kritis sejak kecil, aku bisa lebih pengertian daripada anak kecil umumnya, karna hanya aku tempat mamaku curhat tentang kehidupannya, tempat mamaku menangis meski aku hanya diam saja melihatnya dan angguk angguk geleng geleng kalau ditanya..
" Besok sudah boleh masuk sekolah ya Zakiah! kamu suka sekolah ini? โบ๏ธ"
tanya bu Yas , kepala taman kanak kanak perpeta TanjungAlam pada waktu itu
"iya bu.. " balasku pendek, karna aku sebenarnya tidak suka sekolah itu.
Lalu mama dengan bu yas ngobrol entah apalah aku tak peduli, aku duduk bosan mendengarkan cerita ibu ibu itu.
saat itu, bel yang sangat lucu dengan nada anak anak berbunyi, dan perintah di akhirnya adalah Istirahat.
murid murid berlarian keluar, ada yang riang sambil bernyanyi nyanyi tak peduli suaranya fals, ada yang nangis karna ibunya tidak mendampinginya, ada yang berkejar kejaran dengan teman lain, saat itu pandanganku terhenti pada seorang anak laki laki gendut, kulitnya hitam, dia menangis dan dua guru perempuan disebelahnya..
"sudah... nggak apa apa... habis ini kita beli pempers yaa... " ucap salah satu guru yang ada disampingnya, tangannya memegangi celananya yang basah.
tidak... ternyata dia masih suka ngompol...
tidak lama, mama mengajakku keluar dari sekolah itu, kami keluar gang dan keluar ke jalan raya, dipinggir jalan kami berdiri beberapa menit, sambil aku bercerita tentang kejadian yang aku lihat di sekolah tadi, tiba tiba mama melambai lambaikan tangan kepada mobil setengah kotak yang berwarna biru itu, mobil itu berhenti dan kami masuk kedalamnya, didalam mobil sudah ada beberapa ibu ibu, ada yang membawa sayuran, ada setengah tertidur sambil mulutnya menganga, dan ada juga yang sibuk berdandan, mama tiba tiba berteriak kesupir hingga membuatku terkejut, "jam gadang da!" mama memberi tahukan bahwa kami ingin ke jamgadang.
tidak sampai sepuluh menit, kami turun dari angkot itu, dan berjalan menuju bangunan tinggi yang mempunya jam yang besar bagian atasnya~
disana kami duduk sambil menikmati jajanan jajanan yang lewat, lalu kami menelusuri pasar disekitarnya, mama membelikan aku sepatu, kaos kaki, dan tas baru.
aku senaaaaang sekali, aku berterimakasih ke mama..
__ADS_1
sampai dirumah, kami kaget karna tidak biasanya mobil papa sudah terparkir dirumah jam 6sore, biasanya dia pulang sangat malam, atau tidak pulang sama sekali
"darimana kalian? " tanyanya horor menatap tajam ke arah mama.