Liku Liku Kehidupan

Liku Liku Kehidupan
Takut


__ADS_3

Jam 04.50 pagi,


Mobil Ibrahim sudah kembali terparkir dihalaman sebelah rumahnya Aini. Ibrahim turun dari mobil dengan sedikit pusing dan memar memar karna pukulan pemilik club yang Ia kunjungi tadi malam.


Ibrahim dikeroyok oleh pemilik club dan teman temannya karna masih berani memengutang minuman keras padahal bayar hutang yang lamapun hanya beberapa.


Tapi Ibrahim berhasil membawa kabur gadis polos kekasihnya itu. Ibrahim berpikir setidaknya dia berhasil membawa penawar rasa sakit saat dikeroyok tadi.


Saat berjalan menuju rumah, Ibrahim baru terpikir 'kemana akan ku letakkan gadisku ini'


Ibrahim menggedor gedor pintu rumah, beberapa saat munculah Aini dari balik pintu dengan mukenah putihnya yang pakainya.


Aini tidak berkata apa apa, hanya membuka pintu kemudian pergi, Ibrahim yang sedang dalam masalah karna telah membawa kabur gadis yang dimobilnya itu tidak mau mempermasalahkannya karna lelah dengan keadaan yang dibuat buatnya sendiri.


Ibrahim beristirahat dikamarnya sementara gadis yang dibawanya sedang tertidur dimobil.


"Maa.. Papa udah pulang? tanya zakiyah sambil melipat sajadah nya seusai shalat subuh.


"udah, emang kenapa?"


"Oow, nggak... soalnya aku mau ngambil kaos kakiku, kemaren pas pulang lomba aku lepas kaos kaki di mobil karna panas.. trus ketinggalan deh... takutnya dibuang sama papa karna bau .. hehe"


"Hm.. ambil lah.. habis itu masukin ke mesin cuci biar nanti mama cuci sekalian, perlengkapan sekolahmu harus dijaga dengan baik ya...! kita nggak beli baru tiap tahun loh.. kalau sudah gk bisa dipakai baru ganti yang baru..." Aini menasehati Zakiyah panjang lebar mengingat perekonomian yang minimalis.


"siap boss mama" Zakiyah mengangkat tangannya ke depan persis seperti orang hormat kepada bendera.


"cetap! cetup! cetap! cetup!"


Zakiyah berjalan sambil melompat lompat menuju ke arah mobil, rambut panjangnya yang terkuncir menjuntai hingga melewati panggul diayun ayunkannya pula tanda bahagia, tepatnya sedang tidak ada masalah.


Lima langkah lagi sebelum sampai didepan pintu mobil, Zakiyah terpikir


'oh iya, mobil nya dikunci gk ya? aduhh kok aku lupa minta kuncimobilnya sama papa sih... heddeeh... katanya generasi micin emang suka lupaan yah.. hufft..


semoga aja papa lupa ngunci mobilnya, kan papa juga anak micin, hehe...


biar aku gk capek bolak balik'

__ADS_1


 


"Klek"


 


'ih.. beneran lupa ngunci... haha, kan bener.. papa juga anak micin'


Zakiyah tertawa dalam hatinya, sementara wanita kekasih gelapnya Ibrahim mulai terbangun karna suara pintu depan yang terbuka.


Zakiyah lalu naik dan mulai menyelidiki lantai mobil untuk mencari kaos kakinya yang tertinggal.


"Huaaaaahaaah"


Zakiyah seketika merinding mendengar suara orang menguap dari belakang, tubuhnya terasa langsung panas dingin, matanya terbelalak, gerakannya terhenti, matanya berhasil mengeluarkan air yang rasanya seperti mengalir saja tanpa dikedipkan.


"Astaghfirullah.. Astaghfirullah" ucap zakiyah sambil bergetar bibir serta badannya.


Saat menoleh kebelakang, Zakiyah dikejutkan lagi oleh pemandangan asing baginya, tapi takutnya saat itu hilang, kemudian Zakiyah mengelap air matanya yang masih membentuk garis di pipi, Zakiyah merasa sangat malu melihat apa yang dilihatnya sekarang itu, Zakiyah langsung memalingkan wajah kedepan karna malu yang tak bisa dia tahan, sekaligus agak takut karna kenapa wanita yang dihadapannya berpenampilan seperti itu dimobil papanya.


Wanita kekasih gelapnya Ibrahim juga kaget ketika sadar bahwa dia tidak lagi di clubnya tapi disebuah mobil yang sepertinya mobil Ibrahim menurutnya, tapi dia lebih dikejutkan lagi oleh penampilannya sendiri, karna ia baru sadar bahwa celana yang dipakainya sudah tanggal dan kancingan bajunya yang memang terbuka separoh jadi terbuka semua.


'Kemana bang Ibrahim? Apa yang terjadi? Kenapa aku disini?' ucap wanita itu dalam hati sembari memakai kembali pakaiannya dan mencoba mengingat ingat apa yang terjadi semalam hingga dia menjadi seperti sekarang ini?


"Kamu siapa dek?" Tanya wanita itu.


"ehm.." Zakiyah tidak menjawabnya seolah enggan berkomunikasi dengan wanita itu. "Aku mau cari kaos kaki!" ucap Zakiyah agak berteriak tanpa menoleh kearah wanita yang dibelakangnya... karna menurut Zakiyah penampilan wanita itu menjijikan sekali. "Dibelakang ada kaos kakinya Zakiyah gk?" lanjut zakiyah juga tidak menoleh kebelakang.


"hemm.. Ga ada" jawab wanita setengah telanjang ini dengan lembut. "Ini dimana dek?" lanjutnya karna hatinya memang masih sangat bingung.


Zakiyah segera turun dari mobil tanpa menghiraukan kata kata wanita itu lagi.


"memalukan sekali, kalo kakak itu tadi mah bukan anak micin, tapi anak ga ada akhlaq"


Zakiyah marah marah sendiri saat melangkahkan kaki dengan kesal ingin kembali kerumah dan menceriakan kejadian ini ke mamanya.


Saat baru beberapa langkah meninggalkan mobil, Zakiyah melihat Ibrahim yang baru muncul dari balik pintu rumah lalu berlari kecil ke arahnya.

__ADS_1


"Kamu dari mobil?" tanya Ibrahim marah sambil cemas ke Zakiyah sambil mencengkram bahu Zakiyah.


"i... i..yaa.." Jawab Zakiyah gugup dan takut dimarahi papanya.


"Kamu diam saja! Jangan bilang mama! kalau mamamu marah kamu papa pukul!" bentak Ibrahim lalu meninggalkan Zakiyah sambil berlari kecil.


Zakiyah hanya mematung ditempatnya, dia bingung apa yang harus dia lakukan. Zakiyah menoleh kebelakang dan menyaksikan Ibrahim masuk ke mobil dan kemudian menutupnya.


Namun kaca mobil itu transparan sehingga membuat Zakiyah melihat apa yang dilakukan orang orang didalamnya.


"Sayang, kamu adah bangun?" tanya ibrahim sambil tersenyum licik.


"aah.. Sayang... Apa yang terjadi? kenapa aku gk di club, apa yang akan dulakukan bang imron nanti kalau dia tau aku tidak di club? apa kamu udah tebus aku 2 miliyar? kamu dapet uang dari mana sayaang?" bertubi tubi pertanyaan yang keluar dari mulut gadis itu.


"Aku gk nebus kamu sayang... Aku mencuri kamu☺️" ucap Ibrahim tanpa wajah bersalah.


"apaa? bang, kamu gila ya? trus sekarang kamu mau bawa aku kemana? gimana kalau rombongannya bang Imron nangkep kita?


aku gk mau disiksa lagi baaang, kaya mereka nyiksa aku dulu pas kamu bawa aku kel...


"Cup.."


Belum juga selesai Gadis itu menyelesaikan kalimatnya, Ibrahim mengunci bibir gadis itu dengan kecupan lembutnya, dan tampaknya gadis itupun juga menikmatinya.


"Kapan abang menikahi aku?" tanya gadis ini penuh harap, tangannya menyentuh wajah Ibrahim, matanya penuh harap.


\*\*\*\*\*\*\*


"Kenapa papa membawa wanita tak berbaju dimobilnya? apa karna itu papa jarang pulang?" Zakiyah bertanya tanya sendiri.


Kasihan sekali anak ini karna sudah memikirkan seperti itu sendiri diusianya yang sangat tidak pantas.


"idiw,, itu kok papa cium bibirnya... geli banget deh" .Muka Zakiyah mencibit jijik melihat semua itu.


Zakiyah kemudian berlari kecil memasuki rumahnya dan langsung pergi menuju kamar Aini.


"Mamaaa...😭" Zakiyah langsung meraih perutnya Aini, dan dipeluknya sambil menangis terisak isak.

__ADS_1


"Kenapa Zakiyaah?" Tanya Aini heran.


Bantu like komen Vote dan share ya kakak😭


__ADS_2