
Zakiyah kemudian berlari kecil memasuki rumahnya dan langsung pergi menuju kamar Aini.
"Mamaaa...ðŸ˜" Zakiyah langsung meraih perutnya Aini, dan dipeluknya sambil menangis terisak isak.
"Kenapa Zakiyaah?" Tanya Aini heran.
Zakiah hanya menggeleng dan menangis dalam pelukan Aini, mulutnya terbungkam tak sanggup mengeluarkan kalimat yang berdesakan tak tersusun dari kepalanya.
mata Zakiyah memejam erat seolah enggan lagi melihat dunia.
Melihat Zakiyah yang tidak bergumam mambuat Aini semakin heran, Ia berusaha mengingat ingat apa yang terjadi sebelumnya dan menyelidiki sebab mengapa Zakiyah begitu ketakutan seperti habis melihat hantu hingga dia diam dalam tangisnya.
"dzzzzzzz zzzzztttt....."
$uara getaran dari mesin mobil milik Ibrahim membuyarkan lamunan Aini membuat Aini berpikir menerka nerka, apa mungkin Zakiyah habis dimarahi Ibrahim. Entah lah.. intinya Aini sangat bingung.
*******
"Sayang..., Kita mau kemana?" tanya gadis itu dalam duduknya, wajahnya terus memandang kearah jalanan, karna dia memang jarang sekali keluar, gadis ini seperti tahanan di dalam club minum.
"Sudah... diam saja, pakai sabuk pengamanmu." Ujar Ibrahim fokus pada kemudinya.
"Oh iya, Sayang, Aku punya beberapa pertanyaan buat kamu." ucap gadis tersebut dengan nada melemah karna takut.
"Beberapa?" tanya Ibrahim sambil mengerutkan dahinya karna bingung. "Katakan.."
"Yang pertama.. Anak kecil yang masuk ke dalam mobil tadi siapa? Kok dia nyari kaos kaki?" ucap gadis itu memulai pertanyaannya.
__ADS_1
"Ohh itu, anak temenku, kemaren aku dan temanku mengunjungi acara sekolah anaknya, dan kuantar pulang, mungkin kaos kakinya ketinggalan dimobil ini" jawab Ibrahim santai, sepertinya Ibrahim sudah ahli dalam berbohong, menyembunyikan dan mengada ada.. buktinya sudah enam tahun pernikahannya dengan Aini, Aini bahkan tidak mengetahui jika dirinya adalah istri ke dua.
"0oh.. jadi kita tadi kesana cuma buat nganterin kaos kaki anak temennya abang? trus kenapa gk abang bawakan ke dalam? bukankah tadi abang masuk dulu kerumahnya? kenapa anak itu nyari sendiri?"
tanya gadis itu masih banyak ragu dengan penjelasan kekasihnya.
"Emm.. oh.. anak itu.. mm. enggak.. abang kesana mau minta laporan kerja abang sama temen abang, awalnya abang gk tau kalau kaos kaki anaknya ketinggalan, eh.. kebetulan aja gitu.." jelas Ibrahim dengan segala dustanya.
"Laporan kerja? Laporan kerja apa? kok subuh 2 tadi mintanya?" tanya gadis itu semakin curiga.
"ehm.. iya.. dia yang nyuruh subuh subuh datang, kamu curiga apa sama abang? apa kamu masih merasa abang kurang mencintai kamu? Abang sangat mencintai Kamu sayang.." Ibrahim berusaha mengalihkan pembicaraan dengan ungkapan isi hatinya yang hanya dia yang tau, apakah dia benar benar mencintai gadis kekasih gelapnya itu atau hanya pelampiasan, atau karna...
memang dia yang playboy😒
"hmm... bang, a.. aku m...m
"apa? katakan" jawab ibrahim santai.
'aku bisa menjawab segala pertanyaan mu dasar bodoh' batin Ibrahim dalam hati sambil tersenyum licik.
'bagaimana aku akan menanyakan pertanyaan ini... hmm.. pasti bang Ibrahim akan sangat marah, dan berkata apakah aku tidak mencintainya... aku sangat mencintai bang Ibrahim dari awal aku mengenalnya. Tapi dia tak pernah mengakui apa saja yang telah dia perbuat kepadaku selama aku sudah mabuk karna minuman minuman yang dialirkannya kemulutku dan selama ini bang Ibrahim juga memberikanku obat obat yang aku tidak tau apa fungsinya, aku hanya meminum teratur sesuai perintahnya, aku juga dilarang memberitahukannya kepada siapa siapa, apa sih sebenarnya..., kenapa dia.... ah... aku harus menanyakannya! harus...!'
"hei... kenapa melamun?" jari telunjuk kiri Ibrahim mencolek pipi gadis gelapnya itu.
"hmm, bang... Apa abang melanggar janji abang dulu saat pertama kali bertemu denganku?" mata gadis itu mulai menumpahkan butiran bening dan langsung dihapusnya.
"janji? janji apa maksudmu?" sebenarnya Ibrahim ingat dengan janjinya pada gadis itu agar gadis itu menerima Ibrahim sebagai teman malamnya dengan harga sangat murah, dan bahkan tidak membayar.
__ADS_1
"Abang lupa? Abang berjanji gk akan mengambil keperawanan ku sebelum abang menikahiku! apa abang lupa sama janji abang? sebenarnya aku mau menanyakan hal ini saat kali ketinganya abang menjumpaiku di club! saat abang meninggalkan aku pada malam kedua abang menjumpai aku, aku sadar dari mabukku dan merasakan sakit yang sangat sakit pada bagian pinggulku, dan juga aku merasa aneh pada tubuhku!"
Tadi pagi aku terbangun dengan mendapati tubuhku yang telanjang bulat, kenapa pakaianku lepas dari tubuhku?"deraian demi deraian air mata tumpah membasahi dadanya yang terbuka. Ibrahim teringat dia lupa memakaikan kembali pakaian kekasihnya tadi malam karna mabuknya yang belum hilang dan lelah tubuhnya karna habis dikeroyoki pemilik club akibat berani menghutang minuman lagi.
"Aku menerima abang dikamarku dengan harga yang sangat murah dan bahkan kadang tidak membayar, tapi kenapa abang melanggar janji abang?" isak isak tangis panjang membuat gadis itu susah mengatur nafasnya.
Ibrahim sontak kaget mendengar pertanyaan kekasih gelapnya, Ia tiba tiba meminggir dari jalan raya dan berhenti ditengah tengah kebutnya jalanan.
" ICHA PRISISKA " Ibrahim menyebut nama kekasihnya dengan nada menjelaskan. "Nama itu terdaftar dalam buku wanita malam di club ***** , dan tugasmu adalah melayani kebutuhan bathin laki laki yang membayarmu, dan berapapun jumlah uang yang kau terima, itu permintaan dari mu sendiri! Dasar bodoh kau, mana mungkin aku tidak akan menjamah tubuh wanita yang bersedia bermalam denganku dengan pakaian nya yang terbuka.
Aku datang pertama kali ke club ***** hanya iseng ingin membeli minumannya. Kau yang menggodaku pertama, jangan salahkan aku!" Jawab Ibrahim merasa dirinya tidak bersalah sama sekali.
Icha menaikkan nada bicaranya karna tak sanggup mengatur nafasnya, Icha memaksa kalimat demi kalimat keluar dari mulutnya.
"Abang sudah tau riwayat hidupku! Bukan aku yang ingin mencantumkan namaku di buku daftar wanita malam itu! Aku dijual oleh bapakku karna hutannya yang sangat banyak di club cabang bang Imron yang jauh dari kota ini. Aku wanita berhijab yang dipaksa membuka seluruh seluruh pakaianku, aku dipindahkan bang imron ke club cabangnya yang disini karna aku sering kabur disana. karna penjagaan clubnya disini yang lebih ketat, aku hanya disediakan pakaian yang seperti ini, ini pun aku sudah memilih yang paling tertutup diantara banyak pakaian yang disediakan mereka!" Icha berkali kali mengelap air matanya yang berkali kali pula jatuh.
"Aku sengaja menggoda abang, karna aku tahu abang sering berhutang di club itu! aku rasa abang bersedia menerima tawaranku dengan menceritakan kisah hidupku! tapi apa? abang melanggar janji abang! aku tak menyangka bang!" mata icha menyembab karna menangis terlalu lama.
Ibrahim mencengkram dagu Icha dan menghadapkan wajah Icha ke wajah nya!
"Kau! Jangan sok polos begitu dihadapanku! kau tidak mungkin tidak menyadari bahwa aku telah mengambil keperawananmu saat pertama kali! kau bahkan sangat menikmatinya! tak mungkin kau tak pernah sadar saat aku berkali kali menjamah tubuhmu! Dasar Bodoh!" Ibrahim kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan 140 km/jam di jalanan sepi.
"Baang! " Teriak Icha seketika membuat Ibrahim terkejut bahwa Mobil Truk besar pengangkut tanah dihadapannya dengan kecepatan tinggi.
"triiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin"
Bantu Like Share Vote dan Komen yang menginspirasikan yaah...ðŸ˜
__ADS_1