Liku Liku Kehidupan

Liku Liku Kehidupan
Perlombaan sekolah


__ADS_3

Aroma wangi lifebuoy melekat segar di badanku pagi itu bercampur aroma semangat yang membara bara, aku sangat semangat, karna lomba itu hanya untuk pengisi acara, dan acara yang sebenarnya adalah karnafal kelulusan kami seangkatan. hari ini adalah hari terakhirku bersenang senang sambil belajar disekolah ini, dan tidak lama lagi aku akan memakai seragam merah putih..😊🇲🇨🇲🇨🇲🇨


 


Kami berangkat bersama bunda menggunakan sepeda motor, aku sudah sangat tidak sabar lagi melihat keadaan sekolah yang pastinya banyak hiasan yang indah.


 


perjalanan terasa lamaaaa sekali, mungkin karna aku yang tidak sabaran, hehe...


 


Saat aku baru sampai, disekolah sudah ramai, teman temanku memakai baju yang bagus bagus, rata rata memakai kostum princess dan sayap kupu kupu yang ada dipunggung, mereka semua sangat bahagia...


 


jarang yang memakai gaun seperti aku, aku malu sekali.


tapi untungnya tadi mama memaksaku memakai make up, kalau tidak aku tidak akan berdandan dan hanya aku yang terlihat bulug disekolah ini,,


Kami langsung menuju Aula dimana para orang tua sudah berkumpul.


"Zakiyah! " suara itu tak asing terdengar, akupun menoleh ke arah suara itu.


"eh, Van... kenapa? "


"Kamu dipanggi bu Yas ke belakang panggung"


"ooh, iya iya.. bentar lagi aku kesana"


"okey.. "


setelah izin ke mama dan bunda, akupun segera menuju belakang panggung lewat pintu kelas sebelah yang terhubung.


"kenapa bu?" tanyaku melihat bu Yas yang memang menungguku dari tadi.


"kamu yang tampil pertama ya..! teman temanmu yang ikut lomba belum pada datang"


"tapi buu.. aku belum siap,," tolakku karna aku memang belum siap, dari kemarin aku hanya mendengarkan lagu yang akan dilombakan sambil diulang ulang, aku belum mencoba bernyanyi sama sekali.


"lima menit lagi namamu dipanggil kedepan, siap siap aja" nadanya sedikit membentak.


Aku menurut saja, daripada bu Yas marah dan aku tetap disuruh maju.


 


"Peserta pertama, Zakiyyah Ruhi dengan lagu Guruku".


 


semua orang tua dan wali murid serta teman teman yang lain bertepuk tangan menyambut aku dipanggung.

__ADS_1


'Sumpah, aku gugup sekali, jantungku berdetak sangat cepat, lidahku mengering, aku susah menelan ludah, aku banyak salah tingkah, gerakanku kakuu sekali.


musik play dari samping kiri panggung mulai, aku bingung, darimana aku harus mulai bernyanyi, beberapa detik kemudian terdengar suara bu Yas mengarahkan laguku, ternyata aku sudah ketinggalan 2 baris lagu, aku langsung mengikuti suara bu Yas..


teman teman yang ikut lomba mulai berdatangan saat aku bernyanyi.


sampai akhir, laguku bener bener acak acakan.. Ya tuhan,, malunya aku..


aku turun dari panggung dengan tepuk tangan para penonton, tapi aku tetap sedih karna tidak puas dengan hasilku.


aku turun dari panggung menuju tempat dimana mama dan bunda duduk.


"ma, aku tadi salah salah" kaduku ke mama dengan sedikit terisak.


"nggak apa apa..., yang penting kan udah usaha" rayu mama membujukku agar tak sedih lagi.


aku duduk disamping mama yang sedang memangku khair, aku melihat teman teman ku yang satu persatu maju dengan tampilan lagu yang bagus, aku sedih sekali.


kulihat piala piala yang dipajang didepan sebelah kanan panggung, kemudian aku benci melihatnya, karna salah satu dari piala piala itu mustahil menjadi milikku.


 


Beberapa menit kemudian, tiba tiba hal yang tak disangka sangka datang, aku melihat papa berdiri dipintu aula yang paling belakang, tubuhnya yang tinggi dan besar membuat tak ada yang menghalangi pandangan orang kepadanya. Saat aku melihat ke arahnya, papa juga melihat ku, dia menghampiri kami.


 


mama terkejut melihat papa sudah berada disamping kami.


"hmm.. kenapa pergi gk bilang? " jawab papa sekaligus tanya balik dengan wajah jutek.


"ya kan abang nggak dirumah, gimana aku mau izin... " jawab mama tak menoleh kearah papa.


"kan bisa SMS " papa tak mau kalah tanpa menoleh ke arah mama.


Brrrrrrrrr, kapan mereka bisa damai. 🙄


"jangan gaduh disini" mama sebal.


 


Satu jam berlalu, acara pun selesai.


 


setelah itu kami dipandu oleh pemandu acara untuk berkumpul dilapangan sekolah yang memang agak kecil sih, tapi cukup.


"Adik adik murid TK perpeta tanjung Alam, untuk perlombaan selanjutnya adalah, lomba mengumpulkan bendera merah putiiih. "


semua bertepuk tangan meriah.


"Adik adik bisa lihat diujung kiri lapangan sana, ada kotak yang berisi beberapa bendera merah putih yang belum diikatkan ke tangkainya, adik adik bisa mengambil potongan potongan bambu dibelakang kotak yang berisi bendera itu, lalu mengikatkan benderanya kebambu dan dibawa lari ke ujung lapangan sebelah kanan, disana juga disediakan kotak untuk kalian meletakkan bendera merah putih yang sudah jadi.

__ADS_1


lalu kalian berlari ke ujung kiri lapangan lagi untuk mengulangi kembali.


Missi kalian adalah, kumpulkan bendera sebanyak banyaknya kedalam kotak masing masing yang disediakan.


Lomba akan dimulai 10 menit lagi, saat jam sepuluh tepat, adik adik boleh mendaftarkan diri ke kak Zainab dimeja sana. "


dia menunjukkan meja bertarup yang tidak jauh dari kami.


" untuk pemenang lomba lari akan ada hadiah hadiah tertentu.


untuk juara satunya yaitu berupa uang sejumlah Rp. 200.000,00


untuk juara dua yaitu berupa uang sejumlah Rp. 150.000,00


untuk juara ke tiga yaitu berupa uang sejumlah Rp. 100.000,00


untuk seluruh peserta yang ikut, nanti setelah lomba selesai akan diberikan susu murni gratis."


begitu panjang panduan yang diberikan kak Nanda, tapi aku tidak tertarik sama sekali, karna aku tidak suka lari, aku tidak suka kegiatan yang mengeluarkan keringat.


"Zakiyah, kamu harus menang! " kata papa mengejutkanku.


"ih, aku nggak mau ikut pa, capek" aku mengeluh.


"ikut saja" papa memaksaku ikut.


"nggak ah.. " aku menolak karna aku memang tidak suka.


Papa menarik lenganku membawaku ke kelas yang pintunya terbuka. disitu tidak ada orang, semua orang ada dilapangan, termasuk mama, bunda, dan khair.


"kau harus ikut! ngerti?" bentak papa menyudutkanku kedinding kelas.


"aku nggak bisa lariii" alasanku karna malas.


papa menampar pipiku dengan keras.


"auuh.. sakit pa... ". teriakku lalu menangis.


"ikut lomba itu! "


"iyaiyaaaa" jawabku dengan terpaksa tak mau diampar lagi.


Aku keluar kelas dengan pipi yang merah sebelah dan air mata yang belum aku hapus, setiap orang yang berpapasan dengan ku memandangiku, aku tak peduli.


aku kekelas belakang mengganti pakaian dengan pakaian olahraga. aku keluar dengan wajah yang cemberut menuju meja pendaftaran yang dijaga kak Zainab.


"Hiss... aku benar benar tidak suka berlari... "


keluhku saat pendaftaran


"Kalau nggak suka kenapa ikut dek? " tanya kak Zainab yang mendengar gerutuku.

__ADS_1


"dipaksa papa kak" jawabku jujur lalu pergi meninggalkan meja pendaftaran


__ADS_2