Liku Liku Kehidupan

Liku Liku Kehidupan
Kekasih Gelap


__ADS_3

Tap Tap Tap


Suara sepatunya yang berjalan diatas paping, kedatangannya disambut oleh perempuan cantik dan seksi berambut ikal sepanggul, wanita itu memakai pakaian yang sangat ketat sehingga menggambarkan lekuk tubuhnya yang memang indah tinggi semlehoy, dan kalung emas imitasi yang agak panjang bandulnya sehingga menyatu dengan garis payudaranya yang tidak ditutupi.


"Apakabar Sayang?" Sapa Ibrahim sambil memegangi paha gadis muda belia yang terbuka itu.


"Aku gk baik sayang... Aku kangen banget sama..." bibir seksi itu memonyong kedepan tanda ngambek, belum juga selesai kalimat wanita itu,,


"Cup.."


Sebuah kecupan dari Ibrahim mendarat kebibirnya sehingga ia tak dapat melanjutkan kalimatnya lagi.


Wanita itu memundurkan kepalanya karna ingin melanjutkan kata katanya.


"Aku belum selesai ngomong sayaaaang" wanita itu tampak agak marah, sambil memukul halus dada Ibrahim.


"Udah kangennya? masih ingin aku cium lagi? tawar ibrahim nyengir menampakkan gigi taringnya yang gingsul sebelah.


Sangat manis, tapi tidak seperti kelakuannya🙄


"Belom, masih kangeen" rengek wanita itu lagi sambil melingkarkan tangannya di leher Ibrahim.


Ibrahim mengacak acak rambut wanita itu kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah wanita itu, Hidung mancung mereka bertemu satu sama lain.


"Ekhem ekhem"


Sindir Tedi sang penjaga club yang sebenarnya tidak batuk dengan menunjukkan wajah masamnya.


"Kalau mau bercinta jangan diluar! kalau club ini digrebek masa kamu mau tanggung jawab" ucap Tedi melirik sinis ke arah Ibrahim


"Maaf bang, aku lupa, mungkin karna aku terlalu kangen sama bang Ibrahim" balas wanita itu membela Ibrahim.


"Kamu mau ngutang lagi? minuman yang bulan kemaren aja belom dibayar" Gerutu orang itu Tedi.


"Oh iya bang, aku mau bayar yang bulang kemaren bang" Ucap Ibrahim langsung sambil menahan malu didepan wanita gelapnya itu.


"Ayo sayang kita kedalam" ajak Ibrahim menggandeng tangan wanita tersebut.

__ADS_1


Dari luar club itu terlihat seperti rumah biasa, besar tapi tidak terlalu mewah, ruang depan dan ruang tengah serta dapur plus kamar mandi yang dilalui pertama saat masuk club itu sangat sederhana, seperti rumah layaknya.


Ibrahim dan wanita yang digandengnya melewati ruangan ruangan tersebuta, disana banyak gadis gadis yang sedang duduk dan minum minum sambil menunggu kekasihnya.


Gadis gadis disana tersenyum ketika melihat Ibrahim lalu dihadapan mereka. Ibrahim memang Tampan, bertubuh tinggi besar dan kekar dengan kulit sawo matangnya yang macho dan gayanya yang cool.


Ibrahim terkenal sangat ramah kepada wanita wanita di club itu sehingga membuatnya menjadi Idaman.


mungkin itu bagi yang tidak tau kalau Ibrahim suka mengutang diclub itu.


"Icha beruntung sekali yaa.. bisa jadi kekasihnya bang Ibrahim, padahal dia termasuk polos diantara kita kita...


menurutku kita lebih hebat merayu dari pada diaa, secara kita kan lebih seksi, dia mah apaan, cewe yang di temuin bang imron diperdesaan trus dibawa kemari " ucap karin pada temennya sembari terus melirik Ibrahim yang lewat hingga hilang dipandangannya.


"Yaelah riin rin, lu suka sama bang Ibrahim? dia tuh cowo kere! tau gk!


dia itu punya hutang di club kita udah sampai dua puluh lima jutaan, dan lu tau gk kenapa dia milih si Icha dibanding cewe cewe seksi lainnya? karna Icha itu terlalu polos, gk banyak minta, diapa apain aja mau meskipun gk dibayar... idih, gua mah ogah jadi cewe murahan, kalau lu sama ibrahim paling juga gk bakal tahan, bisa stres karna gk dibayar."


temannya karin terun mendengus kesal.


"iya sih, tapi... iya juga deh.. buat apa tampang keren kalo gk punya duit" karin terus saja memikirkan hal itu.


Maksudnya wangi tuak.


"bang, saya bayar angsur dulu ya bayarnya" kata Ibrahim kepada Penjaga tuak tuak yang tersusun banyak dan sangat rapi diruangan itu.


******


Dirumah Aini.


"Maa.. papa tadi bawa roti bakar dua, yang rasa coklat sama yang rasa keju, tapi yang rasa coklat udah aku abisin sama Khair, buat mama tinggal yang keju udah aku masukin kulkas.. hehe" Zakiah tersenyum, wajahnya sangat menggemaskan dengan coklat coklat yang menempel di pipi sekitar bibirnya.


"Iya nak.. makasih ya" ucap Aini tersenyum lembut kepada putrinya, sungguh tak tega dia melihat putrinya seperti ini, sering menderita, dan sering kekurangan.


'aku harus berjuang!' ucap Aini dalam hati, tangannya mengepal didepan dada.


'aku harus berusaha membahagiakan anak anakku, bismillah...'

__ADS_1


******


Dirumah Lina.


"Kenapa kamu bisa seperti ini? ya Ampuuun kak Linaaa" Wajah Rina masih terkejut sambil menatapi tubuh kakaknya yang memar memar dan berdarah.


"Yah,, seperti itu lah rinn.. kan kamu tau sendiri kakak iparmu tidak berpri kemanusiaan, aku juga sudah muak sebebarnya, hanya saja aku belum berhasik menggoda bang Ibrahim untuk mengatas namakan namaku di surat rumah dan tanah ini, jadi aku belum bisa pergi darinya"


ucap lina santai sambil menyeduh teh yang akan disuguhkan untuk adiknya.


Lina menelpon Rina tadi menyuruhnya cepat datang kerumah, karna merasa tidak enak, Rina menerobos saja hujan deras yang sedari tadi turun. Dia benar benar kaget melihat penampilan kakaknya sekarang yang seperti orang hilang di pinggir jalan.


"Kaak.. kan aku udah bilang sama kakaak, apasih harganya Rumah dan Tanah dibanding diri kaka? Kaka rela disiksa terus terusan seperti ini hanya demi harta? udah lah kak..."


Rina sangat sebal dengan kakaknya yang benar benar gila harta itu.


"Deek, Bang Herry gk akan mau menikahi kakak kalau kakak gk berhasil mengambil alih kepemilikan rumah dan tanah ini.." keningnya mengerut bagaikan pakaian yang habis diremas."Anggap saja aku sedang bekerja untuk membeli rumah ini, fiks kan?"


"Apa?" Rina tersenyum gentir seolah tak percaya dengan semua ini. " kalau begitu berarti bang Herry gk cinta sama kakak! dia cuma cinta sama harta yangvahkan belum dimiliki kakak! sadar lah kak!" Rina semakin kesal dan memijat mijat kepalanya yang sebenarnya tidak pusing, hanya merasa gila saja dengan tingkah kakaknya yang satu ini.


"Gk dek.. Bang Herry pasti cinta sama aku karna aku juga cinta banget sama bang Herry!" Lina berusaha meyakinkan Rina meskipun dia tau Rina tak akan mendengarkannya dan berkata bahwa dia keras kepala.


"Terserahlah kak.. Rina gk dukung kakak, tapi karna kakak ini adalah kakaknya Rina, Rina akan bantu kakak sebisanya Rina dan sepengizinan suaminya Rina."


"Makasih ya dek..." Lina merasa sedikit Lega karna setidaknya dia tidak maju sendiri, ada Rina yang bisa membantunya.


 


\*


 


Jam 04.50 pagi,


Mobil Ibrahim sudah kembali terparkir dihalaman sebelah rumahnya Aini. Ibrahim turun dari mobil dengan sedikit pusing dan memar memar karna pukulan pemilik club yang Ia kunjungi tadi malam.


Ibrahim dikeroyok oleh pemilik club dan teman temannya yang masih berani memengutang minuman keras padahal bayar hutang yang lamapun hanya beberapa.

__ADS_1


Tapi Ibrahim berhasil membawa kabur gadis polos kekasihnya itu. Ibrahim berpikir setidaknya dia berhasil membawa penawar rasa sakit saat dikeroyok tadi.


Bantu Like, Komen, Vote dan Share ya temen temen..😭


__ADS_2