Liku Liku Kehidupan

Liku Liku Kehidupan
Pelarian


__ADS_3

Diluar, uncu, nenek, bunda, mama, dan khair sedang sarapan. Teta, tante yang paling tengah membangunkan aku menyuruh sarapan, tapi aku pura pura tidur saja karna tidak siap mendengar apa yang akan mama katakan nanti kalau ketemu, beberapa saat mama yang membangunkanku nyuruh sarapan, aku langsung bangun dengan cemas, "ayo sarapan"


Β 


aku manut saja dan keluar dari kamar, kulihat disana semua orang matanya merah, 'kayaknya aku udah bikin mereka semua nangis' aku membatin, bunda memberikanku segelas teh dan beberapa roti yang masih terbungkus, heddeh.. hatiku nggak nyaman banget... πŸ˜“


Habis sarapan, bunda ngasih aku uang Rp50.000 , khair juga, trus kami dianterin pulan naik motor, kami bonceng 4 dan khair didepan, sepanjang perjalanan hanya hening yang kutemui, sebentar sudah sampai rumah, huuyyy... enaknya punya motor, kemana mana deket , nggak capek, tinggal duduk, seeet sampe πŸ˜…


Ya Allah, kasih mama motor juga yaAllah... biar kalau ngantar aku sekolah nggak capek..


Amiiin..


"aku langsung pulang ya aini... " kata bunda berpamitan ke mama setelah sampai didepan rumah, " nggak mampir dulu kak? " mama menawari ,


"nggak lah, habis ini aku mau kerja"


"ooh,, ya udah makasih kak, hati hati ya... "


motor bunda putar arah meninggalkan kami..


aku masih takut, kok mama dari tadi nggak ngomong apa apa ya...? mama marah benget apa ya..? hadduuuh...


jam dinding menunjukkan pukul 09.50


"maa..? " aku coba memanggil mama hati hati karna takut dengan harapan mama nggak marah.


"kenapa? " jawab mama tidak menoleh karna sedang menjahit.


"maafin aku ya ma.. "


mama berhenti menjahit dan dan melihat kearah ku, mama memelukku air matanya keluar begitu saja


"nggak apa apa... kamu nggak salah kok..."


Setelah keluarga kami mengetahui apa yang terjadi, tentu mereka tidak tinggal diam, beberapa kali pamannya mama dan adik laki laki mama berkunjung untuk melihat kondisi kami semua,, dan setelah beberapa hari...


"buat apa mama belanja banyak banget kya gini ma? " aku bertanya ke mama yang baru pulang dari pasar dengan bawaan yang sangat banyak..


"kita akan ada acara, ini makanan untuk mu,kasih khair juga, pergilah makan didepan TV, mama mau masak dulu,," kata mama yang sibuk mengecek barang barang bawaannya.

__ADS_1


aku dengan senang hati menuju depan TV dengan membawa kue kue yang dibelikan mama.


Beberapa jam kemudian, mama sudah menyulap barang barang berkresek merah dan hitam putih tadi menjadi hidangan hidangan yang menggoda selera diatas piring piring putih yang bagus, dan beberapa piring bening hadiah beli sabun at-tack. πŸ˜…πŸ˜…


Mama membangunkan papa yang kalau dirumah emang pasti cuma tidur, kalo nggak ya pergi,, beberapa menit nenek, kakak laki lakinya nenek, om al (adik laki laki mama), bunda, uncu, teta dan lain lain datang bersama,mereka semua masuk dan aku bersalaman dengan mereka, mereka duduk diruang tengah dan dihidangi masakan masakan yang mama masak tadi.


Papa yang habis mandi juga ikut duduk ditengah tengah keluarga ini, mereka bertanya tanya kabar, bercerita tentang bisnis, dan lain lain, setelah makan bersama selesai, mama mengangkuti piring piring kebelakang dibantu oleh teta dan bunda.


setelah semuanya berkumpul lagi diruang tengah, om nya mama/kakak laki lakinya nenek memulai bicara,, semuanya hening dan tegang termasuk aku, aku tidak tau kenapa semua orang tegang, tapi yang membuatku tegang adalah ketegangan mereka semua.


"Ibrahim! jadi begini, langsung saja ya.. tidak usah muqaddimah atau basa basi, karna dari tadi kita sudah ngobrol juga.


maksud dan tujuan utama kami kesini adalah untuk meminta kejelasan ib kepada kami semua tentang perlakuan ib, sudah enam tahun kalian bersama, kalian juga sudah punya zakiah dan khair, tapi tentu kami terkejut dengan kelakuanmu dibelakang kami, dulu kau memohon mohon kerumah ku memohon restu, berjanji begini begini dan begini, kamu juga menikahinya karna mencintainya, lalu apa yang membuatmu berani menyiksa aini selama ini, aku sebagai pamannya aini tentu tidak terima. "


mata papa langsung terbelalak mendengar kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut inyikku itu.


Tiba tiba, dia menggebrak meja kecil yang ada disebelahnya, menghentikan inyik berbicara, semua pandangan berlari kearahnya, dia berdiri dan pergi meninggalkan kami semua.


Aku dan Khair yang sedang bermain boneka bersama uncu ditarik kedalam mobil, lalu mobil itu melesat cepat meninggalkan rumah tanpa meninggalkan seutas alasan,


semua saling tatap diam seribu bahasa.


Suara kecil tangis uncu memecahkan keheningan, lalu diikuti suara tangis mama, kemudian isak diam nenek, rumah itu seakan turut berduka.


"kita kemana pa? jangan ngebut ngebut"


ucapku takut karna papa melajukan mobil entah kemana dengan begitu cepat ala pembalap galau.. khair sedari tadi terus menangis.


"pa , aku lapar... "


papa tetap fokus mengemudi, kami melewati pinggir danau, setelah itu pohon pohon , tanah tanah tinggi tak berpenghuni, entah kemana akan dibawanya aku, hiks...


jam menunjukkan pukul 20.08


mobil berhenti disebuah angkringan pinggir jalan, huuft.. laper bangettt..


disana aku pesan ayam bakar, dan khair pesan telor ceplok dan susu coklat.


terakhir perutku diisi jajanan pasar tadi pagi, jadi wajar malam ini aku makan banyak sekali, meskipun papa membawaku karna pelarian, bukan karna jalan jalan, aku tetap tidak terlalu rusuh, aku merasa aman karna dia bapakku sendiri.

__ADS_1


malam itu kami tidur dimobil didepan toko kosong, aku tak tahu apa yang ada dipikiran papa saat itu, kadang kadang terbesit , apa dia akan menjualku keluar negri kaya film film yang aku liat di Indosiar? atau ke bapak bapak yang mengerikan? 😫 aku takut sekali, tapi aku coba tenang.


Khair sudah tidur dari tadi, lamunanku dibuyarkan olehnya karna suara ngigo nya, dia memanggil mama dan tangannya ke atas seakan akan ada yang mau menggendongnya, 'kasian khair, πŸ˜” dia masih kecil sekali, tapi udah dapat cobaan hidup seperti ini.. ☹️


grrrr.... grrrrr... grrrr...


pagi hari dirumah nenek, hp mama berdering, mama melihat ke layar hp.


SMS FROM : 0812-****-****.


"Dimana kau? "


06.00 sen 07,agust, 200*


mata bengkak itu dengan lesu membukanya lalu menangis lagi, mama membalas pesan itu.


" kembalikan anak anak ku! kemana kau bawa anak anakku?"


send to : 0812-****-****.


SMS FROM : 0812-****-****.


"Dimana kau? "


06.08 sen 07 agus, 200*


"siapa ain? " tanya nenek mendengar ponsel mama berbunyi.


"dia ma.. dia nanya aku dimana, dia nggak mau bilang bawa anak anak kemana" mama menjelaskan.


"bilang aja kamu disini, nggak apa apa.. "


"aku dirumah ama, bawa anak anakku kesini! "


send to: 0812-****-****.


tidak lama kemudian, masuk balasan.


SMS FROM : 0812\-\*\*\*\*\-\*\*\*\*.

__ADS_1


" Kalau kau mau aku pulangkan anak anak, kau harus pulang kerumah, kalau kau tidak pulang kerumah, anak anak nggak akan aku pulangkan, aku biarkan anak kau nangis nangis, aku nggak ada uang, nggak ada anak anak kau makan, tambah lama kau dirumah ama, tambah lama anak anak kau nggak makan, cepat pulang sebelum anak anak kau mati. "


06.15 sen, 07 agus 200*


__ADS_2