Liku Liku Kehidupan

Liku Liku Kehidupan
Istri Pertama


__ADS_3

"Bener bener kurang aja bang Ibrahim, dia memaksa anaknya ikut lomba, anaknya udah capek capek, uangnya dirampas. " gerutu mama.


"Bener bener dilaknat tuh orang" tambah bunda menghadap ke langit langit rumah, bunda tampak geram.


"Udah udahh.. ikhlasin aja ya nak.. kalau mama ada rezeki mama ganti yaa...!? " bujuk mama kepadaku. Lalu aku disuruh ganti baju lalu makan, tapi aku kekamar dan langsung tidur. Aku masih tidak ikhlas dengan uangku yang diambil papa.


'Kalau papa pulang, aku nggak mau liat mukanya. pokoknya mulai sekarang aku nggak percaya sama papa! '


hati ku masih menggerutu tidak jelas.


P.O.V


Zakiyah si anak malang itu pun kini tertidur lelap dikamarnya.


Aini / mama zakiyah tau bagaimana perasaan anaknya saat ini, dia sangat sedih bercampur marah, kecewa, bercampur aduk. Begitu juga dengan Santi /kakaknya Aini , dia juga merasakan demikian kesedihan itu.


beberapa menit mereka saling diam.


Β 


Ibrahim sekarang sedang mengemudi, ia hendak pergi menuju rumahnya, tapi bukan rumah yang ditempatinya dengan Aini, melainkan dengan seorang perempuan yang sudah punya empat anak. Keempat anak dari wanita itu adalah anaknya juga.


Β 


Ibrahim memang sebenarnya sudah mempunyai seorang istri sebelum menikah dengan Aini, tapi dia tak pernah memberitahukan hal ini kepada Aini, saat berkenalan dengan Aini, Ibrahim mengaku masih jomblo.


tap tap tap


Suara sepatu Ibrahim terdengar mendekat dan berhenti didepan pintu coklat tua rumah istri pertamanya. Ibrahim melepas sepatunya kemudian masuk kerumah itu tanpa mengucapkan salam.


"Papaa... " Sambut anak pertamanya saat melihat ia pulang.


"oh, abang udah pulang. " sambut istrinya Ibrahim yang mendengar Lidia memanggil papanya.


"bikinin aku teh! " perintah ibrahim dengan wajah dingin ke Lina istrinya.


Lina segera menuju dapur dan membuatkan teh untuk Ibrahim.


"Lidia...! Lidia! " panggil Lina dari dapur sedikit teriak.


Lidia yang malas bangun menemui mamanya juga menjawab dengan nada teriak.


"apa ma...? "


"kalau dipanggil orang tua tu ditemuin" ucap Lina kesal pada anaknya yang malesan itu.


"apasih ma..? orang lagi nonton kok teriak teriak sih" gerutu Lidia.

__ADS_1


"Sana kamu pergi beli gula sana! " perintah Lina.


"idih, nyuruh Nisa aja maa! mama kan habis merintah aku nyuci piring, masa aku lagi..? capek tau maa"


Nisa / anak ketiga dari Lina dan Ibrahim yang sedang duduk dimeja makan mendengarnya.


"Apa? kalau disuruh orang tua tu laksanain aja, ngga usah komen. πŸ˜’"


"Kamu itu ngga pernah bantuin mama loh dek! kakak terus! 😀"


"cepat Lidia! " Lina mendengus kesal.


"iya iyaa trus aku beli gulanya pake apa? jual wajannya mama? " ucap Lidia juga kesal.


"minta uang sama papa lah, kan yang kerja papa. "


Β 


Lidia pun menghampiri Ibrahim yang ada diruang depan.


Β 


"Paa, minta uang" ucap Lidia melembut agar Ibrahim tidak marah karna dia paham, biasanya kalau minta uang ke papanya selalu dimarah.


"Buat apa? " tanya Ibrahim tanpa melihat wajah anaknya.


"Buat beli gula, disuruh mama. " jawab Lidia hati hati.


"idih, cuma Lima ribu" ucap Lidia sembari memonyongkan bibirnya.


Lidia segera berlalu meninggalkan Ibrahim sebelum mamanya mengomel lagi.


Ibrahim menikah dengan Lina sepuluh tahun sebelum menikahi Aini, saat itu Ibrahim berusia 20 tahun. Ibrahim mempunyai empat anak bersama Lina.


Yang pertama perempuan bernama Lidia


Yang kedua laki laki bernama Aldo


Yang ketiga perempuan bernama Nisa


Yang keempat laki laki bernama Razak


Semua anak Ibrahim diberi nama Kurniawan di akhir nama mereka baik laki laki maupun perempuan, Nama Kurniawan diambil dari nama belakang Ibrahim, yaitu "Ibrahim Kurniawan". entah apa gelagatnya.


Aini sampai saat ini tidak tahu bahwa dirinya adalah istri ke dua Ibrahim, sedangkan Lina sedah tahu sejak pertama akad Ibrahim dan Aini. Mulanya Lina protes tidak terima, tapi Ibrahim mengancam akan menceraikan Lina jika ia memberitahukan kepada Aini bahwa dia adalah istri pertama Ibrahim.


Linapun akhirnya menerimanya karna tidak mau diceraikan oleh Ibrahim. Lina tidak mau sampai kehilangan seluruh harta bendanya yang diberikan Ibrahim, karna selama hidupnya dia sudah hidup susah dengan Ibunya.

__ADS_1


Kini Lidiapun datang ketempat dimana dia meminta uang kepada Ibrahim tadi dengan membawa secangkir teh.


Dia tak melihat Ibrahim disana, tapi dia enggan untuk mencari Ibrahim sehingga di meletakkan secangkir teh tersebut diatas meja tanpa mengatakan sepatah katapun.


Ibrahim sangat lelah dan dia ingin segera beristirahat dikamarnya, segera ia berdiri dari duduknya dan melangkahkan kaki menuju kamar, tapi seketika langkahnya terhenti saat telpon berdering di saku celananya.


Segera Ibrahim balik arah dan berjalan menuju halaman rumah untuk mengangkat telpon tersebut.


"Abang.. " suara Aini terdengar ragu ragu dari balik telepon tersebut.


"hmm" Ibrahim menjawab singkat.


"Abang pulang kapan? " Tanya Aini enggan berbasa basi.


"emang kenapa? " Ibrahim menaikkan Alisnya sebelah


"Ya.. engga apa apa... "


"Ya udah" Ibrahim lalu mematikan telponnya tanpa ingin mendengar lebih banyak lagi dari Aini.


Didalam rumah Lina,,


Drrrt Drrrt Drrrt


Telpon berdering diatas meja membuat Lina segera meraihnya. "Herry" Tulisan Yang muncul di hp Lina.


segera Lina menggesek tombol hijau keatas untuk menjawabnya.


"Hay Sayang.. " Sambut Lina sangat Lembut.


"Aku sangat merindukanmu" lanjut Lina. dia lupa bahwa Ibrahim belum pergi.


"Iyaa sayang, aku juga merindukan mu" ucap Herry.


" Bagaimana rencana kita sayang? " Tanya Lina dengan nada bermanja kepada Herry.


"Apa kamu yakin sayang? Bagaimana dengan suamimu? "


Sementara itu Ibrahim terus berjalan hendak memasuki rumah..


Ketika Ibrahim sudah sampai di ambang pintu, Ibrahim melihat Lina yang sedang duduk di ruangan depan, kaki kirinya memangku kaki kanan sambil telepon yang diletakkan disebelah telinganya sambil senyum senyum.


Ibrahim berdiri sambil melirik ke arah Lina tanpa Lina menyadari akan kehadiran Ibrahim.


"Sudah, biarkan saja ****** itu, aku sudah tidak cinta padanya, aku hanya ingin hartanya, rumahnya, mobilnya, setelah itu kita akan hidup bahagia sayang"


Tak ingin mendengar lebih banyak lagi, Ibrahim langsung menghampiri Lina, merebut telepon lina dan menghempaskannya ke lantai.

__ADS_1


Lina yang tak sadar akan kehadiran Ibrahim terbelalak melihat Ibrahim yang tiba tiba merampas hp nya.


*Bantu Like Share Vote Dan Komentarnya ya kakak2* πŸ™πŸ˜­πŸ™πŸ˜­


__ADS_2