
Sampai dirumah, kami kaget karna tidak biasanya mobil papa sudah terparkir dirumah jam 6sore, biasanya dia pulang sangat malam, atau tidak pulang sama sekali
"darimana kalian? " tanyanya horor menatap tajam ke arah mama.
"Bukan urusanmu, bukankah kau yang bilang tidak mau ikut campur masalah anakmu? menyingkirlah! "
mama geram dan berniat langsung kekamarku melewati papa, tapi apa yang terjadi?
saat mama membawaku melintas disamping papa, tiba tiba mama berteriak kesakitan,
"aaaaakh" aku terkejut dan mendongak spontan ingin tahu apa yang terjadi,,
Kulihat mata papa merah melotot kearah mama, sembari tangannya menjambak rambut mama.
"aku suamimu, aku berhak tau apa yang kau lakukan! kemana saja kau? kenapa baru pulang jam 6sore? siapa yang kau temui diluar sana? melacur kerjaanmu? "
bertubi tupi pertanyaan dan tuduhan meluncur dari mulut papa.
"Ya Allah ... Bang! jaga ucapanmu didepan anakmu! asal kau tau, aku bukan wanita seperti yang kau pikirkan! aku seharian mengurus pendaftaran sekolah anakku! aku lengkapi kebutuhannya! ku penuhi kebutuhan anakku! "
air mata mama terus mengalir..😭
"turunkan nada bicara mu! " bentak papa lalu melanjutkan pembicaraannya
"sampai jam berapa kau mengurus pendaftaran sekolah? sekolah mana yang menerima pendaftaran jam segini? dari mana kau mendapat uang untuk pendaftaran sekolah? "
"aku rela melakukan apapun demi anakku! "
balas mama dengan suara lirih dan sayu beriring tangis.
__ADS_1
suara tangisku tak kalah keras dari pada suara mereka, tapi tak ada yang menghiraukanku
sejurus, entah apa yang merasuki papa, hingga dia mencekik leher mama, dan didorong ke dinding "siapa kau bilang? anakmu? jadi zakiyah bukan anak kita? anak siapa dia? kepada siapa kau menjual dirimu? "
Aku menarik ujung baju papa.. sambil teriak,
"paaa... jangan bunuh mamaa...! "😭
akhirnya papa melepaskan tangannya dari leher mama...
"Demi Allah bang. Zakiyah anak kita, aku tak pernah melakukan hal hal keji yang ada di pikiranmu, ada apa? kenapa kau selalu berpikiran negatif tentang ku? salah apa aku padamu hingga kau tak pernah mempercayaiku? "
papa mendekatkan tangan kewajahnya mama, ingin menghapus air matanya, tapi ia menepas tangan papa dan menarik tanganku kekamar, aku masih menangis, tapi mama, malah dia yang menenangkanku, menghapus air mataku, menjelaskan semua akan baik baik saja selama kita masih bersama...
Malam itu , papa pergi entah kemana..
"Zakiyah sekarang bobo yaa.. besok kan sekolah , kalau gk bobo besok disekolahnya ngantuk... "ucapnya terdengar lembut, tangannya membelai rambutku yang panjang, halus, dan wangi... tentu saja, aku anak yang terawat, mama merawatku dengan baik. Sungguh , tak ada cinta yang lebih besar dari pada cinta ibu dan anak., IBU, adalah puncak cinta didunia, inget yah saudara saudara..., ibu adalah puncak cinta didunia.. 😉
Namun, beberapa hari setelah menikah sifat sifat jeleknya papa muncul, dan mama masih bertahan hingga hari ini, mama tidak berdaya.
"makanya Zakiyah jadi anak yang patuh ya! tiruti kata kata orang tua, tak ada orang tua yang tidak menginginkan kebaikan untuk anaknya, kalau Zakiyah jadi anak bendel, nggak patuh sama mama, nanti bisa kualat kaya mama, kamu mau besok ketika sudah dewasa hidupnya hancur seperti mama? "
aku selalu ingat kata kata itu, aku ingat cerita dan nasehat nasehat mama meskipun cerita dan nasehat itu disampaikan saat aku masih berumur 4 tahun, ya.. entah lah, ada yang bilang karna ketertekanan yang membuat aku jauh lebih cepat dewasa dari pada anak anak seumuranku.
setelah mama selesai cerita, tiba tiba aku teringat dengan khair. "ma, kapan kita jemput khair dirumah nenek? "
khair adalah adik laki laki ku yang berumur tiga tahun, khair dititipkan dua hari yang lalu kepada kakaknya mama atau lebih tepat tante, aku memanggilnya bunda.
khair dititipkan dirumah nenek karna bunda sendiri yang memintanya, bunda adalah anak pertama perempuan nenek, bunda adalah anak yang patuh pada orang tua.
__ADS_1
Saat mama (anak kedua perempuan nenek) sudah memiliki dua anak, bunda masih melanjutkan pendidikannya, hingga ia bisa dikatakan sukses pada saat itu, meskipun bunda masih tinggal bersama orang tua, tapi ia tak pernah memberatkan orang tua, bahkan kadang bunda juga ikut urunan belanja dapur untuk kebutuhan makan sehari hari.
Dulu bunda juga sering memintaku menginap bersamanya, karna dia tau mamaku sebenarnya tidak sanggup mencukupi kebutuhan anaknya, karna mama hanya kerja menjahit, dan papa tidak menafkahi kami.
bila menginap dirumah nenek, selalu diajak bunda jalan jalan, diberi uang jajan yang banyak, dibelikan susu dan lain lain.
dia menyayangi kami persis seperti mama menyayangi kami, mereka sama. ☺️
"besok saja saat kamu pulang sekolah, sambil beritahu nenek kalau kamu sekolah, pasti nenek senang"☺️
"iya ma.. " jawabku menuruti kata kata mama. "khair disana sedang apa ya ma...? "tanyaku sambil menerawang
"khair pasti juga mau tidur ditemani bunda, seperti mama menemanimu saat ini, sudah ayo tidur"
"iya ma"
Pagi, jam 6.30 mama membangunkan ku, memandikanku lalu memasakkan sarapan, hari ini aku berangkat sekolah menggunakan seragam warna pink kotak kotak, rok pendek berwarna lebih pekat, dengan sepatu dan tas baru, rambutku terkuncir rapih disebelah kanan dan kiri,hari itu aku senaaang sekali.. ☺️
kami berjalan kaki kira kira selama 10menit, huh... itu jauh sekali, tapi aku semangat dengan semua yang baru ini, aku tidak minta gendong seperti sebelumnya, aku tidak sabar menghadapi sesuatu baru ini, tapi aku masih takut sesuatu.
"ma.. aku nggak mau sekelas sama anak anak nakal, aku nggak mau dikelas guru yang galak. "terlontar saja dimulutku saat berjalan kaki. "
"tenang saja, kamu pasti mendapatkan kelas terbaik, jangan takut, hadapi semuanya dengan santai"😉
"mama tungguin aku sampai pulang ya...? "
"Zakiyah, kamu kan tau mama harus menjahit, kalau tidak nanti kamu nggak bisa beli susu lagi, kamu mau nggak minum susu? " mama menghentikan langkah menghadap ke wajah ku.
"iya ma.. "
__ADS_1
sesampai digerbang sekolah, semua orang memandangi diriku, aku malu, mungkin karna aku murid baru.
mamapun memberikan kotak bekal, dan tas ku yang sedari tadi disandangnya, aku bersalaman mencium tangan mama, lalu salah satu guru datang menghampiriku, dia mengajakku ke kelas baru