Liku Liku Kehidupan

Liku Liku Kehidupan
Mengejar pintu


__ADS_3

Aku keluar kelas dengan pipi yang merah sebelah dan air mata yang belum aku hapus, setiap orang yang berpapasan dengan ku memandangiku, aku tak peduli.


aku kekelas belakang mengganti pakaian dengan pakaian olahraga. aku keluar dengan wajah yang cemberut menuju meja pendaftaran yang dijaga kak Zainab.


"Hiss... aku benar benar tidak suka berlari... "


keluhku saat pendaftaran


"Kalau nggak suka kenapa ikut dek? " tanya kak Zainab yang mendengar gerutuku.


"dipaksa papa kak" jawabku jujur lalu pergi meninggalkan meja pendaftaran.


"Karena kotak bendera kita yang terbatas, maka lomba akan dibagi menjadi 5 rounde, setiap rounde akan memilih lima peserta lari.


Untuk rounde pertama, kita pilih pemegang nomor lotre 05,"


'alhamdulillah bukan aku'๐Ÿ˜’


aku membatin


"Lalu 07"


'hm... untung bukan aku'๐Ÿ˜’


"lalu nomooor..... "


'jangan aku ya Allah.. '๐Ÿ˜ฃ


"02"


'hmmmm'


"11.. daaan... "


'jangan aku lah.. males banget'๐Ÿ˜‘


"tujuh belaaaas!"


'lah, kok aku sih? ngga jelas banget tuh kak nanda๐Ÿ˜ช


yah.. aku sudah dipanggil, mau tak mau tetap harus lari.


aku bersiap siap, lengan baju kusing singkan.


"tigaa, duaa, satuu, priiit"


terdengar suara peluit yang ditiup kak nanda membuat semua peserta termasuk aku lari dengan cepat.


aku berlari dilapangan, tapi alam bawah sadarku membawaku lari dari semua masalah yang kurasakan dari dulu, semakin kuat ingatan tentang masa masa menyakitkan semakin kencang pula lariku. aku merasa hampir sampai ke pintu kebahagiaan saat berlari, namun pintu itu semakin dikejar semakin cepat pula dia menjauh, semakin ku gapai semakin pudar pula warnanya.


Tak kusadari, perlombaan sudah berlalu lima menit dan peluit kak nanda berbunyi memberikan isyarat untuk berhenti.


siapa sangka, aku berhasil meletakkan bendera yang sudah diikatkan kebambunya sebanyak tujuh tangkai, sedangkan yang lain hanya lima.


Tapi yang membuatku tersontak saat sadar bukanlah hasil bendera yang aku ambil, tapi pintu apa tadi?

__ADS_1


Kenapa rasanya sesak sekali saat aku tak dapat menggapainya?


"untuk pemenang rounde pertama adalah, ZAKIYYAH, dengan jumlah bendera sebanyak tujuh". para wali murid dan teman teman yang mengelilingi area lomba bertepuk tangan termasuk mama dan bunda.


entah angin apa yang menarik garis bibirku hingga tersungginglah sekilas senyum disana.


kak nanda dengan tubuh yang tinggi kurus ala pemain basket ball tampak menghampiriku.


"selamat ya Zakiyyah.. tapi ini adalah pemenang sementara ya dek.. masih ada finall setelah 4 rounde lagi selesai, istirahat lah untuk bersiap siap".


"baik kak.. " balasku.


Aku segera ke tepi lapangan dan beristirahat dibawah tenda, aku mengambil minuman yang disediakan untuk peserta lomba.


Aku teringat kembali pada pintu yang kukejar tadi, kenapa dia tambah jauh? tapi aku merasa lega melihat pintu itu, lihat saja nanti, aku akan kejar lagi pintunya.


aku menengok ke kanan dan kekiri, dimana mama, khair, dan bunda? huuft..


aku terlalu lelah untuk mencari.๐Ÿ˜“


ย 


Setelah dua puluh menit, keempat rounde yang tersisapun akhirnya selesai.


ย 


"Untuk peserta yang masuk babak finally, boleh beristirahat dulu lima menit sambil mempersiapkan energi. " lagi lagi kak nanda bicara didepan barang berwarna putih yang berbentuk seperti trompet itu.


'Huuuft, aku sudah istirahat dua puluh menit dari tadi, tapi lomba ini akan sangat melelahkan, karna matahari sudah terasa diatas ubun ubun.


"Kepada adik adik peserta finally lomba diharapkan berkumpul ditengah lapangan"


'ternyata jadi sang juara enak juga ya' pikirku dalam hati, jadi pusat perhatian, hehe..


mama dan bunda menghampiriku, membawakan minuman dingin.


" mama dari mana? kok tadi hilang aja? mama tau nggak, aku masuk finall lhoo"


gerutuku saat mama datang.


"tadi khair lapar, jadi mama kekantin sana beliin khair roti,, iya mama tau kamu masuk finall makanya mama beliin minuman dingin."


ujar mama menjelaskan.


"makasih ma... โ˜บ๏ธ"


Kini aku, Sinta, Dimas, Rehan, dan Dani beserta kak Nanda yang memandu lomba sedang berkumpul di tengah lapangan.


Kak Nanda memberikan arahan demi arahan yang lebih rumit dari sebelumnya, dan kali ini waktunya lebih singkat.


Aku dan keempat temanku memperhatikan arahan arahan itu dengan baik


"Baik, sekarang adik adik boleh mengambil tempat di garis star. "


kami pun langsung bergerak ketempat yang seharusnya. Saat peluit kak Nanda berbunyi, kami seakan dikejar harimau dari belakang, semangat yang membara tercium dari kelima pendekar kecil.

__ADS_1


Empat menit berlalu dan akhirnya kak Nanda kembali meniup peluitnya 3 kali tanda bahwa waktu tinggal sedikit, Sinta yang selalu di posisi paling belakang tiba tiba berhenti, aku hampir lengah karnanya, Dimas yang dari tadi selalu dibelakangku tiba tiba dia seperti terisi energi dari langit, dia memotong jalanku, tapi apa daya, aku tak sanggup lagi meningkatkan kecepatanku, rasanya kecepatan ini sudah paling full.


Aku berada diposisi keempat dari keempat peserta yang tersisa, aku rasanya akan menyerah saja, karna aku tak mampu meningkatkan kecepatanku lagi,, dan tiba tiba "priiiiiiiiit" kak Nanda meniup peluitnya yang terakhir tanda perlombaan selesai.


Tanpa berhenti, Aku langsung berlari ke arah pinggir lapangan, aku rasanya tak terima, mataku berkaca kaca karnanya.


Aku benci semua ini, batinku dalam hati.


Aku duduk berteduh dibawah pohon beringin, kuselonjorkan kaki ku kedepan, aku meminum minuman dingin yang mama belikan tadi. Aku benar benar kecewa pada diriku sendiri.


"Baiklah, para adik adik, bapak bapak dan ibu ibu para penonton, Kejuaraan akan langsung diumumkan dan Hadiah akan langsung diberikan, karna sudah hampir waktu zhuhur, dan acara setelah zhuhur akan diadakan di aula TK.


Juara pertama diraih oleh adik DIMAAAS.. "


Suara tepuk tangan terdengar mengganggu sekali ditelingaku.


"dengan jumlah bendera DELAPAN..


Juara yang kedua diraih oleh adik ZAKIYAAH.. "


Apa? kok bisa? ๐Ÿ˜ฑ kan tadi aku terakhir larinya. ๐Ÿ˜ฑ


"dengan jumlah bendera ENAM..


dan juara terakhir diraih oleh adik DANII..


dengan jumlah bendera LIMAA"


Aku baru sadar kalau tadi bukanlah lomba lari, tapi lomba mengumpulkan bendera, hanya saja butuh lari yang cepat untuk mendapatkan bendera terbanyak..


Aku dengan rasa yakin tidak yakin segera berjalan kearah podium kecil kecilan, aku berdiri diatas kotak yang tingginya selutut yang bertuliskan angka dua.


Aku bangga sekali rasanya, Suara riuh tepuk tangan yang mengganggu telingaku tadi, berubah menjadi suara yang memijit mijit puncak hidungku..


Sejumlah uang senilai Rp. 150.000,00 diberikan kepadaku dengan ucapan ucapan selamat,, bagi anak TK tentulah uang itu sangat besar.


Aku turun dari podium dengan rasa bangga dan sedikit salah tingkah, hehe..


aku berlari kearah mama dan bunda menonton, bunda langsung menyambutku dengan pelukan dan ucapan selamat,, tapu beberapa detik langsung dilepas..


"Uh.. bauknya kamuuu... "


kata bunda sambil tersenyum tapi mengernyitkan dahi.


"hehe... "


Setelah itu, waktupun berjalan terasa begitu singkat, dan tibalah waktunya untuk kami pulang kerumah.


Saat bunda menyalakan sepeda motornya, papa menghampiri kami.


"Zakiyah pulang sama abang aja, nanti dia kepanasan" kata papa ke mama.


"Tanyalah sama Zakiyah" jawab mama cuek.


Tanganku langsung ditarik papa kearah mobil tanpa bertanya kepadaku apakah aku ingin pulang bersama papa atau bersama mama dan bunda.

__ADS_1


Aku pun menyerah, emang aku bisa apa...?


โ˜น๏ธ


__ADS_2