
Yang lemah akan selalu ditindas dan yang kuat akan selalu menindas. Yah, begitulah dunia kultivator yang menjadikan hukum Alam menjadi hukum Rimba.
Setelah Alam semesta tercipta jutaan tahun yang lalu, Berbagai Ras mulai menampakan diri diawali Ras Malaikat.
Ras Malaikat dikenal sebagai Ras suci dan Ras yang didentik sebagai Ras penyendiri, karena Ras Malaikat memiliki wilayah yang sulit di jangkau oleh Ras lainnya.
Ras Malikat memiliki keunikan tersendiri, seperti memiliki sayap dan lingkaran cahaya diatas kepala sebagai simbol dari ras Malaikat. Semakin banyak jumlah sayap yang dimiliki semakin murni garis darah keturunannya.
Garis keturunan tertinggi memiliki enam sayap yang di kenal darah pemimpin, empat sayap dikenal darah bangsawan dan dua sayap adalah penduduk biasa Ras Malaikat
Kemudian Ras Beast yang menjadi Ras kedua setelah kemunculan Ras Malaikat.
Ras Beast memiliki sihir bawaan dan tumbuh lebih kuat dari waktu ke waktu, sementara yang lain harus secara aktif berlatih metode kultivasi. Mereka cenderung jauh lebih cerdas dan mampu merubah wajud mereka kebentuk manusia semenjak mereka lahir, tidak seperti binatang buas dan binatang roh yang membutuhkan waktu 10.000 tahun untuk berubah bentuk menjadi manusia.
Setelah Ras Malaikat dan Ras Beast muncul, Ras lain jugak mulai menampakan diri seperti Ras Peri(elf), Ras Manusia dan Ras monster yang jugak memiliki keunikan tersendiri.
Kelima Ras belum mengenal namanya kekuatan atau jalan keabadian.
Sebelum kelima Ras menapaki jalan keabadian, terdapat 6 binatang ilahi seperti Naga Bencana, Phoenix Surgawi, Ular Berkepala Tiga, Kura kura Bumi dan Rubah berekor sembilan, yang sudah terlebih dahulu menapaki jalan keabadian.
Dan untuk alasan nya mengapa mereka sudah menapaki jalan keabadian, itu dikarenakan Binatang Ilahi di percayakan menjaga seluruh Alam semesta. Oleh karena itu, Binatang Ilahi tidak pernah menampakan diri atau menimbulkan kekacauan di wilayah Ras lain.
Walaupun enam Binatang Ilahi memiliki kekuatan yang dasyat dan dapat hidup ratusan juta tahun lamanya, Binatang Ilahi tidak dapat berubah bentuk menjadi manusia karena alasan yang tidak diketahui semenjak mereka tercipta.
Binatang Ilahi menempati wilayah yang bernama Hutan kematian. Hutan kematian ditempati enam Binatang Illahi, Binatang Roh, Binatang Buas dan jugak memiliki luas sebanding dengan wilayah Ras lain apabila disatukan.
Salah satu diantara enam Binatang Ilahi terdapat satu sosok yang sangat di takuti Binatang Ilahi lainnya, yaitu Naga Becana.
Seperti hal dengan namanya, setiap kemunculan Naga Bencana akan terjadi badai petir dan kekacauan dimanapun dia berada. Terutama Naga Bencana memiliki kekuatan yang berada diatas lima Binatang Ilahi sehingga sosoknya paling ditakutin di Hutan kematian.
Naga Bencana jugak memiliki empat elemen seperti elemen api, elemen angin, elemen petir dan elemen kegelapan.
Tidak hanya itu, Naga Bencana jugak memiliki wilayah lebih luas dibandingkan Binatang Ilahi lainnya seolah dialah penguasa Hutan Kematian dan menimbulkan Keirian dari Binatang Ilahi lainnya.
Oleh karena itu, kelima Binatang Ilahi sepakat membentuk aliansi untuk membunuh Naga Bencana dan tidak perduli lagi dengan perintah sosok pria berwajah cahaya yang menugaskan mereka agar tidak menimbulkan kekacauan.
Sosok pria dengan wajah tertutup cahaya putih adalah sosok yang memberikan Enam Binatang Ilahi kekuatan di jalan keabadian.
Pertempuran kelima Binatang Ilahi dengan Naga Bencana tidak dapat terhindarkan lagi. Naga bencana yang mendapatkan perlawanan dari lima Binatang Ilahi tidak membuatnya gentar, malah membuatnya semakin menggila menggempur lima Binatang Ilahi yang menyerang nya.
Pertempuran terjadi bertahun-tahun lamanya dan sampai saat ini belum dapat diketahui siapa yang keluar menjadi pemenang.
Disisi lain, sosok pria dengan wajah tertutup cahaya putih memberikan pengetahuan kepada Ras Malaikat dan akan menggantikan Enam Binatang Ilahi membimbing Ras lainnya.
__ADS_1
Setelah itu, butiran cahaya emas yang tidak terhitung jumlahnya mulai memasuki tubuh Ras malaikat dan memberikan mereka pengetahuan menapaki jalan keabadian.
Lagi lagi prediksi sosok pria itu kembali gagal, bahkan lebih parah dari kejadian Binatang Ilahi
Setelah Ras Malaikat mulai menapaki jalan keabadian, sebagian dari Ras Malaikat mendirikan kelompok yang bernama Cahaya Pencipta. Kelompok Cahaya Pencipta bertujuan menguasai wilayah Ras lain dan menjadikan Ras lainnya sebagai pengikut mereka.
Melihat kekuatan kelompok cahaya Pencipta begitu mengerikan, Ras lain akhirnya memutuskan menjadi pengikut kelompok Cahaya Pencipta dan tidak sedikit jugak yang tidak terima dengan itu.
Begitu jugak dengan sebagian Ras Malaikat yang tidak setuju dengan tujuan kelompok Cahaya Pencipta. Mereka berfikir seharusnya kekuatan yang mereka dapat dipergunkan untuk kedamaian dunia dan fokus menapaki jalan keabadian sampai kepuncak tertinggi.
Kemudian mereka mendirikan kelompok bernama Puncak Keabadian yang akan menghentikan kelompok Cahaya Pencipta.
Perbedaan pendapat kedua kelompok yang
Saling bertentangan mengakibatkan terjadinya pertempuran dan kehancuran sejauh mata memandang.
Melihat dampak serangan mereka membuat wilayah Ras malaikat terancam hancur, akhirnya kelompok Cahaya Pencipta mengalihkan kelompok Puncak Keabadian melanjutkan pertempuran mereka ke wilayah Ras lain.
Ke'empat Ras melihat pertempuran kedua kelompok Ras malaikat menuju wilayahnya, mereka menghindar sejauh mungkin agar mereka tidak terkena serangan dari Ras Malaikat.
Tetapi apa daya, karena ke'empat ras tidak memiliki kekuatan, mereka hanya menjadi sasaran empuk akibat gelombang energi kedua kelompok yang saling berbenturan mengenai mereka.
Pertempuran kedua kelompok berlangsung lama dan memakan ratusan Juta nyawa akibat pertempuran itu.
Duar.. Duar.. Duar
Bom..
Pertempuran kelompok Malaikat seketika hening saat guntur emas itu menghentikan pertempuran mereka. Detik kemudian sinar cahaya Ke'emasan mulai menyinari langit biru dan menampakan sosok pria dengan wajah tertutup cahaya putih.
"Hentikan! Atau aku Musnahkan kalian dari Alam semesta ini.!" teriak sosok itu, kemudian menatap kearah Ras Malaikat sembari mengeluarkan tekanan kearah Ras Malaikat.
Swuss...
Seketika tekanan yang begitu kuat menekan Ras Malaikat dan membuat sekujur tubuh Ras Malaikat gemetar saat sosok itu mengancam akan memusnahkan Ras mereka.
Kemudian sosok pria itu kembali berkata. "Aku memberikan kalian kekuatan agar kalian dapat membimbing Ras lainnya dan dapat hidup berdampingan tanpa ada pertikaian. Tapi kalian malah menggunakan kekuatan itu untuk memperbudak Ras lain dan menyebabkan kekacauan."
"Makah dari itu, aku akan menghukum kalian. Mulai saat ini kalian akan menempati wilayah kegelapan dan akan di kenal sebagai Ras Iblis." sosok itu kembali berkata menatap ke arah kelompok Cahaya Pencipta dan kearah Ras lain yang menjadi pengikutnya.
Detik kemudian, Butiran cahaya merah yang tidak terhitung jumlahnya mulai menghiasi langit Ke'emasan dan meleset kearah kelompok Cahaya Pencipta beserta pengikutnya.
Aghhh...
__ADS_1
Suara jeritan yang menyanyat hati terdengar saat cahaya merah itu memasuki tubuh mereka dan detik kemudian tubuh mereka ditutupi asap merah kehitaman dengan aura yang menjijikkan.
Setelah asap merah kehitaman mulai memasuki pori pori kulit mereka, perubahan bentuk terjadi di tubuh mereka. Yang dimana kedua pupil mata mereka berwarna merah darah, kemudian di dahi mereka mulai muncul tanduk yang membuat sosok mereka begitu mengerikan.
Swuss
Kelompok cahaya Pencipta beserta pengikutnya seketika menghilang setelah perubahan mereka selesai.
Kemudian sosok pria itu kembali menjentikkan jarinya dan butiran cahaya emas kembali terlihat menghiasi langit Ke'emasan.
Butiran cahaya emas meleset kearah seluruh makhluk hidup tetapi tidak dengan Ras Malaikat tersisa.
Melihat butiran cahaya itu mulai memasuki tubuh mereka, Ras lain mulai dilanda kepanikan dan berfikir mereka akan mengalami hal yang sama seperti kelompok Cahaya Pencipta beserta pengikutnya.
Dua menit berlalu, mereka yang awalnya panik dengan cahaya emas itu tiba tiba merasa legah saat mereka tidak merasakan kejadian seperti mereka khawatirkan, Melainkan mereka mulai merasakan sebuah informasi berbagai teknik dan cara menapaki jalan keabadian memasuki kepala mereka.
Ras Malaikat yang melihat cahaya emas memasuki tubuh Ras lainnya, mereka hanya diam dan tidak mengeluarkan sepatah katah.
Siapa dia? Apakah dia utusan pencipta? Atau dia kah pencipta? Pikiran mereka saat ini dilanda banyak pertanyaan mengenai sosok pria iitu. Karena hanya kehadiran sosok itu dapat menciptakan fenomena yang belum pernah mereka lihat bahkan tidak pernah terfikir mereka sebelumnya. Dan itu berhasil membangkitkan niat mereka menjadi seperti sosok itu, yang dapat melakukan apapun sesukanya.
Seandainya sosok itu tau keinginan Ras Malaikat, mungkin mereka akan dimusnahkan hari itu jugak.
Setelah seluruh Ras mendapatkan pengetahuan menapaki jalan keabadian, sosok pria itu tiba-tiba menghilang diikuti cahaya Ke'emasan yang mulai memudar dari langit biru.
****
Sepuluh juta tahun berlalu, kini seluruh Ras telah menapaki jalan kebadian dan berlomba-lomba mengejar puncak keabadian agar menjadi entitas tertinggi.
Begitu jugak dengan Ras malaikat yang kekuatannya sudah terpecah karena pertempuran sebelumnya, mereka kembali fokus mengejar jalan keabadian agar dapat menjadi entesitas tertinggi seperti sebelumnya.
Setelah memakan waktu yang cukup lama, kini Ras Malaikat kembali menjadi entesitas tertinggi setelah mereka memiliki dua pemimpin di Ranah Kaisar Agung tingkat atas.
Tidak seperti Ras lainnya, hanya memiliki satu pemimpin Di ranah Kaisar Agung tingkat atas.
Waktu terus berlalu, kini alam Nirwana sebagai alam tertinggi kembali di gemparkan dengan kemunculan sosok pria yang dapat menyatukani tiga garis keturunan darah dari Ras lain.
Tidak hanya itu, sosok itu jugak melakukan pembantaian disetiap daerah yang ia lalui dan mengakibatkan seluruh kultivator terkuat dialam Nirwana memburunya.
Enam pemimpin Ras yang mengetahui itu, mereka sepakat membentuk sebuah aliansi untuk memburu sosok itu. Mereka tidak berani bertindak sendiri, karena hanya dengan kekuatan sosok itu dapat menekan satu Kekaisaran dan itu membuat mereka sepakat bergabung membunuhnya.
"Bagaimana menurutmu, apakah kita langsung turun tangan untuk membunuhnya." salah satu pemimpin Ras berkata.
"Jangan sekarang. Bagaimanapun dia memiliki kekuatan yang dapat menyudutkan kita... Biarkan saja pasukan kita menguras tenaganya, baru kita bertindak." sahut Kaisar dari Ras malaikat dengan enam sayap di punggung nya.
__ADS_1
"Baiklah.." ucap mereka serentak