
Di hamparan dataran yang luas, terlihat pemuda dari Ras malaikat sedang dikepung lima ribu pasukan yang menatapnya penuh kebencian.
Lima Ribu pasukan itu adalah gabungan pasukan dari enam Ras yang sepakat membentuk aliansi membunuh sosok pemuda didepannya.
Aura membunuh satu persatu merembes dari tubuh mereka dan dari tatapan mereka seakan memancarkan aura penuh kebencian saat melihatnya.
Pemuda itu bernama Balel salah satu pemimpin dari Ras malaikat.
Balel tidak bisa dikatakan sepenuhnya Ras malaikat dari penampilan nya. Ia memiliki enam sayap dari Ras malaikat, tetapi di lain sisi dia jugak memiliki tanduk di kepalanya yang berasal dari Ras iblis, sedangkan aura yang dilepaskan berasal dari Ras dewa.
Fenomena itu tidak pernah terjadi setelah Ke-enam Ras tercipta.
Melihat lima ribu pasukan mengepungnya, Balel tidak merasakan takut melihat itu. Dia bahkan melihat pasukan didepannya layak nya predator yang menatap mangsanya. Walaupun dia sendiri, baginya lima ribu pasukan di depannya layaknya semut yang tidak Membuatnya gentar.
Kemudian Balel berjalan kearah pasukan sembari meregangkan otot-otot lehernya. "Huff.... Sudah seratus ribu lebih aku membunuh mereka, tapi enam kaisar sialan itu masi saja mengirim pasukan memburuku." dengus nya kesal.
"Baiklah, aku akan menemani mereka bermain. Aku ingin melihat, sampai kapan mereka bertahan melihat pasukannya aku bantai." ia berkata sinis saat merasakan aura pemimpin ke'enam Ras memantaunya dari kejauhan.
Bom! Bom!
Ledakan demi ledekan terdengar saat Balel mulai melesat kearah prajurit di depannya. Tidak sampai disitu, sabit yang berada ditangannya mulai menebas tubuh prajurit satu persatu dan suara jeritan terus terdengar saat sabit merah memotong tubuh mereka dengan sempurna.
Prajurit yang melihat pemuda dihadapan mereka layak mesin pembunuh membuat mereka ketakutan setengah mati.
Mereka tidak menyangka dengan gempuran pasukan sebelumnya tidak membuat pemuda itu kelelahan, dan ini membuat mereka sangat prustasi dengan situasi saat ini.
"Jangan takut! Tetap pertahankan formasi. Jangan ada satupun yang mundur, atau yang mulia kaisar akan membunuh kalian." salah satu jendral berteriak kearah pasukannya yang sudah mulai ketakutan.
Mendengar teriakan salah satu jendral dari kelompok mereka, membuat mereka tidak ada pilihan untuk mundur. Apa bila mereka mundur mereka jugak akan di hukum mati oleh kaisar mereka.
Mereka tahu enam kaisar menggunakan mereka sebagai pion untuk melemahkan tenaga pemuda itu, dan mereka hanya bisa menuruti perintah enam Kaisar karena mereka tidak memiliki keberanian untuk membantah.
"Hahaha Mati... Mati." teriak Balel kegirangan mengayunkan sabit ditangannya, saat menebas tubuh prajurit di depannya.
"Sabit Penghancur Bulan."
Sebuah seluit tebasan Bulan sabit terbentuk setelah Balel meneriakan tekniknya dan langsung meleset kearah prajurit yang mengepungnya.
Bom!
Ledakan energi terlihat saat seluit bulan sabit mengenai targetnya. Tidak sampai disitu, Balel jugak terbang diatas udara dan mulai mengangkat tangannya mengarah langit biru.
"Petir Bencana."
Setelah itu, gemuruh petir mulai terlihat saat Balel mulai mengayunkan tangannya kearah prajurit di bawahnya.
Duar! Duar! Bom!
Ribuan sambaran petir menghantam pasukan saat Balel meneriakan tekniknya. Tidak memakan waktu lama, Balel berhasil membantai lima ribu pasukan di depannya hanya dalam waktu tiga batang dupa.
Gumpalan asap dan aroma gosong dari sambaran petir mulai menyebar dimana mana. Dan percikan darah dari tubuh pasukan yang menyerangnya, mulai membasahi tubuh Balel menambah kengerian nya.
"Udah, segitu aja? Lemah... " ucap Balel dengan senyuman mengejek menatap enam pemimpin yang bersembunyi dari kejauhan.
"Brengsek...! Aku tidak tahan lagi." Jing Nan yang merupakan kaisar Ras dewa, berteriak marah melihat pasukan mereka terbunuh ditangan musuhnya.
(Note: Ras Dewa adalah Ras Manusia yang sudah mendapatkan petir baptisan menjadi abadi.)
Swush
Enam kaisar Ras melesat dengan kecepatan penuh kearah Balel.
Balel yang merasakan aura dari enam kaisar mulai mendekat, tidak membuatnya takut ataupun berniat untuk melarikan diri. Walaupun ia merasakan Qi di tubuhnya semakin menipis karena pertarungan berbulan-bulan lamanya, ia tetap tidak mudur.
__ADS_1
Karena menurutnya sejauh mana pun ia malarikan diri, enam kaisar Ras tetap akan mengincar nya dan ia memutuskan untuk mengakhiri semuanya saat ini.
"Baiklah, saatnya menyambut enam kaisar pecundang ini." gumam Balel melihat enam kaisar mulai mendekat.
Swush
Enam kaisar berhenti tepat di hadapan Balel dan menatapnya penuh kebencian. Aura membunuh keluar dari tubuh mereka saat melihat pemuda di depannya membantai pasukan mereka. Tidak hanya itu, pemuda itu jugak sudah banyak menghancurkan wilayah mereka, dan itu membuat enam kaisar semakin membenci pemuda didepannya.
"Hei hei santai dong... Galak amat. Awas tuh jenggot kebakar." ejek Balel melihat wajah Jing Nan yang sudah memerah akibat menahan emosi.
"Brengsek! jaga mulutmu... Aku bunuh kau..!" Teriak Jing Nan marah dan bersiap akan meluncurkan serangan terbaiknya.
Tap!
Saat ia mulai melesat kearah Balel, sosok wanita berparas cantik dengan kedua telinga runcing menghentikan nya.
"Jangan gegabah! Kamu hanya akan mengantar nyawamu apabila bertindak ceroboh." Yun Guin Kaisar Ras peri berkata dingin.
Balel yang melihat enam kaisar di depanya hanya tersenyum sinis melihat itu.
"Kenapa? Apakah enam Kaisar pecundang seperti kalian tidak mengirim pasukan lagi untuk membunuhku." Balel bertanya dengan nada jijik melihat enam Kaisar di depanya.
"Jaga omonganmu! Kau sudah membantai ribuan bawahan kami dengan kebrutalanmu. Kami berenam dengan nama keadilan akan membunuhmu dan menghancurkan jiwamu." teriak Bai Lan Kaisar Ras iblis dengan angkuh.
"Mengatas namakan keadilan? Tidak perlu sok suci kau iblis! aku tau tujuan kalian ingin merebut gulungan kunoku." jawab Balel dengan nada jijik mendengar ucapan iblis di depannya.
Saat ia pergi ke lautan tak berujung, ia kebetulan melihat sebuah gulungan yang mengapung di permukaan laut saat ia melintasi Laut tak berujung.
Dan dari gulungan itu, Balel mengetahui cara menyatukan darah dari Ras yang berbeda yang dapat menyatu dengan darahnya, sehingga ia menjadi entesitas terkuat yang dapat mengguncang alam Nirwana dengan kekuatannya dan mendapatkan julukan 'Malaikat Dewa Iblis'.
Oleh karena itu, enam Kaisar sepakat membentuk aliansi untuk membunuhnya dan merebut gulungan kuno yang dapat membuat Balel menjadi sosok terkuat di alam Nirwana.
"Benar! kami menginginkan gulungan itu. Serahkan gulungan itu, atau kami akan membunuhmu dan menyiksa jiwamu!" Sosok malaikat maju dan menunjuk Balel dengan nada mengancam.
"Ka.. Kau... " Long Xiu menunjuk Balel tidak terima dengan perkataan Balel yang mengejeknya.
Ia tidak tidak dapat membalas ucapan Balel karena semua ucapan itu memang benar adanya. Dia jugak tidak terima mengapa dirinya dilahirkan jelek, tidak seperti malaikat yang pada dasarnya memiliki paras tampan dan cantik, dia malah memiliki wajah berbanding balik dari Ras malaikat pada umunya dan itu membuatnya tidak terima apabila ada yang menghina kekurangan nya.
Long Xiu adalah sahabat Balel salah satu pemimpin Ras malaikat setelah dirinya.
Balel tau kalau sahabatnya itu menginginkan gulungan kuno nya, tetapi dia tidak memberikannya karna itu akan membahayakan nyawa sahabatnya. Dan ia tidak menyangka karena ketamakan sahabatnya itu, long xiu membocorkan rahasianya kepada Ras lain sehingga dirinya diburu enam kaisar.
"Hentikan omong kosong ini! Bunuh dia secepatnya, dan jangan biarkan dia bertindak lebih jauh lagi."Teriak Gulan Kaisar Ras monster.
Mereka yang mendengar teriakan Gulan langsung menyerang Balel dengan teknik terkuat mereka.
Swush
Bom! Bom!
Pertempuran tidak dapat di hindari lagi, Balel yang mulai kehabisan Qi di tubuhnya kini mulai terdesak dengan serangan enam kaisar yang menyerang nya.
Tidak jauh berbeda dengan enam Kaisar ras lainnya, mereka jugak mulai mendapatkan luka akibat perlawanan Balel yang begitu brutal.
Walaupun mereka berenam bergabung membunuh Balel tapi belum dapat di pastikan siapa yang akan keluar menjadi pemenang. Karena kekuatan Balel yang telah menyatu dengan tiga garis keturunan Ras, dapat menekan mereka walaupun Balel harus mendapatkan luka dari serangan mereka.
"Sial! aku mungkin dapat membunuh tiga dari mereka, tapi Qi ku sudah mulai menipis karna pertarungan sebelumnya." gumam Balel yang mulai tersudut dengan situasinya saat ini.
Yun Guin melihat Balel mulai terdesak, ia mengeluarkan senjata andalannya berupa busur cahaya dan melesatkan anak panah kearah jantung Balel.
"Panah cahaya Naga"
Swush!
__ADS_1
Panah cahaya meleset dengan cepat mengarah jantung Balel dan membentuk seluit Naga dengan aura yang mengerikan membelah angin yang di laluinya.
Jing Nan yang melihat anak panah meleset cepat ke arah Balel, ia segera bertelfortasi ke belakang tubuh Balel dan menebaskan pedang guntur di tangannya menggunakan teknik tertingginya.
Swush
Balel melihat dua serangan mematikan mengarah tubuhnya, ia segera mengepakan sayapnya menghalau tebasan pedang Jing Nan
Trang!
Tebasan pedang di halau sayapnya dengan sempurna, kemudian sabit yang berada di tangan Balel langsung terayun kedepan sehingga membentuk seluit bulan sabit menuju anak panah yang mengarah jantung nya.
Swush
Bom!
Benturan kedua serangan langsung menghancurkan daerah tempat mereka bertarung. Tetapi siapa yang menyangka, seluit bulan sabit tetap utuh dan melesat kearah targetnya.
Yun Guin melihat seluit bulan sabit mengarah ketubuhnya, ia tidak dapat menggerakkan tubuhnya karena aura penindasan dari seluit bulan sabit membuat tubuhnya kakuh dan tidak dapat bergerak.
Slash!
Tubuh Yun guin terbelah dua dan mengeluarkan darah hijau dari tubuhnya.
"Roar.."
Gus Sam dari Ras Beast yang melihat kekasih gelapnya terkena serangan Balel, ia meraung marah dan berubah menjadi sosok Ular Naga petir sepanjang 500 meter dan langsung mengayunkan ekornya kearah tubuh Balel.
Balel yang tidak sempat menghindar serangan naga petir langsung terpental sejauh 5 kilometer menghantam gunung di belakangnya.
Bom!
Balel merasakan sekujur tubuhnya sakit akibat ekor naga petir menghantam tubuhnya tanpa aba aba. Kemudian ia kembali memuntahkan seteguk darah dan berdiri sempoyongan mencoba menstabilkan tubuhnya.
Empat Kaisar yang melihat itu tidak Menyia-nyiakan peluang dan langsung melesat cepat ke arah balel.
Swush
Berbagai teknik serangan dari empat Kaisar langsung Menghujani tubuh Balel dan membuatnya tidak dapat mengelak akibat serangan mereka begitu cepat.
Bom! Bom! Bom! Bom!
"Terima lah kematianmu! " teriak Long xiu mengayunkan sabitnya kedepan.
"Sabit penghancur bintang."
Seluit sabit terbentuk setelah Long Xiu mengayunkan sabitnya mengarah ke Balel yang mencoba berdiri.
Balel melihat serangan itu mengarah tubuhnya, ia segera mengeluarkan pedang kembar dengan aura yang begitu mengerikan.
"Tebasan kematian."
Swush
Kedua seluit saling mengeluarkan aura yang begitu mengerikan seolah menujukan mereka lah yang terkuat.
Bom!
Kedua seluit saling bertabrakan dan mereka kembali terdorong mundur akibat kedua gelombang yang saling bberlawanan
"Uhg..." Balel yang terdorong jauh akibat benturan kedua serangan, ia kembali mengeluarkan seteguk darah dari mulut nya. Sesaat kemudian sosok suara serak terdengar di benak Balel, berkata.
"Tuan, izinkan saya keluar."
__ADS_1