
Di dalam hutan, terlihat tubuh pemuda tanpa kepala yang tergeletak ditanah dengan kondisi yang sangat memperhatikan.
Tubuh pemuda itu adalah tubuh Ling Tian yang sebelumnya dipenggal ketua pengawal pangeran Fian.
Di atas tubuh Ling Tian, terlihat butiran cahaya seperti kunang-kunang yang berterbangan diatas tubuhnya. Kemudian butiran cahaya itu berkumpul seperti molekul, dan membentuk sebuah jiwa yang tidak lain adalah jiwa Ling Tian.
Ling Tian yang melihat tubuhnya dengan kondisi yang mengenaskan, seketika amarah dimatanya terlihat saat melihat tubuhnya tanpa kepala. Dia berjanji, suatu saat nanti dia akan menagih semua perlakuan buruk mereka terhadapnya.
Kemudian jiwanya kembali berbentuk butiran cahaya dan mulai memasuki tubuhnya. Detik kemudian, tiba-tiba tubuh Ling Tian mulai diselimuti cahaya emas dan menyatukan kepalanya yang terpisah dari tubuhnya.
Ling Tian membuka kedua kelopak matanya dan menatap area sekitar. "Baiklah, aku harus segera kembali dan tidak boleh berlama lama disini.
Ling Tian bergegas bangkit dan segera berlari menapaki jalan setapak kearah wilayah luar Hutan Roh. Dia ingin segera keluar dari tempat itu, karena semakin lama dirinya disana semakin terancam nyawanya.
Seperti dengan namanya, hutan Roh adalah wilayah para Binatang Roh yang tidak dapat membentuk tubuhnya ke bentuk manusia, sebelum mereka hidup 10.000 tahun. Tidak seperti para Binatang/Ras Beast yang dapat membentuk tubuhnya ke bentuk manusia semenjak mereka lahir.
Hutan Roh memiliki wilayah yang cukup luas yang di kelilingi empat kota besar. Semakin dalam memasuki wilayah hutan, semakin tinggi ranah Binatang Roh yang menempati.
Ling Tian yang sudah berada diwilayah luar yang merupakan wilayah kekuasaan kota bintang, kembali berlari kearah pinggiran kota bintang.
Setelah menghabiskan dua batang dupa, kini Ling Tian berada didepan gubuk kecilnya. "Huff... akhirnya aku sampai juga."
"Karena sudah diberikan kesempatan hidup sekali lagi, maka aku akan mempergunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan kekuatanku." Ling Tian kemudian memasuki gubuk kecilnya dan segera membersihkan tubuhnya yang berlumuran darah.
Setelah membersihkan tubuhnya, Ling Tian yang sedang bercermin di kejutkan dengan penampilan wajahnya yang berubah drastis.
Kulit semulus giok dengan wajah semakin tampan dan rambut panjang yang tadinya berwarna hitam, kini berubah menjadi rambut pendek keputian.
Kemudian Ling Tian merabah disetiap sisih tubuhnya dan pada akhirnya, ia berhenti saat merabah bagian lehernya yang meninggalkan bekas luka seperti bekas jahitan.
Rasa penasaran penyebab perubahan wajahnya seketika sirna saat dirinya melihat bekas luka itu.
Dia sadar, memiliki rupa yang rupawan belum tentu dapat merubah penilaian orang lain mengenai dirinya. Dimana didunia ini memiliki sistem hukum rimba, yang lemah akan dimangsa dan yang kuat akan menjadi pemangsa.
Dia bertekad akan menjadi kuat dan
tidak akan membiarkan orang lain menghinanya lagi. Kemudian dia mulai bermeditasi dan mengumpulkan Qi di sekitarnya, Tetapi setelah tiga jam berlalu, Ling Tian tidak dapat menerobos ke ranah Fondasi Qi bintang tiga.
Karena sebanyak apa pun dia menyerap Qi disekitar, Qi yang dia serap akan selalu mengalir ke saluran yang berbeda dan tidak langsung menuju dantian nya.
Kejadian ini pertama kali terjadi saat dia berumur lima tahun memulai kultivasi, dan sampai sekarang di usianya yang ke 20 tahun dia masi bingung dengan masalah dantiannya.
Dia mulai prustasi karena itu, tetapi sesaat kemudian dia teringat dengan Drago yang dikatakan gurunya. Ia mencoba memanggil Naga Bencana agar membantunya.
"Hei Naga Bencana! Apakah kau mendengar suaraku? Kalau kamu mendengar nya, tolong keluar dari kalungku dan bimbing aku untuk menaikkan ranahku." Ling Tian berkata menatap kalung liontin nya.
Setelah menunggu beberapa menit, Ling Tian tidak mendengar atau pun merasakan kehadiran Naga Bencana yang di katakan gurunya.
"Apakah guru membohongiku? Tidak, guru tidak mungkin membohongiku." batin Ling Tian yang percaya dengan perkataan gurunya.
__ADS_1
Kemudian Ling Tian mengepalkan tangannya dan berkata. "Tanpa Naga Bencana, aku jugak tidak akan menyerah. Walaupun aku di ceburkan kembali ke dalam api neraka, asalkan itu menjadi kuat, aku tidak akan takut!"
Ling Tian tidak ingin bergantung dengan siapapun untuk mencapai hasil. Dia ingin menggapai itu semua dengan usaha nya sendiri dan tidak akan meminta belas kasihan orang lain agar menjadi kuat.
Kemudian Ling Tian kembali bermeditasi dan mencoba keberuntungan untuk menerobos ranah fondasi Qi bintang tiga.
Naga Bencana yang tertidur tiba-tiba mendengar suara memanggilnya, dia tau pemilik suara itu tetapi dia tidak menyahuti nya.
Dia tidak ingin diperintah siapa pun kecuali tuannya, kemudian ia kembali menutup kelopak matanya dan mengacuhkan pemilik suara itu.
Tetapi sesaat kemudian, dia kembali mendengar suara itu dan membuat nya tersenyum dengan perkataan pemilik suara itu.
"Tanpa Naga Bencana, aku jugak tidak akan menyerah. Walaupun aku di ceburkan kembali ke dalam api neraka, asalkan menjadi kuat aku tidak akan takut!"
"Menarik. Aku ingin melihat sekuat apa tekadmu untuk menjadi kuat." gumam Drago, kemudian sebuah rune terbentuk didepannya dan menarik tubuh pemilik suara itu.
Ling Tian yang kembali bermeditasi, tiba-tiba sebuah pusaran muncul dan menarik tubuhnya ke dalam kalung liontin.
Swush.
Sesaat kemudian, dia muncul di depan naga sebesar gunung berapi yang sedang tertidur dan menimpa ribuan tengkorak sebagai alas tidurnya.
"Dimana ini, dan siapa kamu?" Ling Tian bertanya dengan gugup melihat sosok naga sebesar gunung yang tertidur didepannya.
"Apakah kamu takut?" ucap Drago sembari membuka kelopak matanya dan menatap Ling Tian.
"Aku tidak takut! Aku hanya ingin bertanya kenapa aku bisa di tempat ini." Ling Tian mencoba membuang kegugupan nya saat naga itu menatapnya.
Selama hidupnya hanya Balel yang tidak takut dengannya. Bahkan balel berhasil menghajarnya sampai babak belur kemudian membuatnya menjadi binatang kontrak.
Sedangkan makhluk lain yang melihat akan kekuatannya, bahkan enam kaisar Ras di Alam Nirwana gemetar akan kemunculan nya. Dan saat ia mendengar jawaban pemuda lemah didepannya dia merasa melihat cerminan sosok Balel kedua.
"Aku menarik tubuhmu ke dunia buatan yang berada di dalam kalung liontin mu, karena aku tidak dapat muncul ke duniamu. hanya dengan aura kehadiranku saja dapat membuat alam ini hancur tak bersisah, oleh sebab itu aku menarik tubuhmu." ucap Drago dengan santai.
Ling Tian yang mendengar ucapan drago, ia langsung percaya tanpa ada keraguan. Karena sebelumnya Balel telah menjelaskan kekuatan drago yang begitu mengerikan.
Dan Balel tidak hanya ingin dia menjadi Penerusnya, tetapi dia jugak di tugaskan untuk menaklukkan Drago dan mendapatkan pengakuan Drago sebagai tuan barunya.
"Baiklah, aku ingin bertanya, kenapa tubuhku sangat susah untuk menerobos ke tingkatan selanjutnya?" ucap Ling Tian yang ingin mengetahui apa penyebab dirinya susah menerobos.
Sedangkan untuk seusianya telah memiliki ranah lebih tinggi di atasnya, seperti pangeran mahkota yang telah membunuhnya sebelumnya.
Drago kemudian menatap Ling Tian dan berkata. "Alasan kenapa kau susah untuk menerobos, kerana kau harus membagi Qi yang kau serap untuk asupan enam elemen yang tersegel di tubuhmu."
"Dan aku memberitahumu bukan berarti aku mengakuimu menjadi tuan baruku. Bagaimanapun aku tidak ingin memiliki tuan lemah sepertimu." ucap Drago menegaskan.
"Ha! Enam elemen?" Ling Tian terkejut dengan jawaban drago.
Bagimana tidak? orang yang memiliki dua elemen saja sudah di anggap jenius dan untuk tiga elemen adalah titisan suci. Sedangkan untuk kasusnya belum pernah muncul di seluruh alam semesta.
__ADS_1
Kemudian Drago menjawab semua pertanyaan Ling Tian dengan enggan dan menjelaskan semuanya dengan rinci tentang masalah yang Ling tian hadapi saat ini.
Setelah selesai menjelaskan semua pertanyaan Ling Tian, kini Drago memunculkan sebotol giok kecil yang berisi darah emas kemerahan di tangan Ling Tian.
"Aku akan memberikan garis darah peninggalan tuanku, tetapi saat kau meminum darah itu, hidup dan matimu bergantung dengan keberuntunganmu."
Ling tian tersenyum mendengar itu, kemudian dia berkata. "Aku sudah pernah merasakan kematian, bahkan aku sudah merasakan penyiksaan neraka. Aku tidak takut dengan hal apapun, selagi itu bisa membuatku menjadi kuat aku akan menahan itu semua."
"Dan aku jugak akan menunjukkan kepadamu, kalau aku pantas menjadi tuan barumu dengan kekuatanku." kemudian Ling Tian meneguk darah yang ada di botol giok itu dan mulai bermidtasi.
"Hahaha... bagus! Kau tidak mngecewakan pilihan tuanku." ucap Drago tertawa lantang mendengar ucapan Ling Tian.
Tetapi sesaat kemudian dia menatap Ling Tian yang telah bermidtasi dengan tatapan licik.
Ia mengingat perkataan Balel, untuk memberikan darah itu saat Ling Tian mencapai ranah kaisar agar tubuhnya dapat menyatu dengan darah nya.
Dan apabila dia meminum darah itu sebelum mencapai ranah kaisar, hidup matinya tidak akan ada yang tau.
Tetapi Drago tidak akan perduli akan hal itu, malah dia menginginkan kematian Ling Tian. Walaupun dia sudah berjanji kepada tuannya sebelumnya, tetapi dia tidak perduli dengan itu. Karena pada dasarnya ia hanya akan tunduk kepada makhluk yang dapat melawannya, bukan tunduk kepada mahluk hanya bermodalkan keberuntungan.
Satu batang dupa berlalu, Ling Tian kini merasakan darah emas kemerahan mengalir di seluruh organ tubuhnya, dan sesaat kemudian dia merasakan Pergejolakan darah di dalam tubuhnya yang memberikan rasa sakit yang begitu menyakitkan.
Dia merasa kulitnya mulai memerah seperti terbakar, seluruh tulang di dalam tubuhnya seperti akan hancur saat darah itu memasuki tulang nya, dan jantung yang memompa aliran darah di tubuhnya serasa akan meledak kapan saja.
"Ahhhh.."
Ling Tian berteriak histeris, tetapi dia tidak ada tanda akan menyerah dan tetap berusaha menaklukkan darah emas kemerahan di dalam tubuhnya.
"Tunduklah...!" teriak Ling Tian dengan lantang.
Detik kemudian, tiba-tiba enam elemen yang tersegel bangkit dan mengeluarkan aura yang begitu mengerikan.
Dan darah emas kemerahan yang menolak menyatu dengan tubuh Ling Tian, kini mulai berhenti memberikan perlawanan dan menyatu dengan tubuh Ling Tian.
Drago yang melihat itu tertawa lantang melihat kondisi Ling Tian, karna harga dirinya yang terlalu tinggi, ia tidak ingin menjadi bawahan makhluk lemah seperti Ling Tian dan mencoba membunuh nya dengan menggunakan darah Balel.
Dia berfikir, saat tubuh Ling Tian meledak dia akan terbebas dari dimensi buatan ini, dan segel kontrak tuan dan penerus Balel akan terputus yang membelenggu tubuhnya.
Sebab itu, dia memberikan alasan tidak dapat muncul ke dunia fana karena akan kehadirannya dapat menghancurkan Alam Fana.
Drago yang senang dengan rencananya akan berhasil, Tiba-tiba ia terdorong ke belakang saat enam elemen berbentuk bulat sebesar bola kasti keluar dari tubuh Ling Tian, dan membentuk sebuah lingkaran di atas kepala Ling Tian.
Enam bola elemen yang membentuk lingkaran, kemudian mengeluarkan cahaya sesuai dengan warna elemen nya.
Merah (Api), ungu (Petir/guntur), putih kebiruan (Angin), hitam(kegelapan), hijau tua(Racun) dan abu-abu(elemen Ruang).
Cahaya tersebut saling menyatu dengan elemen lain membentuk sebuah lingkaran, kemudian ditengah lingkaran terbentuk bola bola kecil seperti susunan tata surya dengan hiasan bintang kecil.
Drago yang melihat itu terkejut dengan fenomena di depannya. Untuk pertama kalinya ia melihat elemen dapat membentuk sebuah rune lingkaran dan memberikan aura yang begitu ganas.
__ADS_1
Kemudian, enam elemen yang membentuk sebuah lingkaran tiba-tiba mengeluarkan cahaya warna warni, dan membentuk seorang pria berjubah putih dengan lambang susunan tata surya di jubahnya dengan kelopak mata tertutup.