
Setelah perpisahannya dengan Xiao Yuer, kini Ling Tian kembali melanjutkan perjalanannya dengan raut wajah kesal.
"Berhenti!" Drago tiba tiba muncul dan menghentikan perjalanan Ling Tian.
"Ada apa?" sahut Ling Tian dingin melihat Drago menghentikan nya.
"Bocah, sepertinya ada yang mengganjal dipikiranmu?" tanya Drago, kemudian dia kembali berkata. "Ceritakan, kenapa kamu tidak bersemangat seperti ini."
"Hem... Aku hanya bingung, kenapa kebaikanku hanya dianggap seperti membutuhkan sesuatu?" jawab Ling Tian mengingat perkataan Xiao Yuer dan itu membuat pikiran nya sedikit terganggu.
"Huf... Kamu harus ingat, setiap manusia memiliki pemikiran yang berbeda-beda dan kamu jangan berkecil hati dengan ucapan orang lain. Sekarang yang perlu kamu lakukan adalah berlatih dan lupakan yang menghambat latihanmu." ucap Drago menghela nafas.
Dia tidak menyangka pemuda yang sangat mengerikan dalam membunuh itu, tiba-tiba menjadi lemah hanya kerana perkataan wanita.
Kemudian Drago kembali berkata. "Sebelumnya aku sudah menyebarkan kesadaran ilahiku mencari informasi di kota Bintang. Satu setengah tahun lagi empat benua akan mengadakan turnament para jenius antar benua, dan secara pribadi aku akan melatihmu mulai saat ini."
Ling Tian yang mendengar itu seketika sadar dengan apa tujuannya saat ini. Ia mengingat tujuannya berlatih dihutan binatang Roh agar dapat menjadi lebih kuat lagi, dan dari informasi yang diberikan drago membuatnya lebih sadar lagi, kalau saat ini dia harus fokus dengan latihan nya.
"Maaf Drago, aku terlalu berlebihan. Dan mulai hari ini aku akan berusaha lebih keras lagi dan tidak perduli rintangan apa yang akan aku hadapai nantinya, aku tidak akan takut" ucap Ling Tian dengan tekad yang kembali muncul.
Drago yang mendengar itu tersenyum puas, kemudian ia menatap Ling Tian. "Baiklah.. Untuk latihan pertamamu, kau harus membunuh kelompok prajurit yang memiliki energi jahat di tubuhnya, dan mereka tidak jauh berada didepanmu. Tapi kau tidak boleh menggunakan pedangmu atau teknik pedang melawan mereka. Dan apa bila kau tidak mampu, makah simpanlah niatmu untuk menjadi kuat."
"Apa...?" Ling Tian terkejut saat Drago melarangnya menggunakan pedang. Tapi sesaat kemudian Ling Tian menyanggupi permintaan Drago, karena menurutnya dia mampu mengalahkan mereka tanpa menggunakan pedang.
Tidak jauh dari tempat Ling Tian berada, terlihat sekelompok prajurit Kekaisaran Fian berjumlah 50 orang sedang berjalan dengan ekspresi muram. Lima belas prajurit memiliki kekuatan di ranah raja bintang lima, enam berada bintang sembilan dan sisanya berada ranah jendral bintang sembilan.
"Sial... Kita sudah dua hari mencari keberadaannya, tapi kita jugak belum menemukannya sampai saat ini, dan ini benar benar membuatku frustasi." Bin Lam salah satu ranah raja bintang sembilan berkata memecah keheningan.
"Huf... aku jugak sangat prustasi. Kita jugak tidak diperbolehkan kembali sebelum menemukan keberadaan nona." Xin Wei menyahut dengan wajah kusam.
Mereka adalah prajurit elite yang ditugaskan mencari keberadaan Xiao Yuer, dan sampai sekarang mereka belum menemukan keberadaan nya.
Bom!
Tiba-tiba Ling Tian muncul dan menyerang prajurit Ranah jendral dengan bringas. Tidak sampai disitu, Ling Tian jugak melesat cepat mengarah prajurit lain yang tidak siap mengantisipasi serangannya.
"Siapa kau... Beraninya kau menyerang prajurit Kekaisaran... Hentikan!" Xin Wei berteriak marah melihat sepulu prajurit raja bintang lima dan enam belas jendral bintang sembilan, mati dalam waktu satu menit.
Tidak mendapatkan jawaban dari pemuda itu, Xin Wei dan Bin Lam meluncurkan pukulan yang dilapisi elemen petir, angin kearah pemuda itu.
Swush
__ADS_1
Mlihat kedua prajurit raja bintang sembilan menyerangnya, Ling Tian menyilangkan kedua tangannya menahan serangan kedua prajurit itu, kemudian ia melangkah mundur kebelakang mengatur nafas
Melihat kedua rekannya melancarkan serangan, tiga prajurit raja bintang sembilan jugak mengayunkan pedangnya sehingga membentuk seluit tebasan pedang api, es, dan angin meluncur kearah Ling Tian.
Swush
Melihat serangan susulan menghampiri nya, Ling Tian memutar kedua tangannya membentuk lingkaran dan perisai api terbentuk menahan tiga serangan itu.
Bom.. Bom.. Bom.. Krak!
Tiga serangan rana raja puncak menghatam perisai api sehingga menimbulkan retakan di setiap sisinya.
Ling Tian terdorong cukup jauh kebelakang menahan tiga serangan mereka. Kemudian ia menstabilkan Qi di tubuhnya dan bersiap meluncurkan serangan balasan. Saat ingin melancarkan serangan balasan, tiba-tiba ranting pohon melilit tubuhnya dan langsung mengangkat nya keatas.
"Sial... Ternyata salah satu dari mereka ahli serangan jarak jauh." Ling Tian bergumam dengan ekspresi suram.
Ling Tian yang sudah berada diatas, langsung menghantan ke tanah saat ranting pohon melempar tubuhnya. Kejadian yang sama terulang kembali setelah tubuh ling tian mendarat ditanah, dan ranting pohon itu kembali melempar tubuhnya berulang kali.
Bam! Bam! Bam!
"Uhg..." seteguk darah keluar dari mulut Ling Tian dan tubuhnya merasakan sakit setelah terlepas dari lilitan ranting pohon.
"Hahaha Rasakan itu." Xin Wei tertawa lantang melihat kondisi Ling Tian yang cukup memperhatikan.
"Tak! Ugh..! krak!"
Suara patah leher terdengar saat Ling Tian tiba-tiba bangkit dan mencengkram leher prajurit yang melesat kearah nya.
"Walaupun aku tidak bisa mengalahkan kalian semua, setidaknya aku bisa mengurangi jumlah kalian." Ling Tian tersenyum layaknya iblis dan melepaskan cengkraman nya.
Kemudian Ling Tian langsung berpindah ke belakang prajurit pengguna elemen kayu dan meluncurkan telapak tangan yang diselimuti kobaran api.
Bom!
Prajurit ranah raja bintang sembilan harus meregang nyawa saat Ling Tian muncul dibelakang tubuhnya, dan prajurit lain melihat Ling Tian berpindah tempat mereka sangat terkejut dengan hal itu.
Teknik teleportasi adalah teknik yang sangat langkah di alam Fana dan itu hanya dimiliki Xiao Tang tertua terhormat Kekaisaran Fian. Mereka tidak menyangka pria di depannya memiliki teknik teleportasi yang sangat merepotkan.
Kini pertempuran semakin memanas, dan Ling Tian yang diserang semakin tersudut akibat jumlah dan ranah lebih tinggi darinya.
Dua batang dupa terbakar habis, kini Ling Tian harus jadi bulan bulanan dari kebringasan lawannya. Dan Qi di tubuhnya semakin menipis saat ia menggunakan teleportasi yang sangat menguras Qi di tubuhnya.
__ADS_1
Drago yang berada di demensi buatan tidak berniat menolong Ling Tian. Dia ingin Ling Tian merasakan sendiri pertarungannya sehingga ia dapat mengukur batasannya.
Bagaimanapun dia merasa Ling Tian terlalu bergantung dengan pedangnya, dan ia berharap Ling Tian sadar bahwa dirinya masi lemah dengan pencapaian nya saat ini.
Bom!
"Ugh."
Ling Tian terdorong mundur sejauh seratus meter dan menabrak pohon di belakangnya. Kini kondisinya semakin buruk dan di sekujur tubuhnya terdapat sayatan pedang yang membuat darahnya mengalir membasahi armornya.
"Bocah, berikan teknikmu dan aku akan membiarkanmu hidup." Bin Lam berkata sembari berjalan menghampiri ling tian yang tergelatak ditanah.
"Apa kamu kira aku bodoh. Ugh.. Setelah mendapatkan teknikku, kau jugak akan membunuhku. Cuih..." Ling Tian menyahut dengan nafas yang tidak teratur dan meludah didepan Bin Lam.
"Brengsek... Beraninya kau meludah di depanku. Aku akan membunuhmu dan merebut teknikmu itu, sialan..!" Bin Lam berteriak marah kemudian dia mengayunkan pedangnya secara vertikal.
Swush
Seluit tebasan pedang api melesat cepat kearah tubuh Ling Tian dan membakar tumbuhan yang dilaluinya.
Ling Tian yang melihat itu sedikit bimbang dengan apa yang akan dia lakukan. "Bagaimana ini, apakah aku harus menggunakan pedangku?"
Bom.!
Tebasan pedang api meledak mengenai sasaran nya dan mengeluarkan asap putih menutupi area sasaran tebasan pedang.
"Hahaha... Bagus saudara Bin. Dengan begini kita dapat menguasai tekniknya, dan kita juga akan mudah menjadi jendral nantinya." Xin Wei tertawa lantang berjalan melewati Bin Lam.
"Huh... Dalam mimpimu." Bin Lam menusukan pedangnya tepat mengenai jantung xin wei.
Zlebb!
"Ugh.. Saudara Bin... kenapa kau menusukku? kita adalah saudara seperjuangan, kenapa kau melakukan ini." Xin Wei memuntahkan darah dari mulutnya dan tergelatak dengan kedua mata terbuka seakan tidak percaya dengan kematiannya.
"Cih... Jangan bermimpi mendapatkan teknik itu. Teknik itu hanya miliku dan itu lebih berharga dari pada persaudaraan kita." Bin Lam berkata sinis dan meludahi tubuh Xin Wei yang tergelatak.
"Dan untuk kalian, jangan pernah memberitahukan ini kepada siapa pun. Ingat! kakak iparku adalah jendral barat. Kalau kalian tidak ingin bernasib sama dengannya, tutup saja mulut kalian.!" Bin Lam berkata kearah prajurit yang tersisa.
"Baik saudara Bin..." prajurit serentak menjawab dan tidak berani membantah perkataan Bin Lam.
"Hahaha... Dengan begini aku akan menjadi yang terkuat." Bin Lam tertawa lantang dan berjalan kearah Ling Tian yang masi tertutup asap putih.
__ADS_1
Bom!