
"Apa kamu dapat memastikan kematiannya? Aku tidak ingin menerima suatu kebohongan dari mulutmu." tanya seorang pria berbadan tegap dengan aura pemimpin melapisi seluruh tubuhnya yang duduk disinggah sanah kebesarannya.
Pria itu mengenakan jubah berwarna merah terang, dengan permata kecil yang menghiasi seluruh jubah yang ia kenakan. Dan diatas kepalanya terdapat sebuah mahkota dengan tiga permata sebesar mata kucing menambah kemegahan mahkota nya.
"Hamba sudah melihat dengan mata kepala saya sendiri yang mulia. Setelah pangeran Fian Chu mememanggal kepala Ling Tian, tubuhnya langsung dibuang ke dalam hutan dan dapat dipastikan tubuhnya telah dimakan binatang roh." ucap seorang pria berpakaian hitam yang berlutut di hadapan pria tadi.
Yah, pria tadi adalah Kaisar dari Kekaisaran Ling, yang tidak lain paman Ling Tian yang membunuh kedua orang tuanya.
Ling San sengaja tidak membunuh Ling Tian yang masih kecil di kala itu, dan membiarkan Ling Tian melihat kematian kedua orang tuanya dengan kepala terpenggal.
Setelah itu, Ling Tian berkelana saat dirinya berusia 7 tahun tanpa arah tujuan di wilayah Kekaisaran Ling. Dia banyak merasakan penindasan ataupun siksaan dari pihak lain saat dirinya bepergian. Itu semua rencana yang diatur Ling San untuk menyiksa Ling Tian secara perlahan dan membuatnya lebih memilih mati daripada harus hidup.
Baginya, penyiksaan terhadap Ling Tian adalah sebuah kesenangan tersendiri untuknya. "Hahaha... Baiklah, kamu dapat kembali kelompokmu, dan ambillah bayaranmu ke gudang harta."
"Baik yang Mulia."
Kemudian sosok pria berjubah hitam pergi dari hadapan Ling San.
*****
Pagi hari yang cerah, dengan kicauan burung kecil yang singgap di ranting pepohonan menambah nuansa suasana pagi yang begitu tenang.
Tidak jauh dari pohon yang disinggahi burung kecil, terlihat sosok Ling Tian yang kembali muncul didepan gubuknya.
Kemudian dia mengarah ke aliran sungai yang berada tepat di belakang gubuknya, dan bergegas membersihkan kotoran hitam di seluruh tubuhnya yang sudah mengering.
Setelah Ranahnya meningkat, tubuhnya mengeluarkan cairan hitam dengan aroma busuk yang berasal dari tubuhnya.
Setiap kultivator yang berhasil meningkatkan ranah, maka mereka akan mengeluarkan kotoran berupa cairan hitam dari tubuhnya.
Hal itu terjadi akibat sumbatan darah yang menyumpal di pembulu darah atau pun dari pil yang mereka gunakan untuk membantu tubuhnya untuk menerobos ke tingkat selanjutnya.
"Huh... Cairan ini sangat bauk." ucap Ling Tian mencium aroma busuk yang keluar dari cairan hitam itu.
Setelah beberapa saat membersihkan tubuhnya, Ling Tian segera bergegas kembali ke gubuk kecilnya untuk mengganti pakaiannya.
Tapi saat melihat lemari yang terbuat dari bambu itu, dia menepuk jidatnya mengingat pakaian yang akan digunakan sudah habis terpakai.
Saat dilanda kebingungan dengan apa yang akan dipakai, tiba-tiba suara Drago dari sebelah kanan terdengar mencabirnya.
__ADS_1
"Cihh... status pangeran galaksi, tapi pakaian saja tidak punya." ucap Drago muncul di sebelah Ling Tian dengan bentuk Naga kecil.
"Eh... Bukannya kamu tidak bisa keluar?" ucap Ling Tian melihat Naga kecil di sebelahnya dengan ekspresi bingung.
"Aku memang tidak bisa keluar dengan tubuh asliku, tapi aku bisa menggunakan kloning kecil selagi itu masi berada dekat dengan liontin mu." sahut Drago berputar putar di atas kepala Ling Tian. Setelah berputar putar, Drago kecil hinggap diatas kepala Ling tian dan mengambil posisi nyaman untuk merebahkan tubuhnya.
"Apa kau keluar hanya untuk mengejekku dan menumpang tidur di kepalaku! " ucap Ling Tian dengan ekspresi kesal.
"Hahaha.... Seharusnya kamu bangga, karena naga terhormat ini bersedia tidur di kepala mahkluk lemah sepertimu." ucap Drago menyombongkan diri.
"Cihh.... Apanya Naga terhormat, yang ada Naga cengeng." sahut Ling Tian mengejek Drago dengan senyuman sinis.
Takkk.
Drago yang tidak Terima dengan perkataan Ling tian, ia langsung memukul kepala Ling Tian dengan tangan mungilnya.
"Bocah ini peringatan untukmu, kedepan nya jangan pernah mengatakan Naga agung ini dengan sebutan Naga cengeng."
"Saat kau mengatakan itu, kau telah melukai Naga agung yang imut ini dengan mengingatkan kejadian buruk di alam dimensi." sahutnya kembali sembari memejamkan kedua kelopak matanya.
Kejadian di Alam dimensi adalah hal yang tidak ingin diingat nya lagi, dan itu sangat memalukan dengan statusnya sebagai Naga Ilahi.
"Iya deh Naga agung." ucap Ling Tian yang tidak ingin mendapatkan pukulan dari Drago lagi.
Setelah selesai bertanya, tiba-tiba sebuah cahaya merah muncul di hadapan Ling Tian membentuk sebuah armor dan cincin yang melayang di depannya. "Cincin dan armor itu adalah peninggalan tuan Balel dan kamu sebagai pewarisnya dapat menggunakan nya. Untuk armor itu tidak memiliki tingkat atau disebut tingkatan yang tidak diketahui. karena armor itu dapat berkembang, semakin kuat penggunanya semakin kuat kekuatan nya. dan kamu cukup membayangkan armor itu menghilang maka armor itu akan menghilang, begitu jugak sebaliknya." jelas Drago
"Hemm, cara menggunakan nya bagaimana?" Ling Tian bertanya apa yang harus dilakukan selanjutnya.
"Kamu hanya perlu meneteskan darahmu, dengan begitu kamu dapat menggunakan nya." sahut Drago dengan kelopak mata yang masi tertutup.
Kemudian Ling Tian meraih kedua item yang berada di depannya dan melakukan seperti yang dikatakan drago.
Ling Tian menggigit jarinya, kemudian meneteskan setetes darah emas kemerahan ke cincin dimensi yang berada di telapak tangannya.
Cincin dimensi tiba-tiba melayang di atas telapak tangannya dan mengeluarkan bunyi di iringi cahaya ke'emasan melapisi cincin hitam itu. Sesaat kemudian, suara dan cahaya emas itu menghilang dan cincin langsung terpasang dijari manis tangan kirinya.
Setelah Cincin sudah menyatu dengan jarinya, Ling Tian memfokuskan kesadaran Ilahi nya dan melihat isi cincin yang memiliki luas seluas lapangan bola.
Setelah itu, Ling Tian dikejutkan dengan pemandangan yang begitu menakjubkan saat dirinya melihat cahaya emas yang berkilauan di depannya.
__ADS_1
Dia melihat 100 tumpukan koin emas yang membentuk bukit kecil dan kilauan yang dihasilkan koin emas itu dapat menyinari seluruh area didalamnya.
Kemudian dia menyebarkan kesadarannya lebih luas lagi dan melihat banyak tumbuhan langka berusia 5000 tahun keatas, yang tertutup rapat di dalam kayu giok yang tersusun rapi di sebuah lemari panjang.
Masi banyak lagi, seperti buku teknik beladiri, ribuan senjata dari tingkat Raja sampai tingkat cahaya yang tersusun rapi, Dll.
"Hahaha... Aku kaya, aku kaya." teriak Ling Tian senang setelah membuka kedua kelopak matanya.
Mungkin sedikit narsis, tapi bagi Ling Tian yang memiliki harta sebanyak itu, itu sudah membuatnya bahagia seperti anak kecil. Karena semenjak kematian kedua orang tuanya, Ling Tian tidak pernah memiliki sepeser uang di sakunya dan ini adalah pertama kalinya dia melihat tumpukan harta sebanyak itu.
Bahkan harta yang dimilikinya jauh lebih banyak dibandingkan harta lima kaisar bila disatukan. Dan secara tidak langsung, Ling Tian menjadi orang kaya baru yang memiliki harta tak ternilai.
Kemudian Ling Tian melirik armor hitam diatas tempat tidurnya, dan melakukan hal yang sama seperti cincin dimensi sebelumnya.
Seketika armor hitam melayang layang mengelilingi tubuhnya dengan lapisan energi berwarna merah darah kehitaman. Kemudian armor tersebut langsung terpasang sempurna di tubuhnya.
Tapi yang membuat Ling Tian bingung, aromor itu hanya menutupi kedua tangan sampai ke bahu, bagian perut dan sebagian areah dadanya.
"Ini sama aja aku masi bertelanjang dada." gumam Ling Tian yang bercermin didepan kaca. Tapi dia jugak cukup puas dengan penampilan nya. Karena menurutnya, armor itu semakin menambah ketampanannya dengan mempertontonkan otot perutnya yang tertata rapi.
"Apa kamu puas dengan kedua barang itu?" tanya Drago yang memecah keheningan.
"Puas! Sangat puas. Dengan begini aku bisa fokus meningkatkan ranah ku." jawab Ling Tian bersemangat.
"Bocah, kamu itu bagaikan cangkang yang tidak berisi. Walaupun kamu memiliki ranah tinggi, tapi itu tidak artinya kalau kamu tidak memiliki pengalaman bertarung." ucap Drago mengingatkan, kemudian ia kembali masuk ke dalam liontin.
Ling Tian yang mendengar itu menganggukan kepalanya membenarkan perkataan Drago. Kemudian dua buah pedang muncul dari kalung Ling Tian yang melayang layang di depannya.
"Baiklah, aku akan memulai latihanku dan aku akan menggunakan Pedang Dewa Kematian."
Ling Tian kemudian meraih pedang di depannya dan menyimpan pedang Pembelah Samudera di dalam cincin dimensi nya.
******
Note.
*1 koin emas \= 100 koin perak.
*1 koin perak \= 100 koin perunggu.
__ADS_1
Untuk beberapa caphter selanjutnya mungkin saya akan memfokuskan latihan Ling Tian dulu dengan adegan pertarungan dan latihan.
#maaf kalau ceritanya agak bertele-tele.😁🙏