Ling Tian.

Ling Tian.
Indentitas Sebenarnya.


__ADS_3

Ling Tian yang melihat pria sepuh berjalan ke arahnya, ia sedikit mundur kebelakang mengambil ancang-ancang apabila pria sepuh itu menyerang.


Saat melihat lawan sudah berjarak dua puluh meter di depannya, butiran keringat menetes di wajahnya dan jantungnya mulai berdegup cepat mempersiapkan segala kemungkinan.


Drago yang melihat pria sepuh menghampiri Ling Tian, dia mencoba mengeluarkan api hitamnya untuk membakar rantai yang mengekang tubuhnya. Tetapi sekuat apa pun dia berusaha, api dari mulut nya tidak dapat keluar. Kemudian dia menarik rantai itu sekuat mungkin berharap rantai itu putus, tetapi kakinya yang terlilit rantai semakin terkekang dan mengeluarkan aroma gosong.


Merasa usahanya sia-sia, Drago mencoba melontarkan hinaan berharap pria sepuh itu beralih ke arahnya, dan memberikan Ling Tian kesempatan untuk melarikan diri.


"Pria tua...! Kalau kamu berani sini pukul wajah tampan ku. Aku ingin merasakan pukulan pria jelek seperti mu!" teriak Drago dengan lantang. Tapi pria sepuh itu tidak menghiraukan ucapannya dan terus berjalan pelan kearah Ling Tian.


Drago yang melihat pria sepuh tidak menghiraukan ucapannya, dia kembali melontarkan provokasi berharap pria sepuh itu menyerangnya. "Hei, pria tua! Apakah kuping mu kemasukan kotoran kuda? sini hadapain Naga agung ini kalau kamu punya keberanian!"


"Sial, dia tidak berhenti! Apa memang kupingnya kemasukan taik kuda ya." ucapnya kebingungan melihat pria sepuh semakin mendekat ke arah Ling tian.


Kerutan di kening pria sepuh mulai terlihat saat mendengar hinaan Drago, kemudian pria sepuh mengangkat tangan kanan sejajar dengan bahunya dan menjentikkan jarinya ke arah leher Drago.


Swush


Sebutir jarum panjang berwarna hijau melesat dengan cepat kearah leher Drago dan menancap dengan sempurna.


Drago yang melihat jarum hijau membus kulitnya, ia tidak merasakan sakit saat jarum hijau menusuk Kulitnya.


Kemudian dia ingin berteriak menghina pria sepuh seolah mengatakan jarum nya hanya menggelitik lehernya saja, tetapi suara dari mulut nya tidak dapat di keluarkan sama sekali. Sekuat apa pun dia mencoba berteriak, suaranya tetap tidak muncul.


"Ja..jarum apa yang kamu lemparkan ketubuh sahabatku?." tanya Ling Tian dengan gugup melihat Drago berusaha berteriak seperti orang bisu.


Pria sepuh yang mendengar pertanyaan Ling Tian hanya tersenyum dan berjalan ke arahnya.


Sebuah pedang merah muncul di tangan kanan dan sebuah pedang hitam dengan lebar lima centimeter muncul di tangan kirinya. Kemudian dia mendekat ke arah Ling Tian dan mulai mengayunkan kedua pedang di tangan nya.


Ling Tian yang melihat kedua pedang itu, ia mulai mempersiapkan diri untuk melakukan perlawanan. Sedangkan Drago yang melihat Ling Tian akan mati di kedua pedang pria Sepuh itu, dia menutup kedua kelopak matanya dan berusaha menghancurkan belenggu yang mengekang kekuatannya.


Walaupun dia berhasil menghancurkan belenggu itu, dia juga tidak memiliki keyakinan dapat melawan pria sepuh itu. tapi setidaknya dia dapat mengulur waktu agar Ling Tian dapat melarikan diri dari dunia dimensi, dan itu sudah cukup untuknya.


Sepuluh detik berlalu, drago merasakan ada yang aneh, dia tidak mendengar suara teriakan Ling Tian apabila pedang itu mengenai tubuh Ling Tian. Kemudian dia membuka kedua kelopak matanya dan Drago terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini.


Begitu jugak dengan Ling Tian, dia terkejut melihat pria sepuh tiba-tiba menancapkan pedangnya ke tanah dan berlutut di hadapan-Nya.

__ADS_1


"Salam hormat pangeran galaksi." ucap pria sepuh penuh hormat dengan menundukkan kepalanya. Kemudian dia mengangkat kepalanya menatap Ling Tian dengan tatapan hormat.


Ling Tian yang melihat itu mengerutkan kening dengan perkataan pria sesepuh itu.


"Pangeran galaksi?" Ling Tian menunjukan dirinya sendiri dengan ekspresi bingung.


"Benar pangeran. Anda adalah Pangeran Galaksi, anak dari Kaisar Galaksi." jawab pria sepuh dengan posisi berlutut.


"Ha, anak kaisar galaksi?"


Ling Tian semakin bingung dengan perkataan pria sepuh itu, dan merasa pria sepuh bercanda dengan ucapannya. Apanya pangeran Galaksi, dia adalah putra dari Kaisar Kekaisaran Fian sebelumnya, dan itu benar-benar membuatnya bingung dengan ucapan pria sepuh di depannya.


Pria sepuh yang melihat kebingungan Ling Tian, dia pun menjentikkan kedua jarinya dan sebutir cahaya melayang memasuki kepala Ling Tian.


Saat sebutir cahaya memasuki kepala Ling Tian, dia tiba-tiba memejamkan matanya dan melihat gambaran pria berjubah emas duduk disinggah sana yang mirip dengannya.


Di kedua tangan pria itu terlihat sosok bayi tampan yang sedang tertawa bahagia menggigit jari telunjuk pria itu. Pria yang mirip dengan-Nya tersenyum hangat saat melihat tawa bayi yang berada di pangkuannya.


Kemudian pria itu berbicara kepada sosok yang dikenali Ling Tian. "Gon Hu, aku ingin kamu menjaganya sampai element di dalam tubuh anakku bangkit. Setelah itu kamu dapat kembali saat tugasmu selesai."


"Baik yang mulai Xian Tian." sahut Gon Hu yang tidak lain pria sesepuh yang berlutut di depan pria itu.


Setelah itu, Xian Tian memberikan bayi itu ke tangan Gon Hu dan wajah Xin tian sedikit tersirat kesedihan melepas anaknya dari kedua tangannya.


Sesaat kemudian Gon Hu menghilang dari hadapan Xian Tian membawa bayi di tangannya.


"Mungkin suatu hari nanti kamu akan membenciku saat kamu mengetahui kebenaran ini. Tapi aku ingin kamu membuktikan kepada ayahmu ini, bahwa kamu dapat tumbuh menjadi sosok terkuat bahkan melebihiku." ucap Xian Tian meneteskan air mata melihat kepergian anaknya.


Kemudian gambaran akan Xian Tian menghilang dan digantikan dengan bayi yang telah meninggal di sebelah tubuh wanita yang di kenalnya, yaitu ibu permaisuri Kekaisaran Ling.


Sosok Gon Hu muncul di sebelah ibu permaisuri yang sedang pingsan di tempat tidurnya. Kemudian Gon Hu mengibaskan tangannya dan seketika bayi itu menghilang bagaikan di telan bumi.


Gon Hu yang melihat itu, kemudian dia meletakkan bayi di tangannya ke sebelah ibu permaisuri, detik kemudian Gon Hu berubah menjadi cahaya masuk ketubuh bayi Xian Tian.


Seketika seluruh gambaran tentang masa lalu nya sirna, Ling Tian kembali membuka kedua kelopak matanya dengan air mata yang mengalir dari kedua kantong matanya.


"Huff... akhirnya Ling Tian dapat melihat wajahmu lagi ibu. walaupun kita tidak ada ikatan darah, tetapi dari lubuk hatiku engkau tetap ibuku. Suatu hari nanti, aku akan menagih semua perlakuan mereka yang telah membunuhmu." gumam Ling Tian mendongakkan kepalanya yang berlinang air mata.

__ADS_1


"Dan untukmu kaisar galaksi, suatu saat nanti aku akan membuktikan kalau aku dapat melampauimu." ucap Ling Tian dengan penuh tekad.


Drago sebagai pendengar budiman sedikit bingung dengan perkataan Gon Hu.


Apabila kaisar galaksi itu memang ada, kenapa dirinya tidak pernah mendengar kaisar Galaksi itu di alam Nirwana. Mengingat kekuatan bawahannya saja sudah begitu kuat, secara otomatis nama Kekaisaran Galaksi pasti akan terdengar di alam Nirwana.


Karena rasa penasaran Drago yang begitu besar, ia memberanikan diri untuk bertanya saat ia merasakan efek jarum tadi sudah habis. "Kekaisaran Galaksi itu berasal dari mana? Apakah itu berasal dari alam Nirwana?"


Drago bertanya dengan ekspresi penasaran, tapi setelah beberapa menit waktu berlalu dia melontarkan pertanyaan itu, Drago tidak mendapat balasan dari Gon Hu yang masi berlutut di depan Ling Tian.


Ling Tian juga sedikit heran melihat Gon Hu yang tetap diam dan tidak menjawab pertanyaan Drago.


Kemudian ling Tian menatap kebawah dan berkata. "Kenapa paman tidak menjawab pertanyaan sahabatku? Dan sebelum itu anda boleh berdiri, karena bagaimana pun paman adalah salah satu keluargaku"


Gon Hu yang mendengar ucapan pangeran nya, dia tersenyum hangat kemudian berdiri menatap Ling Tian.


"Aku hanya akan menjawab atau pun bertindak, apabila itu perintah dari Kaisar galaksi dan Pangeran galaksi." tuturnya membalas ucapan Ling Tian.


Ling Tian yang paham dengan perkataan Gon Hu, dia pun menyuruh Gon Hu menjawab pertanyaan Drago. "Jawab lah paman, karena aku jugak penasaran dengan kampung halamanku."


"Baik pangeran." sahut Gon Hu menganggukan kepalanya.


"Kekaisaran Galaksi tidak berada di Alam Nirwana atau pun di tiga Alam yang berada di dunia ini. Seperti dengan namanya, Kekaisaran galaxi adalah penguasa 10 planet yang berada di tata surya, termasuk dengan planet yang kita tempati saat ini." ucapanya kembali menjelaskan pertanyaan Drago.


Drago yang mendengar itu sangat terkejut dengan ucapan Gon Hu. Dia mengingat perkataan Balel yang sering mengatakan ada dunia lebih luas dibandingkan planet ini. Dan sebelumnya dia mengira itu hanyalah sebuah lelucon.


Tapi saat ini Drago benar-benar percaya perkataan Gon Hu. Mengingat dia memang tidak pernah mendengar Kekaisaran Galaksi dan orang sekuat Gon Hu di Alam Nirwana.


Drago sangat bersemangat saat mengetahui itu, dia tidak sabar ingin berpetualang ke planet lebih besar lagi dan mengguncang seluruh Galaksi seperti mengguncang Alam Nirwana sebelumnya.


"Aku tidak menyangka wilayah kekuasaan ayahku sangat mengerikan, bahkan ayah menguasai 10 planet." batin Ling Tian terkejut mendengar penjelasan Gon Hu.


"Berarti ayahku adalah pencipta planet ini. Apakah itu benar paman?" ucap Ling Tian penasaran setelah sadar dari keterkejutan nya.


"Tidak pangeran. Kaisar galaksi hanyalah seorang penguasa bukan sang pencipta. Kerena sang pencipta sebenarnya adalah 'Sang Maha Kuasa' yang tidak dapat dibandingkan dengan makhluk lain. karena sosoknya sangat agung dan tidak ada satupun yang pantas menyamakan kedudukannya." jawab Gon Hu dengan jujur.


Ling Tian yang mendengar itu kembalii terkejut dengan ucapan Gon Hu. Dia tidak menyangka ada sosok yang begitu agung bahkan ayahnya hanyalah seorang penguasa.

__ADS_1


Dia pernah berfikir sebelumnya, bahwa Alam semesta ini dibentuk seorang kultivator dengan kekuatan di puncak ranah tertinggi. Tapi saat ini, ia baru mengetahui asal usul pencipta Alam semesta dan dia benar-benar kagum dengan sosok maha Kuasa yang dikatakan Gon Hu.


Kemudian Ling Tian mengerti dengan jati dirinya dan dia semakin bersemangat untuk menjadi kuat. Dia berjanji, suatu saat nanti dia akan mengguncang seluruh planet dengan kekuatannya.


__ADS_2