Ling Tian.

Ling Tian.
Hutan Roh I (Serigala Bertanduk)


__ADS_3

Di wilayah luar hutan Roh, terlihat sekumpulan pemuda pemudi yang berlalu lalang memakai jubah putih berlambang Bintang.


Mereka adalah murid dari Sekte Bintang penguasa Kota Bintang.


Wilayah luar binatang Roh sering digunakan para Sekte mau pun Klan besar atau kecil, untuk mengasa kemampuan bertarung muridnya. Karena Wilaya luar atau zona aman, hanya dihuni binatang Roh yang berada diranah pondasi Qi dan ranah prajurit.


Sama halnya dengan Ling Tian yang menjadikan Hutan Roh sebagai tempat mengasah kemampuan bertarungnya.


****


Di hamparan hutan bagian dalam, Ling Tian kini berlari mengunakan elemen petir dimana seluruh tubuhnya telah di lapisi elemen petir.


Dia melesat cepat di bawah pepohonan yang menjualang tinggi, dan setiap kawasan yang dia lewati akan meninggalkan percikan petir dari tubuhnya.


Beberapa saat kemudian, Ling Tian kini berhenti dan menatap lurus ke arah harimau angin yang berada di depannya. Harimau angin yang melihat kemunculan sosok pemuda di depannya, ia segera mengambil ancang-ancang untuk melarikan diri.


Dirasa ada kesempatan kabur, Harimau angin langsung melesat dengan kekuatan penuh menjauh dari Ling Tian.


Swush!


Ling Tian yang melihat harimau angin berlari menjauh darinya, pedang dewa kematian muncul ditangan kanannya, dengan aliran petir yang ganas melapisi seluruh bagian pedang dewa kematian.


"Langkah petir."


Ling Tian melesat cepat menyusul harimau angin yang menjauh darinya. Dalam tiga tarikan nafas tubuh Ling Tian berhasil melewati harimau angin.


Harimau angin tiba-tiba berhenti melihat Ling Tian berhasil menyusulnya. Dia ingin melawan tapi pemuda di depannya memiliki ranah satu tingkat diatasnya, dan itu membuatnya gelisah dengan kehadiran pemuda itu.


Ling Tian yang tidak ingin buruannya melarikan diri lagi, dia segera mengayunkan pedang dewa kematian dengan tebasan lurus mengarah tubuh harimau angin.


Slash!


Tubuh harimau angin terbelah dua saat seluit tebasan pedang dewa kematian melewati tubuh harimau angin.


Melihat tubuh harimau angin terbelah dengan rapi, Ling Tian berjalan ke arah tubuh harimau angin dan menjulurkan tangan kirinya, meraih kristal Putih yang berada di dalam tubuh harimau angin.


"Apakah ini namanya kristal kehidupan binatang Roh?." batinnya memandang kristal putih di tangannya. Kemudian ia memasukkan kristal putih beserta tubuh harimau angin kedalam cincin dimensinya.


Setelah menyimpan kristal kehidupan dan tubuh harimau angin, Ling Tian kembali melanjutkan perjalanan ke wilayah hutan lebih dalam lagi. Setelah berlari satu hari satu malam, Ling Tian akhirnya tiba di wilayah inti hutan binatang Roh.


Wilayah inti Hutan Roh yang dikenal sebagai zona terlarang, tidak dapat dimasukin sembarangan kultivator. Karena wilayah inti adalah wilayah para binatang roh yang sudah mencapai tingkat jendral, Raja dan kaisar.


Dan ada rumor mengatakan di wilayah inti terdapat binatang Roh yang telah mencapai Ranah Leluhur, walaupun sampai sekarang belum dapat dipastikan kebenaran rumor itu.


Setelah menapaki wilayah inti, Ling Tian melompat ke atas cabang pohon, ke cabang pohon lainnya dengan menggunakan elemen angin.


Tidak jauh berada di depannya, Ling Tian melihat tiga puluh serigala bertanduk yang berada di ranah jendral dan sepuluh serigala di ranah raja, yang tertidur membentuk lingkaran di bawah pohon yang cukup besar.

__ADS_1


Ling Tian tersenyum bagaikan iblis melihat kelompok Serigala di depannya. Tapi sebelum melakukan aksinya, Ling Tian memutuskan beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaganya.


Walaupun sebenarnya kultivator yang telah mencapai ranah Raja dapat berlari seminggu tanpa henti, tapi Ling Tian lebih memilih untuk beristirahat karena ia belum terbiasa dengan kekuatan yang dia miliki saat ini.


Merasa tenaganya sudah mulai pulih, Ling Tian langsung melesat kebawah dan mendarat sempurna di tengah kelompok Serigala bertanduk.


Swush


Ling Tian yang melihat serigala bertanduk menatap tubuhnya layaknya daging empuk, dia kemudian menukar elemennya menjadi elemen api dan mengayunkan pedang dewa kematian mengarah kelompok serigala bertanduk.


Swush


Duar!


Seluit tebasan pedang langsung menghantam tubuh serigala bertanduk dan membuat kawanan serigala lainnya menatap Ling Tian penuh kkebencian


"Aungg"


Kelompok serigala melolong keras menatap benci manusia itu. Tidak hanya membuat tempat mereka berantakan, tebasan pedang manusia itu juga membuat Serigala yang tidak sempat menghindar harus meregang nyawa.


Ling Tian yang melihat itu tersenyum puas. Kemudian dia mengambil posisi ancang-ancang dengan kaki kiri di depan sedikit ditekuk, dan kaki kanan yang berada di belakang sebagai pijakan mendorong tubuhnya melesat kearah Serigala bertanduk.


Jeritan kesakitan mulai terdengar saat Ling Tian mengayunkan pedang dewa kematian. Serigala bertanduk yang tidak sempat menghindari pedang Ling Tian, kini harus meregang nyawa saat pedang itu memotong tubuh mereka satu persatu.


Percikan darah bertebaran saat pedang dewa kematian terus menerus menebas tubuh Serigala layaknya seperti memotong tahu.


Swush


Tidak ingin menyia-nyiakan peluang, sembilan serigala yang berada di ranah raja bintang tujuh ikut melesatkan cakar api ke arah tubuh Ling Tian.


Ling Tian yang merasakan hawa panas menuju badannya, dia segera menghindar kesamping dengan sedikit menggeser posisinya, kemudian berbalik menebas cakar api yang berada di depannya.


Ting! Ting! Ting!


Dentingan suara pedang dan cakar api berbunyi keras saat kedua serangan saling berbenturan.


Kemudian Ling Tian menggunkan langkah zig zag menghindar serangan serigala lainnya, sehingga selulit cakar api itu hanya mengenai angin yang berada di belakang tubuhnya.


Melihat serangan mereka dapat dihindarin, serigala bertanduk semakin brutal melancarkan serangan ke arah Ling Tian.


Ling Tian yang melihat itu sedikit tersenyum, kemudian ia melesat ke arah serigala bertanduk yang berada di ranah raja bintang tujuh.


Slash!


Dengan mengandalkan kecepatan dan ketajaman pedang dewa kematian, Ling Tian berhasil menebas salah satu serigala bertanduk. Setelah berhasil menebas serigala bertanduk, serigala merah yang tidak tau berasal dari mana muncul di hadapan Ling Tian.


Serigala merah di depannya memiliki tanduk seperti serigala bertanduk biasanya, tapi yang membuat Ling Tian waspada adalah kekuatan serigala merah berada diranah raja bintang sembilan, dua bintang diatasnya.

__ADS_1


Tanpa memberi aba-aba, serigala merah langsung menyerang Ling Tian dan tidak membiarkan Ling Tian memberikan perlawanan.


Swush


Ling Tian yang harus dipaksa dalam posisi bertahan merasakan sedikit tertekan menahan kekuatan musuh di depannya.


Bom! Bom! Bom!


Pertempuran di kedua pihak semakin memanas dan menciptakan gelombang energi yang membuat wilayah sekitar hancur akibat serangan keduanya.


Aung!


Serigala merah mengaung marah melihat wilayahnya semakin hancur karena ulah manusia itu.


Tidak ingin membiarkan wilayah dan bawahannya mendapatkan kerugian lebih besar, serigala merah kembali menyerang Ling Tian dengan kekuatan penuh ranah raja bintang sembilan.


Bom! Bom!


Ledakan energi terjadi saat cakar serigala merah berbenturan dengan pedang Ling Tian yang masi berada dalam posisi bertahan.


Setelah bertukar ratusan jurus dengan serigala merah, Ling Tian harus terdorong mundur kebelakang dengan tubuh yang menabarak pohon di belakangnya.


Bom!


"Ugh..."


Ling Tian memuntahkan seteguk darah kemudia mencoba berdiri dengan tubuh sempoyongan. Meski tubuhnya mendapatkan luka yang cukup banyak, tapi Ling Tian tidak berniat untuk melarikan diri, melainkan dirinya tersenyum puas dapat bertarung dengan lawan lebih kuat darinya.


Sesaat kemudian, dia melepas pedang dewa kematian dari genggamannya dan pedang dewa kematian yang terlepas langsung berputar putar mengelilingi tubuhnya.


Ling Tian mengangkat kedua tangannya sejajar dengan dada, dan kedua telapak tangan saling menyatu. Kemudian jari tengah dan jari kelingking membentuk lengkungan sudut, sementara jari manis dan jari telunjuk saling bersimpangan dengan kedua ibu jari ditekuk kedalam.


Setelah Ling Tian melakukan segel tangan, ratusan replika pedang dewa kematian muncul dari belakang tubuhnya.


Swush


Ratusan replika pedang dewa kematian mengeluarkan cahaya berwarna merah dengan seluruh bagian pedang dilapisi api membara.


"Baiklah, waktunya pembalasan." ucap Ling Tian, berhasil menguasai teknik pertama dari tiga teknik pedang dewa kematian, yaitu teknik replika pedang dewa kematian.


Saat Ling Tian mengendalikan seratus replika pedang dewa kematian, seratus pedang api melesat bagaikan petir membakar semua yang di lewatinya.


Swush


Kelompok serigala yang melihat pedang api mengarah kelompoknya, mereka segera menyambut kedatangan pedang api dengan mengayunkan cakar api ke arah replika pedang dewa kematian.


Bom!

__ADS_1


Saat kedua serangan saling berhadapan, ledakan gelombang energi memancarkan suhu yang cukup tinggi, dan daerah yang awalnya dipenuhi tumbuhan, kini berubah menjadi kawah api akibat kedua serangan berelemen api saling bertabrakan.


__ADS_2