Ling Tian.

Ling Tian.
Alam Neraka, Kebangkitan Kembali.


__ADS_3

Keesokan harinya, di sebuah dimensi buatan tepatnya di dalam kalung liontin, terlihat sosok jiwa pria dan Binatang ilahi yang bersemayam didalam kalung liontin.


"Tuan, mengapa anda tidak merebut tubuh bocah ini? Sebelum kematiannya, anda juga sepertinya tidak berniat merebut tubuh bocah ini." Tanya Binatang Ilahi yang tidak lain Adalah Naga Bencana, Drago.


Drago sebelumnya diperintahkan oleh Balel untuk mencari tubuh baru untuknya. Setelah berkelena cukup lama di Alam menengah dan Alam fana, Drago akhinya berhasil menemukan tubuh bocah yang cocok untuk digunakan tuan nya.


Di tubuh bocah itu, terdapat sebuah Rahasia yang dapat menggemparkan seluruh semesta. Bagaimana tidak? Ditubuh bocah itu terdapat enam elemen yang tidak akan pernah di temui di Alam semesta ini.


Dan karena itu, setelah pencarian nya 10.000 tahun lamanya, akhirnya Drago memutuskan untuk memilih tubuh itu. Bahkan dirinya sendiri tergiur untuk menguasai tubuh bocah itu, tapi sayangnya, dia akan kehilangan seluruh kultivasinya apabila dia merebutnya.


Sosok jiwa yang tidak lain adalah Balel, tersenyum mendengar pertanyaan Drago yang kebingungan. "Menurutmu, apa yang membuatmu tertarik dengan tubuh bocah itu?"


Bukannya menjawab pertanyaan Drago, Balel malah sebaliknya melontarkan sebuah pertanyaan pada Drago.


"Menurutku..? Apakah itu belum jelas tuan, Karena dia memiliki enam elemen di tubuhnya." ucap Drago sedikit bingung dengan pertanyaan tuannya.


"Menurutku tidak hanya itu." Sahut Balel sembari memejamkan matanya.


"Maksud tuan..? Tanya Drago bingung.


"Yang membuatku tidak merebut tubuh bocah itu, karena aku ingin melihat tekadnya. Maka dari itu, sampai saat ini aku tidak merebut tubuh bocah itu." sahut Balel sembari membuka kedua kelopak matanya.


"Tekadnya..? Lagi lagi Drago bingung dengan perkataan tuan nya. Bagaimana tidak? Untuk apa tuannya harus repot repot melihat tekad bocah itu, kalau ujungnya tubuh bocah itu akan direbut tuannya.


"Iyah karena tekadnya, dan dia berhasil memiliki tekad yang kuat itu..."


"Apakah kamu tidak melihat perjalanannya selama ini? Walaupun dia lemah dan dianggap sampah, dia tidak pernah mengeluh dan selalu giat berlatih. Walaupun dia tidak mendapatkan hasil dari latihannya, dia tetap tidak mengeluh dengan pencapaiannya."


"Dan saat ia berada diambang kematian, dia tidak menundukkan kepalanya bahkan tidak ada rasa takut saat kematian itu menjemput nyawanya. Maka dari itu, aku mengatakan dia tidak hanya memiliki enam elemen, tetapi dia jugak memiliki tekad yang kuat." ucap Balel memuji usaha Ling Tian semasa hidupnya.


"Terserahmu saja tuan, aku benar-benar bingung dengan maksud tujuanmu." ucap Drago yang sama sekali tidak mengerti maksud tujuan tuannya.


Balel menggelengkan kepalanya saat ia mendengar ucapan Drago, kemudian ia berkata. "Maksud tujuanku, aku ingin kau membimbing anak ini sampai ke puncak tertinggi, dan hancurkan kembali Alam Nirwana untuk menenangkan jiwaku."


Drago terkejut mendengar ucapan Balel yang menyuruh nya untuk membimbing bocah itu, padahal jiwa bocah itu kemungkinan sudah berada di Alam neraka, dan bagaimana dirinya membimbing bocah yang sudah mati.


Disaat kebingungan nya, Drago tiba-tiba mengerti maksud tujuan Balel, kemudian ia segera berkata. "Maksud tuan, anda akan menyelamatkan jiwanya dari Alam kematian, dan menukarkan jiwa anda agar dia hidup kembali? Tidak tuan, aku tidak ingin menjadi bawahan makhluk lain selain dirimu."


"Dan lagian, apakah jiwa tuan tidak bermasalah? Ini tidak seperti tuan yang biasanya." ucap Drago kembali. Karena dia benar-benar tidak mengerti pola pikiran Balel, Yang dimana Balel tidak akan pernah melakukan sesuatu kalau itu tidak menguntungkan dirinya.


Kerutan di kening Balel sedikit terlihat saat Drago lagi lagi mengatainya. Dia benar-benar mati kata saat Drago mengatakan jiwanya bermasalah.


Memang benar, dia jugak sedikit bingung dengan pilihannya saat ini, tapi ia tidak tahu mengapa dirinya ingin memberikan kesempatan kepada Ling Tian untuk menggantikan dirinya.


"Baiklah, aku tidak ingin bertele-tele lagi. Aku tidak meminta, tapi ini perintah. Jadi bimbing lah bocah itu dan aku akan segera pergi menyelamatkan jiwanya." ucap Balel yang tidak ingin memperlama cerita novel ini.

__ADS_1


"Huff... Baiklah Tuan, sesuai permintaan anda, aku akan melaksanakan perintahmu." sahut Drago pasrah.


Swuss


Balel Seketika menghilang dari Alam dimensi didalam kalung liontin Ling Tian dan kembali muncul di wilayah yang penuhi api sejauh mata memandang.#


"Hahaha... Akhirnya kamu datang kawan." tawa lantang dari sosok pria bertanduk dengan seluruh tubuh berwarna merah dan memakai mahkota diatas kepalanya, yang tidak lain adalah Raja Yama, sang Raja Alam Neraka.


Balel yang melihat kehadiran Raja Yama, ia bergegas berjalan menghampirinya. "Aku ingin menukar jiwaku dengan jiwa bocah yang bernama Ling Tian, agar dia hidup kembali."


Balel langsung mengutarakan maksud tujuan nya dan tidak ingin bertele-tele dengan pria di hadapannya.


"Huh... Baiklah, tapi ada satu syarat! Kamu harus bersedia menjadi pelindung Alam Neraka dan jiwamu tidak akan dapat bereinkarnasi lagi. Apakah kamu bersedia?" Raja Yama berkata dan tidak ingin menyia-nyiakan peluang untuk merekrut Balel disisinya.


Walaupun saat ini Balel hanya berbentuk jiwa, tapi dengan asupan energi kematian di Alam Neraka, maka Balel akan dapat memulihkan kekuatannya dan menjadi sosok yang penting untuk kelangsungan hidup Alam Neraka nantinya.


"Baiklah..." sahut Balel menyanggupi persyaratan Raja Yama.


Kemudian sosok jiwa Ling Tian muncul dihadapan mereka berdua dengan tetapan bingung. "Siapa kalian?"


""""


Sebelumnya, Ling Tian yang berada di Alam Neraka harus mendapatkan penyiksaan yang begitu menyakitkan.


Setiap menitnya, tubuhnya akan dimasukkan kedalam larva panas dan membuat seluruh daging di kulitnya mengelepuh dan hangus terbakar. Detik kemudian tubuhnya kembali utuh lagi dan hal yang sama terulang kembali saat tubuhnya kembali pulih.


"Kenapa? Kenapa orang yang membunuh kedua orang tuaku masi hidup dengan bahagia saat ini, tapi kenapa harus aku yang mati duluan sebelum aku membalaskan dendam orang tuaku!! Aku tidak terima... Aku tidak terima...." Teriak Ling Tian yang tidak terima dengan kematiannya.


Ling Tian dulunya Pangeran Mahkota Kekaisaran Ling sebelum kematian kedua orang tuanya.


Sebelum itu, kedua orang tuanya dibunuh adik dari ayah nya dengan bantuan empat jendral besar dan empat bangsawan besar di Kekaisaran Ling. Dan tidak tau mengapa, saat orang tuanya dibunuh, dirinya malah dibiarkan hidup saat kejadian itu terjadi.


Makah dari semenjak itu, dia berusaha sekuat mungkin agar dapat suatu hari nanti membalaskan dendam kedua orang tuanya, dan merebut apa yang seharusnya miliknya.


Tetapi apa daya, bukan hanya tidak dapat membalaskan dendam orang tuanya, dia bahkan tidak mendapatkan hasil dari latihannya selama 13 tahun ini. Walaupun begitu, itu tidak mengurangi semangatnya untuk terus menjadi orang terkuat dan dapat membalaskan dendam nya.


"Apabila aku dikasih kesempatan sekali lagi untuk hidup, maka aku akan berusaha sekuat mungkin untuk mencapai tujuanku. Walaupun aku harus menempuh jalan Iblis, aku tidak perduli dengan itu. Selagi itu dapat membuatku kuat, maka aku siap menempuh semua rintangan itu." Teriak Ling Tian dengan tekad membara diselah hukuman penyiksaan nya.


Sesaat kemudian, jiwanya tiba-tiba berpindah tempat dan muncul dihadapan dua sosok yang tidak dia kenal.


"Siapa kalian!" tanya Ling Tian dengan tatapan yang masih penuh tekad. Walaupun ia merasa jiwanya tertekan saat berdiri dihadapan mereka berdua, Ling Tian tetap tidak takut berhadapan dengan kedua sosok itu.


"Hahaha aku tidak menyangka, pemuda yang kau tolong memiliki keberanian sehebat itu, saat berhadapan dengan sosok penguasa seperti kita." ucap Raja Yama memuji keberanian Ling Tian.


Balel yang mendengar pertanyaan Ling Tian, ia kemudian menjelaskan maksud tujuannya dan siapa dirinya sebenarnya.

__ADS_1


Setelah 2 batang dupa terbakar habis, Ling Tian sangat terkejut saat itu mengetahui dua sosok dihadapan nya.


Tidak mengurangi sedikit hormat, Ling Tin langsung berlutut dan memberi hormat. "Murid memberi hormat untuk guru, dan untuk Raja Yama."


"Aku menerima hormatmu. Berdirilah muridku." Balel berkata sembari melatakan kedua tangannya dibahu Ling Tian dan membantunya berdiri.


"Tidak hanya bertekad tinggi, tapi muridmu jugak memiliki jiwa pemimpin. Baiklah, aku akan menginvestasikan barang berhargaku untuk muridmu."


"Ini adalah telur binatang penjaga Neraka, sebelumnya dia adalah binatang penjaga Neraka yang berhasil menetas, tapi dia tidak mau tunduk padaku dan lebih memilih bunuh diri dan kembali ke bentuk telur lagi."


"Bila kau berhasil menjinakan Binatang penjaga Neraka itu saat menetas, tidak menutup kemungkinan kau akan memiliki patner terkuat di seluruh Alam semesta. Bahkan aku sendiri tidak yakin dapat mengalahkan nya saat dia berada puncak Ranah tertinggi di Alam Nirwana."


"Dan suatu saat nanti, Binatang penjaga Neraka itu akan membantumu membantai musuhmu. SEMAKIN BANYAK MAKHLUK YANG MATI, SEMAKIN BANYAK JUGA PENGHUNI ALAM NERAKA INI." Raja Yama mengutarakan tujuannya dan memasukan telur itu kedalam jiwa Ling Tian.


Ling Tian mengerutkan kening saat ia mendengar penjelasan Raja Yama. Kalau dia sendiri tidak bisa menaklukkan binatang itu, bagaimana dengan dirinya yang masih memiliki kekuatan rendah saat ini.


Tetapi Ling Tian tetap menerima pemberian Raja Yama, dan berharap suatu saat nanti dia dapat menaklukkan binatang penjaga Neraka itu. "Terimakasih Raja Yama."


"Baiklah, kamu boleh pergi sekarang jugak. Mulai saat ini aku akan mempercayakan mu dan menitipkan Naga brengsek itu untukmu." selah Balel yang masi jengkel dengan perkataan Drago yang mengatakan jiwanya bermasalah.


"Baik guru."


"Hacu... Siapa yang berani mengatai Naga tampan ini! Awas, kalau aku tau siapa yang mengatai Naga tampan ini, aku bakar belut nya sampai hangus." gumam Drago yang tiba-tiba bersin saat dirinya terlelap di tidurnya.


Tidak jauh berada dari Hutan Roh, tepatnya di Kekaisaran Fian.


Di taman yang cukup luas dengan bunga sebagai pelengkap keindahan nya, terdapat sebuah Gazebo dan sosok pria berjubah emas duduk santai dengan pengawal yang berlutut didepannya.


"Apakah kamu sudah membuang tubuhnya?" tanya Fian Chu yang tidak lain adalah pangeran mahkota Kekaisaran Fian yang membunuh Ling Tian.


"Sudah pangeran... Kemungkinan tubuhnya sudah dilahap oleh binatang roh di dalam hutan." jawab kepala pengawal dengan hormat.


"Bagus... ini akan menjadi pelajaran untuk seluruh kasta bawah di Kekaisaran ini, bahwa aku memandang rendah nyawa mereka." ucap Fian Chu dengan sinis.


"Kamu boleh pergi dan persiapkan sumber daya latihanku. Karena dua tahun lagi adalah Turnamen antar benua, dan pada saat itu aku akan menunjukkan kekuatanku di hadapan mereka." sambungannya kembali memerintahkan ketua pengawal.


"Baik pangeran." jawabnya, kemudian ketua pengawal meninggalkan Fian Chou sendiri di Gazebo.


Setelah kepergian ketua pengawal, terlihat sosok wanita yang sedang memetik bunga di taman itu. Sosok wanita cantik bercadar dengan kulit semulus giok, rambut putih panjang dan boing boing yang menggiurkan menambah keindahan nya.


Fian Chu yang melihat wanita itu membuat hatinya berbunga-bunga, kemudian ia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah wanita itu.


"Selamat sore nona Xiou Yuer, kedatangan anda di taman ini membuat keindahannya semakin sempurna akan kecantikan nona." Fian Chu mulai mengeluarkan gombalan untuk menyenangkan wanita pujaan hatinya.


Xiou yuer dengan tatapan dinginnya, ia menatap Fian Chu. "Selamat sore jugak pangeran."

__ADS_1


"Maaf, saya harus segera kembali berlatih. Xiao Yuer pamit undur diri." ucap Xiao Yuer dingin dan langsung meninggalkan Fian Chu yang menahan emosi.


"Sial... lihat saja nanti, saat aku memenangkan turnamen empat Benua nanti, maka kau akan berada di pelukanku." gumam Fian Chu kesal melihat sifat Xiao Yuer yang selalu dingin kepadanya.


__ADS_2