Ling Tian.

Ling Tian.
Pria Sepuh.


__ADS_3

Sosok pria sepuh berjubah putih membuka kedua kelopak matanya dan menatap Drago dengan auara membunuh.


"Lancang!! Beraninya binatang rendahan sepertimu melakukan pembunuhan di depanku.!" teriak pria sepuh, kemudian ia mengeluarkan gelombang suara dari mulutnya menghantam tubuh Drago.


Bomm!


Drago terpental kebelakang dan menghancurkan puluhan gunung di dimensi buatan akibat menahan tubuh besarnya.


Kemudian ia merasakan seluruh tubuhnya terluka akibat gelombang suara mengenai tubuhnya dan membuat kedua telinganya mengeluarkan darah.


"Si-sapa dia? Kenapa kekuatan nya sepuluh kali lebih kuat dari pada Balel." Batin Drago ketakutan melihat sosok di depannya.


Dia menatap ngeri pria sepuh di depannya, karena untuk pertama kalinya ada serangan yang dapat membuat nya terluka hanya dengan teriakan.


Kemudian Drago bangkit dan menstabilkan tubuhnya yang gemetaran.


"Siapa kamu?." Drago bertanya dengan tubuh gemetar melihat pria sepuh yang tiba-tiba muncul dan yang menyerangnya.


Bukannya menjawab pertanyaan Drago, pria tua itu kemudian mengangkat tangan-nya ke atas, dan memunculkan 9 rantai petir dengan tekanan yang mengerikan melesat dengan kecepatan penuh. Kemudian dentuman guntur terdengar keras saat rantai petir itu meluncur kebawah.


Drago terkejut dengan kehadiran rantai itu, dalam sekejap rantai itu telah melilit ke empat kakinya, kemudian mulai melilit ke empat sayapnya dan terakhir rantai itu telah melilit lehernya tanpa dapat menghindari rantai itu.


Tubuhnya yang besar langsung terhantam ke tanah saat rantai itu menarik ke empat kakinya.


Ia merasakan sekujur tubuhnya gemetar akibat rantai itu mengeluarkan aliran petir yang sangat kuat, dan membuat luka tubuhnya gosong akibat aliran petir itu. Kemudian dia jugak merasakan seluruh energi di tubuhnya seperti terkekang sesuatu dan ia hanya bisa pasrah dengan itu.


Pria sepuh kemudian berjalan kearah tubuh Drago, seolah menatap mangsa yang akan siap diterkam.


"Binatang kadal sepertimu, kalau dipanggang mungkin dapat sedikit memanjakan lidahku." ucap pria sepuh dengan bibir sedikit terangkat menatap drago.


Kerutan mulai terlihat diwajah Drago saat mendengar ucapan pria tua di depannya.


"Hei pria tua... Lepaskan aku! Dan apa maksud mu ingin memanggang ku! Aku adalah Naga yang agung, dan beraninya kau menyebutku kadal!" teriak Drago tidak Terima.


Rasa takut yang melanda pikiran nya seketika menghilang di gantikan amarah saat mendengar ucapan pria sepuh itu.


Dia merasa harga dirinya sebagai binatang Ilahi di injak-injak saat dirinya disamakan dengan kadal. dirinya adalah binatang Ilahi terhormat dan untuk pertama kalinya dia disamakan dengan binatang rendahan seperti kadal, itu membuatnya sangat murka dengan ucapan pria tua itu.


Sedangkan pria sepuh yang mendengar teriakan Naga di depannya, dia hanya tersenyum sinis dan berkata. "Dirimu yang kau anggap Naga terhormat, hanyalah se'ekor binatang rendah dimataku.


"Karena kau berani membunuh di hadapanku, aku jugak akan membunuhmu dan menyiksa jiwamu agar tidak dapat bereinkarnasi." ucapnya pria sepuh kemudian mengeluarkan api mancis dari jari telunjuknya.


"Hahaha... Aku tidak tau maksud tujuanmu melarangku membunuh manusia lemah itu. Tapi apa kau kira api sekecil itu dapat membunuhku." sahut Drago tertawa lantang menatap pria Sepuh.


Bagaimana tidak? Api sekecil itu tidak akan dapat Membunuhnya dan ia berfikir pria sepuh itu hanya bercanda saja, oh tidak mungkin dia ada kelainan jiwa seperti tuanya.


"Hemm.... Bagaimana dengan api sebesar ini?" jawab pria sepuh kemudian mengangkat tangan kanannya ke atas. Dimana pusaran energi merah secara terus menerus tersedot di telapak tangannya saat tangan kanannya berada di atas kepalanya.


Langit di atas pun berubah menjadi warna merah dan membentuk bola api sebesar lapangan bola melayang di atas telapak tangannya.


Suhu di Dunia dimensi seketika berubah panas begitu ekstrim, tetapi sebelum pria sepuh itu melemparkan bola api diatas telapak tangannya, dia menatap Drago dengan senyuman sinis seolah mengatakan apakah api sebesar ini dapat kamu tahan.


Darago yang melihat bola api itu seketika nyali nya menciut lagi, karena amarahnya dia melupakan sosok pria sepuh di depannya adalah sosok yang sangat menakutkan.

__ADS_1


"Huf... Huf... Padamkan api mu tuan. Aku mengaku salah dan kamu benar, aku adalah binatang kadal." ucap Drago ketakutan meniup bola api itu.


"Tidak ada kata ampun untukmu." sahut pria sepuh kemudian mengayunkan tangan kanannya kebawah.


Bola api sebesar lapangan bola meluncur ke arah tubuh Drago yang sudah pasrah dengan nasip nya. Dia menyesal dan tidak menyangka di dalam tubuh Ling tian ada sosok yang begitu mengerikan bersemayam di dalam tubuhnya.


Dan Drago tidak tau, sosok itu musuh atau kawan untuk Ling Tian.


Kemudian bola api yang melesat ke bawah, Tiba-tiba berhenti saat suara pemuda menghentikan nya.


"Berhenti.... Jangan bunuh sahabatku!" teriak Ling Tian melihat sosok pria Sepuh ingin membunuh Drago.


*****


Ling Tian yang merasakan kesakitan, seketika merasa Pergejolakan darah emas kemerahan berhenti memberikan perlawanan, kemudian tubuhnya mulai merasakan darah emas kemerahan mulai menyatu dengan tubuhnya.


Sesaat kemudian, tiba-tiba suara ledakan kecil terdengar dari tubuhnya.


BOM.. BOM.. BOM! 5X


Ranah nya yang berada di tingkat bintang tiga fondasi Qi, naik secara drastis menjadi ranah prajurit bintang satu.


Tidak sampai disitu, suara yang sama terdengar kembali dan mengeluarkan suara ledakan lebih banyak.


BOM.. BOM.. BOM.. BOM! 10 X


BOM.. BOM.. BOM.. BOM! 6 X


Seketika aura di keluarkan tubuh Ling Tian lebih kuat dari sebelumnya dan ranah nya naik ke ranah raja bintang tujuh.


"Aku tidak menyangka darah guru dapat meningkatkan ranahku sejauh ini." gumam Ling Tian dengan senang.


Dia sangat senang dengan pencapaian yang dia dapat dan merasa generasi seusianya hanya dirinya yang telah mencapai ranah raja di atas bintang lima. Karena Qi di alam Fana tidak terlalu banyak membuat para kultivator sulit menaikan ranahnya, walaupun itu sudah ditunjang dengan sumber daya yang melimpah.


Seperti Fian chu yang membunuh nya hanya berada dibintang dua, dan itu sudah dianggap pemuda paling jenius se-generasinya di benua manusia. Walaupun sudah dibantu sumber daya Kekaisaran tetapi peningkatan kekuatannya sangat lambat.


Oleh karena itu, kultivator di alam fana hanya memiliki orang terkuat diranah leluhur bintang empat dan untuk menggapai itu mereka harus menghabiskan ribuan tahun lamanya.


Walaupun begitu, Ling Tian tidak berpuas diri dan sadar jalan ke puncak tertinggi masi jauh lagi.


Tetapi saat dirinya merasa senang dengan kekuatan barunya, ada sosok yang tidak jauh berada darinya yang sedang memohon meminta pengampunan.


"Oh iya, aku harus berterimakasih kepada Drago yang telah membantuku menaklukkan darah guru. Walaupun aku tidak takut dengan kematian, tapi tanpanya aku tidak akan berhasil menaklukkan darah guru." gumam Ling Tian yang berpikir bahwa Drago yang sudah membantunya, saat darah emas kemerahan bergejolak ditubuhnya.


Tetapi Ling Tian yang ingin berterimakasih kepada Drago, telinga nya mendengar sebuah suara yang tidak jauh berada dari posisi nya.


"Tidak ada kata ampun untukmu."


Ling Tian mendongakkan kepalanya kearah suara tersebut, dan terkejut saat melihat sosok itu meluncurkan bola api kearah Drago yang di rantai.


Kemudian Ling Tian berlari ke arah Drago dengan merentangkan kedua tangannya dan berteriak.


"Berhenti... Jangan bunuh sahabatku!"

__ADS_1


Pria sepuh yang mendengar suara Ling tian, langsung menghentikan bola api nya dan menatap kearah Ling tian.


"Keuntungan apa yang aku dapat darimu agar aku tidak membunuh nya?" tanyanya dengan tatapan tajam.


Kemudian pria sepuh itu mengeluarkan 1% aura membunuhnya mengarah ke tubuh Ling Tian, dan berteriak. "BERLUTUT."


"Uhg..." Ling Tian memuntahkan seteguk darah emas dari mulutnya, dan aura itu terus menerus menekan tubuhnya untuk membuatnya berlutut.


Tetapi Ling Tian bukanlah pemuda yang dapat berlutut kepada orang lain dengan mudah, kecuali kepada kedua orang tuanya dan gurunya. Dengan lutut dan tubuh gemetar Ling Tian mengangkat kepalanya ke atas dan menatap pria sepuh, seakan mengatakan dia tidak akan sudih berlutut di depannya.


Drago yang mendengar kata sahabat dari mulut Ling Tian, hatinya sedikit tergerak dengan itu.


Karna selama hidupnya sebagai binatang Ilahi yang di takuti seluruh alam, dia tidak memiliki teman atau pun menyebutnya sebagai sahabat. Bahkan Balel sendiri tidak pernah menyebutnya sahabat dan hanya menganggap dirinya sebagai binatang kontrak.


"Sial... Kenapa aku merasa senang saat dirinya memanggilku sahabat." batinnya kebingungan.


Kemudian dia menatap Ling Tian dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Hei manusia lemah.... Pergilah dari sini dan Selamatkan nyawamu. Kamu hanya perlu membayangkan dunia asalmu dan kibaskan tanganmu, maka portal keluar dari dimensi ini akan muncul." ucap Drago memerintahkan Ling Tian melalui suara telepati.


Ling Tian yang mendengar suara Drago di pikiran nya, berkata. "Aku bukanlah seorang pecundang yang meninggalkan sahabatnya sendiri. Bagiku lebih baik berjuang dengan terhormat, dari pada lari sebagai pecundang."


Yah, walaupun saat ini Ling Tian masi lemah tapi dirinya memiliki jiwa persahabatan yang sangat kental di hatinya. Menurutnya, buat apa menjadi kuat kalau dirinya meninggalkan sahabatnya sendiri terutama baginya Drago adalah sahabat pertamanya.


Pria sepuh yang melihat dua individu di depannya terdiam, dia kemudian mencoba menerobos suara telapati Drago dengan Ling Tian, dan sedikit mengerutkan kening saat mendengarnya.


Setelah itu, pria sepuh berjalan pelan dan menatap mereka dengan tajam. "Apa kalian kira dengan berbicara melalui telepati aku tidak dapat mendengar nya."


"Deg..." Ling Tian terkejut saat mendengar ucapan pria Sepuh. Dia tidak menyangka kekuatan pria sepuh di depannya sangat tinggi, sehingga percakapan mereka dapat di dengar olehnya.


"Jangan banyak berpikir lagi, cepat pergi dari sini! Dan jangan merasa bersalah akan kematianku, karena bagaimanapun aku tidak akan pernah menganggapmu." teriak Drago memaksa Ling Tian pergi.


"Apakah aku mengijinkan mu pergi!"


Tiba-tiba pria sepuh berpindah tempat dan muncul di depan Ling Tian sembari berjalan mendekat ke arahnya.


####


Rana Alam Fana.


*Ranah Fondasi Qi.> (Binatang 1-9)


*Ranah prajurit > (1-9)


*Ranah jenderal >(1-9)


*Ranah Raja >(1-9)


*Ranah kaisar >(1-9)


*Ranah leluhur >(1-9) .


*.......

__ADS_1


(Ranah tertinggi kaisar di 4 benua hanya berada di Ranah leluhur tingkat 4)


__ADS_2