
Drago yang mendengar percakapan kedua individu itu, akhirnya dia dapat bernapas lega saat mengetahui Ling Tian adalah pangeran Galaksi.
"Huff... Untung saja bocah itu tidak mati, kalau dia benaran mati mungkin aku akan dijadikan Naga panggang."
"Eto.. Bisakah kau suruh dia melepaskan aku?" ucap Drago yang tidak nyaman dengan rantai yang mengekang tubuhnya.
Ling Tian yang sadar dengan rantai yang mengekang tubuh Drago, ia kemudian menatap kearah Gon Hu. "Paman, tolong lepaskan Naga itu. "
"Ta-tapi pangeran, dia tadi bermaksud membunuhmu dengan darah emas kemerahan itu. Kalau saja elemen ditubuh pangeran tidak bangkit, mungkin pangeran sudah kembali ke alam Neraka lagi." ucap Gon Hu sedikit tidak setuju dengan permintaan pangerannya.
Mendengar ucapan Gon Hu, seketika lipatan kulit mulai terlihat dikening Ling Tian. Dia tidak menyangka Naga Bencana mencoba membunuhnya.
Tapi disatu sisi dia jugak berterimakasih kepada Drago, karena bagaimanapun tanpa darah emas kemerahan yang merangsang elemen ditubuhnya, mungkin enam elemen tidak dapat bangkit secepat itu.
Kemudian dia menatap Gon Hu dan mengedipkan matanya seolah mengisyaratkan sesuatu.
"Huh, Baiklah paman. Jadikan saja dia menjadi Naga panggang, kebetulan perutku sadikit lapar." Ling Tian berkata bohong sembari mengelus perutnya yang tidak lapar.
Karena kultivator yang berada di Ranah Jendral keatas tidak akan merasakan lapar berminggu-minggu lamanya. Karena Qi didalam tubuhnya dapat memberikan asupan energi untuk para kultivator menghilangkan rasa laparnya.
"Baik pangeran..." ucap Gon Hu yang paham dengan maksud pangerannya. Kemudian bola api sebelumnya mulai melesat pelan kearah Drago.
Drago yang melihat bola api kembali bergerak mengarah tubuhnya, seketika ekspresi wajahnya berubah drastis.
Bundaran merah muncul di kedua pipi Drago dan kedua bola matanya terlihat butir-butir air mata layaknya anak kecil yang sedang melakukan kesalahan.
"Terkadang, menangis adalah satu-satunya cara mataku berbicara ketika mulutku tidak bisa menjelaskan betapa hancurnya hatiku."
"Andaikan aku dikasih kesempatan sekali lagi, aku akan meraungi seluruh alam semesta ini untuk mencari Naga betina, agar kematianku setidaknya dapat merasakan artinya surga dunia." Drago berkata sembari mengangkat kepalanya, dan berharap mendapatkan pengampunan.
Ling Tian yang mendengar perkataan Drago, seketika perutnya terasa keram mendengar itu. Kemudian ia menatap Gon Hu dan berkata. "Paman tolong berhenti sebentar."
"Apakah paman bisa mewujudkan Keinginannya? setidaknya saat tubuhnya kita makan jiwanya tidak akan menghantui kita nantinya." ucap Ling Tian dengan ekspresi kasihan seperti actor ikan terbang, padahal di dalam hatinya tertawa bahagia.
"Kebetulan pria tua ini memiliki peliharaan Naga betina. Dengan begitu pangeran dapat memakan tubuhnya tanpa harus takut dengan jiwanya menghantui pangeran." Ucap Gun Ho dengan senyuman melengkung menatap Drago.
Roar..
Drago meraung keras melihat senyuman Gon Hu seolah mengatakan tidak ada kesempatan sekali lagi untuknya.
Dia benar-benar menyesal dengan perbuatannya sebelumnya. Dia juga tidak menyangka Ling Tian akan sekejem itu ingin memakan tubuhnya. Kemudian ia tetunduk lesuh dan pasrah dengan api diatas tubuhnya akan membakarnya hidup-hidup.
"Hahaha.... Aku tidak menyangka Naga Iilahi yang terhormat ternyata bisa semenyedihkan ini. Sudah sudah, aku hanya bercanda saja. Paman tolong lepaskan dia." ucap Ling Tian melihat Drago yang sudah pasrah dengan kematiannya.
Gon Hu yang mendengar perintah pangerannya, dia mengibaskan tangan kanannya dan rantai yang mengekang tubuh Drago seketika menghilang. Begitu jugak dengan bola api yang melayang di atas, ikut menghilang setelah Gon Hu mengibaskan tangan kanannya.
Setelah itu, cahaya hijau mulai melapisi tubuh Drago dan luka di sekujur tubuhnya kini mulai tertutup rapat dan tidak meninggalkan bekas luka.
__ADS_1
"Hahaha.... Akhirnya Naga terhormat ini terlepas dari rantai iblis itu." teriak Drago kesenangan melihat tubuhnya kembali dapat digerakkan.
kemudian ia terbang memutar seperti raja wali yang memantau mangsanya. Tetapi sesaat kemudian, tubuhnya tiba-tiba kembali terjatuh dan merasakan dorongan gravitasi yang begitu kuat menekan tubuhnya.
Bom..
"Ada apa ini? Kenapa jantungku seperti di kekangan rantai." gumam Drago bingung saat merasakan jantungya seperti di Lilit rantai.
Kemudian ia menatap Gon Hu dan berteriak. "Apa apa yang kau lakukan dengan jantung ku.!"
Drago berteriak histeris saat melihat tangan Gon Hu menunjuk ke arahnya.
"Aku membebaskan mu bukan berarti aku mengampunimu. Aku telah meletakan segel kontrak hidup dan mati di jantungmu..."
"Dan apa bila kau mempunyai niat buruk kepada pangeranku, maka jantungmu akan meledak saat itu jugak." ucapnya kembali dengan nada ancaman.
"Brengsek...! Segel kontrakku dengan bocah itu semakin kuat." gumam Drago meratapi nasipnya yang sial.
Ling Tian yang melihat itu sedikit tidak senang dengan perbuatan Gon Hu, kemudian ia berkata. "Maksud paman dia tidak akan bisa mencelakaiku dan dia akan mengikuti semua perintahku.?"
Kepala Gon Hu naik turun membenarkan perkataan Ling Tian.
"Tidak paman, paman tidak perlu melakukan hal seperti itu. Kerena aku akan membuktikan kepada-Nya, kalau aku pantas menjadi tuan barunya dengan kekuatanku sendiri, bukan dengan bantuan orang lain."
"Mungkin terlihat naif, tapi aku sudah berjanji dengan guruku, kalau suatu saat nanti aku dapat menaklukkan Naga Ilahi dengan kekuatanku sendiri. Bagiku, janji adalah hal yang tabu untuk di langgar dan aku tidak ingin melanggar janjiku." ucap Ling Tian tegas menatap Gon Hu.
"Maaf pangeran. Saya tau dengan maksud anda, tapi kali ini saya tidak dapat mengabulkan permintaan pangeran. Karena sebentar lagi saya akan kembali ke tempat ayah pangeran. Saya bermaksud untuk membuat Naga itu menemani pangeran, tanpa rasa takut dengan kejadian sebelumnya." ucap Gon Hu menjelaskan maksud nya.
Gon Hu tidak ingin melakukan kesalahan saat dirinya tidak bersama Ling Tian lagi. Apabila Ling Tian mati karena keteledoran nya, dia tidak akan memiliki keberanian untuk kembali ke sisi Kaisar Galaksi.
"Tapi pama...."
Ling Tian yang belum selesai menyelesaikan perkataan nya, suara Drago tiba tiba memotong ucapannya.
"Bocah, tidak perlu melawan lagi. Aku telah memutuskan untuk mengikutimu. Kerena aku ingin melihat dunia yang lebih luas lagi, dan aku juga ingin melihat perjalanan pangeran galaksi Sekaligus penerus tuanku mencapai ranah tertinggi." Ucap Drago membulatkan niatnya untuk mengikuti Ling Tian.
Drago berfikir, hanya dengan mengikuti Ling Tian maka ia dapat melewati belenggu di Alam Nirwana. Mengingat Lin Tian memiliki enam elemen yang dapat mengguncang seluruh Alam Semesta.
"Baiklah kalau itu keputusan mu. Walaupun begitu, aku akan tetap membuktikan kepadamu bahwa aku pantas menjadi tuanmu." sahut Ling Tian dengan tekad yang berapi api.
Baginya sebuah pengakuan karena keberhasilan nya adalah suatu kebanggaan tersendiri baginya.
"Pangeran, waktu saya tidak banyak lagi. Terimalah kedua pedang ini, kedua pedang ini akan menemani pangeran menuju kepuncak tertinggi." Gon Hu mengulurkan kedua tangannya yang memegang kedua pedang ke arah Ling Tian.
Ling Tian yang melihat kedua pedang itu, ia mengulurkan kedua tangannya menerima kedua pedang yang berbeda dari tangan Gon Hu.
"Pedang apa ini paman." ucap Ling Tian mengayunkan kedua pedang ditangan nya.
__ADS_1
"Pedang merah bernama Pedang Dewa Kematian, dan pedang hitam bernama Pedang Samudera. Kedua pedang ini berada di tingkat semesta yang di berikan kaisar galaksi untuk pangeran." Gon Hu menjelaskan kedua pedang di tangan Ling Tian.
"Tingkat Semesta?" tanya Ling Tian bingung.
Kerena setaunya tingkatan pedang tertinggi atau artefak, hanya berada di tingkat Langit dan itupun sangat langka di alam Fana.
Gon Hu kemudian menjulurkan jari telunjuk kanannya menyentuh dahi Ling Tian, dan segudang informasi mengenai tingkatan pedang, Alkemis, Aray terpampang jelas di fikiran Ling Tian, serta buku teknik cara mempelajari nya.
Begitu jugak dengan teknik tingkat menengah dan tingkat puncak memasuki fikiran Ling Tian.
Ling Tian yang merasakan banyak informasi masuk ke dalam fikirannya, ia sedikit merasakan pusing akibat informasi yang di terimanya.
Kemudian Gon Hu menarik jari telunjuk nya dan berkata. "Kedua pedang itu memang berada di tingkat semesta, tetapi kekuatan penuhnya telah di segel yang mulia kaisar."
"Walaupun begitu, kualitas ketahanan pedang itu tetap berada di tingkat semesta. Pedang itu jugak dapat membuat serangan penggunanya memiliki daya serangan dua kali lipat. Semakin tinggi ranah pangeran, semakin kuat juga kekuatan pedang yang di lepaskan."
Ling Tian yang mendengar perkataan Gon Hu, ia menganggukan kepalanya dan tersenyum senang melihat kedua pedang di tangannya.
"Baiklah pangeran, hamba ijin undur diri." Ucapnya kembali.
Kemudian tubuh Gon Hu berubah menjadi cahaya putih dan menghilang menuju ke atas langit, dan enam elemen yang keluar dari tubuh Ling Tian kini kembali masuk ke tubuhnya.
#####
Tingkat senjata atau Artefak.
*Tingkat Silver
*Tingkat golden
*Tingkat hitam
*Tingkat Bumi
*Tingkat langit
*Tingkat Giok
*Tingkat Cahaya
*Tingkat, ......
*Tingkat, ......
*Tingkat, ......
*Tingkat, ......
__ADS_1