
Duar...
Ledakan yang begitu dasyat menghancurkan Area sekitar dan menciptakan kawah yang sangat besar saat ledakan itu terjadi. Tidak hanya itu, tubuh tiga kaisar yang berada dekat dengan tubuh Balel seketika menjadi abu, saat gelombang ledakan itu mengenai tubuh mereka.
Sebelum kematian mereka bertiga, ketiga kaisar benar-benar tidak menyangka Balel akan mengambil resiko seperti ini. Dan mereka sangat menyesal dengan ketemakan mereka yang berujung kematian tanpa ada hasil yang mereka tuai. Walaupun detik-detik terakhir mereka berhasil menyelamatkan sisa jiwa mereka dari kematian menggunakan artefak pelindung jiwa.
Kini penghuni Alam Nirwana mendapatkan kerugian besar akibat pertempuran itu. Tidak hanya kehilangan enam sosok pemimpin dari enam Ras, mereka jugak harus kehilangan Ratusan Ribu prajurit elit mereka. Dan lebih parah nya, seperempat wilayah Alam Nirwana harus hancur brantakan akibat pertempuran itu.
Naga Bencana yang melihat gelombang ledakan akan mengenai tubuh nya, dia menghela nafas panjang sembari mendongakkan kepalanya mentap langit. Dia tidak menyangka akhir perjalanannya berakhir sampai disini.
Tetapi saat energi ledakan itu akan mengenai tubuhnya, Tiba-tiba cahaya biru yang tidak tau berasal dari mana berhasil melapisi tubuh Naga bencana dan menyelamatkan nyawanya dari kematian.
Swush
"Ini... Ini energi Tuan." Naga Bencana terkejut mengenali energi biru yang yang melapisi tubuhnya.
Detik kemudian, sosok Balel yang berbentuk jiwa muncul di hadapan Naga bencana yang masi terkejut dengan fenomena saat ini.
Drago yang tidak lain adalah Naga bencana, sadar dari keterkejutan saat ia melihat Balel yang sudah berada di hadapannya.
Kemudian ia berusaha bangkit dan berjalan pelan kearah Balel.
"Tu.. Tuan, Terimakasih sudah menyelamatkan saya. Tapi mengapa Anda harus menyelamatkan saya? Ini bukan seperti sifat anda sendiri." Drago bertanya sedikit curiga.
Kerena ia mengenali bagaimana sifat pria yang berhasil membuatnya menjadi binatang kontrak itu. Yang dimana tuan nya tidak akan pernah mau melakukan sesuatu apabila itu tidak menguntungkan dirinya.
"Uhug.. Aku menyelamatkanmu karena aku ingin kau mencari tubuh baru untukku. Aku yakin, jiwa ke'enam kaisar selamat dari kematian, dan sebentar lagi mereka pasti akan menyuruh bawahannya memburu sisah jiwaku." ucapnya jujur mengapa ia harus menyelamatkan Drago dari kematian.
"Sudah aku duga..." Batin Drago yang sudah menebak jawaban Balel mengapa dirinya diselamatkan.
"Baik Tuan..." ucap Drago kemudian ia menghilang bersama jiwa Balel dari alam Nirwana.
""'""
Alam Fana.
Di Alam Fana terdapat 4 benua besar, yaitu:
Benua manusia : Kekaisaran Ling & Kekaisaran Fian.
Benua Beast : Kekaisaran Tianlong.
Benua Monster: Kekaisaran wonder wolf.
Benua Iblis : Kekaisaran awan darah.
Seperti hal dengan namanya, Benua manusia hanya ditempati Ras manusia begitu jugak seterusnya dengan Benua lainnya.
Di setiap benua terdapat satu pemimpin yang menjadi penguasa atau di sebut Kaisar. Tetapi berbeda halnya dengan benua manusia, yang dimana mereka memiliki kekuasaan dua kali lebih luas di bandingkan benua lain, dan di pimpin 2 Kaisar sebagai penguasa benua manusia.
Di setiap Kekaisaran juga terdapat empat kota besar sebagai pondasi Kekaisaran yang dipimpin empat sekte besar, sepuluh kota sedang dipimipin sekte menengah, dan ratusan kota kecil sebagai pelengkap wilayah Kekaisaran yang dipimpin sekte kecil.
Benua manusia, lebih tepatnya Kota Bintang salah satu kota besar di Kekaisaran Fian.
Terlihat sosok pemuda kumuh berusia 20 tahun berjalan menenteng karung di pundaknya. Pemuda itu memiliki paras tampan dengan rambut hitam panjang menambah ketempanan nya. Walapun begitu, ketempanan nya harus tertutup dengan penampilan nya saat ini.
Pemuda itu adalah Ling Tian.
Ling Tian yang berjalan sambil menenteng karung di pundaknya, dia berhenti didepan salah satu kios penjual makanan siap saji.
__ADS_1
Air liurnya keluar saat melihat makanan itu berhasil menggoda seleranya, dan membuat perutnya yang tadinya tidak lapar menjadi lapar saat melihat itu.
Pemilik kios melihat pemuda kumuh berhenti sembari menatap jualannya, dia segera berjalan menghampiri pemuda itu. "Pergi sana! Pengemis busuk sepertimu akan membuat pelangganku berlarian karnamu."
Mendengar pengusiran dari pemilik kios, Ling Tian mengangguk kepalanya Kemudian dia berniat melanjutkan perjalanannya.
Tapi saat Ling Tian ingin melangkah pergi, tiba-tiba pemilik kios melemparkan sekantong air kotor tepat mengenai tubuhnya.
Plak!
Sekantong plastik air kotor mengenai tubuhnya dan langsung membasahi pakaian yang di pakaiannya.
Ling Tian yang mendapatkan perlakuan buruk dari pemilik kios, langsung bergegas menghampiri pemilik kios dengan tatapan marah.
"Aku hanya sekedar melihat makananmu! dan apakah pantas perlakuan mu seperti ini!" teriak Ling Tian menunjuk pemilik kios dengan marah. Dia sangat marah melihat pemilik kios itu, dia hanya menatap makanan yang dihidangkan dan tidak berniat untuk mengemis makanan atapun mencurinya.
"Apakah pantas? Hei bocah busuk. Lihat penampilan mu seperti pengemis dan kau bertanya apakah pantas? Yah, itu pantas! bocah miskin sepertimu pantas mendapatkan nya." ucap pemilik kios tanpa merasa bersalah dengan perbuatannya.
Orang-orang disekitar yang melihat keributan itu, mulai menghina Ling Tian dan tidak ada satupun yang membelanya.
"Haha... lihat bocah busuk itu, begitu menyenangkan melihat dia diperlakukan seperti itu..."
"Betul! Bocah sepertinya pantas mendapatkan itu..."
"Tidak hanya itu, seharusnya dia diusir saja dari kota ini. Bocah miskin sepertinya tidak layak berada disini..."
Pemilik kios yang mendengar pembicaraan di sekitarnya, ia semakin merasa tidak bersalah dengan apa yang dia perbuat.
"Apa kamu mendengar itu? Semua orang disini mengatakan kamu pantas mendapatkan perlakuan seperti itu!"
"Dan jangan bertanya apakah pantas atau tidak yang aku lakukan, tapi salahkan ibumu yang tidak berguna melahirkanmu menjadi pria miskin." ucap pemilik kios semakin menghina Ling tian.
Walaupun dia sampah dan miskin, dia tidak akan mengijinkan siapa pun menghinanya terutama itu menyangkut harga diri orang tuanya. Baginya, lebih baik memberikan perlawanan walapun resikonya mati dari pada diam seperti pencundang tanpa adanya perlawanan.
Kemudian ia memusatkan Qi di kepalan tangannya dan langsung mendaratkan pukulan bertubi-tubi tepat mengenai wajah pemilik kios.
Bugh! Bugh! Bugh!
Pemilik kios yang mendapatkan pukulan bertubi-tubi berteriak histeris merasakan sakit di wajahnya. "Tolong aku... cepat tolong aku, dia akan membunuhku!"
Dia tidak menyangka pemuda miskin itu adalah seorang kultivator, sedangkan dirinya hanyalah seorang manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan. Dan ia sangat menyesal dengan ucapannya sebelumnya.
Disisi lain, Ling Tian tidak perduli dengan teriakan pemilik kios itu dan terus menerus meluncurkan pukulannya menghantam kepala pemilik kios.
Karena di fikirannya saat ini, hanya ada satu kata,
'BUNUH'
Setelah sekian banyak menerima pukulan dari Ling Tian, akhirnya pemilik kios harus meregang nyawa akibat pukulan Ling Tian berhasil memecahkan kepalanya.
Krak! Duar!
"Pembunuh... Pembunuh..." orang-orang disekitar berteriak histeris, melihat pemilik kios mati menggenaskan ditangan pemuda itu.
Ling Tian yang mendengar teriakan itu acuh tak acuh dengan teriakan mereka. Kemudian dia meremas isi kepala pemilik kios dan bibirnya sedikit terangkat ke atas melihat mayat didepannya.
Mereka yang tidak terbiasa melihat pembunuhan semakin histeris melihat perbuatan Ling Tian seperti iblis.
Sedangkan para kultivator yang lewat tidak berniat menghentikan Ling Tian, karena bagi mereka dihina manusia biasa adalah hal tabu dan pantas mati. Walaupun mereka merasa tindakan Ling Tian sedikit berlebihan, tetapi mereka tidak ingin ikut campur dalam masalah itu.
__ADS_1
"Berhenti!"
Suara teriakan terdengar dari arah belakang Ling Tian dan selusin prajurit mengawal kreta kuda menuju kearah nya.
Tak..Tak..Tak..
Kreta kudah berhenti dan sosok pria muda dengan jubah emas berlambang Kekaisaran Fian duduk di dalam kereta kuda.
"Pangeran Mahkota, maaf menganggu perjalanan anda. di depan sepertinya ada pembunuhan." ucap ketua pengawal berlutut memberikan penjelasan.
"Pembunuh! Siapa yang berani melakukan pembunuhan saat pangeran ini datang berkunjung.!!" ucapnya dengan angkuh.
"Cepat tangkap dia!!"
"Baik pangeran, kami akan menangkap dan menahan nya di penjara bawah tanah." sahut ketua pengawal dengan hormat.
"Tunggu! bawa dia kesini dan biarkan pangeran ini menghukumnya." ucapnya sembari memainkan kipas ditangan nya.
"Ba-baik pangeran." jawab ketua pengawal dengan gugup.
Karena ia tau dengan sifat pangeran mahkotanya. Pangeran Fian tidak akan segan membunuh seseorang terutama itu dari kasta bawah seperti Ling Tian.
Ketua pengawal yang di perintah pangeran mahkota langsung bergegas menghampiri Ling Tian. Tetapi saat ia berada di dekat Ling Tian, dia merasa ngeri melihat pemuda itu membunuh lawannya.
"Kalian cepat tangkap dia dan bawak kehadapan pangeran." ketua pengawal memerintahkan bawahannya meringkus Ling Tian.
Ling Tian yang diringkus pengawal Kekaisaran, ia tidak melakukan perlawanan ataupun menunjukkan rasa takut dimatanya.
Malah Ling Tian merasa puas karena sebelum ia di tangkap, dia berhasil membunuh orang yang telah menghina ibunya.
Kemudian sosok pemuda yang cukup tampan turun dari kereta kemegahan nya. Dia menatap Ling Tian seperti mengenalnya, dia mencoba mengingat pemuda di depannya, tetapi dia tidak dapat mengingat dimana dia bertemu dengannya.
Sedangkan Ling Tian yang melihat pemuda didepannya hanya diam dan tidak mengatakan sepat kata. Menurutnya itu tidak akan berguna dan pada akhirnya, dia jugak akan dihukum di dalam sel.
"Cuihh... Dasar pria kumuh! Beraninya kau melakukan pembunuhan saat pangeran ini lewat." ucap pangeran mahkota dengan sombong.
Walaupun sebelumnya dia merasa mengenal pemuda itu, tetapi pangeran Mahkota meyakinkan dirinya bahwa wajah pemuda itu mungkin hanya mirip dengan orang yang pernah dia lihat.
Ling Tian yang mendengar ucapan itu, dia mengangkat Kepalanya dan menatap pangeran mahkota dengan senyuman sinis.
"Brengsek... beraninya kau menatapku!"
Pangeran mahkota yang tidak Terima dengan tatapan kasta rendah seperti Ling Tian, ia segera mengumpulkan Qi dikepalan tangannya dan menerjang tubuh Ling Tian.
Bugh! Bugh! Bom!
"Ahhk..." Ling Tian berteriak kesakitan sa'at pukulan pangeran Fian mengenai perutnya. Tidak berselang lama, Ling Tian menghembuskan nafas terakhir akibat serangan pangeran mahkota menghancurkan organ di tubuhnya.
Pangeran mahkota yang sudah berada di Ranah Raja bintang dua, membuat Ling Tian harus meregang nyawa dengan kedua bola mata melotot lebar, seakan tidak terima dengan kematiannya.
"Dasar lemah! Penggal kepalanya dan buang dia ke tengah hutan!" perintah nya.
"Ta-tapi pangeran, dia sudah mati." jawab ketua pengawal dengan gugup.
"Apakah kau harus mempertanyakan perintahku?" pangeran mahkota menatap ketua pengawal dengan tajam.
"Bawahan ini tidak berani pangeran." jawab ketua pengawal, kemudian ia mengayunkan pedangnya menebas leher Ling Tian.
Slash.
__ADS_1