Ling Tian.

Ling Tian.
Meledakkan Diri


__ADS_3

Balel yang mendengar itu sedikit ragu menjawab pertanyaan sosok suara itu. "Apakah kamu serius? Apakah kekuatan mu sudah pulih sepenuhnya?" ia bertanya memastikan.


"Kekuatanku sudah mulai pulih tuan, walaupun tidak sekuat dulu." sahut sosok suara tersebut.


"Baiklah! Bunuh sebanyak yang kau bisa, dan aku akan memusatkan energiku untuk melakukan serangan terkahir." ucap Balel kemudian segera duduk bersila dan memusatkan energi ke dantian nya.


"Suatu kehormatan dapat bertarung bersamamu tuan." sahut suara tersebut dengan penuh hormat.


Kemudian langit yang awalnya terang, kini berubah gelap dan awan mulai berkumpul membentuk pusaran tornado diiringi sambaran petir yang begitu ganas. Sosok Naga berwarna hijau dengan empat sayap muncul dari balik awan, sembari menunjukan giginya yang tajam dengan aura yang begitu mengintimidasi.


"Sial!! Ternyata dia berhasil menaklukkan Naga Bencana." ucap Naga petir melihat Naga bencana memandang mereka layak seekor semut.


"Cepat bentuk Aray formasi pertahanan! Jangan menganggap remeh Naga itu, atau kita akan mati mengenaskan disini." Bai Lan berteriak dengan tubuh gemeteran.


Empat Kaisar yang mendengar itu langsung melakukan segel tangan dan membentuk kubah transparan mengelilingi area sekitar mereka.


Mereka tidak ingin menganggap remeh dengan kehadiran sosok di depaannya, karena mereka tau akan sosok itu, sosok Binatang Ilahi yang paling mengerikan sebelum enam Ras memiliki kekuatan.


Sosok di depannya salah satu Binatang Ilahi yang berhasil membunuh lima binatang Ilahi lainnya, dan keluar jadi pemenang dari pertempuran Lima Binatang Ilahi yang menyerang nya.


"Haha.... Setelah jutaan tahun tidak muncul di dunia ini, akhirnya aku dapat meregangkan otot ku yang sudah kaku." ucap Naga Bencana memandang sosok di depannya.


"Kau ular jadi-jadian, apakah pantas terbang diatas Naga terhormat ini." Naga Bencana menatap Naga petir dengan aura mengintimidasi.


"Turun!"


Teriak Naga Bencana sembari mengeluarkan tekanan gravitasi ketubuh Naga petir, sehingga Naga petir langsung meluncur kebawah seperti meteor jatuh menghantam tanah.


Bom!


Naha petir memang kuat dengan Ranah Kaisar Agung tingkat Atas, Tetapi saat berada di depan sosok Naga Bencana ia tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak hanya kuat, tapi Naga Bencana memiliki garis darah tertinggi di seluruh binatang di alam semesta ini. Bahkan kemurnian darah nya lebih murni dari Ras Beast.


Dilain sisi, Gulan yang melihat kekuatan Naga kuno Bencana yang begitu kuat, darahnya tiba-tiba mendidih seakan ingin melawan sosok di depannya.


"Walaupun kau kuat, tapi aku tidak akan takut menghadapi mu!." Gulan berteriak menatap naga kuno yang dengan tatapan membara. Kemudian ia berubah besar setinggi dua ratus meter dengan bentuk tubuh manusia berkepala kera.


Ras monster di kenal dengan bentuk tubuh manusia dengan kepala hewan. Mereka jugak memiliki garis darah yang tidak ingin tunduk didepan Ras lain, yang dimana semakin kuat lawan mereka semakin mendidih darah mereka untuk melawan.


Dan Ras monter adalah Ras yang paling tidak setuju menjadi pengikut Ras malaikat saat mereka belum menapaki jalan keabadian.


Sebab itu Ras monster di kenal dengan maniak pertarung.


Naga Bencana yang mendengar ucapan Gulan langsung tertawa memuji nyalinya. "Hahaha... Sesuai dengan julukan Rasmu, simaniak petarung."


Naga Bencana kemudian menghembuskan nafasnya dan mengeluarkan asap putih dari Hidungnya kemudian menatap mereka.


"Baiklah! aku akan menemani kalian bermain. Walaupun kekuatanku belum pulih sepenuhnya, tapi itu sudah cukup untuk menghajar kalian.."


Naga kuno langsung melesat cepat dan berhenti didepan lima kaisar yang tersisa. Kemudian ia menggerakkan sayapnya sehingga membentuk sebuah pusaran angin tornado yang langsung mengarah ke kubah kelima Kaisar.


Melihat serangan Naga Bencana mengarah ke arah mereka, mereka berlima langsung mengalirkan Qi sebanyak mungkin ke kubah pertahanan agar dapat menghalau serangan Naga kuno.


Bom!


Pusaran angin tornado menghantam keras kubah di depannya, tetapi serangan tornado itu tidak dapat menghancurkannya ataupun meninggalkan goresan dipermukaan kubah pertahanan.

__ADS_1


"Sial, pertahanan mereka ternyata sangat kokoh. Tapi jangan anggap remeh Naga terhormat ini." dengus Naga bencana kesal.


Naga Bencana kemudian membuka mulut nya dan memusatkan energinya di mulutnya. Kemudian gumpalan energi hitam pekat mulai membentuk sebuah bola raksasa hitam, dan ia langsung menembakan gumpalan hitam itu kearah kubah lima Kaisar.


Swush


Duarrr!


Gumpalan energi hitam langsung membombardir kubah kelima Kaisar dan mengakibatkan retakan di seluruh permukaan kubah pertahanan mereka.


Krak.. Krak.


Retakan terlihat di seluruh permukaan kubah dan kelima Kaisar terdorong mundur ke belakang sejauh tiga ratus meter.


Gulan tersenyum bagaikan iblis melihat musuh kuat di depannya. Ia kemudian melesat dengan kecepatan tinggi kearah Naga Bencana dan memusatkan energi di tangannya menghantam wajah Naga Bencana.


Bugh!


"Roar "


Naga Bencana yang terkena bogem mentah dari gulan, langsung meraung marah dan mencakar ke depan sehingga membentuk seluit cakar merah.


Srak! Bom!


"Uhuk.." Gulan memuntahkan seteguk darah kemudian menatap Naga Bencana.


"Huh... Aku sangat puas menghadapi lawan kuat sepertimu." ucap Gulan tidak kenal takut kemudian mengeluarkan kapak api dan kembali menyerang Naga Bencana.


Klang! Klang! Klang!


Bomm!


"Mata Iblis Penghancur."


Bai Lan tidak tinggal diam dan mata merah darah muncul di tengah kedua sisi matanya, langsung menembakan energi merah ke arah Naga Bencana.


Swush


Dua kaisar Ras lainnya jugak meluncurkan serangan terkuat mereka dan Naga petir meluncur ke depan bertujuan melilit tubuh Naga Bencana. Ia mencoba menembuskan cakar nya ke dalam tubuh Naga Bencana dan berharap serangannya dapat melukai Naga Bencana.


Bomm! Bomm!


Dua serangan Long Xiu dan Jing Nan langsung ditahan sayap Naga Bencana, tetapi detik kemudian Naga petir melilit badannya dan mencakar tubuhnya.


"Brengsek!! Beraninya cacing sepertimu melilit tubuhku!" teriak Naga Bencana marah, kemudian duri-duri bermunculan di sekujur tubuhnya menembus kulit Naga petir.


"Roar..."


Rauangan kesakitan yang menyanyat hati terdengar dari Naga petir. Tidak sampai disitu, Naga Bencana kemudian menggigit tubuh Naga petir dan berhasil menembus tubuh Naga petir. Kemudian Naga Bencana menarik gigitan nya beserta tubuh Naga petir sampai terputus, dan seketika Naga petir meregang nyawa akibat kecerobohan nya.


Naga memang dikenal memiliki tubuh keras, tapi Naga petir tidak menyangka tubuhnya dapat dengan mudah ditembus Naga Bencana.


Kemudian Naga Bencana menyemburkan api hitam kemayat Naga petir dan api hitam itu melahapnya sampai hangus. Walaupun begitu, api hitam tetap menyala dan tidak padam walaupun tubuh Naga petir telah hangus.


Api hitam Naga Bencana di kenal sebagai api pelahap semesta, api hitam tidak akan padam apabila Penggunanya tidak menghentikan api hitam.

__ADS_1


"Sial kekuatan tempurnya terlalu mengerikan." batin Bai Lan yang mulai ragu akan kemenangan kelompoknya.


Ia merasa pertempuran ini tidak mendapatkan hasil, melainkan memberikan dampak buruk untuk kelompok nya. Di satu sisi ia tidak perduli dengan kematian kaisar lainnya, tetapi yang membuat dia ragu adalah kemenangan dari pertempuran ini. Bagaimanapun dia berasal dari Ras iblis yang pada dasarnya tidak memiliki rasa kasihan kepada Ras lain.


"Jing Nan, Bai Lan, Long Xiu, kalian Fokuskan kekuatan kalian dan persiapkan serangan terkuat kalian untuk membunuhnya. Aku akan menahannya sementara waktu." ucap Gulan mengirim suara telepati kepada ketiga pemimpin lainnya.


Mendengar perkataan Gulan, mereka mengangguk dan mulai menarik Qi skala besar ke tubuh mereka.


"Kapak Pembela Samudera."


Seluit kapak api terbentuk di langit dengan ukuran besar, kemudian meluncur ketubuh Naga Bencana dengan suhu panas yang begitu ekstrim.


Naga Bencana yang melihat serangan itu, ia tersenyum menunjukkan giginya yang tajam menatap kapak api diatas tubuhnya. "Haha... aku ingin melihat sekuat apa serangan terkuatmu."


Kemudian Naga Bencana menembakan energi hitam dari mulutnya dan menyerang kapak api di atasnya.


Duarr! Bomm!


Gelombang energi saling bertabrakan di udara sehingga suhu udara semakin panas, dan permukaan tanah dalam jarak radius lima puluh kilometer menjadi lautan api akibat kedua serangan yang saling bertabrakan.


"Ugh... Sesuai dengan namanya, Naga Bencana yang tidak bisa dianggap remeh." batin Gulan yang sudah mulai kehabisan Qi.


Naga Bencana yang melihat kondisi Gulan mulai memburuk, dia langsung melesatkan ekornya berbentuk ekor kalajengking tepat mengenai jantung Gulan.


Zlebb!


"Ugh..." Gulan memuntahkan darah segar dari mulut nya, dan darah dari dadanya mengalir deras keluar seperti air pancur.


Gulan yang sudah mulai kehilangan kesadaran tersenyum bangga, karena ia kalah di tangan makhluk yang kuat dan tidak ada penyesalan sedikitpun. Bagi Ras nya, suatu kehormatan dapat bersaing dengan sosok yang kuat.


Naga Bencana yang melihat itu, ia menaruh sedikit hormat dengan keberanian Gulan. Tetapi saat ia menatap kematian Gulan, tiba-tiba tiga selulit berupa Selulit Bulan Sabit, Seluit Tebasan Pedang guntur, Seluit Tombak Merah Darah mengenai tubuhnya.


Duarr! Duarr! Duarr!


Tiga serangan yang begitu ganas telak mengenai tubuh Naga Bencana sehingga membuatnya terdorong ke belakang dan menghantam gunung di dekat Balel.


Bom!


Gunung yang menahan tubuh Naga Bencana, seketika hancur akibat menahan tubuh Naga Bencana yang meluncur bagaikan meteor.


"Roarrrrrrr.."


Naga Bencana meraung keras akibat serangan itu telak mengenai tubuhnya dan mengakibatkan luka lamanya semakin parah.


"Ha..ha..ha.. Akhirnya kemenangan berada di pihak kita." Long Xiu tertawa dengan nafas terputus putus akibat energi di tubuhnya mulai terkuras habis.


"Jangan diperlambat lagi! Cepat bunuh dia dan segera rebut gulungan itu." ucap Bai Lan yang tidak ingin Naga Bencana bangkit dan membalikkan keadaan.


Tapi sebelum mereka meluncurkan serangan Penutupnya, mereka bertiga merasakan energi yang begitu ganas menyelimuti tubuh balel yang tidak jauh berada dari Naga Bencana.


"Sial..! Dia ingin meledakan tubuhnya. Persetan dengan teknik itu... cepat lari dari sini atu kita akan mati!" teriak Jing Nan dari Ras Dewa yang sudah panik.


Kemudian mereka bertiga melesat dengan kecepatan penuh berusaha menjauh sejauh mungkin dari tubuh Balel. Tapi naas dengan nasip mereka bertiga, Balel yang tiba tiba berpindah tempat mendekati mereka dan langsung meledakan diri.


Duarrr!

__ADS_1


__ADS_2