
Waktu menunjukkan pukul 16:50, sudah setengah jam lebih Rere menunggu Eka, tetapi eka belum juga datang ke sekolah tempat perjanjian nya bersama Rere.
"Aduhh Eka mana sih, lama banget" kata rere yang menunggu di depan gerbang sekolah.
Cittt..!! ( Suara sepeda motor berhenti ) "Nih bang, makasih yah" kata Eka sambil memberikan uang ongkos ojek online.
"Iya mba sama-sama" kata bang ojek sambil memasukkan uang nya ke saku jaketnya.
"Ya ampun eka ko lo lama banget sih, janjinya setengah 5 juga kok malah datang jam 5" kata Rere sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Ya maap, gue tadi di suruh nyuci piring dulu sama mama gue" kata Eka mencoba menjelaskan.
"Nyuci piring kok lama banget" kata Rere melihat jam tangannya.
"oh iya sekalian mandi juga sih tadi, abisnya keringetan selsai cuci piring" kata Eka sambil cengengesan.
"Ya udah cari yuk, keburu sepi nanti" kata eka mengajak Rere masuk ke sekolah"
"Ini mah bukan keburu sepi, tapi emang udah sepi kali ka" kata Rere saat berjalan bersama eka menyebrang lapangan.
"Iya sih btw kita cari kemana dulu yah" kata eka sambil memandang rere.
"Emmm ke perpus kali ya, kemarin kan mereka bilang, mereka itu mau ke perpus" kata rere sambil menunjuk jalan ke arah perpus.
"Ya udah kita langsung ke sana aja kalo gitu" kata eka antusias.
Saat sampai di depan perpus, mereka mendapati pintu tersebut sudah terkunci.
"Gara gara elu nih, lambat. Kita jadi ga sempet kan nyari di perpus" ucap Rere dengan judes.
"Iya iya gue ngaku gue salah deh, ya terus gimna dong kalo udah kekonci" kata Eka sambil mengerutkan keningnya.
"Ya udah mau ga mau ambil kuncinya di ruang penyimpanan kunci" kata Rere enteng.
"Gimana ambil nya coba, penjaga sekolah jam segini juga udah pulang. Paling nanti jam 9 baru datang lagi buat periksa keadaan sekolah, masa iya kita mau di sini sampe jam 9 malam" ucap Eka sambil mengerutkan keningnya.
"Eka kan gue bilang ambil kuncinya, bukan minta kuncinya. Jadi ga usah nunggu penjaga sekolah lah untuk dapat kuncinya" kata Rere sambil tersenyum dan menaikan satu alisnya.
"Ooo ambil lewat jendela gitu maksud lo" kata Eka sambil melirik Rere.
"Iya, untungnya di sekolah ini ga ada cctv" kata Rere sambil melihat kesekeliling nya.
"Ya udah gerak sekarang aja, keburu malem nanti" kata Eka yang melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 17:15
Set...!! Sosok bayangan hitam lewat dengan cepat di belakang Rere.
"Ihh Lo liat sesuatu ga tadi" kata Eka sambil memegang tengkuk lehernya.
"Mana sih gue ga liat apa-apa" kata Rere sambil menengok ke belakang.
__ADS_1
"Ih tadi ada yang lewat" kata Eka sambil menuju ke arah tempat ia melihat sosok tersebut.
"Eka ga usah nakut-nakutin gue deh, orang ga ada apa-apa juga" kata Rere sambil mengedarkan pandangannya, kemudian menarik tangan Eka pergi meninggalkannya perpustakaan.
Mereka kemudian berjalan menuju ruang penyimpanan kunci yang bersebelahan dengan ruang UKS.
"Kita lewat jendela depan" kata Rere sambil menunjuk jendela yang di maksud.
"Kenapa ga lewat jendela belakang aja sih, jendela depan kan tinggi banget" kata Eka sambil melihat jendela yang tingginya berada di kepalanya.
"Kalo kita lewat jendela belakang, itu ada besi anti maling nya. Jadi kita lewat depan aja lebih aman." Kata Rere enteng.
"Iya sih bener depan ga ada besinya, tapi kan jendelanya tinggi re, jadi lo mau nyuruh gue gitu" kata Eka sambil mengerutkan keningnya.
"Eka Lo kan tinggi terus kurus, nanti gue bantu loh deh biar bisa naik ke atas, plisss" kata Rere dengan wajah memohon.
"Ya udah sih iya....iya...." Kata Eka dengan terpaksa.
Rere dan eka kemudian mengambil sebuah kursi panjang yang biasa diletakan di depan kelas. Setelah itu eka kemudian menaikinya sebagai pijakan agar ia bisa naik ke atas, di bantu oleh Rere yang memegang jendelanya agar terbuka lebar dan mudah di masuki Eka.
Bukk..!! Suara tubuh Eka saat ia turun dari jendela masuk ke ruang penyimpanan kunci tersebut.
"Eka lu ga papa" teriak Rere dari luar memastikan keadaan eka.
"Iya aman, gue ga papa kok. lo fokus aja jaga di luar, kalo ada orang bilang ya" kata Eka sedikit berteriak.
"Iya sip" kata Rere sambil melihat kesekeliling nya.
"Duh yang mana ya... banyak banget kuncinya" kata Eka sambil menyenter satu persatu kunci tersebut.
Rere terus mengawasi keadaan dengan melihat kekiri dan kekanan. selang beberapa menit kemudian ia merasa gelisah lantaran ada suatu hal yang tidak mengenakkan yang ia rasakan pada perutnya.
"Aduh pake mules segala lagi" kata Rere sambil memegang perutnya.
Set...!! Bayangan hitam lewat dengan cepat
"Duh apaan lagi tuh, semoga aja bukan apa-apa, gue mules banget aduh, ke WC bentar ga papa kali yah. Eka....!! gue ke WC bentar yah" kata Rere sambil memegang perutnya kemudian beranjak pergi meninggalkan Eka sendiri di ruangan tersebut.
"Ya Ela tuh perut ga bisa di kondisikan apa" kata Eka saat mendengar Rere meminta ijin untuk meninggalkannya sendirian.
hari semakin gelap, waktu sudah menunjukkan pukul 18:00.
Eka terus menyusuri beberapa lemari penyimpanan kunci, ada terdapat banyak yang harus ia lihat satu persatu.
"Nah akhirnya dapat juga nih kunci" kata Eka sambil memegang kunci yang terdapat gantungan bertuliskan perpustakaan.
Tek-tek..!! Tek-tek..!! Terdengar seseorang sedang mengetuk-ngetuk jendela kaca belakang.
Eka seketika menolehkan pandangannya ke arah sumber suara. Dengan wajah panik.
__ADS_1
"Siapa itu, masa iya penjaga sekolah udah datang jam segini, ga mungkin pasti itu Rere lagi insengin gue" ucap Eka dalam hati sambil melihat jam tangannya.
Ting..!! Eka kemudian mendapat pesan wa dari Rere.
"Eka udah dapat belum kuncinya, gue masih di WC nih bentar lagi gue ke sana yah" kata Rere dalam pesan tersebut.
Seketika wajah Eka menjadi panik, "kalo bukan Rere, terus yang ketok-ketok jendela siapa dong" kata eka sambil menengok ke arah jendela.
Dor..!! Dor..!! Dor..!! Terdengar lagi seseorang sedang menggedor-gedor pintu. Eka seketika menengok ke arah pintu lalu mundur secara perlahan.
"Siapa di sana, Rere...!!! Ini ga lucu yah" kata Eka sedikit berteriak.
Eka masih berusaha positif thinking, ia masih berfikir jika yang di luar itu adalah Rere, dan mungkin Rere hanya iseng sedang mengerjainya.
Srekk...!! Terdapat sebuha kertas yang di masukan dari selah bawah pintu.
" mengambil kertas tersebut.
"Hai, jika kamu baca surat ini, selamat itu artinya kamu dalam bahaya, sebaiknya kamu harus hati-hati, dan ingat teman mu sekarang juga dalam bahaya . By A"
Sekita Wajak Eka menjadi pucat setelah membaca isi pesan tersebut, ia kemudian segera menelepon Rere untuk memastikan keadaan nya baik-baik saja di sana.
Tut..!! Tut...!! Telpon tersebut tidak menyambung. "Sial ga aktif, gue harus cepat-cepat selamatin Rere" kata Eka sambil meremas kertas tersebut.
Ia kemudian mengambil kursi yang ada di dalam sana, dan mencoba mengintip sedikit dari jendela untuk memastikan jika keadaan di luar aman.
Setelah beberapa saat mengamati, Eka kemudian naik ke atas jendela lalu mencoba lompat keluar dari jendela ruang penyimpanan kunci tersebut.
Bukk...!! "Awww" Eka mengaduh kesakitan.
Eka terjatuh hingga kaki kanannya terkilir. Ia benar-benar tidak siap dan tidak tau jika kursi yang menjadi pijakannya tadi untuk masuk sudah tidak ada di bawah jendela tersebut.
"Sial siapa yang mindahin kursinya sih" kata Eka sambil melihat ke sekelilingnya.
seketika Eka terdiam mendapati sosok serba hitam dan memakai topeng ada di belakangnya dengan jarak beberapa meter.
"siapapun dia, persaan gue benar-benar ga enak" kata Eka sambil mencoba berdiri akan tetapi ia tak sanggup karena kakinya begitu sakit.
sosok itu kemudian berjalan perlahan mendekati Eka. seketika Eka panik dan langsung berteriak "Rere tolongin gueee....!!" Teriak Eka sambil memicingkan kedua matanya.
Selang beberapa saat keadaan menjadi hening, Eka lalu membuka matanya secara perlahan dan menengok kembali kebelakang akan tetapi sosok bertopeng itu sudah tidak ada di sana.
"Lohh ko ga ada" batin Eka sambil melihat ke tempat sosok tadi berdiri.
"Gue yakin gue ga mungkin halusinasi, asli perasaan gue ga enak" ucap Eka sambil terus mengedarkan pandangannya kearah tempat ia melihat sosok tadi.
Kemudian, saat Eka menengok ke depan betapa terkejutnya ia melihat sosok itu sudah ada di depan wajahnya.
"Aaaaak...!!!" Teriak Eka seketika memundurkan tubuhnya, namun sosok itu langsung merangkul Eka dari depan sambil menutup mulut Eka hingga ia terseret ke belakang.
__ADS_1
***
Bersambung