Lintas Alam Luar Jalur

Lintas Alam Luar Jalur
kesalahan 5


__ADS_3

"pe pe permisi" ucap Rendy yang sudah ada di depan rumah aca sambil mengetuk pintu.


"Eh rendy bentar yah, ibu panggil kan aca dulu" ucap ibu aca yang melihat Randy sudah ada di depan rumah.


"Aca ....ada Rendy di depan nih udah jemput" ucap ibunya sambil masuk ke dalam rumahnya.


Tidak butuh waktu lama aca kemudian keluar dari rumah.


"Mah, aca pergi dulu" ucap aca sambil mencium punggung tangan ibunya.


"Iyah hati-hati yah" ucap ibunya sambil melambaikan tangan saat aca hendak menaiki motor Rendy.


Memang semenjak ada Rendy, aca tidak lagi menggunakan jasa ojek. Karena hampir setiap hari Rendy mengantar aca ke sekolah begitu juga saat pulang.


15 menit kemudian aca dan Randy sampai di sekolah. Mereka kemudian berjalan bersama dari parkiran menuju kelas.


Tit....!! Tit....!! Aca dam Randy hampir ditabrak oleh mobil mercy berwarna merah.


"Eh cupu, gagap minggir gue mau parkir" kata Amel sambil menurunkan kaca mobilnya.


Aca hanya diam memandang Amel yang ada di mobil itu. ia kemudian menyingkirkan tubuhnya agar Amel bisa memarkirkan mobilnya.


Setelah itu aca melanjutkan langkahnya meninggalkan parkiran lalu diikuti juga oleh Rendy.


"Dasar cewe aneh" kata Eka yang baru saja turun dari mobil Amel.


Kebetulan rumah Amel dan Eka searah, sehingga Mereka sering sekali bersama saat pergi ataupun pulang sekolah.


"Amell... Eka... Tunggu..!!" Teriak Rere dari kejauhan sambil berlari menghampiri Amel dan Eka yang baru saja berjalan sampai di depan lapangan.


"Lo kenapa ko lari-larian gitu ?" tanya Amel heran melihat Rere.


"Iyah, soalnya ada hal penting yang perlu gue ceritain," kata Rere dengan nafas terengah-engah.


"Hal penting apaan, tumben banget pagi-pagi begini mo bahas beginian. Ada apaan sih ?" tanya eka heran.


"Jadi gini ...."


Teng...!! Teng..!! Teng..!!


Belum sempat Rere berbicara seketika bel tanda masuk telah berbunyi.


" Eh re udah masuk, nanti kita lanjutin deh" kata Amel mengajak Rere dan Eka segera masuk ke kelas.

__ADS_1


"Ya udah, ayo" kata Rere dan Eka menyetujui Amel sambil melangkahkan kakinya menuju kelas.


"Oi oi nenek sihir minggir " teriak tina dari jauh yang sedang berlari bersama teman-temannya.


Seketika Amel dan teman-temannya menyingkirkan tubuh mereka agar tidak ditabrak oleh Tina dan juga Aldi serta Aldo.


"Nenek sihir, nenek sihir... baju lu noh salah" ucap Amel saat Tina dan teman-temannya lewat di hadapannya.


"Enak aja, baju lo kali yang salah" kata Aldo yang lewat paling belakang setelah Tina dan Aldi.


"Eh ini itu hari Kamis, bukan hari Rabu" kata Eka sambil menahan tawa.


"Loh iya kah!!!" Ucap Tina seketika menghentikan langkahnya, begitu juga dengan aldi dan aldo.


"untung gue puasa Senin-Kamis" kata aldi sambil mengelus-elus dadanya dan tersenyum lebar.


" Ya ampun Aldi oi ga ada hubungannya" kata aldo sambil menepuk jidatnya.


"Lah terus" kata Aldi masih belum mengerti.


"Jadi seharusnya kalian itu pake baju batik, bukan baju pdh " kata Rere sambil menahan tawa.


Seketika Tina, Aldi dan Aldo saling memandang satu sama lain dengan wajah panik.


"Ahahaha selamat dihukum" kata Amel dan teman-temannya, sambil berjalan menuju kelas.


"Ya ga bisalah tin, bentar lagi pak heri masuk" kata aldo sambil mengerutkan keningnya.


"Apa kita bolos aja kali yah" kata aldi dengan antusias.


"Eh Agus, Aldi, Aldo sini.. ngapian kalian masih di tengah lapangan." Teriak pak Heri yang sudah ada di depan kelas mereka.


"Agus Agus, saya ini Tina pak" gerutu Tina saat berjalan menghampiri pak heri.


"Eh nama lengkap kamu siapa ?" kata pak Adi sambil mengacungkan jari telunjuknya ke Tina"


"Agustina pak" jawab tina dengan singkat.


"Nah jadi ga salah dong kalo bapak panggil kamu Agus" kata pak heri sambil tersenyum.


"Ya tapi kan pak kesannya jadi kek cowo pak" ucap Tina membela diri.


"Ets ets udah cukup. Agus, Aldi, Aldo sekarang kalian berdiri di depan tiang Bendera. Terus hormat kepada bendera, kalian tau kan salah kalian apa" kata pak heri sambil menunjuk ke arah tiang bendera.

__ADS_1


"Iya pak iya, salah pake baju seragam" kata Tina dengan wajah memelas.


"Pintar kamu Agus, sekarang kalian bertiga laksanakan" kata pak Heri sambil melangkah kakinya masuk ke kelas.


"Ya Ela Agus lagi" kata Tina sambil berjalan menuju tiang bendera"


"Ga papa kali tin dipanggil Agus" kata aldi sambil menahan tawanya.


"Hahha iya keren" kata Aldo sambil terkekeh.


"Keren pala lu" kata Tina dengan wajah kesal.


***


"Selamat pagi anak-anak" kata pak heri saat masuk di kelas.


"Pagi pakkkk...!!!" Jawab murid-murid serempak.


"Oh ya itu kok ada kursi yang kosong kursi nya siapa itu"


"Kursinya Tina, aldi, Aldo, Santi dan Dinda pak" jawab Ika sebagai sekretaris kelas.


"Oh gitu, Ada yang tau tidak kira-kira Santi dan Dinda Kemana kok Sampai tidak masuk, kalo Agus, aldi, Aldo bapak sudah tau mereka kan bapak hukum karena salah baju" kata pak Heri yang hendak duduk di kursinya.


"Ha Agus, Agus siapa pak, teman kita sekelas ga ada yang namanya Agus" tanya Eka sambil mengerutkan keningnya.


"Lohh masa kalian ga kenal Agus, itu loh Agus Agustina" kata pak heri sambil menunjuk ekspresi kaget.


"Owalh Tina" kata murid-murid serempak.


"Iya jadi dimana ini Santi sama Dinda ?" tanya pak heri sambil membuka buku absen.


"Emm anu pak kalo Dinda dia sakit, nah sedangkan Santi itu saya kurang tau pak" kata Rere dengan wajah cemas.


"Oh gitu ya, baiklah bapak anggap Santi Alfa hari ini yah" ucap pak heri sambil memberi tanda di absen bahwa Santi Alfa.


"Emangnya bener Dinda sakit, kok lo ga cerita sih" kata Amel sambil menengok ke arah Rere yang duduk di belakangnya.


"Nanti gue ceritain pas istirahat" kata Rere dengan sedikit berbisik.


"Aneh Santi juga kemana lagi tumben tumbenan dia ga masuk tanpa kabar begini"


Ucap Amel sambil menatap Rere heran.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2