
Sudah setengah jam lebih Rey sendirian menunggu aca dan Rendy di perpustakaan. Namun sepertinya, belum ada tanda-tanda jika mereka akan datang.
"Sudah jam segini, kok aca sama Rendy belum datang-datang juga" ucap Rey saat melihat jam tangannya. Ia membaca buku di tempat kemarin ia belajar bersama aca dan Rendy.
Set...!!
Seketika rey merasa seperti ada bayangan hitam yang lewat dengan cepat.
Rey mengalihkan pandangannya ke tempat semula ia melihat bayangan tersebut. Akan tetapi ia tidak melihat siapapun yang ada di sana. Suasana perpus yang sepi dan minim cahaya karena tidak ada nya jendela. Membuat perpustakaan tersebut terlihat sangat menyeramkan.
Sett ..tekk..!!
Terdengar suara buku terjatuh dari rak buku yang ada di belakang Rey.
Rey menoleh dengan cepat kebelakang namun, lagi-lagi ia tidak melihat siapa pun yang ada di sana.
"Haloo siapa yaa..!!" Ucap Rey sedikit berteriak dan mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.
Sett !!!
Bayangin hitam terlihat lewat dari samping Rey dengan cepat.
Rey kemudian beranjak dari duduknya lalu berjalan mengikuti bayangan tersebut, " aca..!!!, Rendy....!! Kalian kah itu ?" teriak Rey sambil terus memandang ke sekeliling nya.
Tidak ada apa-apa kecuali hanya tumpukan buku. Rey mengembuskan nafas panjang, ia kemudian kembali duduk di kursinya. "Coba aja ada aca, pasti dia akan bantu aku untuk cari buku-buku bahan belajar." Ucap Rey sambil menyusun kembali buku-buku yang telah di bacanya.
Srekk!! "Kertas apa ini" ucap Rey bingung saat tak sengaja tanganya menyentuh sebuah kertas yang ada di atas mejanya.
"kertas apa ini, perasaan tadi ga ada" batin Rey sambil mengambil kertas tersebut.
"Hai, jika kamu baca surat ini, selamat itu artinya kamu dalam bahaya, sebaiknya kamu harus hati-hati, dan ingat jangan pernah dekat-dekat lagi dengan Aca. by A"
Begitulah kata-kata yang tertulis dalam kertas tersebut.
" By A siapa yang telah menuliskan surat ini" batin Rey sambil mengerutkan keningnya.
Sett...!!
__ADS_1
Bayangan hitam itu lewat lagi, Rey seketika kaget dan langsung menoleh ke arah tempat bayangan yang lewat barusan.
"Aca..!! Aca...!! Itu kamu kah" Rey langsung mendatangi tempat bayangan hitam tadi lewat.
Sett..!!
Bayangin tersebut lewat di belakangnya.
Rey menoleh dan langsung mengikuti bayangan tersebut.
"Aca...!!! Ini ga lucu" Rey menambah laju langkah kakinya agar dapat segera melihat sosok bayangan hitam yang terus saja lewat di antara rak buku. Dan ...
Bruukk ...!! Rey terjatuh karena kakinya di sandung, ia kemudian menengok ke belakang untuk melihat siapa yang telah menyandung kakinya.
"Astagfirullah ...kamu siapa ?" Tanya Rey dengan wajah panik. Karena melihat seseorang menggunakan jaket Hoodie hitam serta celana training hitam menggunakan topeng.
Rey mencoba bangkit, akan tetapi seseorang dibalik topeng itu segera mengeluarkan sebilah pisau.
"Pergi kau" ucap Rey sambip menendang tulang kering sosok tersebut, sosok itu kemudian mundur sambil memegangi kakinya yang sakit.
Rey lalu segera berdiri dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk kabur. ia berlari di antara rak-rak buku.tidak lupa ia mengambil tas nya terlebih dahulu sebelum akhirnya ia keluar dari perpustakaan.
Berukk..!! Rendy tidak sengaja menabrak Tina yang berjalan paling depan saat sedang asik berjalan bersama teman-temannya, kebetulan mereka baru saja selesai makan di kantin belakang dan hendak kembali ke parkiran melewati perpustakaan.
"Aduhh kalo jalan hati-hati dong" kata Tina yang kakinya tertindis tubuh Rey.
"Ma ma maaf, aku tadi di kejar-kejar orang" katanya sambil mencoba berdiri.
"Mana, ga ada yang ngejar kok" kata aldo mengamati perpus dari kejauhan.
"Makanya jangan kebanyakan baca buku lo, jadi halusinasi kan" kata aldi sambil membantu Tina berdiri.
"Ada tadi di dalam perpustakaan, dah lah" kata Rey sambil berlari meninggalkan Tina dan kawan-kawannya.
"Uuuu Ngeles aj lu, untung gue lagi kenyang"teriak Tina dari kejauhan
"Lah emang kalo kenyang kenapa" tanya Aldi heran
__ADS_1
"Kalo dia kenyang, dia ga kuat gerak buat hajar orang lagi" kata aldo sambil terkekeh
"Ya ela kabur, tuh perpus belum di tutup" ucap aldo sambil menunjuk ke arah perpus.
Rey hanya menoleh dengan wajah panik dan masih berlari ke arah parkiran.
"Ya udah biarin aja, kita yang tutup" kata aldi sambil menepuk pundak Aldo.
"Tumben baik" kata Tina sambil menepuk pundak kedua temannya.
"Ya ela emang kita baik kali" kata keduq temanya serempak.
Mereka kemudian berjalan bersama-sama menuju perpustakaan.
"Eh apaan nih" kata Aldi saat hendak menutup pintu perpustakaan"
"Kertas" kata Aldo sambil menutup pintu perpustakaan yang tetunda oleh Aldi.
"Bukan, ini bukan cuma kertas" kata Tina saat melihat kertas tersebut sambil memandangi kedua temannya secara bergantian.
***
Sekk...!! Sekk..!! Sek...!! Suara sikat yang digunakan aca untuk menyikat seragam sekolah yang ia cuci.
"Nak kamu yang sabar ya, mama harap kamu jangan dendam atas perbuatan teman-teman kamu" ucap mama aca yang sedang memotong-motong sayuran untuk lauk makan malam.
Sementara itu aca hanya diam membisu, sambil terus sibuk mencuci seragam sekolahnya.
"ca, aca..." panggil mama nya. namun tidak didengarkan olehnya.
"Aca kok kamu diam gitu, mikirin apa" tanya ibunya sambil menyentuh pundak aca pelan.
Aca sentak kaget kemudian menengok ke arah ibunya, ia menggelengkan kepalanya kemudian kembali menyikat bajunya.
Ibu menatap aca dengan nalar, ia benar-benar bingung dengan sikap aca yang saat ini menjadi pendiam dan tidak seperti biasanya.
***
__ADS_1
Bersambung