Lintas Alam Luar Jalur

Lintas Alam Luar Jalur
kesalahan 11


__ADS_3

~ beberapa menit kemudian mobil mereka sampai di depan gedung yang tertulis di alamat tersebut. bener saja bangunan tersebut sama persis seperti foto yang telah dikirim oleh Nomor tersebut.


"Kaka kita harus mencar." Kata Amel saat hendak turun dari mobil.


"Ga, ini terlalu bahaya buat kamu" kata ka Doni.


"Ayolah kak kita harus temukan sosok bertopeng itu" kata Amel sedikit kesal.


"Apa, sosok bertopeng" kata ka Doni heran.


"Oh iya aku belum cerita." Kata Amel sambil menepuk jidatnya. Ia kemudian menceritakan jika ia melihat sosok bertopeng sebelum kejadian teror dan pesan berisi ancaman yang terjadi rumah.


"Kalau begitu biar Kaka aja yang cari sosok Bertopeng itu dan kamu yang akan bebasin teman-teman mu" kata ka Doni.


Amel mengangguk tanda setuju kemudian mereka turun dari mobil bersama-sama dan langsung berpencar sesuai dengan rencana yang telah mereka susun.


Amel menyusuri bangunan tua tersebut. Ia terus menengok ke kiri dan ke kanan untuk berjaga-jaga takut jika tiba-tiba sosok Bertopeng itu muncul. Ia mengintip ke setiap ruangan yang tertutup saat ia melewatinya ia mencoba mencari tau di mana keberadaan teman-temannya di sekap.


Saat ia sampai di sebuah ruangan yang paling besar yang ada di ujung.ia seketika terkejut saat mengintip dan mendapati teman-temannya sedang duduk melingkar dan terikat di dalam.


Amel kemudian masuk untuk segera menyelamatkan teman-temannya. Akan tetapi ia terkejut saat melihat seseorang sedang berjongkok dengan keadaan tangan kiri memegangi tali yang terikat pada temannya dan tangan kanan memegang sebilah pisau.


"Kamu" kata Amel dengan tatapan mata yang tajam.


****


"Permisi.." Tok ...!! Tok...!! Tok...!!


Kata Tina Sambil mengetuk-ngetuk pintu rumah aca yang tertutup.


Krekk..!! ( Suara pintu dibuka )


"Eh nak Tina, Aldi, Aldo. Ada apa malam-malam kalian ke sini" kata ibu aca yang heran melihat kedatangan teman-teman anaknya.


"Emm anu bu, kita mau ketemu sama aca. Kira-kira aca nya ada ga Bu? Kata Tina tersenyum seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"Ohhh aca nya udah pergi dari tadi" kata ibunya mencoba menjawab yang sebenarnya.


"Hah pergi, pergi ke mana bu kalo boleh tau" kata Aldi penasaran.


"Itu, ibu kurang tau. Si aca nya tadi ga cerita" kata ibu aca sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Aldi dan Aldo kemudian saling memandang satu sama lain.

__ADS_1


"Em ya sudah kalo gitu. kita permisi dulu Bu" kata Tina sopan.


"Iya nak sama-sama" kata ibunya kemudian menuntut pintu rumahnya.


"Tuh kan bener dugaan gue" kata Aldo sambil menepuk jidatnya.


"Terus kita harus gimana ?" Tanya Aldi yang sudah panik.


" Ya sudah sekarang kita ke rumah Rey" kata Tina segera menaiki motornya.


Di susul pula oleh Aldi dan Aldo.


****


Amel kemudian mendorong seseorang tersebut hingga jatuh lalu menamparnya dengan keras.


Prakk..!!! " Aca gue ga nyangka, ternyata benar dugaan gue selama ini kalo elo itu dalangnya." Kata Amel sambil menarik kerah baju aca.


Rere, Dinda, Santi dan juga Eka yang melihat itu hanya bisa berteriak memanggil amel. Akan tetapi mulut Meraka telah disumpal dengan kain serbet sehingga cara bicara mereka tidak jelas


"jangan" kata mereka mencoba memperingatkan amel untuk menghentikan tindakannya namun sayang hal tersebut tidak di dengar oleh Amel.


"Amel hentikan perbuatan mu, karena aca tidak ada kaitannya dengan penculikan ini" kata seseorang laki-laki yang muncul dari belakang Amel.


"Ka Doni" kata Amel kaget sambil menutup mulutnya.


Ia terkejut melihat Kakanya telah terkapar di lantai dengan wajah babak belur serta tangannya terikat kebelakang.


"Iya Kaka mu benar, aca tidak ada kaitannya dengan penculikan " kata seorang laki-laki yang tiba-tiba muncul dari balik pintu secara perlahan.


Amel yang awalnya hendak menghampiri Kakanya seketika terhenti saat melihat seseorang yang ada di belakang Kakanya itu adalah sosok bertopeng yang ia lihat di halaman rumahnya.


" kamu" kata Amel dengan tatapan tajam lalu melangkah maju menghampiri pria tersebut.


"Silahkan mendekat jika kamu tidak ingin lagi melihat Kaka mu bernafas" kata pria bertopeng itu sambil menarik kepala Doni meletakkan sebilah pisau di lehernya.


Doni yang lemah tak berdaya tidak mampu berbuat apa-apa. Ia hanya bisa diam dan memberi kode kepada Amel untuk menuruti saja agar tidak mendekatinya.


Amel kemudian berjalan mundur secara perlahan. "Siapa kamu, dan apa mau mu " kata Amel seketika menitikkan air mata, ia benar-benar tidak tega melihat keadaan Kakanya yang seperti itu.


" Hahahah " tawa pria tersebut menggelar memenuhi ruangan tersebut. Ia merasa pertanyaan Amel begitu lucu di telinganya. Ia kemudian membiarkan Doni terkapar di lantai lalu ia berjalan perlahan ke arah Amel sambil masih memegang pisau di tangan kanannya.


"Pertama mungkin kita masih bisa main tebak-tebakan untuk mencari tau siapa aku sebenarnya agar engkau tidak mati penasaran dan kedua, mungkin kau tak perlu menembak apa mau ku Karena sudah tampak jelas aku sangat bahagia melihat dirimu, teman-teman mu dan juga Kaka mu menderita." Kata pria tersebut masih berjalan perlahan mendekati Amel.

__ADS_1


"Jangan sakiti dia, ohok ohok" kata Doni sambil terbatuk-batuk saat melihat sosok tersebut terus berjalan mendekati adiknya.


"Kenapa, bukan kah dulu kau juga telah menyakiti adik ku" kata pria bertopeng tersebut sambil menengok ke arah Doni.


"Adik" kata Doni tidak percaya.


(Flashback on)


Saat itu aku masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Aku memiliki adik laki-laki satu tahun lebih muda dari ku.


Aku dan adikku baru saja pulang dari sekolah dan berencana melewati jalan gang sempit yang terbilang sepi hanya untuk bisa sampai ke rumah dengan cepat.


Sebelumnya aku meminta adik ku untuk berjalan terlebih dahulu karena aku akan membeli makanan untuk kami bisa makan siang bersama di rumah.


Namun apa yang terjadi, saat aku berjalan melewati gang sempit aku melihat adikku saat itu tengah terbaring karena di hajar oleh 3 orang anak laki-laki berseragam sekolah SMA.


Adikku meninggal, ia terkena luka dalam. aku tidak punya uang untuk mengantarnya berobat dan aku adalah anak yatim.


(Flashback off)


"mulai hari itu aku akhirnya memutuskan mencari tau siapa 3 anak SMA yang telah membuat adikku menderita dan membalaskan dendam ku atas kematian adikku. Hingga pada akhirnya aku menemukanmu dan juga adikmu" kata pria tersebut kemudian melepaskan topeng nya.


"Arya " kata Doni seakan tidak percaya bahwa orang yang ia kenal baik selama ini adalah musuhnya.


"Ya aku arya, aku sengaja berteman dekat dengan mu untuk mencari tau siapa pelaku yang telah menghajar habis adik ku. Ternyata itu tidak sulit, bahkan kau sendiri menceritakan kepada ku jika kau lah yang menghajar seorang anak laki-laki padahal dua teman mu telah melarang mu untuk melakukan nya" kata pria tersebut dengan tersenyum licik.


" Kaka bagaimana mungkin Kaka memangilnya Arya, Sedangkan yang ku tau ia bernama Rendy" kata Amel tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Amel, namanya lengkapnya adalah Arya Rendy Mahendra " kata aca yang masih terduduk lemas.


"Kenapa, apa kamu kaget karena aku tidak ga ga gagap hahahah" kata renady mencoba berbicara gagap untuk mengolok Amel sambil terkekeh.


"Rendy aku benar-benar minta maaf. tolong, tolong jangan sakiti adikku dia tidak bersalah" kata Doni mencoba memohon kepada rendy.


"Terlambat, semua sudah terlambat" ucap rendy menunjuk senyum kemenangan.


"Rendy, sudah cukup" kata aca yang masih terduduk lemas di dekat pojokan dinding setelah Amel menghajarnya.


"Aca Aryani Fitriana, aku heran pada mu. Padahal aku sudah berbaik hati kepada mu meneror mereka bahkan menyiksa mereka hanya agar mereka tidak menyakiti mu lagi. Tapi apa balasannya, kau bahkan rela datang kesini hanya untuk menolong mereka. Katakan padaku dari mana kau tau jika ini semua adalah ulah ku" kata Randy sambil perlahan berjalan mendekati aca.


***


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2