
Rendy akhirnya di penjara di kepolisian setempat atas perbuatannya. Ia benar-benar menyesal karena pada akhirnya ia dikeluarkan dari sekolah.
Sedangkan Amel, Eka, Rere, Dinda dan Santi kini sudah tidak membully orang lain lagi termasuk juga dengan aca. Bahkan mereka juga berteman baik dengan aca.
Aca sendiri harus dirawat di rumah sakit karena luka yang ada di lehernya. Bersyukur luka tersebut tidak sampai mengenaai pembuluh arteri nya, hanya saja ia tetap harus dirawat di rumah sakit karena ia kehilangan banyak darah saat itu.
Sedangkan Tina, Aldi dan Aldo. Tetap, mereka menjadi pahlawan kesiangan dan bersikap netral dan baik kepada siapapun walaupun tak jarang Tina selalu emosi kepada orang-orang yang membuat nya kesal.
****
setelah 1 Minggu dirawat di rumah sakit aca akhirnya bisa masuk sekolah lagi seperti biasa.
"Aca..." Kata Amel dan teman-temannya berteriak serempak dan memeluk aca saat aca sudah sampai di depan kelas.
"Akhirnya yah kamu udah bisa masuk sekolah lagi" kata Eka sambil tersenyum senang.
"Iyah syukurlah " kata aca membalas sapaan Eka.
"Oh ya ca makasih banget saat itu kamu udah mau nyelamatin kita" kata Rere sambil memegang pundak kiri aca.
''Iya kalo ga ada kamu kita ga tau lagi nasib kita bakal gimana" kata Santi dengan senyum manisnya.
"Iyahh sama sama " kata aca lagi.
"Oh ya ca, kita di sini mau minta maaf sama kamu. Kita dulu benar-benar jahat sama kamu, kira-kira kamu mau ga maafin kita ?" Kata Amel memegang kedua tangan aca.
"Iya Amel ga papa aku udah maafin kalian kok" kata aca tersenyum simpul.
"Beneran ca, iiii makasih ya soalnya kita takut banget bakal kena karma" kata Dinda kemudian dibalas tatapan sinis oleh 4 temannya.
walaupun benar apa yang di katakan Santi tetapi tetap saja mereka sedikit kesal karena Santi telah membongkar alasan mereka meminta maaf kepada aca.
"Eh kenapa, gue salah ngomong ya hehehe maaf" kata Dinda cengengesan.
__ADS_1
"Iya iya aku maafin kok, tapi janji yah kalian jangan membully lagi" kata aca dengan wajah serius.
"Eh iya janji, sekarang kita udah ga bully orang lagi" kata Eka sambil menunjukkan dua jarinya berbentuk V.
"Iyah sekarang kita benar-benar udah berubah kok, kamu mau kan berteman sama kita" Amel tersenyum simpul.
"Iya mau kok " jawab aca ramah.
Teng..!! Teng ..!! Teng...!!
"Eh udah bel ayo kita masuk" kata Amel. Mereka kemudian melangkahkan kaki berbarengan masuk ke kelas lalu tiba-tiba.
" Oi oi minggir, buka jalan " kata Tina yang tengah berlari di lapangan menunju kelas.
"Tut Tut" kata Aldi menirukan suara kereta api berlari di belakang Tina.
"Air panas , air panas , air panas " kata Aldo yang berlari di belakang Aldi.
Seketika Amel dan kawan-kawannya dan juga aca menyingkirkan tubuh Mereka agar tidak di tabrak oleh Tina.
"Brukk..!!! "awww" Tina terjatu karena tersandung kaki Dinda yang hendak menyingkir tubuhnya juga akan tetapi gerakannya slow motion.
Seketika Amel, Rere, santi, Eka dan aca membulatkan mata karena kaget.
Tina berdiri perlahan dan menatap Dinda dengan tatapan membunuh. "Dinda... !!!!!!! " Teriak Tina saat hendak menghajar Dinda.
Akan tetapi Aldi dan Aldo langsung menahan kedua tangan Tina. Sedangkan Amel, Eka, Rere dan santi berdiri di depan Tina mencoba membentengi Dinda yang ada di belakang mereka.
aca tertawa Melihat kelakuan 2 kubu teman-teman nya itu.
"Ca, selamat ya udah masuk sekolah lagi" kata seorang anak laki-laki sambil menepuk pundak aca pelan.
"Eh Rey, iya makasih yah" kata aca sambil sedikit mendongak ke atas karena tubuh Rey yang tinggi.
__ADS_1
"Iya sama-sama " kata Rey tersenyum senang.
"em ca"
"ya"
"aku mau ngajak kamu buat belajar bersama lagi. Kira kira kamu masih mau gak?" kata Rey sambil memegang tengkuk lehernya.
" emmm Iya iya aku mau kok" kata aca tersenyum tulus.
"Serius mau" kata Rey tak percaya.
"Iya, tapi ajak mereka juga yah" kata aca sambil menunjuk ke arah teman-temannya yang masih berseteru di depan kelas.
seketika senyum lebar Rey perlahan memudar. Sambil menatap ke arah teman-teman aca. Padahal niat nya hanya ingin belajar berdua dengan aca.
"Ohh iya deh ga papa, yang penting tetap bisa belajar bareng sama kamu" kata Rey pelan.
"Ha apa?" kata aca yang memang tidak mendengar jelas apa yang Rey katakan.
"Eh anu ga papa kok, ya sudah aku balik ke kelas dulu yah dah" kata Rey kemudian berjalan meninggalkan aca namun masih menoleh ke arah aca dan tersenyum.
"Iya dah" kata aca melambaikan tangan lalu kembali menengok ke depan melihat teman-temannya.
"Kalian ngapian masih di luar kelas, masukkkkkkk....!!!!!!!" Teriak pak Heri saat melihat murid-muridnya masih ada di depan kelas.
Seketika aca, kubu tina dan kubu Amel menghentikan aksi mereka lalu segera berlari masuk ke dalam kelas.
"Iya pakk.......!!!!!" Teriak mereka serempak lalu duduk ke tempat mereka masing-masing.
***
SELESAI
__ADS_1
Sekian dan terimakasih telah membaca cerita ini.